Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 248 : Hestia 12


__ADS_3

PAGI SEBELUM SUMINAH DITEMUKAN DEDEN DI DALAM MOBIL


“Jangan lama-lama ya Bu, karena ini melanggar kesepakatan dengan Bapak. Suminah harusnya diamankan oleh preman itu, aku meminjamnya sebentar.” Supir itu mengingatkan istri Nicko agar sebentar saja berbicara dengan Suminah, mereka berdua sudah di dalam mobil duduk di bangku penumpang.


“Kau kenal aku?” Istrinya Nicko bertanya pada Suminah setelah Darmin keluar dari mobil.


“Kalau aku bilang tidak, kan aku bohong.” Suminah masih bersikap baik.


“Aku memang tidak pernah bertemu denganmu, karena Nicko menyembunyikanmu selama ini, aku bahkan tak tahu kau sekertarisnya Nicko, aku hanya tahu ada sekertaris umum dan Darmin saja sebagai tangan kanan suamiku, aku tak tahu kalau suamiku punya mainan baru.”


“Aku bukan mainan, aku wanitanya.” Suminah menampik kenyataan bahwa Nicko hanya mempermainkan dia sebagai wanita muda yang bisa dimanfaatkan.


“Kau tidak sadar juga? Tubuhmu digunakannya untuk memuluskan usahanya, kau ini naif atau terlalu bodoh! Kalau kau benar wanitanya, dia akan memperlakukanmu seperti diriku, dinikahi, dijadikan ratu di rumah bak istana dan melahirkan anak-anaknya, tapi sekarang apa? kau disembunyikan, disekap dan mungkin akan dibunuh dalam waktu dekat jika Polisi sudah mengendus Nicko menyembunyikanmu.”


“Kau ingin aku menjauh dari Nicko kan? Makanya tidak heran kau bersikap seperti ini, tapi percayalah, aku takkan pernah meninggalkannya!” Suminah lalu membuka pintu mobil dan seketika berlari tanpa sempat Darmin menangkapnya, Darmin panik karena Suminah berhasil kabur.


“Bu! Kenapa kau membiarkannya keluar dari mobil, bisa habis aku dihajar bapak.” Darmin panik.


“Dia takkan pergi ke mana-mana, dia hanya akan pulang, kembalilah ke kantor bosmu, bersikaplah seperti biasa, katakan pada preman itu juga jangan sampai dia memberitahu bosmu bahwa ****** itu kabur, toh saat ini haram bagi suamiku untuk bertemu dengan Suminah, bukan? dia hanya akan mendapatkan laporan dari kalian kalau Suminah aman dan disembuyikan di tempat yang nyaman.”


“Kau yakin, Bu?”


“Siapa yang lebih mengenal suamiku, selain aku?” Istrinya meyakinkan.


Darmin lalu pergi ke tempat preman yang menyekap Suminah sebelumnya, dia mengatakan bahwa Suminah kabur dan meminta preman itu diam, jangan laporkan Suminah kabur, preman itu setuju, toh ini atas suruhan temannya sendiri, Darmin adalah temannya, makanya dia lebih memihak Darmin. Selain itu, uangnya jadi lebih banyak untuk dia sendiri, tidak perlu dibagi untuk keperluan wanita itu.


Setelah memastikan preman itu tidak akan buka mulut, Darmin lalu pergi ke kantor. Tapi bosnya tak ada, kata sekertaris umum, dia sudah pulang dengan mobilnya, karena mobil yang digunakan Darmin adalah mobil istrinya, alasan istrinya adalah supir miliknya sakit tidak masuk kerja, padahal ini rencana Darmin dan istrinya Nicko untuk bisa dipertemukan dengan Suminah.


Darmin lalu bergegas pulang ke rumah tuannya, dia hanya ingin memastikan bahwa bosnya tidak curiga.


Butuh waktu hampir satu jam untuk sampai rumah, tidak macet, tapi ada kecelakaan di jalan hingga membuat Darmin sangat lama di jalan.


Begitu sampai rumah, dia melihat bosnya sedang duduk di halaman, sudah berpakaian rapih, dia seperti menunggu kedatangan Darmin.


“Pak, ini kunci mobil ibu, saya taruh di dalam ya.” Darmin minta izin, Nicko hanya mengangguk.


“Kalau sudah, segera panaskan mobilku, kita harus pergi ke suatu tempat.” Nicko hanya berkata seperti itu.

__ADS_1


Darmin bergegas mengembalikan kunci lalu buru-buru memanaskan mobil bosnya. Setelah siap, Nicko masuk ke dalam mobil di bagian penumpang, lalu mobil mulai menyusuri jalanan.


“Suminah bagaimana?” Dalam perjalanan, Nicko bertanya.


“Aman Pak, dia bersama temanku itu.”


“Darmin, apakah ibu tahu tentang Suminah?” Nicko tiba-tiba bertanya dengan dingin.


“Eh … Pak ….”


“Berhenti, kau tunggu di sini.” Nicko tiba-tiba minta Darmin berhenti pada suatu lokasi, seperti warung makan, tidak lama kemudian Nicko sudah kembali lagi, tapi tidak sendiri ….


“Pak ... maaf saya ….”


“Dia datang padaku tadi saat aku sudah di dalam mobil untuk pulang, dia ada di depan kantor kita menungguku pulang.” Nicko menatap Darmin dengan kasar.


“Maaf Pak.”


“Bukankah seharusnya kau jaga dia? Kenapa Suminah malah luntang lantung seperti ini, bagaimana aku bsia percaya padamu lagi!” Nicko berkata dengan keras, Darmin tetap mencoba melajukan mobilnya dengan kecepatan aman, walau hati dan pikirannya ketar-ketir.


“Istrimu mendatangiku, Darmin yang membawanya bertemu denganku, apa kau ingin mencelakaiku Darmin! Kau membawa istri bosmu untuk menghabisiku bukan?” Suminah berkata dengan kencang, saat itu hari mulai sore, mereka berencana untuk memulangkan Suminah sementar waktu, agar Polisi tenang dulu, yang penting dua hari ini setelah dia dikabarkan hilang, membuat istrinya Sumohadi lebih tenang.


“Dia bilang bahwa aku hanya wanita mainanmu saja, kau memanfaatkanku untuk memuluskan usahamu, menggunakan tubuhku untuk membuat petinggi itu menyetujui tandermu, apakah benar seperti itu?” Suminah merengek dan mulai menangis.


“Tentu saja tidak, aku mencintaimu.” Nicko memeluk Suminah, mobil masih melaju, tidak lama lagi mereka akan sampai di depan gang kampung di mana rumah Suminah berada.


“Kalau begitu kau harus menceraikannya. Aku ingin kita menikah secara resmi, aku ingin hidup menjadi ratu di istanamu, aku ….”


“Kau kan tahu, aku tidak bisa seenaknya untuk menceraikan wanita itu, dia punya pengaruh yang besar untuk perusahaanku, dia punya koneksi yang tinggi, aku masih butuh dia.”


“Kalau begitu kau pilih aku atau dia! Kalau kau memilihnya, aku akan berkata pada semua orang kalau aku adalah simpananmu!” Suminah berteriak di wajah Nicko. Itu membuat Nicko sedikit kalap, dia menarik kepala Suminah dengan kedua tangannya dan membenturkan kepalanya ke kaca mobil dengan sangat kencang, hingga membuat dahinya berdarah.


Tak jauh dari gang masuk kampungnya, mobil itu berhenti, tak hanya membenturkan kepala Suminah, Nicko mulai memukli wajahnya hingga babak belur. Lalu menarik tangannya dan kembali memukuli wajah Suminah hingga penuh darah.


Setelah lelah memukulinya, Nicko keluar mobil, dia sangat kesal dengan wanita yang tidak tahu diri. Sepanjang pernikahannya, hidup Nicko diatur oleh istrinya, bisa jadi dia berada di bawah ketiak istrinya selama ini, makanya dia sangat suka ‘memelihara’ Suminah, karena dia wanita penurut, selalu menuruti semua perintah Nicko bahkan ketika harus melayani pria lain.


Baginya Suminah adalah wanita yang bisa mengobati sakit hatinya atas direndahkan di dalam rumah. Tapi melihat Suminah berlagak seperti ratu membuat darah Nicko mendidih, baginya Suminah hanya budak yang tidak perlu diperlakukan sama seperti istrinya, dia adalah pelampiasan atas rasa sakitnya selama ini.

__ADS_1


Melihat Suminah berani berteriak padanya, padahal hanya seorang wanita ****** yang hidup dari tubuhnya, membuat harga diri Nicko jatuh di titik terendah. Direndahkan istrinya yang begitu terhormat, Nicko masih bisa bertahan. Tapi dihina wanita murahan seperti Suminah, bagi Nicko itu sangat memalukan dan tidak bisa ia tahan.


Baginya Suminah berteriak dan memaksanya  serta mengancam adalah hinaan yang paling buruk yang pernah dia hadapi. Makanya, darah Suminah menjadi tidak berharga.


“Pak!” Darmin ikut keluar dari mobil dan mengejar tuannya, mobil terparkit tepat di mana Deden melihat Suminah sebelum akhirnya kabur karena takut senjata api yang Darmin todongkan.


“Darmin bereskan wanita itu, kita harus menghabisinya, aku tidak tahan dia merengek untuk dinikahi terus, aku jijik dengan tubuhnya yang dipenuhi tangan lelaki lain, habisi dia tanpa jejak.”


“Bagaimana caranya Pak?”


Terdengar suara berisik dari arah mobil, mereka berdua berada  di sebrang mobil yang karena gelap dan lebih masuk ke dalam perkebunan, makanya tidak terlihat Deden ketika ingin menolong Suminah.


Darmin bergeegas kembali ke mobil, dia melihat seorang pemuda sedang berusaha mengeluarkan Suminah, lalu kejadian selanjutnya terjadi sampai Deden kabur dan meninggalkan Suminah.


Andai Deden tidak meninggalkannya, kemungkinan hanya ada dua, pertama Deden ikut mati, kedua Suminah dan Deden bisa saja punya peluang untuk selamat.


Tapi Deden lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Meninggalkan perempuan yang katanya dia cintai sejak lama dan perempuan itu juga telah tidak memiliki harga diri lagi karena lelaki bejat.


Bukankah tubuh dan hatinya telah benar-benar dihancurkan oleh seorang lelaki bernama Nicko?


“Kita buang di mana mayatnya Pak?” Tanya Darmin yang telah menghabisi Suminah dengan mencekiknya.”


“Kita kubur di dekat sini, pakai baju yang biasa, kita akan memotong dulu tubuhnya dan memasukkannya ke dalam tas agar jika ada yang melihat tidak curiga, kita cari disekitar kampung, karena tempat yang tidak mungkin dicurigai sebagai kuburan dari orang hilang adalah, kampungnya sendiri.


Kita cari tempat, bisa kebun, bisa hutan atau semacamnya. Tapi kita harus pastikan tubuhnya masuk ke dalam tas ini.” Nicko menyodorkan tas yang biasa dia gunakan untuk bepergian ke luar kota saat dinas.


Pasti Suminah tidak pernah tahu bahwa tubuhnya akan berakhir di dalam tas, karena selama ini dia berharap, akhir hidupnya adalah menjadi ratu dari istana milik raja Nicko. Tapi sekarang dia hanya berakhir di sebuah sumur yang menjadi kuburannya.


“Kau minta dukun itu untuk menyegel sumur ini, kau tahu kalau orang yang mati dibunuh, arwahnya penasaran, ingat kejadian saat kita membunuh Anita, wanita bar itu, hantunya masih menghantuiku hingga kita menyegelnya di tempat kita kubur dia saat itu?”


Darmin mengangguk, ini memang bukan kali pertama mereka berdua membunuh orang, mereka terbiasa melakukan pekerjaan kriminal bersama dan Darmin terlalu kotor untuk tidak loyal pada tuannya.


_____________________________


Catatan Penulis :


Siapa yang tebakannya benar? Jadi udah ketahuan kan, siapa yang bunuh, sekarang tinggal lima sekawan dan Lais yang harus mengungkap siapa pembunuh sebenarnya atas kematian Suminah.

__ADS_1


Kira-kira gimana ya cara mereka tahu siapa yang bunuh? Part berikutnya ya.


__ADS_2