
Hartino terus menatap tubuh kekasihnay sudah mulai dingin, Ganding, Jarni dan Aditia berlari menghampiri Hartino.
Ganding menangis di samping Hartino sedang Jarni memeluk Alisha sambil berteriak karena sangat sakit hatinya, melihat Alisha terluka parah.
Aditia terdiam, dia melihat ke arah dalam vila, Alka masih pingsan sedang para jiwa parasit juga sedang dihajar oleh setan-setan Bali itu.
Aditia menutup matanya, dia mulai membaca mantra sembari menekuk lutut kiri dan berumpu pada lutut kanan, lalu membaca mantra ....
Wahai jin-jin yang tersesat, jiwamu dalam lubang hitam yang kelam, datanglah kepada jiwa murni yang sekarat.
WaHai jin-jin yang tak mampu menemukan jalan pulang, datanglah pada jiwa bercahaya yang lemah ini.
Wahai jin-jin yang mencari jalan Tuhan, datanglah pada jiwa yang pengadian pada Tuhannya sangat tinggi namun lemah ini.
Jarung karhawitana, jampi sidik tawagih.
Antareja jiwa sabadiksadah.
Aditia menghujamkan kerisnya ke tanah seketika, setan-setan Bali itu menari karena angin menciptakan suara-suara yang indah seperti dendang dari para pemain musik yang sangat ahli.
Aditia membaca mantra pemanggil khodam.
Para setan Bali itu menari, mereka datang dari berbagai jenis, menari dengan sangat riang dan gembira, Aditia terus menghujam kerisnya agar nada-nada indah tidak berhenti.
Hartino paham apa yang hendak pemimpin lakukan, Hartino mendekatkan tubuh istrinya pada lingkaran cahaya yang keris ciptakan, perlahan para setan itu maju mendekati tubuh Alisha. Hartino menjauhi tubuh itu hingga dia berada di tengah antara Aditia dan tubuh istrinya yang mulai dikerubuti para setan Bali itu.
Hingga tubuh Alisha dikelilingi oleh mereka sambil menari, tubuh itu naik ke atas masih dengan dikelilingi oleh para setan-setan itu.
Aditia muntah darah, ini adalah hal paling berat yang harus dia lakukan.
Satu masuk, lalu keluar, kedua masuk, lalu keluar lagi, semua setan mencoba masuk ke tubuh Alisha, tapi tertolak oleh tubuhnya Alisha, dia memang bukan orang yang sembarangan, bahkan dalam keadaan sekarat saja tubuhnya masih pilih-pilih khodam.
__ADS_1
“Hartino, bujuk tubuh istrimu menerima khodam, aku sudah tidak bisa menahannya lagi, aku bisa mati kalau terus menahan keris ini.” Aditia berkata dengan terbata-bata.
Hartino berlari mendekati istrinya, karena setelah tadi dia menaruhnya ditengah cahaya itu, istrinya langsung di kerubuti oleh para setan yang menari.
Hartino menerobos lingkaran setan itu, benar-benar lingkaran bukan sebuah kalimat kiasan.
Setelah emncapai tubuh istrinya Hartino berbisik di telinga istrinya ....
“Aku ingin kau kembali, terimalah salah satu jin ini untuk menjadi khodammu, Alisha aku mohon.” Hartino meminta istrinya dengan sangat tegas.
Lalu Hartino keluar dari lingkaran setan itu.
Engkebang Memedi mendekati tubuh Alisha, lalu masuk ke dalam lalu terpental, Alisha tidak mau setan yang suka menyembunyikan anak kecil itu, mungkin jiwa keibuannya menolak khodam semacam ini.
Seorang anak gundul masuk ek dalam tubuh Alisha, orang Bali biasa menyebutnya Brerong, atau tuyulnya Bali. Masih ditolak Alisha, mungkin terlalu kurang kekuatannya, makanya tubuh Alisha yang terbiasa dengan Khodam sekuat Esash menolak, sedang Alisha masih tidak sadarkan diri.
Gamang dengan fisik buruknya dan juga rambut berantakan yang terurai tak beraturan itu mencoba masuk dan mengambil kesempatan karena semua setan ditolak, sempat mendiami tubuh Alisha selama beberapa menit tapi tiba-tiba keluar dan terpental, masih ditolak oleh tubuh Alisha.
Aditia hampir tidak kuat.
“Har, aku tidak kuat.” Aditia berkata dengan lemah, Hartino mendekati tubuh Aditia dan memberikan kekuatannya pada bahu Aditia, begitu juga dengan Ganding dan Jarni.
Lanjut, Kemangmang yang tidak bertubuh dan hanya berkepala saja itu akhirnya masuk ke tubuh Alisha beberapa kepala sekaligus, tapi kembali tubuh Alisha menolaknya.
Beberapa setan mencoba untuk masuk lagi, tapi tetap saja tidak bisa, Alisha benar-benar menolak sedang tubuhnya masih melayang.
Hartino dan Ganding mulai mimisan, sedang Jarni sudah muntah darah.
Sudah tidak ada harapan, Aditia sudah berusaha, kalau dia teruskan, bisa jadi semua kawanan akan ... mati! karena mantra ini seperti air keras efeknya pada tubuh, sekali dibacakan, tubuh akan merasakan efek samping seperti terbakar, makanya tidak bisa terlalalu lama acara-acara eleminasi ini.
Alisha juga tidak bisa disalahkan karena ini murni pilihan tubuhnya, tubuh mencari jiwa yang cocok untuk masuk ke dalam tubuhnya. Tubuh dan setan Bali itu seperti puzzle, saling mencari bentuk yang sesuai.
__ADS_1
“Dit ....” Alka tiba-tiba ada di hadapan Aditia.
“Kak!” Jarni kaget karena Alka ada di sana, seharusnya dia ada di dalam lingkaran ghaib.
“Aku tahu setan apa yang tubuh Alisha inginkan.”
Setelah mengatakannya, Alka merubah wujudnya menjadi jin, wujud penuh sisik itu melayang setelah berubah, hal itu langsung mengusik ketenangan para setan penari itu, mereka terkejut dengan kedatangan energi asing, bukan berasal dari Bali, Haram hukumnya menguasai tanah Bali dengan energi yang berbeda.
Sama seperti warga asli yang kedatangan para penjajah, mereka akan langsung mengajak berperang.
Setan-setan itu tidak lagi mengelilingi Alisha, mereka sudah tidah peduli dengan tubuh Alisha yang bersedia ditumpangi.
Mereka mengejar musuh bersama dengan kompak, yaitu ... Saba Alkamah dari tanah Pasundan dengan energi tipis yang berbeda.
“Tetap jaga lingkaran cahaya itu, dia akan datang, aku akan sebisa mungkin menghindari setan-setan itu, kau harus percaya padaku, Dit.” Alka lallu berlari menghindari setan-setan itu dengan berlari berputar.
Hanya mengitari vila sampai kedatangan yang ditungguh-tungguh.
Tubuh besar yang gempal, dengan wajah yang sangat mengerikan, taring terlihat ke luar mengarah ke atas, wajah merah yang terlihat marah, rambut putih yang menjuntai hingga kaki, bahkan terseret sejauh beberapa meter, dengan lidah yang memanjang dihiasi berbagai jenis pita pada lidah itu, sosok mengerikan itu datang menari dengan sangat mengerikan dan gemulai.
Angin meniupkan nada dengan sangat kencang begitu kedatangannya, Aditia dan kawanan sudah sangat lemah, karena mereka terlalu lama menahan ritual ini.
Alka terus berlari, hingga di titik di mana energi dia tercium oleh RANGDA! Ya, Rangdalah yang Alka incar untuk masuk tubuh Alisha, Rangda dan Esash punya ilmu yang sama tingginya, tubuh Alisha takkan menolak sama sekali.
Rangda yang menyadari kehadiran Alkka mengejarnya, Alka seketika merubah tubuhnya menjadi wujud manusia hingga energinya semakin tipis.
Setan-setan it utak lagi merasakan energi Alka, begitu juga Rangda.
Alka menggunakan kesempatan setan-setan linglung ini untuk berlari ke kawanan dan memberikan energi tambahan pada kawanan, Alka memegang bahu Aditia dan ritual itu kembali pekat, dengan angin yang menciptakan untaian nada musik khas Bali.
Rangda melanjutkan tariannya, lalu masuk ke dalam tubuh Alisha ....
__ADS_1