Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 416 : Bulan Madu 14


__ADS_3

“Lubang itu harusnya adalah tempat gelap yang terabaikan, vila ini besar, tapi pasti ada energi yang berbeda dari lubang itu, energi gelap dan juga mungkin sesak jika kita dekati.” Ganding mengingatkan yang lain, lalu mereka berpencar lagi.


Alisha bersama Alka, Ganding sendirian, Hartino juga begitu pula dengan Aditia, mereka mencari lubang yang dimaksud.


Alka dan Alisha menyusuri kolam renang yang dekat dengan jaccuzi dan juga taman, mereka mencari energi, Alisha tidak banyak membantu, hanya bertahan di sana saja, agar dia merasa aman, dia bersama Alka.


“Sha, kau benar-benar tidak merasakan hal yang berbeda ketika itu?” Alka bertanya di tengah mereka sedang mencari.


“Ya, aku tidak merasakan apapun Ka, dia Hartino, bahkan hangat tubuhnya sama, Ka.”


“Aku tidak pernah bertemu dengan jin yang mampu menyerupai sesempurna itu.” Alka bingung dan terus mencari, Alisha melihat air di jaccuzi tiba-tiba mengalir ke luar, padahal tadinya kosong.


Alisha mendekati Jaccuzi itu untuk mematikan aliran airnya, saat dia mendekat, air di sana sudah penuh, Alisha hendak mematikannya, tapi saat tubuhnya sudah dekat, dia merasa bahwa kepalanya didorong oleh seseorang hingga masuk ke dalam jaccuzi itu, tangan yang membuat kepalanya masuk itu semakin menekan kepalanya.


Beruntung Alisha mahir bela diri, dia tidak panik, tapi dia mencoba menggapai lengan pelaku yang membuat kepalanya masuk ke dalam bak mandi air hangat itu, setelah mendapatkan lengan pelakunya, dia mengaitkan tangannya sendiri dan menarik lengan itu, karena gerakan ini, lengan itu jadi menekuk dan kepala Alisha terlepas dari tekanan tangan pelaku itu.


Betapa terkejutnya Alisha, karena pelakunya adalah Alka!


“Alka!” Alisha berteriak keras, itu membuat yang lain jadi berlari ke arah suara, belum juga yang lain sampai ke lokasi Alisha, ada seorang perempuan berteriak di hadapan Alisha.


“Sha!” Alka berteriak di belakang, tubuh ... Alka yang lain.


“Alka!” Alisha kaget, karena lagi-lagi dia jadi bulan-bulanan sosok yang menyerupai ini, sosok Alka yang lain itu ada dihadapan Alisha, sedang Alka yang satunya lagi ada di belakang sosok Alka sendiri.


“Kau siapa!” Alka berteriak, dia mendekat dengan perlahan, Alisha mencoba mundur, tapi tidak bisa, karena belakang tubuhnya adalah jaccuzi.


Alka mencoba mendekat lalu dalam hitungan detik, sosok itu menghilang, tidak hilang, tapi menjadi debu, bahkan debu itu berjatuhan mengotori lantai.


Alka berlari ke arah Alisha dan mencoba menenangkannya, meyakinkan juga kalau dirinya adalah Alka yang asli.


“Aku tahu kau yang asli, karena Alka yang asli takkan berubah menjadi debu.”


“Sha, ayo kita ke kamar utama.” Alka berlari, Alisha mengikutinya dari belakang, yang lain melihat Alka dan Alisha berlari, mereka juga mengikutinya. Begitu sampai kamar utama, Alka berhenti.


“Di mana posisi terakhir kau melihat Hartino palsu itu?” Alka bertanya pada Alisha, dia dan kawanan ada di dekat pintu masuk.


Alisha mendengar pertanyaan Alka langsung berlari ke samping tempat tidur dan menunjuk lokasi terakhir Hartino palsu itu berdiri, begitu menginjak lantai itu, Alisha paham.


“Ada debu juga kan?” Alisha bertanya pada Alisha.


“Ya, ini ada debu berkumpul, tidak mungkin karena kotor, ini pasti sisa sosok itu, sama seperti sisa sosokmu tadi, sosok yang ingin membunuhku dengan membenamkan kepalaku ke air di dalam jaccuzi itu.


“Sebentar, apa maksudmu bilang bahwa ada sosok Alka yang hendak membunuhmu, dia membenamkan kepalamu ke dalam jaccuzi!” Hartino murka.


“Ya, tadi ada sosok yang menyerupai Alka langsung membenamkan kepalaku ke dalam air, lalu ....”


“Kak, bukankah kau akan menjaganya barusan? Kau meninggalkan Alisha sendirian barusan?” Hartino bertanya.

__ADS_1


“Alka tidak meninggalkanku, tapi aku yang meninggalkannya! Aku yang hendak mematikan kran air di jaccuzi itu, karena airnya tiba-tiba mengalir, sedang Alka masih sibuk mencari lubang itu hingga tidak sadar aku meninggalkannya, makanya kejadian itu akhirnya terjadi!” Alisha tidak terima sahabat kentalnya dimarah, walau oleh suaminya dan merupakan adik angkat Alka sendiri.


“Tetap saja! Kakak seharusnya menjaga Alisha, kau berjanji bukan!” Hartino marah, Aditia mendengar Alka dibentak langsung mengeluarkan keris mininya dan mendekati Hartino lalu langsung menikamnya tepat di jantung.


Yang lain berteriak, terperangah dengan apa yang dilakukan Aditia.


Ganding hendak mengeluarkan senjatanya untuk baku hantam dengan Aditia karena berani-beraninya menikam Hartino, tapi belum juga senjata itu keluar, tubuh Hartino berubah menjadi debu, dimulai dari kepala, bahu, tangan dan tubuh, semuanya berubah menjadi debu. Ganding terkejut, yang lain juga.


“Dia bukan Hartino, aku tidak mau memperdebatkannya, makanya langsung aku tikam.” Aditia membela diri. Hartino Asli masuk ke dalam kamar, dia tadi tidak mendengar teriakan Alisha, tapi mendengar teriakan kawanan saat Aditia menikam sosok yang menyerupainya itu, makanya dia baru masuk ke kamar ini, karena beberapa saat lalu dia masih mencoba cari yang lubang itu di sekitar vila bagian belakang, areal yang cukup jauh dari dalam vila.


“Ada apa?” Hartino bertanya.


“Bagaimana kau yakin dia bukan Hartino asli?” Ganding bertanya.


“Dia memang tidak palsu Nding, kan kau bilang mereka semua asli.”


“Iya, tapi kan itu baru teori, kau nekat sekali, kau ketularan Alisha!” Ganding kesal karena hampir saja terjadi pertumpahan darah di sini.


“Hartino takkan berteriak pada  Alka sekencang itu.”


“Tapi untuk cinta orang bisa berubah bukan?” Ganding protes.


“Tidak dengan cara pandang kalian terhadap Alka. Kalau kau di posisi ini, Jarni yang harmpir dibunuh, apa kau akan berterika pada kakakmu?”


“Tentu saja tidak! aku akan memastikan mereka berdua baik-baik saja.”


“Itu dia, aku memang terkadang seperti orang luar bagi kalian, aku tahu itu, makanya hanya aku yang bisa melihat sisi ini, kalian yang saling menggunakan perasaan satu sama lain, takkan paham.” Aditia sebenarnya tidak suka bilang ini, tapi kehadirannya memang paling belakangan, itu membuat tali kasih sayang terasa kurang kuat di antara mereka, makanya Aditia berkata seperti itu.


“Tapi kalau dia yang asli gimana, kau menikam orang yang salah!”


“Memang ada menikam orang yang benar, menikam mah salah aja.” Aditia bercanda.


“Aku mengerti Ganding khawatir, karena tidak ada satupun dari kita yang sadar, energi kita itu saling mengenali, tapi dia bisa berbaur dengan kita tanpa bisa terdeteksi, aku bahkan tidak sadar Har yang lain masuk ke sini bersama kita, aku juga bahkan sempat kecewa Hartino membentakku tadi, aku tidak berpikir dia bukan Har yang asli. Ada untungnya juga memiliki orang luar di antara kita.” Alka bercanda dengan Aditia, Aditia kesal mendengar itu.


“Jadi tadi ada yang menyerupaiku lalu apa?”


“Membentak kakak karena kakak tidak bisa menjaga Alisha yang hampir dibunuh oleh sosok yang menyerupai kakak.” Ganding menjelaskan.


“Hah? brengsek sekali! Kenapa bisa dia mau membunuh Alisha dan kau bagaimana Kak? Kau baik-baik saja?” Hartino langsung memastikan keduanya aman.


“Ini Hartino asli.” Kawanan tertawa dengan perkataan Ganding yang yakin ini Hartino, karena beginilah keluarga akan bereaksi, istri dan kakak tidak ada yang lebih dicintai, hanya ada rasa cinta yang berbeda.


“Aku juga harus menceritakan sesuatu pada kalian, aku tadi tidak sempat bercerita karena tersa samar, tapi sekarang aku ingat, aku ingat karena kau tadi menyebut kakak pada Alka, aku ingat aku juga disebut begitu oleh seorang anak perempuan yang berumur 6 tahun.”


“Kau bermimpi lalu lupa? Dit!” Ganding kesal karena bisa-bisanya Aditia tidak ingat paham kalau mimpi bagian dari jawaban kasus.


“Boleh aku mulai cerita?” Aditia bertanya, mereka memutuskan tetap di kamar utama.

__ADS_1


“Yaudah mulai!” Yang lain meminta Aditia untuk memulai.


“Semalam aku bermimpi, saat aku sedang semedi di kamar ini, aku hendak mencari jawaban, pada siapapun yang berada di kamar itu, aku ingin melepas raga, tapi entahlah, aku tidak lepas raga, malah masuk ke alam mimpi dan terbawa pada kejadian yang aku pikir nyata, tapi ternyata mimpi.


Begini ceritanya, aku merasa bermain bersama anak perempuan itu, dia menggenggam tanganku terus, gadis kecil itu memanggilku kakak, dia mengajakkku bermain, entah kenapa, saat di sana, di alam mimpi itu aku merasa bahwa aku memang kakaknya.


Aku terus bermain hingga kami dipanggil oleh ayah, anak perempuan itu menarikku untuk masuk ke rumah, kami makan bersama, tapi aneh, ayah tidak sadar kehadiranku, dia hanya terus fokus pada adik perempuanku, padahal aku merasa bahwa aku kakaknya, berarti dia ayahku, tapi entah kenapa ayah seperti tidak melihatku.


Saat di mimpi itu aku tidak menggubrisnya, jadi aku melanjutkan makan saja dengan adik perempuanku.


Selesai makan kami berjalan ke dapur untuk mencuci piring kotor bekas makan, tapi saat kami hendak ke dapur, kami melewati suatu ruangan, ruang latihan menari ibu, adikku bilang jangan berisik nanti ibu terganggu, aku melihat ibu kami sedang menari dengan gemulai, langkah kakinya begitu tegas dan tariannya sangat hebat, aku sedikit terpukau hingga tidak sadar berhenti untuk memperhatikan tariannya. Adik menarikku dan mengingatkan bahwa kami harus mencuci piring.


Aku akhirnya melepaskan pandangan dari tarian ibu dan mencuci piring bersama adik, setelah selesai mencuci piring, kami hendak kembali ke kamar, melewati lagi ruang tempat ibu berlatih, saat kami melewatinya, kami melihat ibu aneh, dia hanya berdiri mematung saja, tidak bergerak, kami berusaha memanggilnya, tapi ibu tetap bergeming, saat kami hendak mendekatinya, tiba-tiba ... tubuh itu ditarik hingga jatuh, lalu masuk ke dalam lubang, lubang itu gelap berada di antara alat musik yang ada di ruangan itu, tapi lubang itu gelap, setelahnya aku merasa bahwa kami berdua pingsan.


Esok hari kejadian berulang, kami bermain di taman, ayah memanggil dan adik bertanya soal ibu, ayah tidak mau menjawab, adik memaksa lalu ayah menyebut satu nama, katanya dia yang membawa ibu pergi, dia membuat ibu pergi dan takkan kembali, artinya nama itu yang menarik ibu kami masuk ke dalam lubang itu.


“Nama itu, kau ingat namanya?” Ganding bertanya dengan penuh selidik.


“Ya, aku ingat, namanya adalah ... SAK GEDE,” Aditia menjawab.


“Nama yang terdengar magis.” Hartino merasa merinding saat nama itu dilontarkan oleh Aditia.


“Ya, aku juga merasakannya.” Ganding setuju.


“Har, bisakah kau cari asal usul nama itu, karena aku tidak pernah mendengarnya.” Aditia mulia memberi perintah.


“Aku akan cari.”


“Sisanya kita akan tetap mencari lubang itu,” Aditia memberi perintah. Semua orang sepakat. Mereka mulai meneruskan pencarian.


______________________________________________


Catatan Penulis :


Yang follow IGku pasti pernah baca storyku tentang, aku pernah bermimpi saat  part 1 bulan madu aku up, mimpi itu membuatku sakit selama 2 hari.


Mimpi yang Aditia alami adalah mimpi yang aku alami sendiri, mimpi itu aku alami setelah part 1 tentan Bali aku publish.


Sebenarnya hal ini membuat aku cukup kaget, karena baru part 1 tapi aku sudah dimimpiin, persis seperti yang aku tuliskan di part Aditia bermimpi.


Nama itupun memperkenalkan dirinya padaku, SAK GEDE, aku cukup merindin ketika menulis ini, tepat di malam jumat pula, ya, selalu aku bilang kebetulan, padahal di dunia ini sudah diatur Tuhan.


Sak Gede mendatangi mimpiku dengan menceritakan kisah ibu Penari ini, dia memintaku menyebut nama aslinya di kisah ini, biasanya aku tak menuruti kemauan ‘mereka’ yang datang dan minta ini itu, tapi yang ini beda, karena aku merasa ada pesan yang ingin dia sampaikan, maka aku setuju, tidak ada perjanjian di antara kami, aku menerimanya datang hanya sebatas sesama makhluk ciptaan Tuhan berbagi cerita, itu saja.


dan aku memutuskan publish namanya di part pertengahan, maka di sini aku menyebut namanya agar kalian bisa tahu.


Setelah bermimpi aku sakit 2 hari, lumayan kesulitan bangun karena mimpi itu, biasanya ini terjadi karena aku mengizinkan ‘mereka’ datang. Tak apa sekarang aku sudah sehat, itu kejadiannya juga sudah lama.

__ADS_1


Aku juga sempat cari soal nama ini tapi aku nggak dapat di internet, orang Bali yang baca AJP bisa bantu aku, siapa tahu kalian pernah dengar nama ini, karena dia mengatakan bahwa dirinya dari Bali.


Atau kalian pernah dengar nama SAK GEDE? Komentar ya Dear.


__ADS_2