
Sayang aku salah ... Mulyana benar, aku tidak seharusnya menikah dengan wanita biasa, atau kalaupun menikah dengan wanita biasa, aku harus menyembunyikan wanita itu dan mengeluarkannya dari kemungkinan yang sangat berbahaya dari garis kelam keluarga kami.”
“Tapi Ep, ayahmu dan adikmu melakukan tugas mulia, mereka memberantsa dukun Ep. Itu bagus kan?”
“Tidak Man, kalau akhirnya bahkan istriku dikerjai berkali-kali, lalu akhirnya ....”
“Ep, istirahatlah, kau harus istirahat, aku akan panggil Mulyana ke sini, aku akan ke kota menjemputnya. Mulyana pasti tahu, apa yang harus dilakukan.”
“Man, maafkan aku merepotkanmu ya.”
“Tak mengapa, bagiku, kau adalah keluarga.”
...
Mulyana sudah datang ke rumah kakak tirinya, dia melihat keadaan kakak tirinya, Eman juga di sana, karena dia yang menjemput Mulyana, walau akhirnya mereka berdua datang dengan angkot jemputan tanpa Aditia.
“Kau dikerjai lagi?” Mulyana kesal melihatnya.
“Yan, aku mohon, jangan main kasar lagi, kau mungkin tidak takut karena keluargamu tidak diketahui oleh para dukun itu, kau menyembunyikan semua keluargamu dengan pagar yang sangat tebal. Tapi aku dan mantan istriku, kami masih dikenali dengan baik oleh musuh-musuh kita.
“Inilah yang aku katakan, kau terlalu baik untuk orang-orang jahat itu!”
“Aku bukannya baik, aku hanya lelah selalu bertarung, kau mungkin terbiasa, tapi tujuanku pergi ke desa ini adalah untuk hidup dengan tenang.”
“Lalu apakah kau dapatkan ketenangan itu? Kau hanya lari saja dari masalah, padahal kau mampu menghabisi mereka dalam satu perintah!” Mulyana kesal.
“Ayah sudah tiada, maka takkan ada yang bisa membuat jin itu terkunci lagi di dalam tubuhku, jika sekali saja aku lepaskan, aku takkan biarkan itu terjadi, karena akan banyak korban, kau tahu itu kan?”
“Aku mungkin terdengar egois, tapi percayalah, kau butuh khodammu, takdir kita dilahirkan pada keluarga yang ... berdiri di dua alam.”
Eman mendengar itu merasa sangat ngeri, karena melihat dua orang yang dia kenal itu menderita.
“Aku akan sembuhkan kakimu dulu, tapi maaf, aku takkan biarkan jin yang mengikat kakimu itu pergi begitu saja.” Mulana lalu duduk di samping kakaknya, membuka mata batin, karena di saat ini Abah Wangsa telah jadi Karuhunnya, karena ayah mereka berdua telah meninggal dunia.
Setelah membuka mata batinnya dengan lebih dalam, karena untuk melihat santet kiriman, tidak bisa dengan mata telanjang, bahkan dengan statusnya sebagai Kharisma Jagat dengan kelas yang tinggi.
Mulyana harus membuka mata batinnya lebih dalam untuk melihat, apa yang terjadi dengan kaki kakaknya itu.
Dia melihat satu sosok jin memeluk kaki kakaknya, pantas saja Aep tak bisa jalan, kakinya dipeluk satu sosok jin hingga mungkin kaki itu terasa sangat berat, jin itu tidak terlihat karena memakai mantra santet, mantra yang melindungi alatnya untuk tidak terlihat oleh pemilik ilmu ghaib. Dalam hal ini, alatnya adalah jin itu.
“Lepasin kaki kakakku.” Mulyana berkata dengan tenang, dia masih bertangan kosong, sedang jin yang berkepala botak dengan rambut tumbuh hanya pada bagian tengkuk, tangan dan kaki yang penuh luka, baju yang dia kenakan hitam seluruhnya, hitam itu sepertinya karena lumpur yang begiu banyak terempel pada bajunya, melihat ke arah Mulyana, terkejut karena dia kelihatan.
Jin itu hanya menggeleng, menolak permintaan Mulyana untuk melepaskan kaki Aep.
__ADS_1
“Kau tahu kan, aku bisa saja membuatmu selesai, karena aku benar-benar ingin membuat tuanmu selesai, tapi aku karena kakakku tidak ingin ada keributan, maka kau hanya akan aku taruh di botol dan mengubur botol itu di dalam rumah ini, agar tuanmu tetap mengira dia masih menang.”
Jin itu terdiam saja, masih memeluk dengan kedua tangannya, kaki Aep.
Mulyana membawa mantra, lalu meniupkan udara dari mulutnya pada kedua tangan, setelah itu mengusap kaki kakaknya dengan kedua tangan.
Jin itu spontan melepaskan pelukannya, kaki yang dia peluk dari semalam itu terasa sangat panas, seperti bara api.
Mulyana melihat jin itu sudah lepas dan terlihat terkejut, dia langsung membuka botol dan memasukkan jin itu ke dalam botol, dukunnya pasti hanya tetap merasakan jin kiriman untuk membuat kaki Aep cacat itu masih di rumah ini saja, tanpa tahu kalau jin itu telah dilepaskan dan akan dikuburkan di rumah ini oleh Mulyana.
“Sekarang kau akan tetap kesulitan untuk hidup Ep. Dia tetap merasakan jin ini masih dirumahmu, tapi kau tidak bisa pergi kemanapun yang kau suka, karena mereka akan tetap melihatmu.”
“Aku bisa atasi itu sendiri.”
“Ep! Kau ini keras kepala!”
“Kau lebih keras kepala, kau yang menentang pernikahanku dulu, kau bilang akan repot menikah dengan wanita biasa, tapi kau malah menikah dengan wanita biasa juga.”
“Tapi aku menyembunyikan mereka, tidak sepertimu, dengan gagah berani membawa istri ke dalam rumah yang sangat panas itu, kau yang sangat keras kepala dan sekarang malah menjadi lemah.”
Dua saudara itu bertengkar lagi.
“Apa harus kau pindah lagi Ep?” Eman bertanya.
“Tidak! aku sangat ingin kita tetap bertetangga dan berteman, tapi aku tidak bisa selalu di sini untuk membantumu, kau harus hidup berpindah-pindah atau ... melawan!” Eman akhirnya juga bersikap tegas pada temannya yang terlihat lemah itu.
“Terima kasih Man, dia saja orang luar tahu apa yang harus kau lakukan, kalau aku yang bicara, kau akan selalu emosi, kau selalu emosi padaku tapi lemah pada mereka!” Mulyana mulai lagi, kakak adik memang begitu.
“Aku hanya ingin hidup tenang, Yan.”
“Lalu kalau kau tidak membalas, kau akan hidup tenang? Kalau memang bisa begitu, lalu kenapa kakimu dipeluk setan dari semalam? Kita memang ditakdirkan tidak bisa hidup dengan tenang Ep, kalau tidak bertemu dengan istriku, aku juga takkan pernah menikah dan seutuhnya hanya bertarung untuk menghabisi dukun-dukun itu.”
“Wah kau ini mulia sekali ya tujuannya, Yan.”
“Kami diajarkan begitu oleh ayah kami Man, kami harus memberantas mereka.”
“Bagaimana keadaan ibu Yan?” tiba-tiba Aep bertanya.
“Baik, aku masih mengunjunginya.”
“Dia masih tidak tahu kalau kau sudah menikah?”
“Ya, tentu saja.”
__ADS_1
“Kasihan sekali istrimu, tidak tahu siapapun keluargamu.”
“Siapa bilang?”
“Ya, keluarga yang kau bawa adalah keluarga palsu saat menikah kemarin kan, bahkan aku saja kau larang untuk datang.”
“Sudah, jangan kau membicarakan yang lain, kita harus ....”
GEDEBUM!!! BRAK!!!
Tiba-tiba ada suara yang sanga besar dari ruang tamu, seperti ... atap yang jatuh, atap yang terbuat dari genteng.
“Man jangan keluar!” Mulyana berteriak, karena Eman reflek akan keluar, dengar Mulyana melarangnya, Eman tidak jadi keluar.
Mulyana memberitahu Abah Wangsa untuk siap-siap, dia mengeluarkan kerisnya.
Mulyana berjalan perlahan ke arah pintu masuk dan begitu keluar, dia melihat beberapa binatang ghaib, sudah mendarat di ruang tamu kakaknya itu.
“Masih siang ini, apa kalian tidak kepagian?” Mulyana memasang kuda-kuda memegang keris mininya, keris yang kelak akan Aditia berikan pada Balian, sebagai pertukaran.
Mereka mulai menyerang dan ....
________________________________
Catatan Penulis :
Kemarin ada yang komentar kalau se-ayah jadinya kandung dong Thor.
Baik, pemahaman seperti itu memang beredar pada masyarakat kita merujuk pada sistem patriarki yang kita anut, bahwa ayah adalah penentu segalanya termasuk gen, ayah adalah pemilik benih, ibu hanya mangkok, maka ketika satu ayah, disebut kandung.
Tapi maaf, aku selaku Penulis, maka aku merujuk pada ketentuan dari berbagai sumber, salah satunya wikipedia dan KBBI, yang ini jangan dikoreksi lagi ya (harusnya salah dua thor, bukan salah satu) Eaaaaa ....
Menurut dua sumber yang aku pegang yaitu Wikipedia dan KBBI berikut arti dari :
Tiri adalah tidak memiliki hubungan darah sama sekali atau memiliki SEBAGIAN HUBUNGAN DARI AYAH ATAU IBU, maksud sebagian adalah, hanya satu ayah atau hanya satu ibu.
Kandung adalah saudara yang didapat dari gabungan genetika yang sama dari KEDUA ORANG TUA.
Kesimpulannya, jika hanya satu ayah atau satu ibu, maka disebut tiri.
Tapi aku takkan memaksakan pemahaman ini, aku hanya berpegang pada sumber yang paling banyak orang percaya ya. Karena Penulis tidak boleh asal menulis tanpa memiliki landasan yang ajeg.
Jadi kalau pemahaman kita berbeda, tak mengapa, toh yang penting tulisan ini masih sangat dimengerti maksudnya.
__ADS_1
Terima kasih.