
Alka dimasukan ke dalam sebuah sel yang sangat bau dan kotor, dia benar-benar tidak tahu ini di mana, tangan dan kakinya diikat dengan ikatan ghaib, sehingga tidak bisa bergerak sama sekali.
Alka melihat ke arah sekitar, dia melihat betapa kotornya tempat ini, di tengah-tengah tempat ada sebuah guci yang besar, tapi guci ini berwarna sangat hitam, itu membuat Alka jijik melihatnya.
Guci itu sedang diaduk oleh seorang laki-laki yang memiliki tubuh yang cukup besar seperti tubuh rajanya, dia mengaduk guci besar itu dengan hati-hati.
Alka yang melihat itu ngeri, apakah dia akan dilempar ke dalam guci itu? kalau iya, pasti dia akan hangus, karena guci itu berada di atas tungku yang dibuat dari kayu bakar yang terlihat sangat panas, apinya mengelilingi guci itu.
Lelaki yang tadi mengaduk guci yang terbuat dari tanah liat itu, mendekati Alka, dia menarik Alka hanya dengan satu tangan saja, Alka menangis sejadinya, karena apa yang dia pikirkan sebelumnya mungkin saj terjadi, dilempat ke tungku itu mungkin hal yang sangat mengerikan, Alka mencoba meronta tapi dia sangat lemas, entah kenapa, sejak memasuki tempat ini, dia menjadi sangat lemah dan tidak bisa melawan seperti biasanya.
Tapi Alka salah, dia hanya didudukkan di depan guci pembakaran itu, lalu lelaki dengan tubuh besar menarik tangannya, menyayat salah satu jari Alka, menampung darah yang keluar dari sana dan menuang darah yang sudah dia tampung dari tubuh Alka ke guci yang sedang di panaskan itu.
Seketika, cairan di dalamnya mengeluarkan suara yang aneh, seperti suara raungan. Asap keluar dari guci itu, asap yang pekat.
Alka semakin lemas dan akhirnya pingsan, darahnya diambil cukup banyak.
Lelaki itu tidak peduli dengan Alka, dia lalu keluar dari sel untuk bertemu dengan raja.
Setelah bertemu dengan raja jin, dia lalu berkata, “ Darahnya membuat ramuanku sempurna, kita bisa menciptakan air abadi, yang bisa membangkitkan kembali jin yang sudah dibunuh oleh Ayi kelak dalam peperangan.”
“Baiklah, kalau begitu, tawan perempuan itu, kita akan membutuhkan darahnya dalam jumlah yang banyak.”
Raja itu menitahkan semua penggawanya untuk melakukan titah sesuai yang dikatakan sebelumnya. Semua terlihat bahagia, bagaimana tidak, darahnya Alka Mampu membangkitkan lagi jin yang telah tiada, walau belum benar-benar dibuktikan, karena masih berupa ramuan saja, tapi tentu ini membuat Alka dalam bahaya, saat ini, dia bahkan belum bertemu dengan Aditia secara langsung, walau bapak telah meninggal, tapi kawanan belum bertemu dengan Aditia.
Alka melihat beberapa orang masuk ke sel itu, mereka seorang perempuan, dengan kasar, mereka menyeret Alka, Alka masih lemas, dia tak berdaya sama sekali, ini zona yang melemahkannya, mungkin karena dia setengah manusia, makanya tubuhnya menolak berada di sini.
Alka di bawa ke pinggir sungai yang ada di dekat sel tadi, para perempuan yang semuanya terlihat mirip manusia, hanya saja, mata mereka memiliki pupil lebih kecil saja, menanggalkan baju Saba Alkamah, setelah menanggalkannya, dia dimandikan masih dengan paksa juga, bahkan ikatan ghaib pada tangan dan kaki Alka masih mengikatnya.
Setelah mandi selesai, Alka ditutup oleh sebuah kain yang berwarna hitam, kain itu dililitkan pada tubuhnya, setelah itu dia diangkat beramai-ramai oleh para jin perempuan itu, dia tidak lagi dibawa ke sel, tapi dia dibawa ke sebuah kamar.
Setelah masuk ke kamar itu, Alka kembali ditelanjangi, semua jin perempuan itu lalu memakaikan baju padanya, baju yang sama seperti yang dipakai oleh para jin wania itu, kebaya dank ain jarik yang pendek. Alka juga bahkan disisiri, rambutnya diilkat dan dibentuk seperti konde dalam ukuran yang sangat kecil.
Alka terlihat sangat cantik, setelah seolah siap, Alka diangkat kembali dan digendong beramai-ramai, dia dibawa ke sebuah ruangan yang sangat besar, seperti Aula yang mampu menampung ratusan jin di sana.
Alka didudukkan di meja makan, sebrang meja makan itu ada raja yang terlihat sumringah melihat Alka duduk di meja makannya, Alka terlihat sangat amat cantik, itu membuat raja menelan ludah.
“Saba Alkamah, anak haram dari seorang jin dengan ilmu tinggi dengan anak perempuan seorang dukun sakti, siapa sangka, darahnya adalah yang mampu membuat ramuan keabadian menjadi sempurna.”
“Apa maksudmu!” Alka tidak takut lagi, toh akhirnya dia akan mati juga.
“Kau tahu kalau Ayi punya Teh Amreta, teh itu membuat musuh lebih kuat karena mampu membuat musuh pulih dalam waktu yang sangat singkat, itu membuat mereka mungkin bisa mengalahkan kita, karena dia kalah jumlah, tapi jika mereka terluka dan pulih sangat cepat, sementara kita tidak memiliki apapun yang mampu menandinginya, maka kita harus segera membuatnya.
Kerajaanku adalah kerajaan yang bekerja sama dengan nenek moyang Mudha Praya sejak puluhan tahun lalu, kami bekerja sama dengan sistem barter, apapun yang aku butuhkan untuk kehidupan kami di sini akan diberikan oleh keluarga Mudha Praya, termasuk tumbal, jika aku sedang ingin.
Lalu Mudha Praya datang padaku, katanya membutuhkan cairan yang mampu menghidupkan kembali jin yang telah dimusnahkan, karena dia tahu bahwa Ayi akan mengincarpara Karuhun ketimbang Kharisma Jagat, karena kalau Kharisma Jagat yang di habisi, maka dia akan dipenjara. Untuk itu Mudha Praya bisa membuat para jin tetap abadi, sehingga dia takkan pernah kalah jumlah dan kemenangan akan jadi miliknya.”
__ADS_1
“Aku mohon lepaskan aku, aku tidak peduli dengan peperangan ini, aku hanya ingin bersama keluargaku.”
“Tidak mungkin kulepas, karena aku harus memberikannya pada Mudha Praya, dia dan keluarganya sangat loyal padaku, aku harus memenuhi maunya, ini adalah hubungan kesetiaan, kau takkan mengerti.” Raja Barunan mengobrol dengan Alka sembari makan, di piringnya terlihat daging segar yang masih ada darahnya.
“Apa sebegitu takutnya kalian pada Ayia Mahogra, hingga harus membuat rencana cadangan berlapis-lapis?”
“Ayi muda itu? dia tidak terlalu hebat, kukira Mudha Praya hanya sedang berlebihan saja, tapi soal air abadi ini, tentu aku takkan melewatkan kesempatannya.”
“Lalu apakah darahku takkan habis jika diambil terus untuk membuat cairan!” Alka kesal karena dia masih juga tidak dilepas.
“Tentu takkan habis, makanya makan yang banyak, supaya darahmu bisa kami hisap dengan sangat banyak.” Raja itu tertawa dengan sangat lantang.
“Kau mungkin hanya di tipu oleh Bakur, dia hanya pembohong, kau percaya?” Alka mencoba memutar otak untuk melemahkan raja jin yang yakin darahnya akan bisa menjadi cairan abadi.
Bakur adalah seorang ahli nujum, tapi dia seoran jin, yah seperti Dokter Adi punya Karuhun yang seorang Dokter juga, maka di kerajaan ini ada Bakur yang merupakan ahli nujum khusus istana Raja Barunan.
“Saba Alkamah, kau tahu, kalau Bakur yang aku miliki berumur ratusan tahun? Dia bahkan sudah hidup sebelum aku lahir, dia menguasai semua ilmu nujum khusus jin di negeri ini, kau hanya anak kemarin sore, mana mungkin mengerti soal ini.”
“Kalau begitu buktikan! Buktikan kalau memang benar darahku bisa membangkitkan jin yang telah tiada.”
“Bersabarlah, aku juga ingin melihatnya, kita akan melakukan uji coba jika ramuan itu sudah siap. Makan yang banyak karena darahmulah yang palin kami butuhkan.” Raja itu masih saja membujuk.
Setelah makan selesai, Alka bertahan untuk tidak makan, makanan yang disajikan juga dia tidak suka, Alka walau memilki wujud jin, tapi dia lebih suka makanan manusia, makanya dia tidak bisa makan sama sekali.
Dia dikembalikan lagi ke kamar tempat di mana dia dipakaikan baju tadi.
“Tidurlah, mulai besok darahmu akan kami ambil, kau harus memiliki cukup energi.” Ucap salah seorang jin wanita itu. Lalu mereka meninggalkan Alka.
Dia kelaparan, tapi dia juga lemas, hingga menangislah satu-satunya cara agar dia bisa sedikit lega.
Saat-saat seperti ini, dia sangat rindu dengan Bapak, seseorang yang menyayanginya dengan tulus dan ikhlas, tanpa pamrih dia terus saja membuat menjaga Alka dan segala marabahaya.
Berbeda dengan ayahnya yang hanya mengambil keuntungan dari dirinya, seperti sekarang, ketika hanya darahnya yang dipertaruhkan.
Alka terus menangis hingga ia merasakan sentuhan yang lembut dari tangan seseorang di pipinya.
“Aa!” Alka terkejut Zerata ada di sini.
“Kau sedih? Sakit?” Zerata bertanya.
“Iya, sakit sekali, mereka akan menyiksaku, apa kau tahu ini!” Alka bertanya dengan kasar.
“Maafkan aku.” Zerata memang sudah tahu soal ini karena Darhayusamang mendiskusikan segalanya pada Zerata, walau dia bukan ayah yang baik, dia tahu kalau anak lelaki dibutuhkan sebagai penerus ilmu.
“Lalu kenapa kau tidak menolongku?” Alka bertanya lagi.
__ADS_1
“Aku … takut.”
“Kalau begitu, pergilah, kau tidak bisa berbuat apapun, sekarang pergilah.” Alka mengusir kakaknya.
“Aku bisa, aku akan buka ikatanmu dengan keris ini, ini keris milik Kharisma Jagat yang pernah aku bunuh, aku menyita kerisnya hanya untuk berjaga-jaga dan aku yakin, keris ini bisa membuka ikatan ghaib yang mereka pasangkan di tangan dan kakimu.”
“Kau mau menyelamatkanku?” Alka senang mendengarnya.
“Ya, aku ke sini memang mau menyelamatkanmu, setelah keluar dari tempat ini, kita akan kabur, tidak perlu ikut perang-perang itu lagi, kita pergi dari hiruk-pikuk keluarga busuk itu, kita akan hidup berdua saja, bagaimana?”
“Baiklah.” Alka memang berniat untuk ikut kakaknya saja, walau konsekuensinya dia harus meninggalkan kawanan, tapi apa boleh buat, daripada jadi orang yang diperas darahnya setiap saat, hingga akhir hayat.
Keris lalu dihujamkan pada ikatan ghaib di tangan, terlepas! Lalu ke kaki, juga terlepas, setelah itu Zerata menarik Alka agar bisa berdiri, dia pasti cukup lelah, Zerata membawakan Alka makanan, dia tahu Alka pasti tidak bisa makan, makanan jin, berbeda dengannya, dia hidup dijalanan dan makan apa saja, dia juga lebih suka berwujud jin daripada manusia, terlalu repot, nanti disebut pemulung yang sangat tampan lalu masuk acara televisi, identitasnya bisa terancam.
Setelah siap, mereka mengendap untuk keluar kamar, ada dua penjaga, Alka dan Zerata akhirnya mengeluarkan cambuk dan bersiap untuk menyerang penjaga, mereka berdua keluar dan langsung menyabet-nyabet cambuknya kepada penjaga, penjaga terkapar mereka berdua lari.
Menyusuri pondok demi pondok, ternyata tempat ini dikelilingi pondok lalu bermuara di sungai, setelah melewati sungai mereka harus melewati hamparan ladang jagung yang tinggi-tinggi.
Tapi belum sampai sana, mereka berlari guna mencapai sungainya dengan cepat, sebentar lagi sampai sungai, kaki Alka sudah menginjak sungai, tapi Zerata tertinggal, dia terlihat menyerang para pengawal itu dengan cambuknya, Alka kembali lagi dari sungai itu dan ikut membantu kakaknya menyerang para pengawal.
Satu, dua, tiga, lima hingga akhirnya berkumpulah para pengawal di pinggir sungai untuk mengepung kakak beradik yang hanya ingin hidup bahagia sebagai keluarga.
Karena pengawal raja semakin banyak, mereka berdua akhirnya tidak mampu melawan lagi dan bertekuk lutut, perlawanan ini diakhiri dengan diikatnya mereka berdua memakai ikatan ghaib.
Lalu setelah diikat, mereka berdua digiring ke kediaman raja.
“Jadi ini anak lelaki Darhayusamang, berani sekali kau datang dan hendak kabur dengan tawananku, kau itu hanya anak bau kencur, mana mungkin mampu kabur dari tempat ini!” Raja itu terlihat marah dan juga angkuh dalam satu waktu.
“Lepaskan kami, aku mohon.” Alka memohon, dia juga sedih kakaknya harus ikut ditawan.
“Tidak akan, aku bisa lepaskan pemuda ini, tentu karena hubunganku dengan ayah kalian baik, tapi berbeda dengan perempuan ini, dia harus tetap di sini.” Raja itu bersikeras tak ingin melepas Alka.
“Pakai darahku saja, jangan darah dia, kami keturunan yang sama, hanya beda ibu, ibu dia hanya anak seorang dukun, sedang ibuku dukun sakti!” Zerata membujuk.
“Tidak, kau gila. Tidak akan, aku lebih baik mati daripada membiarkanmu di sini menggantikan aku!” Alka histeris mendengar kakaknya berkata seperti itu, walau dia berharap ada keluarga yang berdiri untuknya, tapi tidak begini.
“Apa itu benar?” Raja bertanya pada Bakur, ahli nujum kerajaan itu.
Bakur mendekati Zerata, menatap matanya lalu memegang tangannya, setelah itu dia mengangguk tanda bahwa memang benar mereka berdua dari keturunan yang sama.
“Maaf Raja, tapi katanya anak perempuannya yang memiliki ilmu yang lebih tinggi.” Seorang Penggawa berkata.
“Tidak itu bohong! Ayahku sengaja mengorbankan anak perempuan yang terlemah, mana mungkin dia mau memberikan yang paling baik untuk orang lain, dia sengaja memberikan Alka padamu, hanya agar kau mendapatkan yang terburuk diantara kami dan dia tetap bisa memilikiku sebagai senjatanya.” Zerata meyakinkan raja.
“Aa, jangan bicara lagi, diam, cukup!” Alih-alih kesal, dia malah justru ketakutan kalau raja akan berpaling darinya dan menjadikan kakaknya sebagai tawanan.
__ADS_1
“Coba saja, tes aku, tes darahku pada ramuanmu Bakur!” Zerata menantang.
Bakur melihat ke arah Raja meminta izin, raja mengangguk, lalu Zerata diseret untuk masuk ke dalam sel. Alka histeris dan terus berteriak agar kakaknya dilepas, dia tidak mau kakaknya menggantikan dia!