
“Karena kau sudah baik padaku, maka aku akan tolong kau supaya tak tertipu lagi sama perempuan setan itu.
Jadi begini, pernah ditemukan mayat di lapangan ini, mayat itu seorang perempuan yang cantik, semua orang yang melihat mayatnya mengatakan bahwa, mayat itu sangat cantik, perempuan itu ditemukan terkubur dengan dangkal.
Saat hujan, tanah akan turun, karena dataran yang tidak rata, saat itulah mayatnya muncul.”
“Oh Tuhan! Lalu?”
“Lalu, ini bukan kisah romantis, tapi ini kisah affair yang sangat mengerikan.”
“Affair? Hubungan terlarang?”
“Ya, dulu lapangan dan gedung ini adalah milik seorang petinggi Polisi, pada zamannya dia adalah seorang Polisi yang dikenal sangat amat bijaksana, banyak kasus yang dia tangani diselesaikan dengan keadilan yang tinggi. Beliau juga dari keluarga yang kaya raya, kekayaannya bukan hasil korupsi tapi hasil dari warisan turun temurun.
Dia punya istri dari kasta yang sama, kelas yang sama dan tingkat pendidikan yang sama, setelah menikah, Polisi itu naik jabatan dengan cepat, memiliki anak yang lengkap, satu laki-laki dan satu perempuan.”
“Hidup yang sempurna … maka pasti ada sesuatu yang ditutupi, karena hidup ini tidak akan sesempurna itu, kecuali ketidaksempurnaanya ditutupi dengan sangat rapat.” Mulyana tahu ke mana arah permbicaraan ini.
“Betul sekali, kita berhenti dulu ya, duduk di sana saja, ternyata lelah juga ngobrol sambil berlari.” Pelatih itu baru sadar mereka ngobrol sambil berlari, lalu mereka melipi ke bangku yang memang tersedia di pinggir lapangan.
Mereka lalu mulai berbicara lagi.
“Jadi, apa yang tidak sempurna dari Polisi pemilik tempat ini?”
“Kehidupan berlanjut dengan penuh kegemilangan dalam keluarga Pak Badrun, nama Polisi itu, istri yang cantik, anak yang baik dan karir yang cemerlang. Anak-anak tumbuh dewasa, lalu mulai menikah, dua jodoh sudah dipersiapkan, mirip seperti pernikahan Pak Badrun dan istrinya, hasil perjodohan, maka anak-anaknya juga dinikahkan sesuai dengan keluarga yang sama kelasnya.
Katanya, itu dijaga untuk mengukuhkan kekuasaan dan kekayaan tetap pada tempatnya. Kalau nanti salah pilih jodoh, bisa jadi kekayaan atau kekuasaan mereka menjadi menurun karena tidak ada saling menjaga.
Mereka pikir cara-cara lama akan tetap bisa dilakukan, termasuk perjodohan, karena Pak Badrun dan istri bisa hidup bahagia, saling mencintai setelah pernihakan dan langgeng dengan nilai kekayaan yang semakin tinggi, mereka lupa bahwa, beda zaman akan beda pemikiran, maka tak heran, walau pernikahan anak-anak pak Badrun dilaksanakan dengan meriah, tapi sayang, pernikahan anak-anak itu banyak sekali masalah.”
“Anak lelakinya berbuar affair?”
“Waktu itu, lapangan ini baru saja dibangun, untuk pelatihan dan sebagai langkah persiapan pensiun, jika kelak Pak Badrun pensiun maka dia masih bisa bekerja dan menghasilkan uang, walau sebenarnya dia masih punya banyak usaha lain.
Pembangunan tempat ini direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh anak lelakinya Pak Badrun, dia juga yang memegang perusahaan konstruksi milik Pak Badrun, jadi satu kali dayung, dua tiga pulau terlampaui, kau tahulah, saat membangun tempat ini, perusahaan konstruksinya milik anak sendiri, maka uang tidak kemana-mana, bahkan katanya tempat ini juga dibangun dengan dengan bantuan dana pemerintah, karena tempat pelatihan ini bisa jadi tempat pelatihan yang terbaik di negeri ini, kala itu sih baru cita-citanya, namanya juga dibangun oleh petinggi kepolisian, yaitu Pak Badrun.
__ADS_1
Sementara tempat ini dibangun, lalu banyak sekali orang yang terlibat, salah satunya adalah wanita itu, wanita yang mayatnya ditemukan di sini, dia bekerja di sini sebagai bagian catering, dia yang memasak, membagikan makanan pada para pekerja saat istirahat dan juga memastikan makanannya sudah sesuai standar.
Karena anak lelakinya pak Badrun orang yang hebat dan benar-benar peduli dengan pembangunan tempat ini, maka dia sering sekali ke sini untuk mengawasi dan memastikan bahwa semua hal berjalan dengan sangat baik di sini, sesuai jadwal.
Sudah dapat dipastikan, anak lelaki Pak Badrun dan petugas catering itu sering ketemu, karena anak Pak Badrun juga makan siang di kantin yang dulunya dibangun sementara itu.
Awalnya hubungan mereka tak ada yang spesial, tapi apakah kau pernah mendengar tentang kalimat ini, kalau lelaki itu mudah sekali diambil hatinya, hanya pastikan perutnya kenyang, maka kau bisa mendapatkannya dengan mudah.
Petugas catering itu dan anak lelaki pak Badrun, tanpa sepengetahuan siapapun, melanjutkan hubungan mereka dari sekedar bos dan pegawai kantin, menjadi bos dan ….”
“Gundiknya.” Mulyana sudah bisa menebak.
“Bagaimana hal ini tidak membuat murka Pak Badrun, karena menantunya adalah anak dari pejabat daerah yang namanya cukup tersohor, anaknya berselingkuh hanya dengan seorang wanita penjaga kantin yang mereka gaji!
Anak lelaki itu sudah mencoreng nama baik Badrun, karena hubungan mereka yang sembunyi-sembunyi itu, akhirnya terendus oleh orang-orang, kau tahulah, kalau orang kaya itu tidak percayaan pada siapapun, termasuk anak dan menantunya.
Dalam waktu singkat, perselingkuhan itu diketahui Badrun dan besannya, anak lelaki itu memohon dan bersujud di hadapan ayah dan mertuanya, berkata bahwa yang dia lakukan hanya kekhilafan saja.
Dia juga bilang bahwa perempuan itu menggodanya, makanya akhirnya dia lelaki paruh baya terhormat itu meminta anak dan mantu mereka meminta agar dia diam, apapun yang terjadi pada perempuan itu, dia harus diam, buktikan bahwa ini hanya kesalahan sesaat.
Sebagai anak lelaki, dia harus mempertahankan warisan terbanyak dari ayahnya, karena adiknya hanya anak perempuan yang sekarang juga sudah menikah dan akan sibuk dengan keluarganya, maka anak Pak Badrun menurut saja, harta dan kejayaan di keluarga Badrun jauh lebih penting.
Tak lama setelah perselingkuhan itu terkuah, ya mungkin sekitar 2 mingguan, mayat perempuan itu diketemukan oleh para tukang yang mengerjakan pembangunan ini. Hujan membuat tubuh wanita itu akhirnya muncul ke permukaan, karena tanah di tempat ini, saat itu belum seperti sekarang, masih dalam masa pembangunan.
Menguburnya kurang dalam.”
“Ya, harusnya kubur lebih dalam biar nggak ketahuan ya, Pak.”
“Hus! Sembarangan kamu, masa kita dukung orang jahat!”
“Eh iya, maaf.” Mulyana baru sadar dia telah salah mengomentari.
“Begitu ceritanya, jadi kalau malam-malam kau lihat perempuan yang cantik melintasi daerah ini, kau tidak perlu menyapa, karena itu sudah pasti wanita yang dihabisi oleh keluarga Badrun dan besannya.”
“Lalu apakah kematian itu tidak diselidiki? Karena kan muncul di tempat ini, harusnya pemilik tempatlah yang disalahkan?” Mulyana geram sebenarnya.
__ADS_1
“Kau lupa apa profesi Badrun? Dia Polisi! Jadi bagaimana mungkin Badrun membiarkan masalah ini tercium media, banyak media yang dibungkam dengan uang dan juga saat itu kan sosial media belum ada, telepon genggam saja belum ada di Indonesia Ini. Kasus itu tidak pernah dibicarakan lagi, karena Badrun melarang keras ada yang membicarakan peristiwa itu lagi, dia sekuat tenaga membebaskan dirinya dari jeratan hukum, karena dia seorang Polisi!”
“Jadi perempuan itu benar ruh yang tersesat ya?” Mulyana bergumam.
“Hah?”
“Nggak Pak, yasudah, kita lanjut latihan ya.”
Mulyana dan pelatih itu lalu bersiap untuk latihan lagi.
…
“Jadi … orang tuamu masih tidak akur?” Mulyana, Aep dan Dirga ada di kelas, mata kuliah kosong, karena dosen tiba-tiba berhalangan hadir sampai jam berikutnya.
“Iya, mereka masih sama saja, masih dingin!” Dirga uring-uringan lagi, Mulyana bingung, kenapa setelah kakek itu ditangkap, orang tua Dirga masih sama saja, masih tidak harmonis.
“Setahuku, kalau Dasim sudah ditangkap, maka pengaruhnya akan pudar dan menghilang. Tapi kenapa ibu dan ayahmu masih tidak harmonis?”
“Mana kau tahu Yan, aku kan nggak ngerti begituan! Tapi apa mungkin Dasiman masih ada di rumahku?” Dirga bertanya.
“Tidak mungkin pertama rumahmu sudah kupagari, kedua Dasiman ditahan ayahku, tidak mungkin dia masih di sana.”
“Kalau makhluk lain gimana?” Dirga bertanya lagi.
“Tidak tahu sampai aku ke rumahmu lagi.”
“Yasudah kau harus menginap ya, malam ini.” Dirga memaksa.
“Tidak bisa, ada yang harus kuselidiki dulu, nanti kalau sudah selesai, besok atau lusa aku akan menginap di rumahmu.
“Yasudah.”
Dirga terlihat kecewa, tapi Mulyana masih harus fokus dulu pada wanita itu, firasat Mulyana wanita itu harus segera dijemput.
Kelas berikutnya dimulai, Mulyana dan Dirga sejenak melupakan masalah mereka dulu.
__ADS_1
Menurut kalian kenapa ya?