Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 320 : Bus 404 (23)


__ADS_3

“Udah ngerti belum?” Hartino bertanya pada Aditia.


“Gue kan kuliahnya bukan bisnis, gue bukan lulusan bisnis, mana gue ngerti beginian.”


“Dit, ini mah bukan anak bisnis, tapi anak akuntansi, bodoh.” Ganding menertawakan Aditia yang memang tidak mengerti soal sistem keuangan, bisnis dan juga perusahaan, dia hanya pintar untuk urusan ghaib.


“Yaudah, artinya apa ini?” Aditia bertanya.


“Jelasin lah Nding, elu kan kayak Dosen, jago nerangin.” Hartino memang pintar, tapi dia paling malas kalau harus menjelaskan secara teknis.


“Jadi ini namanya pencatatan laporan keungan Double Bookkeeping  Dit, menggandakan laporan keuangan.” Ganding memulai penjelasannya.


Double bookkeeping yang Hartino maksud bukanlah sistem Akuntansi yang menjadi patokan kepenulisan laporan keuangan, tapi Doubel Bookkeeping yang Hartino maksud adalah, cara menulis laporan keungan secara ganda demi menghindari pajak.


Karena dalam sistem Akuntansi Double Bookkeeping adalah ketika debit dan kredit dipertemukan untuk menciptakan hasil akhirnya seimbang atau balance.


Tapi yang Hartino maksud Double Bookkeeping di sini adalah, seorang Pengusaha membuat laporan keuangan ganda, biasanya Pengusaha akan punya dua server  untuk setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Tentu perusahaan itu menggunakan software acaounting untuk membukukan transaksinya hingga sampai ke laporan keuangan, maka kebutuhan Double Bookkeeping semakin bisa disaranai dengan software ini, yang bsia menciptakan dua server.


Server satu adalah server untuk laporan keuangan palsu, di mana transaksi yang terjadi, tidak semuanya dicatat, hanya transaksi yang sekiranya akan dilaporkan pajak saja yang dicatat, sehingga jumlah uang yang disetor ke negara tidak semestinya, karena transaksi gajah akan disembunyikan. Ini membuat pengusaha bisa menghemat dalam pelaporan pajak dan setor pajak pada negara. Karena parameter penghitungan pajak adalah berdasarkan transaksi yang dilaporkan.


Maka serer yang kedua adalah berisi seluruh transaksi yang asli, semua transaksi yang dicatat dengan sebenar-benarnya, yang terjadi pada perusahaan, di sini, biasanya semua rahasia pemilik perusahaan disimpan, termasuk siapa yang dapat deviden, siapa pemegang saham terbesar dan siapa pemilik asli perusahaan. Karena bisa jadi, nama yang tertera dalam akta perusahaan, bukan pemilik aslinya, hanya nama yang aman untuk dijadikan pemilik.


“Ok, gue ngerti Nding. Jadi maksudnya ini berisi laporan keuangan dan seuruh identitas perusahaan yang asli, lalu apa hubungannya dengna Melati dan keluarganya?”


“Kau tahu kan Dit, kalau hutan itu adalah hutan lindung, sebelum akhirnya dibuat jadi kampus?”


“Iya Nding, lu udah tahu jawabannya? Padahal cuma baca sebentar aku liatnya?” Aditia bertanya.


“Masih nggak kenal Ganding aja Dit, dia cuma perlu baca intinya, trus dari inti-inti itu dia langsung buat percabangan dan benang merahnya, orang biasa membaca perlu satu jam, kalau Ganding, cuma lima menit, dia udah menguasai isinya. Salah sih, aku kasih laporang itu ke kamu. Harusnya ke Ganding aja.”


“Kau mau kuhajar!” Aditia kesal karena diejek.


“Bisa lanjut nggak?” Ganding memotong humor yang dilontarkan dua anak muda itu.


“Eh iya, silahkan Pak Dosen.” Aditia malu-malu.


“Ok, jadi Universitas itu perlu kontraktor untuk membuka lahan bukan? kalau di catatan yang Hartino kasih, terlihat banget sih kalau beberapa kontraktor berhenti sebelum selesai membuka lahan. Pasti ada masalah dengan hutan itu, hingga lahan tidak bisa dibuka lalu dijadikan jalan menuju gedung utama, jadi kalau hutan itu saja tidak berhasil dibuka, lalu bagaimana membangun gedung kampusnya?


Setelah beberapa kontraktor tidak berhasil membuka lahan, lalu adalah satu perusahaan yang mampu melakukannya, mereka hanya butuh waktu tiga bulan untuk membelah hutan itu menjadi dua bagian, hutan sisi kanan dan hutan sisi kiri. Lalu bagian paling ujung dibabat habis untuk dijadikan, gedung universitas.


Kalian ngerasa aneh nggak sih?  bukankah hutan lindung seharusnya tidak diperbolehkan untuk di komersilkan? Sedang kampus itu jelas milik badan perusahaan pribadi, trus kenapa proses dengan pemerintah tidak alot ya? bahkan perizinan didapat pada tahun yang sama, diurus oleh kontraktor itu.


Udah bisa nebak dong, siapa pemilik perusahaan kontraktor itu?”


“Keluarga Melati?” Aditia menebak.

__ADS_1


“Ya, merekalah pemilik perusahaan itu. Kau tahu kan bahwa Melati dan kakaknya sangat dekat, karena mereka memang terlalu sering ditinggal karena orang tuanya mencari cara supaya tander buka lahan itu mereka dapatkan, awalnya mereka memang hanya kontraktor kecil, tapi setelah mendapatkan tander itu, mereka berubah menjadi perusahaan gajah, dalam waktu tiga tahun, aneh, karena seharusnya butuh waktu minimal sepuluh tahun untuk bisa sampai sebesar itu, bapak dulu ngajarin kita begitu sih.


Trus setelah namanya besar, mereka mengganti nama perusahaan, aneh, karena untuk sampai titik itu saja mereka pasti berdarah-darah Har, kenapa pada titik ini mereka malah ganti nama perusahaan?” Ganding bertanya.


“Karena, pada saat pembukaan lahan, terjadi banyak kecelakaan yang menewaskan pekerja, lagi-lagi ini tidak diselidiki, karena mereka meninggal di rumah atau di tempat lain, bukan di hutan itu, jadinya hanya dianggap kematian wajar.


Tapi kalau aku telusuri, ada lebih dari seratus orang yang meninggal, yang merupakan pekerja dari proyek buka lahan itu, makanya setelah nama mereka besar, tapi takut akan jadi banyak kasus karena kematian para pekerjanya, mereka mengganti nama.


Perusahaan baru itulah yang akhirnya memegang proyek pembangunan kampus, jadi kalau kita selama ini tahunya, pembukaan lahan oleh perusahaan satu dan pembangunan gedung oleh perusahaan dua, maka sebenarnya yang terjadi, mereka adalah dua perusahaan dengan satu pemilik, keluarga Melati.


Mereka menciptakan laporan keuangan ganda, untuk memastikan kekayaan mereka tidak terendus oleh pajak, karena kalau sampai kekayaan mereka terendus pajak, maka nilai pajak akan semakin tinggi, kita tahu, bahwa untuk perusahan kecil yang aktif saja, nilai pajak bisa sampai milyaran, apalagi perusahaan mereka yang sudah gajah, makanya mereka akhirnya mengganti nama perusahaan dan tetap mempertahankan laporan keuangan asli dengan nama lama yang kemungkinan disimpan di server utama, lalu membuat server baru untuk dijadikan server yang nantinya diserahkan jika audit berlangsung, untuk keperluan pajak singkatnya.


Jadi tentu saja, server sebenarnya disembunyikan berisi laporan keuangan asli yang tentu masih pakai bendera lama atau perusahaan lama.” Hartino akhirnya ikut menambahkan.


“Jadi kalau disimpulkan, bisa jadi, memang bus itu ditumbalkan oleh keluarga Melati, mungkin dengan perjanjian, yaitu, Melati harus selamat, makanya dia diselamatkan oleh Raja jin dan terhindar dari kecelakaan itu.


Tapi naas, ternyata keluarga korban menuntut balas dan membuat dia jadi tumbal, sungguh lingkaran setan, karma yang dibayar impas.” Aditia membuat kesimpulan.


“Kemungkinan itu yang paling masuk akal Dit, trus ini kemungkinan lainnya karena penemuanmu, penemuan Winda itu, kemungkinan keluarga Melati sudah tahu kalau Melati dikerjai, mereka bahkan menyewa detektif swasta untuk mencari keberadaan Melati, lalu setelah menemukannya, mereka kecewa dan merasa bersalah, lalu cari cara supaya anak mereka tetap hidup ... dalam tubuh orang lain. Samidi kuncinya, dia dan keluarganya tetap tidak mengubur Melati dengan layak, agar Melati tetap menjadi jiwa yang tersesat, hingga dia akhirnya bisa masuk ke tubuh perawan lain untuk dijadikan cangkang baru, dengan menahan jiwa aslinya.” Ganding menutup kesimpulan.


“Lalu bagaimana kita membuat Melati keluar dari tubuh itu?”


“Kita punya waktu sampai beberapa bulan, tapi tentu tubuh Winda akan semakin melemah, makanya kita harus segera membuat Melati keluar dari tubuh itu, dengan cara yang licik, selicik mereka mengelabui takdir.” Ganding menjawab pertanyaan Aditia.


...


“Tenang saja, selama aku tidak keluar dari tubuh ini, aman.” Melati tetap tenang.


“Tante, apakah kita harus terus melakukan ini?” Heru bertanya dengan hati-hati.


“Tidak harus jika kakakku sembuh, hanya sampai kakakku sembuh saja.” Melati menjawab.


“Ibuku sudah belasan tahun sakit, aku pikir dia takkan sembuh dan kita terus saja memberi tumbal. Sedang Raja jin juga mungkin sekarang tidak mau membantu kita, jadi gimana dengan tubuh gadis lain kalau tubuh Winda sudah masuk masa lemahnya?” Heru emosi, dia sebenarnya sudah sangat muak menjebak gadis-gadis. Kalau dulu kakeknya yang melakukan, sekarang Heru yang harus terlibat, untuk menggantikan kakeknya yang sudah semakin tua.


“Heru, aku juga tidak ingin mati, aku ingin tetap di sisi kakakku, tapi takdir tidak adil padaku, lalu kenapa kita harus adil pada orang lain!” Melati jadi marah dalam tubuh Winda.


“Aku capek Tan, Winda adalah perempuan baik, demi temannya dia melewati rasa takut, tapi aku malah mengkhianatinya.”


“Memang kau baru satu kali melakukannya? Bukankah banyak wanita yang kau khianati, bahkan kekasihmu sendiri.” Melati melanjutkan menyuapi kakaknya.


“Tapi mereka memang mata duitan, mereka mau saja aku bawa ke hutan, hanya karena aku beri uang dan fasilitas, sedang Winda berbeda, dia tak dapat uang dan mau saja masuk hutan hanya karena dua sahabatnya.


Dia orang yang tulus, wanita yang baik.”


“Kau pikir aku wanita jahat hingga akhirnya harus ditumbalkan?”  Melati marah, wajah Winda memerah, matanya menghitam, sisi iblisnya muncul. Jiwa tersesat yang sudah lama menjebak dirinya sendiri dam tubuh orang lain, cenderung berubah menjadi iblis kelak.

__ADS_1


“Tante, aku mohon, aku akan berikan gadis perawan lain, tapi Winda jangan sampai masuk ke titik lemah, lepaskan dia sebelum dia lemah, jangan tumbalkan dia, toh raja jin juga mungkin sudah binasa oleh Kak Adit dan teman-temannya.”


“Kau rupanya sudah mendapat teman baru makanya ingin keluar dari garis keluarga ini? atau mau kau yang aku tumbalkan? Atau ibumu sekalian?” Melati tiba-tiba menjadi sangat kejam. Padahal katanya alasan dia ingin tetap hidup di tubuh orang lain adalah karena kakaknya, tapi kenapa sekarang dia malah ingin kakaknya mati.


“Tidak Tante, maaf, aku hanya terlena dan lupa sesaat, aku akan menjalankan seperti yang kau mau dan perintahkan.” Heru lalu masuk ke kamarnya, dalam hati, dia sungguh ingin lari dari keluarga ini.


Sementara di tempat lain, ada seorang lelaki paruh baya yang sedang makan di pinggir jalan, dia sedang melakukan pelarian.


“Bade kaman Kan? (mau kemana, mas?)” tanya pemilik warung.


“Pulang kampung.” Jawab lelaki itu dengan lesu.


“Ikut aku yuk.” Wanita itu tiba-tiba mencengkeram leher lelaki itu dan menariknya hingga mereka tiba-tiba berada di tempat lain.


“Samidi dukun hitam, tak malu kau, seorang Kharisma Jagat yang Karuhunnya aku cabut karena lalai menjalankan tugas, bukannya membantu orang malah menjerumuskan orang demi uang!” Seorang wanita berwibawa tiba-tiba sudah dihadapannya, mereka berada di dunia yang diciptakan oleh wanita itu, hanya ada pasukan wanita itu, pasukan berselendang hijau.


“Ayi, ampuni aku, aku ingin bertobat, tapi mereka terus mengancam karena tahu aku yang membunuh anak mereka, aku yang membunuh Melati, hingga mereka memaksaku untuk melakukan tumbal untuk mendapatkan tubuh baru bagi anak mereka.


Aku mohon Ayi, bantu aku dan maafkan aku.”


“Kau bahkan hampir mencelakai kerabatku, beraninya kau!” Ayi Mahogra memegang kujangnya, dia sudah tidak tahan lagi, menjijikan sekali, selama ini Ayi memang tidak menyentuh dunia luar, karena sibuk dengan AKJ, dia sangat marah begitu tahu lima sekawan kesulitan menghadapi ulah raja jin yang dibantu Samidi dan atas suruhan seorang yang serakah, yaitu keluarga Melati.


“Aku menghukummu tanpa pengadilan, aku menghukummu tanpa pembelaan, aku menggunakan hak istimewaku sebagai Ratumu, Ratu Kharisma Jagat, setelah ini, kau tidak akan bisa bicara, berjalan dan melihat! Kau hanya akan menjadi orang yang cacat seumur hidupmu, kau juga menanggung semua rasa bersalah dari orang-orang yang kau tumbalkan! Andai aku boleh membunuh, sudah kucincang tubuhmu potongan demi potonga! Menjijikan! kau menumbalkan gadis perawan hanya untuk uang!” Ayi sangat marah, hingga dia menghukum Samidi, setelah Samidi sakit, orang menyebutnya Stroke, dia dikembalikan ke rumahnya, istri dan anaknya bingung, karena kalau ke rumah sakit, dia terlihat sehat, ke dukun manapun, tidak ada yang bisa membuka kutukan seorang Ayi Mahogra.


Hal ini sengaja tak Ayi beritahu pada kawanan, karena Ayi ingin mereka menemukan jawabannya sendiri, Ayi sangat puas dengan kinerja Aditia dan kawanan meski selalu membutuhkan bantuan. Niatnya untuk melatih mereka terlaksana.


Karena latihan-latihan kecil ini, untuk kelak perang yang lebih besar lagi, meraka akan menjadi orang-orang kepercayaan Ayi Mahogra, meski tidak semus berstatus Kharisma Jagat. Saba Alkamah juga sudah membuktikan dirinya berubah dan mengabdi pada perintah Kharisma Jagat, maka Ayi masih berusaha memafkannya.


...


“Kita akan serang Melati hari ini?” Ganding bertanya pada Aditia.


“Ya, kita sudah dapatkan buktinya, sekarang hanya tinggal menyerang mereka, dari yang paling lemah dulu, untuk membuat Melati jatuh dari tempat tingginya, kita harus menarik satu persatu pijakan di bawah kakinya.” Aditia menjawab dengan pasti.


Winda di sembunyikan di balik tubuh Jarni, agar aman, dia harus ikut, karena jika Melati telah keluar dari tubuh Winda, dia harus segera masuk.


“Hidup dan mati bersama!” Ganding tiba-tiba berteriak, semua mengikutinya termasuk Winda.


Mereka lalu mulai melangkah ke tempat yang akan menjadi bagian terakhir dari sepak terjang Melati.


_____________________________


Catatan Penulis :


Panjang ya? aku mau jujur aja nih, kenapa panjang? karena aku butuh beberapa hari untuk dapatkan pattern yang cocok sebagai penyelesaian kasus ini, jadi kasus Melati ini dari awal plot utamanya adalah, Winda sengaja dibuat kosong tubuhnya supaya Melati bisa masuk, sedang kisah Bobby muncul idenya dipertengahan cerita, jadi memang cerita Bobby Additional, ternyata pada suka ya.

__ADS_1


Nah makanya setelah aku yakin dengan polanya, yakin dengan penyelesaian ini yang paling masuk akal, baru aku bisa selesaiin, jujur kadang aku juga suka kejebak sama idealismeku sendiri, makanya kadang cerita jadi lama. Kalau aku pikir nggak masuk akal, nggak akan aku sajiin ke kalian, walau kadang masih banyak kurangnya, ya maklum aja, aku kan manusia, bukan Ayi Mahogra.


Trus aku juga mau kasih tahu kalian, buat aku makasih banget kalian udah mau komentar, like dan tetep view, tapi maaf ya, kalau aku memang bukan Penulis yang mengikuti kemauan reader, reader bilang kepanjangan aku pendekin, reader bilang kependekan aku panjangin, nggak gitu, kenapa? karena aku nggak bahagia kalau terpaksa ngerjainnya, satu-satunya yang aku ikutin kalian itu cuma pada kasus Alisha atau Lais, aku melawan idelismeku untuk kalian.


__ADS_2