
"Kekuatannya jauh diatas ku, dari mana dia mendapatkan kekuatan mengerikan ini?". Lasmini mengatur nafas perlahan, semua serangannya dapat dipatahkan dengan mudah.
Matanya menoleh ke arah Dayun, dia merasa kemampuan pendekar itu tak jauh dari Damarsunu. Yang membuatnya aneh adalah dia tidak ikut membantu Damarsunu, dia hanya menatap dingin pertarungan dihadapannya.
"Apa yang dia rencanakan, sial konsentrasiku terpecah".
Sabrang mulai menyerang Damarsunu, dia ingin memberi waktu pada Lasmini untuk beristirahat sejenak.
"Sudah kukatakan berapapun jumlah kalian tak akan mengubah keadaan". Damarsunu mundur selangkah, dia bersiap menangkis serangan Sabrang.
Gerakan goloknya dengan lincah menangkis semua serangan yang terarah padanya. Dia meningkatkan kecepatannya dan menyerang balik Sabrang.
"Pantas saja paman Wijaya terdesak, ilmu kakek ini sangat tinggi" Sabrang sedikit tersudut dan hanya bisa bertahan menerima serangan Damarsunu.
Serangan Damarsunu semakin lama semakin cepat dan tak memberikan Sabrang kesempatan menyerang balik. Dia hanya bisa bertahan dan sesekali terpental mundur.
"Pengguna Pedang Naga Api? Menarik" pandangan Damarsunu mengarah pada Pedang yang ada digenggaman Sabrang. Dia tak menyangka kabar yang tersiar beberapa saat lalu jika Pedang Naga Api muncul kembali di dunia persilatan adalah benar.
Dayun tersentak kaget mendengar perkataan Damarsumu.
"Hari ini sepertinya keberuntunganku, aku bisa mendapatkan dua pusaka sekaligus" Dayun tersenyum dingin.
"Baiklah akan ku coba kehebatan jurus Pedang Api abadi mu anak muda". Damarsunu melesat cepat dengan kekuatan penuh menyerang Sabrang.
"Golok terbang Tingkat II : Golok pembelah raga".
Sabrang bergerak cepat menghindari serangan yang terarah padanya, bukan pilihan bijak baginya menangkis serangan dengan tenaga dalam sebesar itu.
"Mau sampai kapan kau menghindar seperti tikus anak muda". Damarsunu meningkatkan kecepatannya, tubuhnya menghilang dari hadapan Sabrang.
Sabrang merapal sebuah jurus "Pedang Penghancur tulang" dia menyerang tepat beberapa saat setelah Damarsunu muncul di belakangnya.
Damarsunu sedikit terkejut dan mundur beberapa langkah mencoba menghindari serangan Sabrang.
"Pengamatan mu sangat baik anak muda, ternyata kau berasal dari Kelompok teratai merah. Jika demikian aku tak akan sungkan sungkan". Terlihat dendam di wajah Damarsunu.
"Bahkan jurus pedang penghancur tulang tak membuatnya terluka". Sabrang terlihat sedikit terkejut, karena jurus ini beberapa kali menjadi andalannya di pertarungan sebelumnya.
Sabrang kembali menyerang Damarsunu, tidak ada pilihan lain baginya selain terus menyerang. Namun terlihat Damarsunu dapat menangkis serangan Sabrang.
"Jika tidak ada lagi jurus yang akan kau tunjukan padaku maka akan ku akhiri sekarang juga".
Tubuh Damarsunu melesat lebih cepat kearah Sabrang kali ini tenaganya lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
"Sampai mana sebenarnya batas kekuatannya" Sabrang merasa semakin lama tenaga dalam Damarsunu semakin meningkat.
"Kena kau" tiba tiba Damarsunu muncul di sisi kanan Sabrang siap menyerang dengan pedangnya.
Sekuat tenag Sabrang berusaha menghindarinya, dia mengayunkan pedangnya kearah Damarsunu.
Damarsunu berhasil menghindar dan menangkap pergelangan tangan Sabrang.
"Mati kau" Damarsunu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
"Jurus Pedang elang putih" tiba tiba Wijaya menyerang dari arah belakang membuat Damarsunu terpaksa melepaskan cengkramannya pada Sabrang. Namun sebelum melepaskan cemgramannya Damarsunu sempat menendang tubuh Sabrang hingga terpental benerapa meter.
"Kalian ingin mengeroyokku? Baiklah maju semua kalian".
Damarsunu bergerak ke arah Wijaya dengan kecepatan tinggi.
"Harusnya aku membunuhmu tadi".
Mendapat serangan mendadak, Wijaya mundur beberapa langkah dia mengayunkan pedangnga sekuat tenaga.
"Jurus Pedang Elang putih" serangannya tepat mengenai Damarsunu namun mampu di patahkan dengan pedangnya.
"Saatnya mengirim mu Ke neraka" Tiba tiba Damarsunu muncul beberapa jengkal dihadapan Wijaya.
"Tarian Iblis Pedang" Sabrang bergerak cepat menyerang Damarsunu. Mendapat serangan tiba tiba membuat Damarsunu lengah, serangan Sabrang tepat mengenai tubuh Damarsunu. Tubuhnya terpental beberapa meter.
Semua memandang Sabrang tak percaya, bahkan Dayun yang dari awal terlihat tenang kini tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Bagaimana kau dapat menguasai Jurus milik Iblis Hitam?" Damarsunu memandang tak percaya.
Sabrang kembali menyerang Damarsunu dengan cepat. Kali ini Damarsunu lebih siap menerima serangan yang diarahkan padanya.
"Apa yang kau tunjukan memang hanya jurus tiruan namun kau telah membuatku tertarik".
Damarsunu mulai menguasai pertarungan kembali, beberapa jurusnya mampu melukai Sabrang.
Sabrang melompat tinggi dan mulai merapal jurus "Tarian Iblis Pedang". Sabrang berlari ke arah Damarsunu bersiap menyerang kembali.
"Kau kira jurus tiruan itu akan mengenaiku dua kali? Kau terlalu berharap". Damarsunu siap menyambut serangan Sabrang.
Namun tiba tiba gerakan Sabrang berubah, dia melompat tinggi ke arah belakang Damarsunu berada.
"Gawat jurusnya hanya untuk mengalihkan perhatianku" Damarsunu sadar telah masuk perangkap Sabrang.
__ADS_1
"Kena kau!" Sabrang berjalan pelan mendekati Damarsunu. Tangannya seolah sedang mengendalikan sesuatu.
Raut wajah Damarsunu berubah, tubuhnya tak bisa digerakan. Terlihat bayangan Damarsunu menyatu dengan bayangan Sabrang.
"Jurus Segel bayangan? Bagaimana kau bisa menguasainya?".
Sabrang tersenyum kecil "Aku belum menguasanya sepenuhnya, sepertinya butuh waktu untuk terbiasa dengan jurus ini".
Lasmini menelan ludahnya melihat kemampuan Sabrang.
"Ini jurus aneh yang tadi dia gunakan, anak ini sangat mengerikan".
"Sabrang bergerak cepat mendekati Dayun, begitu juga dengan tubuh Damarsunu.
Damarsunu mengayunkan pedangnya ke arah Dayun berada, Dayun hanya menatap dingin sebelum tubuhnya menghilang dari pandangan semua orang.
"Tiupan Angin neraka" Dayun muncul tepat di hadapan Sabrang dan mengayunkan pedangnya.
"Pangeran!!!!" Wijaya mencoba menyerang Dayun namun sudah terlambat. Sabrang terlempar jauh dengan luka sabetan di tubuhnya.
"Ku bunuh kau!" Wijaya menyerang Dayun dengan cepat namun serangannya mampu dipatahkan dengan mudah. Lasmini ikut membantu menyerang, dia merasa Wijaya sudah hampir mencapai batasnya.
Tak lama Mentari muncul bersama nilam sari, melihat Sabrang terluka parah mentari berlari menghampirinya.
"Kenapa kau ada d sini? Di sini sangat berbahaya, Pergilah".
Mentari tidak mendengarkan apa yang dikatakan Sabrang, dia tetap memeriksa luka yang ada di tubuh Sabrang.
Dilain pihak Damarsunu yang sudah terlepas dari jurus Segel bayangan bergerak mendekati Sabrang.
"Kali ini kupastikan kau membayar semua perbuatanmu anak muda" . Dia mendekat dengan cepat ke arah Sabrang, terlihat goloknya mengeluarkan aura hitam pekat.
"Gawat pangeran dalam bahaya" Wijaya melihat Sabrang masih mencoba bangkit namun terjatuh kembali karena luka di tubuhnya.
"Pergilah!!!" Sabrang mendorong Mentari menjauh, namun terlambat karena Damarsunu sudah ada dihadapannya.
Saat Damarsunu mengayunkan pedangnya ke arah Sabrang tiba tiba Suhu udaha menjadi dingin secara tiba tiba.
Seseorang terlihat mendekati Damarsunu dengan cepat.
"Tapak Dewa Es Abadi" Tubuh Damarsunu terpental jauh. Tak lama nampak sesosok perempuan berjubah putih menatap Sabrang dengan perasaan lega.
"Sepertinya aku datang tepat waktu".
__ADS_1