Pedang Naga Api

Pedang Naga Api
Lokasi Telaga Khayangan Api


__ADS_3

Disalah satu sudut istana ada sebuah ruangan yang terlihat paling besar dari ruangan lainnya. Tempat yang terbuat dari emas itu tampak mencolok karena dijaga oleh salah satu pendekar penjaga Wentira menandakan tempat itu begitu penting bagi Wentira.


Sabrang dan yang lainnya tampak duduk melingkar disebuah meja besar yang terbuat dari emas.


"Aku mengenal tuan Panca saat kami bertemu dihutan kabut awan, saat itu aku sedang menyamar dan keluar Wentira untuk mengamati situasi dunia persilatan Celebes. Instingnya yang tajam, kecerdasan yang dimilikinya membuatnya langsung mengenaliku bahwa aku bukan orang dari daratan Celebes". Tanwira membuka pembicaraannya.


"Saat itu aku merasa harus membunuhnya karena dia mengetahui identitasku namun yang dia katakan selanjutnya membuatku tercengang. Dia mengatakan tentang kemungkinan kota emas Wentira yang merupakan sisa sisa peninggalan Peradaban Kumari kandam dan kesalahan penduduknya yang bisa membangkitkan mahluk terkuat masa lalu. Saat itu aku mulai melunak karena penasaran siapa pemuda yang ada dihadapanku itu. Sikap ramah dan bersahabatnya membuatku memutuskan untuk membawanya ke Wentira. Itulah awal pertemuanku dengan leluhurmu nak". Tanwira menatap lembut Sabrang.


"Mohon maaf Yang mulia".Wardhana memberanikan diri menyela ucapan Tanwira. "Anda mengatakan jika tuan Panca sudah mengetahui tentang Kumari kandam dan Wentira, bukankah dia menemukan petunjuk Wentira di Celebes secara tidak sengaja saat mencari kebenaran suku Iblis peratung?". Tanya Wardhana bingung.


"Kalian terlalu menganggap remeh tuan Panca". Tanwira tersenyum kecil sebelum melanjutkan ucapannya. "Tujuan utama dia kedaratan Celebes adalah mencari Wentira, dia sengaja menghembuskan kabar tentang Iblis petarung untuk menyamarkan tujuan utamanya karena takut terjadi keributan didunia persilatan. Dia adalah pemuda yang sangat pintar, jika kalian pernah berbicara padanya kalian akan mengerti betapa mengerikannya pemikiran pemikiran tuan Panca".


"Keributan di dunia persilatan?". Arung mengernyitkan dahinya.


"Kami, Kerajaan Kumari kandam dianugrahi kecerdasan yang luar biasa. Kumari kandam terdiri dari tiga kelompok besar dan bebebapa kelompok kecil. Kelompok pertama adalah Kumari api, kelompok ini ahli dalam pembuatan pusaka.


Kelompok kedua adalah Kumari Angin ahli beladiri, mereka menciptakan ilmu kanuragan tingkat tinggi, salah satunya adalah ajian rogo sukmo dan kelompok terakhir adalah kelompokku, Kumari Air. Kami kelompok yang lebih tertarik dengan ilmu pengetahuan. Bangunan Wentira, dan bangunan Telaga khayangan api adalah buatan kami. Namun seiring waktu penduduk Kumari Kandam mulai berubah, kami ingin lebih. Kami ingin menciptakan sesuatu yang bisa menggemparkan dunia, entah sejak kapan kami mulai terobsesi menguasai dunia persilatan. Kesalahan kesalahan kecil mengantarkan kami dalam kehancuran". Tanwira memejamkan matanya sesaat sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kami berhasil menyempurnakan ajian rawatontek yang kami beri nama Ajian Kumari abadi sekaligus menciptakan ilmu kanuragan tertinggi Jurus pedang perusak jiwa.


Ajian Kumara abadi memungkinkan kami hidup abadi. Itulah awal kehancuran Kumari kandam".


"Jika Kumari abadi membuat kalian tidak bisa mati, bagaimana kemarin pusakaku bisa membunuh salah satu pendekar kalian?". Tanya Sabrang pelan.


"Kumari abadi terdiri dari 12 tingkatan jurus dan hanya 10 orang yang bisa menguasai secara sempurna. Kami hanya bisa menguasai sampai tingkat 5 itulah sebabnya kami hanya berumur panjang namun bagi yang bisa menguasai ajian Kumari abadi dengan sempurna maka tak ada satupun pusakapun yang dapat melukainya.

__ADS_1


Kesepuluh orang yang dapat menguasai ajian itu dengan sempurna termasuk ayahku menganggap diri mereka dewa dan mulai sewenang wenang. Kumari kandam yang awalnya damai mulai kacau, tempat itu bagaikan neraka. Sepuluh orang itu semakin kejam hingga membuat para dewa murka. Pertempuran dengan para dewa terjadi selama hampir satu purnama dan membuat kehancuran di telaga khayangan api.


Kehebatan ajian Kumari abadi dan pedang perusak jiwa membuat para dewa terdesak sampai muncul seorang ksatria muda muncul dan mengalahkan sepuluh pendekar itu namun mereka tidak bisa mati hingga para dewa menyegel tubuh mereka disuatu tempat".


"Tunggu tuan, jika tak ada pusaka apapun yang dapat melukai mereka bagaimana ksatria itu bisa mengalahkan mereka?". Wardhana memotong ucapan Tanwira.


"Pedang pusaka Megantara, hanya pusaka itu yang dapat melukai mereka namun sayang pedang itu hancur bersama ksatria muda itu. Dia meregang nyawa walau berhasil mengalahkan sepuluh pendekar Kumari kandam. Di akhir hidupnya dia berhasil memisahkan kunci menuju telaga khayangan api dan memisahkan di lima daratan. Dia berpesan untuk tidak membuka Telaga itu sampai muncul anak seorang anak terpilih yang akan membangkitkan kembali Pedang Megantara. Karena itulah kami bertekad menjaga bagian kunci yang disimpan di ruangan bintang ini sampai anak itu lahir".


"Sifat manusia yang tak akan pernah puas dengan apa yang mereka miliki akan menghancurkan diri mereka sendiri". Ucap Arung pelan.


"Jika tujuan kalian untuk mengambil bagian kunci itu aku mohon maaf tak bisa mengabulkannya". Tanwira menundukan kepalanya.


"Sampai kapan kalian mampu menjaganya?". Tanya Wardhana tiba tiba. Suasana menjadi sedikit tegang karena pertanyaan Wardhana menyinggung Dananjaya.


"Apa maksud pertanyaan tuan? anda meremehkan kami?". Ucap Dananjaya ketus.


Tanwira dan Dananjaya terdiam mendengar ucapan Wardhana, mereka sendiri sudah merasakan bagaimana kekuatan Sabrang walau sedang terluka parah. Jika pertarungan kemarin dilanjutkan dia juga tidak yakin akan memenangkan pertarungan.


"Lalu apa rencana anda?". Tanya Tanwira.


"Keserakahan kalian tidak hanya menciptakan 10 pendekar terkuat namun juga menciptakan iblis iblis baru yang terobsesi pada kekuatan kalian, salah satunya adalah pendekar langit merah. Aku tidak tau dari mana mereka menguasai ilmu abadi namun saat ini mereka berusaha membuka telaga khayangan api. Saat ini hanya Yang mulia yang mampu menghentikan mereka".


"Pendekar langit merah? sepertinya aku pernah mendengar tuan Panca menginggung mereka". Tanwira mencoba mengingat ingat.


"Kami akan mengumpulkan kepingan kunci menuju telaga khayangan api dan menghancurkannya namun aku masih memerlukan beberapa petunjuk lain".

__ADS_1


Tanwira menggeleng pelan "Telaga khayangan api dibuat dengan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi, kami membuat kunci gerbang dari batu langit. Kunci itu tak bisa dihancurkan kecuali dengan pusaka Megantara".


Wardhana terlihat berfikir sejenak setelah mendengar ucapan Tanwira, dia mulai mengerti mengapa ken Panca tidak berusaha menghancurkan kunci itu.


"Jika memang kunci itu tidak bisa dihancurkan maka kita harus menyembunyikan kembali ditempat yang baru karena pendekar langit merah sudah mengetahui letak kunci itu. Kuharap anda dapat membantu kami".


"Jika anda tidak bisa mempercayai kami kuharap anda memandang tuan Panca karena Yang mulia adalah keturunan terakhir trah Dwipa setelah wafatnya Yang mulia raja terdahulu". Ucap Wardhana seolah mengetahui keraguan Tanwira.


Tanwira terlihat berfikir sejenak, dia kembali mengingat persahabatannya dengan Ken Panca selama ini dan kenyataan bahwa saat ini Wentira sudah banyak diketahui orang. Hanya menunggu waktu sampai dunia menemukan tempat itu.


"Lokasi Kumari kanda tepat berada di bawah paku bumi yang menjadi penyeimbang tanah Jawata. Didalam gunung itulah kami membangun peradaban yang sangat maju". Ucap Tanwira sambil meraba dinding ruangan disisi kiri meja tempat mereka duduk.


"Yang mulia". Dananjaya berusaha menahan Tanwira.


"Tidak apa apa panglima, aku akan menepati janjiku pada tuan Panca karena dia sudah menepati janjinya membuat pusaka penjaga Wentira". Ketika Tanwira menekan dinding ruangan yang terlihat sedikit menonjol tiba tiba meja tempat mereka berdiri bergeser. Tanah tempat mereka berdiri bergetar sebelum terbelah rapih menjadi dua. Anak tangga menuju ruangan bawah tanah menyambut mereka.


"Ayo kita masuk, didalam ruangan itulah yang kalian cari disimpan". Tanwira menarik nafas panjang sebelum melangkah masuk, dia mengumpulkan keberaniannya untuk memasuki tempat yang selama ini tak pernah mereka masuki sama sekali.


Sabrang dan yang lainnya mengikuti dari belakang dengan perasaan was was. Kini mereka semakin dekat ketempat pusat peradaban dan pusat kekuatan berada.


\=\=\=\=\=\=\=


Gunung Tidar tepat berada ditengah tengah kabupaten Magelang yang sangat lekat dengan kisah pertempuran Sabdo palon dan Syekh Subakir. Nama Tidar konon berasal dari kata Mati dan Modar.


Masyarakat jawa meyakini gunung Tidar sebagai paku bumi yang menyeimbangkan pulau jawa. Konon Pulau jawa dahulu seperti perahu yang terombang ambing dilautan sebelum Seorang sakti madraguna menancapkan gunung Tidar agar pulau Jawa tidak terombang ambing.

__ADS_1


Benar atau tidaknya gak usah terlalu diperdebatkan BAMBANG.


Dalam Novel PNA Telaga khayangan api digambarkan berada disuatu tempat didalam gunung Tidar.


__ADS_2