
Malam semakin gelap, waktu masuk ke zona paling gelap, semua orang tertidur, Raja tidur di kediaman selir lain sedang Ratu masih saja gelisah, dia merasa seluruh tubuhnya tidak tidak enak, sakit di sendi, sakit di kepala dan bagian perut.
Ratu tahu bahwa ini semua adalah karena banyak serangan yang dilakukan oleh musuh raja, serangan ghaib, Ratu memang menjadikan dirinya tameng bagi Raja, dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi Raja.
Banyak Kharisma Jagat di waktu itu saling bertarung dan melawan satu sama lain, mempertunjukan ilmu masing-masing. Ini adalah salah satu alasan Ayi Mahogra muncul dalam setiap zaman, karena menertibkan para Kharisma Jagat yang saling adu ilmu dan perang saudara, Ayi Mahogra muncul untuk membuat seluruh Kharisma Jagat tunduk pada Ratunya. Tapi pada zaman ini, Ayi Mahogra belum muncul, makanya Kharisma Jagat saling serang.
Saat Ratu sedang tidur, dia merasakan hawa dingin yang sangat menusuk, dalam tidurnya dia bermimpi.
Bangun dari tempat tidur, kamarnya begitu gelap, tidak ada yang satu pun pengawal di sana, Ratu tahu, kalau dia sedang tidak dalam dunia nyata, tapi dia sedang di bawa ke dunia lain. Saat sedang berjalan meninggalkan kamar dalam kegelapan, dia melihat begitu banyak makhluk yang menunggu di depan pendoponya, makhluk itu semua tentu buruk rupa, sangat buruk rupa dan berbau busuk. Ini pasti serangan dari para Kharisma Jagat lain yang hendak memiliki tahta suaminya.
Ratu mulai mengeluarkan selendangnya, selendang berwarna kuning, itu adalah senjata miliknya, Ratu Dahlia terlihat lemah lembut di luar, tapi sebenarnya Maharatu amat sangat hebat bertarung, tapi karena mengabdikan diri sebagai Ratu dari kerajaan Sunda, Ratu Dahlia selalu terlihat anggun.
Dia melihat makhluk-makhluk itu satu persatu menyerangnya, Ratu Dahlia menghajar makhluk yang mirip dengan pocong, kuntilanak, genderuwo bahkan tuyul yang banyak. Mereka terus menyerangnya, Abah Wangsa bersama Ratu menghabisi semua makhluk itu berdua saja.
Aditia menyaksikan itu semua, tapi tidak bisa membantu, karena dia berasal dari zona waktu yang berbeda, sehingga sukmanya hanya diizinkan untuk melihat, bukan ikut campur.
Dia bingung, kenapa Abang Wangsa ada di sana, kenapa dia membantu Ratu yang dalam wujud ruh itu? apa Ratu itu adalah leluhurnya? Apakah itu berarti memang Aditia dan ayahnya adalah keturunan darah biru? Aditia terlihat bersemangat, dia tidak menyangka bahwa apa yang ayahnya dongengkan dulu adalah bukan dongeng belaka.
Dulu ayahnya sering cerita tentang seorang Ratu kerajaan Sunda yang sangat arif dan bijaksana, membantu Raja memimpin kerajaan, Mulyana cerita pada Aditia, bahwa Ratu itu adalah nenek moyangnya, Aditia tertawa terbahak-bahak jika ingat itu, nenek moyangnya adalah Raja dan Ratu, itu sungguh menggelikan. Aditia benar-benar merasa bahwa ayahnya sedang bergurau, hanya agar kehidupan miskinnya sedikit terasa manis, makanya ayahnya menjual cerita bahwa dulu nenek moyang mereka adalah seorang Raja dan Ratu.
Tapi Aditia sekarang tahu, mungkin ayahnya juga dulu diberi penglihatan seperti ini, hingga tahu tentang asal-usul nenek moyangnya.
Kembali lagi pada pertarungan Ratu dan para makhluk jahat itu.
“Bah, ini berbeda, apakah ini bukan hanya pasukan Kharisma Jagat lain?” Ratu bertanya.
“Ini pasukan Kharisma Jagat hanya mereka bertambah banyak, fokus melawan musuhmu.” Abah Wangsa terus bertarung untuk menghabisi makhluk-makhluk itu, tiba giliran Ratu akhirnya tumbang karena terkena serangan beberapa makhluk sekaligus, Abah Wangsa menarik sukmanya untuk kembali.
Saat telah kembali dari mimpinya, Ratu Dahlia terbangun dalam keadaan muntah darah.
__ADS_1
Beberapa dayang yang mendengar Ratu berteriak dan muntah, langsung masuk dan mencoba untuk menolong Ratu, tapi Ratu lagi-lagi menolak ditolong tabib, karena akan banyak rumor begitu ada yang tahu Ratu sakit sampai muntah darah.
“Tapi Yang Mulia Ratu, kau bisa sakit dan akhirnya sekarat!” Seorang dayang senior yang sudah merawat Ratu sejak dia bayi, dayang yang dibawa dari rumah keluarga Ratu mengingatkan, dia adalah orang kepercayaan Ratu, sudah dianggap sebagai ibu dan selalu bersama Ratu.
“Dayang Tini, dengar aku baik-baik, kau tahu perjuanganku untuk sampai di sini sangatlah berat, aku tidak ingin menciptakan polemik bagi kekuasaan suamiku, aku ingin agar kau mengerti, tolong saja aku seperti biasa, aku pasti pulih” Ratu memohon pada ibu angkat yang menjadi dayangnya.
“Kau dari kecil menahan sakit karena semua hal ghaib ini, sampai kapan kau membiarkan dirimu tersiksa seperti ini, kau menanggung semua sendiri, sementara Raja bisa bersama wanita lain, jika saja dia tahu apa yang kau lakukan untuknya, jika saja dia tahu apa yang sudah kau lewati untuk membuatnya bertahan di posisinya, tentu jangankan ingin bersama wanita lain, ingin menatap wanita lain saja mungkin tidak, karena merasa tak ada satu pun wanita yang mampu menandingimu wahai anakku Ratu yang cantik jelita.
“Ibuku yang selalu menyayangiku, ini adalah pilihan hidupku, aku tahu kelak mungkin anakku akan menjadi Raja yang jauh lebih arif dan bijaksana, maka bantu aku dan anakku mewujudkan itu, singkirkan siapa pun yang hendak menghancurkan kekuasaan suamiku agar anakku tetap menjadi putra mahkota.
“Baiklah, aku akan menyembunyikan sakitmu seperti biasa, tapi aku mohon, kau harus menjaga kesehatanmu, aku ingin kau berumur panjang untuk melihat betapa anakmu akan menjadi Raja seperti yang kau inginkan.”
“Ibu yang selalu menyayangiku, aku berharap dapat sampai di waktu itu, tapi jika tidak, aku tahu kau akan menjaga anakku seperti aku menjaganya, dengan hati.”
Ratu lalu ditidurkan kembali oleh ibu angkatnya, setelah itu dia memastikan tak ada satu pun dayang yang berani berbicara pada siapa pun tentang keadaan Ratu yang sangat menyedihkan, dia akan memastikan bahwa kedudukan Ratu akan tetap aman.
Pagi tiba, kerajaan seperti biasa berjalan dengan baik, setelah semalam pertempuran ghaib, Raja tidak tahu apapun, Raja memang sudah dilatih oleh Ratu untuk memiliki bekal ilmu ghaib, tapi Raja sebenarnya sangat pintar di bidang tatanan kerajaan dan strategi perang, hal ghaib hanya hal yang dia bisa saja, itu juga karena penjagaan dari Ratu, dia tahu tentang hal ghaib untuk berjaga, seperti ketika Diah berani mengucapkan mantra di depannya, Raja langsung tahu, karena bekal dari Ratu Dahlia.
Baru setelah selesai menyicipi, Ratu akan keluar dari pendopo selir membiarkan Raja memiliki waktu bersama wanita lain.
Apakah hati Permaisuri Dahlia tidak sakit melihat suaminya bersama Selir yang lain, tentu sangat sakit, tapi dia bersyukur karena suaminya hanya memiliki Selir sebanyak 33 orang saja, tidak seperti pendahulunya bisa sampai ratusan bahkan ribuan, terkadang jabatan Ratu juga jadi tidak berpengaruh, karena Raja biasanya memihak wanita yang cantik dan muda.
Maka Ratu Dahlia hanya bersabar dan bersyukur, dia telah memiliki anak lelaki, sehingga tahta kerajaan akan aman, bagi Raja dan keluarga Ratu.
Tahta akan terus berjalan dalam keluarganya, karena Putra Mahkota berasal dari rahim seorang Kharisma Jagat perempuan.
Selir Diah telah melewati masa pengasingannya, dia dinyatakan sehat dari penyakit kulit, beberapa Selir tetap diusir karena penyakit kulit, itu tentu saja karena Rajah Kalacakra Junggleng yang disebabkan oleh Selir Diah, Ratu Dahlia tidak menyadarinya karena Rajah itu memang sulit terdeteksi.
Selir Diah telah diizinkan untuk menemani Raja kembali, tapi Raja terlihat enggan karena takut penyakit kulit masih ada di tubuh wanita itu, tentu Selir Diah tidak menyerah begitu saja, dia selalu melakukan trik-trik yang membuat Raja akhirnya tertarik lagi padanya.
__ADS_1
“Ini sampai kapan aku di sini, aku mulai lelah, tapi kenapa selama aku di sini, aku tidak mengantuk, tidak lapar dan tidak lelah, sampai kapan aku terjebak di sini?” Aditia mulai bosan dan rindu teman-temannya.
Selir Diah mulai menemui Raja lagi, Raja mulai tergoda dengan kecantikan yang dibalut dari sihir pemberian Ratu jin itu.
Keadaan Ratu Dahlia mulai memburuk hingga dia menjadi tidak terlalu sering mengurus rumah tangga kerajaan dan suaminya.
Selir Diah menggunakan ini untuk mulai menguasai Raja, dia membuat Raja terus tidur bersamanya, hingga Diah hamil.
Ratu tahu itu dan mengangkat Diah menjadi Selir agung, artinya dia akan mendapatkan pendopo pribadi.
Setelah sebelumnya berdiskusi dengan Abah Wangsa.
“Abah, siapa wanita yang bisa aku percaya untuk menjaga Putra Mahkota kelak?” Ratu Dahlia bertanya pada suatu senja yang sangat dingin, Ratu Dahlia sudah tidak bisa bangun lagi dari tempat tidur. Berita bahwa Ratu sakit pun sudah sampai di telinga petinggi, mereka semua sudah panas ingin segera menggantikan Ratu, tapi Raja tetap bertahan hingga memang waktunya Ratu tiada, seperti undang-undang kerajaan.
“Selir Diah.” Abah Wangsa berkata dengan ringan.
“Kau yakin dia cukup baik menjaga suamiku?” Ratu Dahlia sangat amat percaya pada Abah Wangsa.
“Ya.” Abah menjawab dengan singkat.
Ratu Dahlia percaya dan bersiap memberikan tahtanya pada Selir Diah, dia tahu bahwa ini langkah terbaik, dia juga sudah siap meninggalkan anaknya, karena pasti dijaga oleh Abah dan Ratu baru.
Terlebih Raja sangat menyayangi Putra Mahkota lebih dari apapun.
Selir Diah mulai jumawa, dia banyak bertingkah, ingin makanan khusus saat kehamilan dan ingin semua yang mewah dan mahal. Dia ingin terlihat cantik setiap saat, kehamilan tidak boleh membuatnya jadi jelek.
Seluruh Selir senior mualai kesal dengan kelakuan Diah, karena seenaknya mengubah jadwal Raja, dia hanya ingin Raja bersamanya, bahkan tidak diberi kesempatan Raja untuk bersama Ratu.
Sementara Ratu hanya menghabiskan waktunya untuk ibadah, mendekatkan diri pada Tuhan, karena islam memang sudah masuk pada saat kerajaan Sunda berkembang pesat.
__ADS_1
Abah Wangsa juga telah masuk islam dan baru mempelajari islam dengan hati-hati karena tuannya, yaitu Ratu Dahlia, walau sebelumnya konsep Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi keyakinannya, keyakinan yang membuatnya berpisah dengan istri yang seorang Ratu Jin itu, tetap saja, islam adalah sesuatu yang baru baginya sebagai jin.
Diah berada pada kekuasaan yang membuat dia menjadi sombong, sikapnya melebihi sikap Ratu yang selalu arif dan bijaksana.