Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 350 : Zerata 4


__ADS_3

Alka sudah dikembalikan ke kediaman ayahnya, begitu sampai di kediaman ayahnya, dia dudukkan paksa, lalu ayahnya langsung mencambuk Alka berkali-kali. Seperti biasa, ibunya hanya menonton saja, tidak peduli.


“Kau ini mau apa sebenarnya? Keluarga bahagia? Kau takkan dapatkan dariku maupun kakakmu, biarkan dia tenang di sana melayani raja, kau hanya perlu mengikuti perintahku!” Darhayusamang berkata sambil terus mencambuk Alka.


“Anakmu mati! anakmu mati wahai Darhayusamang yang sangat agung! Kau telah membunuh anakmu, mungkin aku juga akan menyusul.”


“Dia takkan mati, dasar perempuan bodoh! Dia memiliki air abadi dalam darahnya, begitu dia meminum air itu, maka dia akan hidup lagi, berkali-kali sekarat pun, dia takkan benar-benar tiada, dia itu akan abadi!”


Alka terdiam, ingat gagasan bahwa darah itu memang ada di dalam tubuhnya, ditambah lagi ramuan itu pasti telah jadi dengan sempurna, tapi apakah benar-benar aman ramuan itu? apakah mereka yang dibangkitkan kembali takkan pernah mendapatkan konsekuensi atas perlawanan pada takdir? Saat ini Alka belum mengetahui bahwa air abadi itu tidak membangkitkan jin mati hidup kembali, tapi membuat jin neraka bebas masuk ke dalam jiwa jin yang telah dihidupkan itu, maka Alka masih tenang, karena mengira kakaknya akan baik-baik saja setelah meminum ramuan itu.


Alka akhirnya kembali pulang ke guanya.


Pagi tiba setelah Alka semalam dicambuk ayahnya, timbul memar di seluruh bagian tubuh, selain wajah, kawanan datang untuk berlatih seperti biasa.


“Tumben pakai baju panjang semua? Sakit kak?” Ganding bertanya.


“Kau pikir aku bisa sakit? tubuh manusiaku lemah, tubuh jinku mengendalikan, bagaimana mungkin aku bisa sakit.”


“Lalu kenapa kau pakai baju tertutup sekali di pagi yang panas ini?” Ganding bertanya lagi, sementara Hartino dan Jarni bersiap untuk berlatih.


“Tidak mengapa, aku hanya ingin saja.” Jawaban yang singkat dan tidak jelas, untung Ganding tidak terlalu mempedulikan.


“Hari ini kau akan pergi lagi Kak?” Jarni kali ini yang penasaran.


“Iya.”


Ganding dan Hartino sudah pergi ke belakang gue untuk berlatih, sementara Jarni masih bersama Alka di dalam gua.


“Kau itu sebenarnya sedang melakukan apa sih, Kak?” Jarni memberanikan diri, sebenarnya dia bukan orang yang usil pada kegiatan orang lain, tapi hatinya curiga, kalau Alka menyembunyikan sesuatu, dia tidak curiga Alka akan mencelakai mereka, dia hanya curiga Alka akan membahayakan dirinya sendiri.

__ADS_1


“Aku hanya sedang membereskan kasus Bapak dan memantau Aditia dari jauh. Kau tahukan, kalau dia itu ceroboh dan kurang teliti, aku tetap memperhatikannya dari jauh, kemarin aku melihatnya membereskan kasus nuruh pabrik yang diperkosa oleh supir angkot dan beberapa komplotannya.” Alka memang masih memantau Aditia, seperti kata Bapak, jangan pernah menunjukkan wajah pada Aditia, jangan pernah temui, kecuali itu membahayakan jiwa Aditia, kelak akhirnya Alka melanggar janji ini ketika Aditia kehilangan penglihatan dan kekuatan karena membunuh jiwa. Tapi saat ini, kawanan belum bertemu dengan Aditia.


“Apa kita tidak menemuinya saja, lalu menjalankan kasus bersama, maksudku kita hanya sibuk memantau dia, tapi tidak membantunya, bukankah misi ini harus kita emban bersama.”


“Tapi aku berjanji pada bapak, kita hanya akan memperkenalkan diri padanya, jika dia dalam bahaya.”


“Baiklah Kak, aku akan mengikuti apa yang terbaik untukmu saja.” Jarni akhirnya pergi ke luar, berlatih bersama yang lain.


Alka memperhatikan kawanan dengan wajah yang sangat sendu, dia tahu, kelak mungkin akan pergi jauh, peperangan itu, siapa yang menjamin bahwa dia akan selamat. Peperangan antara Ayi dan Mudha Praya akan sangat sengit dan mungkin seimbang walau digadangkan Ayi kalah jumlah.


Tapi entah kenapa, dalam lubuk hatinya dia yakin Ayi Mahogra akan menang dan dia berharap itu terjadi, dunia ini dipimpin oleh Mudha Praya, maka keburukan akan menimpa umat manusia, Mudha Praya akan berlaku seenaknya dalam memimpin seluruh Kharisma Jagat, dia adalah perwujudan manusia yang serakah dan penuh dosa.


Sedang Alka mendengar bahwa Ayi adalah ratu yang bijaksana dan sejak ratusan tahun lalu dia sudah diutus selama turun temurun untuk memimpin para Kharisma Jagat dan mengendalikan khodam dan kekuatannya.


Tapi entahlah, apa harapannya akan berhasil.


Hari berganti dan bulanpun juga, perang itu terjadi hari ini, semua sekutu Mudha Praya berkumpul termasuk raja itu, Alka bersiap untuk ikut bertempur, dibanding berdebar karena perang, dia lebih berdebar mencari kakaknya, karena pasti kakaknya ada di sini, dia pasti dibawa ke sini oleh raja itu untuk menjadikannya sapi perah, yang diambil darahnya.


Tiba di suatu tenda yang dijaga ketat, itu pasti tenda kakaknya, Alka meminta pengawal mengizinkannya bertemu dengan Zerata, diizinkan karena Alka bilang dia butuh pamitan terakhir kali.


Begitu masuk, Alka melihat kakaknya sedang bersila sedang dihadapannya tungku yang Alka lihat di sel itu, kakaknya sedang duduk bersila memejamkan mata, tubuhnya sudah tegap dan wajahnya juga bersemi.


“Aa!” Alka menghampiri dan memeluknya, Zerata membuka mata, memegang pundak adiknya lalu mendorong pundak itu hingga Alka tersungkur.


“Aa, kenapa? ini Alka, aku adikmu.” Alka mengatakannya dengan lantang, dia kaget karena kakaknya begitu kasar, walau dia mengenal kakaknya belum lama, tapi tadi itu tentu bukan sikap kakaknya.”


“Aku kenal kau, wanita lemah yang hanya bisa merengek, kau itu akan berperang, jadi untuk apa kau bersikap lemah dengan memelukku, aku tidak perlu kau di sini, keluar!” Zerata berteriak.


“Aa, kenapa kau ....”

__ADS_1


“Aku kenapa? kau tahu, aku tidak pernah merasakan hidup yang begitu nikmatnya seperti sekarang ini, dari dulu aku selalu mencari adikku yang entah kemana, mencari keluargaku yang entah di mana, tapi sekarang, aku tidak buruh dirimu, aku hanya butuh diriku sendiri. Kau seharusnya mencoba ramuan itu, karena ramuannya berhasil, aku yang mati bangkit lagi dengan gairah yang berbeda, aku benar-benar ingin pergi bertarung, tapi raja tidak memperbolehkan, katanya ramuan ini lebih penting.”Zerata meracau.


Alka keluar, dia sedih karena kakaknya berubah, apakah kakaknya marah karena Alka seharusnya di sana, tapi Alka malah hidup bebas. Alka menatap pengawal yang kaget melihat wajah Alka yang sembab karena menangis.


“Apakah kalian tahu kenapa dengan kakakku, kenapa dia terlihat sangat jahat.” Alka bertanya pada kedua pengawalan yang berada di luar tenda di mana kakaknya berada.


“Jahat? Maksudnya?:” Alka bertanya.


“Semua yang meminum ramuan itu menjadi bengis dan biadab, tapi raja suka, katanya pasukannya menjadi lebih terlatih.” Pengawal itu bicara.


“Apakah banyak yang meminum ramuan itu di kerajaan kalian? Bukankah harusnya ada yang mati dulu?” Alka dan dua pengawal itu malah bergosip di depan tenda, seperti ibu-ibu yang sedang menggosip di tukang sayur keliling itu.


“Banyak, rata-rata pengawal terkuat kami, mereka sengaja dimatikan dulu, baru akhirnya meminum ramuan itu, agar mereka semakin jahat dan bengis, supaya saat melihat musuh, mereka takkan mampu berkutik, raja memang hebat, dia bisa membuat keadaan berbalik pada kita.”


“Kakakku bagaimana? apakah selamanya dia akan begitu?” Alka tidak peduli dengan pujian dua pengawal ini pada raja itu, dia hanya ingin Zerata kembali lagi ke tubuhnya.


“Dia yang terkuat, darahnya diambil untuk ramuan dan tenaganya dipakai untuk menyerang musuh, dia benar-benar orang hebat, kau harus bangga padanya.” Pengawal itu berkata dengan yakin.


Bagaimana mungkin Alka bangga jika saja kakaknya jadi mesin pembunuh raja itu!


Alka akhirnya kembali ke tempat ayah dan seluruh anak buahnya sudah berkumpul, Darhayusamang mendekati Alka setelah melihat dia baru datang ke tempatnya padahal peperangan sudah akan dilakukan.


“Kau kemana saja!” Darhayusamang bertanya.


“Aku menemui kakakku yang tidak dipedulikan ayahnya.” Alka kesal menerima kenyataan kakaknya diperdaya oleh raja itu untuk jadi sapi perah sekaligus prajurit, itu pasti melelahkan jika dilakukan oleh manusia biasa, tapi berbeda dengan Zerata dan dirinya, mereka mampu menahan apapun yang menyakitkan 5 kali dari orang biasa, maka rasa sakit itu lama munculnya dan ketika sudah menahun, sulit dihilangkan dan meninggalkan trauma. Sampai kapan Zerata akan diperdaya seperti itu!


“Baguslah, kau harusnya malu, dia sudah menjadi lelaki hebat yang bisa mengabdi pada raja, karena dia senang aku mampu memberikan yang raja inginkan, aku mendapat begitu banyak benda pusaka, sendang kau? hanya bisa mengemis cinta pada anak yang dijadikan sebagai tuanmu, dasar bodoh!” Ayahnya menyinggung soal Aditia, dia juga tahu kalau Alka terkena Lanjo, itu salah satu alasan Darhayusamang enggan menjadi Karuhun, karena bisa jadi penyakit Lanjo akan menghantuinya, sedang dia tidak suka diperintah.


Saat sedang berbicara, tiba-tiba diumumkan bahwa perang akan di mulai, dari kejauhan Alka melihat lautan jin dan manusia berkumpul, Alka benar-benar takut akan hal itu. tapi dia bisa apa? kabur? Tidak mungkin, dia akan berjuang sampai akhir hanya untuk memastikan kakaknya selamat, seperti kakaknya yang memastikan dirinya juga selamat.

__ADS_1


__ADS_2