Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 418 : Bulan Madu 16


__ADS_3

Aditia merasa tubuhnya sakit, dia membuka  mata, betapa terkejutnya dia, kawanan terikat pada kaki dan tangan. Aditia melihat keadaan sekitar, ada seseorang yang dia kenal sedang duduk di sana.


“Anto! Apa yang kau ....”


“Aditia, Ganding ,Hartino, Jarni dan Saba Alkamah dan perempuan ini, Alisha, anggota baru kalian. Kalian orang-orang yang aku tunggu untuk datang ke sini.”


“Apa yang kau lakukan! kenapa kau mengikat kami dan apakah kau memberi sesuatu pada makanan kami?” Aditia bertanya, karena yang lain saat ini belum bangun. Bahkan Jarni ada di sana sekarang, dalam keadaan tertidur juga, dengan tangan dan kaki yang terikat.


“Betullah kata guruku, bahwa kau mungkin yang paling kuat di antara semuanya, makanya kau bangung duluan.”


“Kau ini siapa!” Aditia kesal karena lelaki ini, suami Gea ini terlalu bertele-tele.


“Aku bukan siapa-siapa, bukan juga orang yang harus kalian ingat, ini hanya soal bisnis.”


“Anto lepaskan kami!” Aditia kesal karena musuh sebenarnya bukanlah setan tapi ternyata manusia, suaminya Gea adalah orang yang benar-benar menjijikan, dia kah dalangnya?


“Aku akan melepaskan kalian, tentu saja.” Anti lalu menepuk tangannya 2 kali, seseorang keluar dari kamar utama, Aditia keluar dari kamar utama! Ya! kamar Aditia yang lain! Lalu Ganding, Hartino, Jarni dan Alka serta terakhir Alisha.


Orang-orang ini amat sangat mirip dengan mereka, tentu saja, itu adalah jiwa-jiwa parasit yang keluar dari tubuh mereka sendiri.


“Kau! apa yang akan kau lakukan!” Aditia mulai resah, takut kalau Anto akan ....


“Ya, aku memang akan melakukan seperti yang kau bayangkan, aku memang sengaja membuat kalian semua datang ke sini untuk menyelamatkan istriku.” Anto menunjuk istrinya yang masih menatap kosong ke depan dan dalam keadaan sama seperti terakhir Aditia melihatnya di rumah Jajat.


“Kau benar-benar manusia laknat!” Aditia berteriak, teriakannya membuat yang lain terbangun dan terkejut, semua orang terkejut karena mereka terikat pada kaki dan tangan.


“Anto kau dalang semua ini!” Hartino langsung sadar.


“Dia menciptakan duplikat kita, itu tujuannya sejak awal membawa kita ke sini.”


“Apakah Jajat juga terlibat!” Ganding geram sembari bertanya.


“Jajat! Dia seperti Kharisma Jagat yang lain, terlalu polos dan jujur, tujuan kalian menolong orang itu sungguh naif, kau pikir orang-orang susah itu kalau ditolong akan senang, mereka hanya akan iri pada kebaikan kalian, kalian bisa membantu karena memiliki fasilitas, sedang aku! bertahun-tahun aku dan keluargaku mencoba untuk hidup dengan baik.


Bahkan istriku harus menemaniku dari titik nol, aku pikir dia wanita yang hebat, tapi ternyata dia saa saja, hanya tahun pertama dia bertahan, setelah itu dia mencoba mencari penggantiku yang jauh lebih mapan, maka kau harus mati-matian membuat wanita itu tinggal.


Saat itulah aku bertemu pemilik vila ini, dia mengajarkanku bagaimana caranya kaya raya dengan cara mudah dan cepat, apalagi selain pengabdian pada para jin yang jauh lebih mendengar kita dari pada Tuhan!


Para jin itu mmapu membuatku kaya dalam tahun-tahun berikutnya dan membuat Gea tinggal karena uang-uang itu mengalir dengan baik, hingga kami memutuskan menikah.


Berkat pemilik vila ini aku bisa memenuhi semua keinginan Gea, dia memang menunggu untuk kunikahi, tapi dia kuhujani dengan banyak uang walau belum aku nikahi. Uang membuatku menjadi kecanduan, caranya mudah dan cepat.


Aku adalah kepala produksi dari perusahaan yang dimiliki oleh pemilik vila ini, diamenjalankan perusahaan dengan bantuan ‘mereka’, dia menjadikanku tangan kanan untuk urusan-urusan kotor seperti ini.


Pemilik vila ini suka hal-hal klenik dan lebih percaya ‘mereka’ ketimbang Tuhan, karena perjanjian dengan mereka sangatlah mudah dan cepat menghasilkan.


Seperti saat dia memberitahuku tentang kalian, kalian adalah sekumpulan anak muda yang memiliki ilmu yang mumpuni untuk kami manfaatkan, kemampuan kalian mengendalikan makhluk ghaib sungguh masyur di kalangan ghaib itu sendiri.


Sudah terbayang kalau kalian bisa kami manfaatkan, maka dua dunia mungkin menjadi milik kami, aku dan pemilik vila ini.

__ADS_1


Tapi bagaimana mengendalikan kalian? Sedang kalian adalah sekumpulan orang yang katanya teguh mengabdi untuk kebaikan banyak orang, maka satu-satunya cara adalah membuat duplikat.


Pemilik vila ini tahu, bagaimana caranya membuat duplikat kalian, yaitu memasukkan parasit ke dalam jiwa kalian, hingga jiwa kalian membelah, setelah jiwa kalian terbelah, lalu bagaimana mengeluarkan jiwa itu agar bisa kami beri inang baru, yaitu tubuh baru sebagai baju dari jiwa itu, kami harus menciptakan lubang, yang bisa membuat jiwa parasit itu keluar tanpa kalian ketahui.


Vila ini adalah jawabannya, vila ini adalah tempat di mana kami bisa menduplikasi kalian sampai menemukan yang paling sempurna.


Untuk menemukan yang paling sempurna, aku harus melakukan percobaan, maka hanya pada istrikulah aku mampu melakukan percobaan itu dengan menciptakan jiwa parasitku sendiri, jiwa itu telah kupakaikan baju, melalui perjanjian dengan ... SAK GEDE!”


Aditia terbelalak mendengar kata itu, persis seperti mimpinya. Nama itu dilontarkan oleh Anto.


“Bicara soal Sak Gede, dulu dia dikunci di vila ini oleh ayahmu, pasti kau tidak tahu, karena dulu ayahmu yang arogan itu memaksa pemilik vila untuk menutup areal vila ini dengan membuat pagar ghaib yang sangat tebal, untuk membuat pagar ghaib tebal itu bahkan ayahmu yang arogan itu bertarung dengan banyak makhluk di sini, karena pagar yang ayahmu buat amat sangat mencolok, tapi akhirnya dia berhasil mengunci Sak Gede di vila ini hingga tak bisa lagi membuat vila ini sebagai pabrik duplikasi jiwa-jiwa manusia yang hendak dimanfaatkan pemilik vila.


Pemilik vila sungguh benci pada ayahmu karena itu, karena dia berhasil membuat vila ini tidak lagi boleh dibuka, bahkan tak ada satupun manusia yang mampu melihat vila ini, termasuk jin-jin lain, ‘mereka’ tak mampu juga melihatnya.”


Aditia terkejut dengan penjelasan ini, tentu Aditia tidak heran kenapa kasus ini tidak ada di buku catatan ayahnya, karena kasus ini selesai, Sak Gede sudah dikunci di vila ini, mungkin setelah Mulyana meninggal dunia, mereka bisa menjebol pagarnya entah dengan bantuan siapa, karena pada prinsipnya seperti markas ghaib, harusnya vila ini tetap menjadi vila ghaib, tidak dapat terlihat, hanya terlihat seperti tanah lapang yang kosong di mata orang awam, maupun jin.


Tapi kalau sekarang pagarnya sudah jebol dan bahkan vila telah terlihat dengan jelas, berarti ada yang menjebol pagarnya.


“Dukunmu sungguh sangat kuat ya Anto, bisa menjebol pagar ghaib buatan ayahku.” Aditia mencemooh, sebenarnya ada yang ingin dia ketahui.


“Kami memiliki beberapa Balian pembelot yang sebenarnya kemarin juga ada saat ritual kalian, tentu kami juga memiliki rekanan Kharisma Jagat sisi kiri yang memerangi Ratumu, siapa itu, Ayi kah? Ya, itu dia. Kami memiliki Balian dan juga Kharisma Jagat pembelot di sisi kami yang akhirnya selama beberapa bulan berupaya untuk bisa membuka pagar ghaibnya.


Sungguh perjuangan yang tidak mengkhianati hasil, begitu vila ini kami buka, Sak Gede bisa bebas membuat karyanya di vila ini lagi. Yaitu, duplikasi jiwa-jiwa yang masuk ke dalam vila ini.”


“Kalian semua sakit jiwa.”


Seharusnya kalian membantu orang-orang yang pantas saja dibanding orang-orang miskin yang pasti mati juga, kalian ini benar-benar sakit jiwa! makanya karena kalian tidak mau memanfaatkan kemampuan kalian, kami membuat duplikasi kalian dengan sedemikian rupa, hingga sempurna, mereka memiliki kemampuan seperti kalian, sama persis.”


“Bukankah mereka akan menjadi debu, cepat atau lambat!” Aditia ingat itu, kalau ada sisa debu pada tubuh dari jiwa-jiwa parasit itu.


“Ya, hanya jika mantranya dipatahkan, oleh si pemanggil.”


“JIwanya dipatahkan oleh si pemanggil?”


“Karena kalian akan mati, maka aku akan memberitahu kalian maha karya kami, karyaku dan pemilik vila ini.


Kalian memang selangkah lagi menemukan cara kami menduplikasi kalian, benar, rumah ini adalah pabrik penyakit jiwa, Sak Gede menciptakan penyakit itu, begitu kalian melangkah masuk ke dalam vila ini, di mulai dari gerbangnya, sampai seluruh bagian, maka penyakit itu akan langsung masuk tubuh kalian, mantra Sak Gede otomatis akan menjadi penyakit pada jiwa kalian, masuk ke tubuh kalian tanpa kalian sadari, karena dengan melangkahnya kaki kalian, akan dianggap sebagai perjanjian yang terlaksana, karena kalian masuk vila ini dengan sukarela, tanpa tahu bahwa vila ini adalah pabrik penyakit.


Setelah kalian masuk ke vila ini, jiwa kalian akan membelah diri karena telah terjangkit penyakit ini, dia akan menjadi jiwa parasit, seperti yang kalian pahami, pemilik ilmu ghaib yang kalian kuasai, bukanlah tubuh kalian, tapi jiwa kalian, maka ketika jiwa itu diduplikasi, terbelah menjadi jiwa parasit, maka jiwa kalian yang memiliki ilmu sudah terduplikasi, sudah menjadi 2 jiwa yang sama persis.


Lalu bagaimana kami memanggil jiwa kalian keluar dari orang pertama atau pemilik jiwa aslinya?


Tentu saja, jiwa hanya bisa dipanggil oleh jiwa lain, maka untuk kasus Hartino, yang memanggil jiwa parasitnya adalah, istrinya atau Alisha.


Apakah kau tidak sadar, Alisha memikirkan Hartino setiap saat, mungkin Alisha memanggil-manggil nama Hartino setiap waktu di dalam pikirannya, maka dengan cara itu, Alisha menjadi si pemanggil jiwa. Jiwa parasit Hartino akhirnya keluar dari tubuhnya karena panggilan jiwa lain dari tubuh istrinya.


Begitu juga dengan Alka, Saba Alkamah, si pemanggil jiwa adalah Aditia, hingga kami mampu menduplikasi Alka dan menyerang Alisha di dekat jaccuzi itu.


Tidakkah kalian sadar, bahwa hanya Ganding saja yang tidak terduplikasi, karena apa? karena tidak ada yang memanggil jiwanya keluar, tidak ada Jarni di sini.

__ADS_1


Makanya Ganding tidak bisa terduplikasi.


Oh ya, ngomong-ngomong soal Jarni.


Kalian harus tahu ini, ini adalah hal di luar nalar yang membuat kami mampu menduplikasi kalian secara sempurna.


Jarni dan Ganding, kami kesulitan menduplikasi kalian karena tidak ada pemanggil jiwa, tapi secara mengejutkan istriku Gea, bisa menjadi cabang dari rumah ini untuk menyebarkan penyakit itu, dia membawa penyakit itu di tubuhnya lalu menulari Jarni, istriku Gea membuat penyakit jiwa parasit itu menjangkiti Jarni yang hendak menjaganya, lalu menjangkiti juga Jajat serta keluarganya, kami memiliki keuntungan mendapatkan bala tentara Kharisma Jagat lain, tapi apakah kau tahu Ganding? Bahwa jiwa kekasihmu itu, jiwa parasit itu bisa keluar dari tubuhnya karena apa? Kau kan jauh di sini, jadi bagaimana mungkin jiwa parasitnya bisa keluar sedang kalian tidak berkomunikasi secara batin, kau tahu siapa yang menjadi pemanggil jiwanya?


Taukah kau Ganding ... bahwa ada orang yang memikirkan kekasihmu, memanggil-manggil jiwanya setiap saat di luar sana?” Anto mulai membuat Ganding panas, Ganding benar-benar sangat ingin mengeluarkan senjatanya lalu menebas leher lelaki ini, tapi tidak bisa.


“Apa kalian tidak bisa menebak?” Anto mengejek lagi.


“Jajat ....” Alisha yang menjawab, dia memang si nekat yang pintar dan peka.


“Brengsek!!!!” Mata Ganding berubah menjadi merah, dia berusaha melepaskan ikatan dan bergerak dengan kasar. Tapi semakin dia berusaha lepas, semakin dia tidak mampu. Ikatan itu semakin kencang.


“Apa kalian kira aku hanya mengikat kalian dengan tali tambang biasa? Apa kalian pikir aku senaif itu? ini adalah tali tambang yang kami mantrai, kalian mungkin mahir di kota kalian, tapi di Bali, kalian tidak punya taring! Perangkap kami berhasil! Kalian masuk jebakan karena akhirnya setuju untuk masuk ke dalam perangkap kami.”


“Ganding dengar aku, jangan pernah terhasut oleh orang ini, semakin kau marah, lihat, semakin banyak jiwa-jiwa pasrasit itu tercipta, kau menciptakan jiwa parasit itu dan aku memanggilnya keluar, karena di hatiku memang cuma ada kamu, mau ada 1000 Jajat pun di dunia ini, hanya akan ada 1 orang di dunia ini yang aku cintai, kau tahu itu dengan jelas.” Jarni berusaha menjernihkan pemikiran orang jenius itu. Ternyata si jenius bisa hilang akal kalau orang yang dicintainya mungkin dicintai orang lain juga, apalagi seorang Kharisma Jagat sedang Ganding bukanlah Kharisma Jagat, dia hanya manusia pemilik khodam. Tentu kelasnya berbeda dengan Jajat yang seorang Kharisma Jagat, timbul cemburu yang besar.


Sekarang Ganding mengerti apa yang Aditia rasakan, cemburu itu sungguh menyakitkan baginya.


“Aku takkan membiarkan pria itu melihatmu lagi, aku takkan pernah membiarkannya.” Ganding berteriak.


Di sisi lain Aditia lega, karena bukan Alka yang dicintai Jajat, karena reaksinya pasti akan lebih gila dari Ganding karena mereka berdua adalah pasangan dengan Lanjo di jiwanya.


“Kau pikir rencanamu sempurna?” Aditia tiba-tiba berkata, Anto telah sangat jumawa dengan semua rencananya.


“Tentu saja, kalian telah terikat, sekarang siapa yang bisa menolong kalian?” Anto sombong.


“Tidak ada kejahatan yang sempurna, seperti kau menciptakan lubang dalam tubuh kami dan menjadikan kami mengaktifkan penyakit jiwa parasit itu agar bisa tercipta, maka semua rencanamu pasti ada lubangnya, kamu selalu bisa mendapatkan jalan keluar.” Aditia tertawa, itu membuat Anto menjadi gugup.


“Apa maksudmu! Kau bisa apa?” Anto waspada.


“Hanya tunggu waktu sampai vila ini hancur, hanya tunggu waktu, aku yakin kalau kali ini kami pasti menang lagi, kau mau bukti.” Aditia tertawa lagi, itu membuat Anto menjadi ketakutan, tapi dia berusaha mengumpulkan keberanian.


“Bunuh mereka, terserah bagaimana cara kalian.” Anto memerintahkan beberapa orang dengan pakaian hitam-hitam khas dukun di setiap daerah, Anto takut kalau kawanan akhirnya akan lolos entah bagaimana caranya.


Kawanan diseret ke tengah taman, di tengah taman itu telah dimantarai oleh para Balian dan Kharisma Jagat pembelot, musuh Ayi terdahulu yang berhasil kabur itu, tiba-tiba api muncul dan mengelilingi duduknya kawanan.


Aditia memangdang Alka, dia tersenyum padanya, Alka paham maksud Aditia dan dia melakukannya ....


_________________________________


Catatan Penulis :


Seperti yang aku bilang di story IG saat publis part ini, kalau part ini akan membawakan tema klasik dan urbang legend, urbang legendnnya adalah Sak Gede, klasiknya adalah ... pelakunya orang terdekat, klasik bukan?


Kira-kira kawanan selamat nggak ya? apa kita tamatin aja nih, kawanan selesai sampai di sini? :))

__ADS_1


__ADS_2