Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 369 : Kemala 18


__ADS_3

SAtU MINGGU YANG LALU


“Aku sudah pikirkan matang-matang untuk ... menikahimu.”


Aditia berkata dengan lugas dan gamblang pada Kemala dan Rajima, setelah jebakan sebelumnya gagal, Aditia memohon kepada Kemala untuk bisa bertemu di rumahnya dan serta meminta Rajima keluar dari tubuhnya, Kemala tidak bisa melihat Rajima, karena dia termasuk tuan dari Khodam yang tidak paham dengan dunia ghaib dan tidak mampu melihat khodamnya.


“Kau yakin? Bukankah kau dan Alka ....”


“Kami memang saling mencintai, tapi Saba Alkamah mengerti bahwa kasus lebih prioritas.” Aditia menjawab.


“Kau menikahiku karena kasus? Bukan karena menginginkanku?”


“Ya, karena kasus.”


“Kalau begitu aku menolak!” Kemala adalah gadis yang sebelumnya selalu dicintai saat dinikahi, sekarang dia harus menikah dengan pria yang tidak mencintainya, sungguh ironis.


Rajima menatap Aditia dengan penuh selidik, lalu menidurkan Kemala agar mereka berdua bisa berbicara empat mata.


“Apa kau memang akan menikahinya?” Rajima bertanya.


“Ya, tentu saja, apapun yang bisa membuatmu keluar dari tubuh Kemala dan pulang Kepada Tuhan.”


“Keluar dari tubuh Kemala, bukan berarti aku akan mau ‘dijemput’ dan ‘dipulangkan’, jadi jangan terlalu banyak berharap.”


“Terserah saja, yang penting kau harus keluar dari tubuh itu.”


“Baiklah, apa keuntungannya bagiku jika kau menikahinya?”


“Bukankah kau bilang percaya padaku bahwa Kemala akan bahagia jika menikah denganku?”


“Ya, tapi tetap saja aku harus mendapatkan keuntungan dari pernikahan ini.”


“Apa yang kau mau?” Aditia bertanya.


“Aku ingin tubuh lain?”


“Aku sudah bilang kau harus pulang.”


“Tidak mau, aku ingin tubuh lain!” Rajima bersikeras.


“Aku tidak punya orang yang bisa aku tumbalkan untukmu, menjadi tubuh yang kau kuasai.”


“Kau punya Saba Alkamah!”


“DIa setengah jin dan setengah manusia. Tidak bisa dirasuki!”


“Tubuh jinnya tidak bisa dirasuki, karean dzatnya api, sedang tubuh manusianya tetap diberikan ruh keilahian, yaitu dari mati menjadi hidup, maka aku bisa menyingkirkan keduanya sekaligus. Biarkan aku mencobanya.”


“Kau gila!”


“Ini namanya impas, kau dapatkan Kemala yang cantik dan kaya raya, sangat cantik bukan? mata pria mana yang bisa berpaling darinya? Jika sekali melihat mereka akan terpana selamanya.”


“Aku tidak bisa memenuhinya.”


“Saba Alkamah juga kan mendapatkan keinginannya, bukankah dia ingin menjadi seseorang yang normal? Maka aku bisa memberikannya, dia takkan menjadi anak haram antara manusia dan jin lagi. Apakah kau tidak ingin menjadikannya seseorang yang naik derajatnya? Dia tidak akan dicemooh lagi sebagai anak haram! Tentu dia selama ini merasa kacau saat ada orang yang mengatainya seperti itu.”


“Memang kau bisa merubah status seseorang dalam sekejab?”


“JIka saja, dia aku rasuki, maksudku, tubuh manusianya, maka aku harus menyingkirkan ruh kehidupannya dan juga wujud jinnya, dia akan menjadi manusia biasa yang sangat cantik, soal kekuatannya, aku bisa tetap membuatnya berada di kawanan, jika kau mau itu.”


“Rajima ... kalau kau rasuki dia, maka dia bukan Saba Alkamah, tapi hanya tubuh yang dikendalikan oleh kau!”


“Ya, tapi dia akan mendapatkan apa-apa yang sebenarnya dia inginkan.”


“Darimana kau tahu dia ingin hidup normal?”


“Ayolah, kau memang tidak pernah ingin hidup normal? Padahal kau tidak seberat Saba Alkamah dalam menjalani kasus, tapi kau juga berkali-kali ingin menjadi manusia normal kan? menjalani hidup sebagai manusia biasa, berkawan dengan manusia biasa, bekerja, menikah dan punya anak. Tidakkah itu pernah terbesit dalam pikiranmu?”

__ADS_1


“Terkadang.”


“Maka, Saba Alkamah pun sama, dia pasti pernah ingin kehidupan yang normal, dicintai dengan baik, mungkin saat aku merasuki dirinya dia takkan bisa menikah, tapi dia bisa saja menjalin hubungan asmara tanpa perlu menahannya seperti sekarang ini.”


“Aku harus bertanya dulu padanya, karena bisa jadi, dia tak ingin itu.”


“Tidak perlu, kau itu pemimpinnya, kau harus menentukan semuanya, karena kalau kau tanya, tentu dia takkan jujur, seperti yagn kau tahu, dia bahkan menyembunyikan penyakit Lanjonya agar kau tetap bersama kau, maka ketika kau tanay dia dan dia tidak menjawab sesuai keinginan hatinya, kau bisa apa?”


“Jadi aku harus apa?”


“Kau harus menjebaknya.”


“Bagaimana caranya?”


“Bawa dia ketempat yang telah aku tentukan, lalu ... lalu setelahnya, Dewi pasti akan memberinya Mantra untuk menjebakku keluar dari tubuh ini, seperti itu bukan? ketika dia membaca mantra, aku akan keluar dari tubuh Kemala dan masuk ke tubuhnya, pasti Dewi laknat itu tidak memberitahu kalian, sekali dia membaca mantranya, maka energinya habis terkurasa selama berhari-hari, kekuatannya akan hilang sementara, maka aku bisa merasuki dan mengendalikannya.”


“Ya, Dewi itu tak memberitahu soal itu.”


“Aku jujur padamu, karena aku mantan manusia yang menjadi jin, maka sekarang kau harus percaya padaku, aku memberitahumu hal yang sebenarnya.”


“Tapi kata Dewi itu, manusia tidak bisa jadi jin.”


“Lagi-lagi kau terbawa omongan Dewi laknat itu, dia membodohi kalian! Dia hanya ingin mengalahkanku, persis seperti yang dilakukan olehnya pada Raja itu, kau ingat, dia menipuku dan akhirnya menjebakku untuk mencelakakan suamiku sendiri, walau aku memang tidak ingin menikah, tapi bisa saja kan, aku menghindari mencelakai orang jika dia tidak menipuku, bisa saja aku kabur dari raja itu dan tidak menerima tawarannya.


Tapi dia menipuku, dia sedang menipu kalian saat ini.” Rajima meyakinkan Aditia.”


“Tapi aku ....”


“Tenang saja, jika kau sudah bersama Kemala, kau bisa tetap bersama Alka kan? kita akan tetepa menjalankan misi menolong banyak orang, Alka akan tetap suci tubuhnya, kau tetap bisa membersamainya  tanpa campur tangan nafsu. Bukankah itu cinta yang sangat luhur?”


“Aku ....”


“Aku akan menurut padamu ketika kalian akan menjebakku, aku akan mengikuti semua mau kalian dengan datang ke tempat yang kalian tentukan atas suruhan Dewi itu, kemarin kalian gagal kan? kalian tidak bisa membuatku melaksanakan malam pertama dengan raja, tentu saja, aku jijik melihat pria tua itu.


Sekarang, kau akan berhasil mengusirku dari tubuh Kemal, Dit, kau itu mendapatkan banyak keuntungan dari tawaranku, kau pemimpinnya, kawanan akan menerima.”


“Kau pria yang hebat, kau akan bisa menaklukan mereka semua dan mungkin akan berdiri menjadi Kharisma Jagat terbaik. Makanya kau harus ikuti apa yang aku katakan, aku jin yang bahkan berumur jauh lebih tua dibanding Ayia Mahogra generasi sebelum Seira Adam Hanida, bukankah dia lahir tahun 1600an? Sedang aku lahir tahun 1400an, maka ilimu jauh lebih tinggi dari leluhurmu.”


“Baiklah, mari kita lakukan.” Aditia setuju, dia lalu pamit pulang.


...


HARI INI


Mereka lalu berkendara hingga sampai ke suatu tempat, cukup gelap hingga Kemala tak bisa melihatnya.


“Ini di mana Dit? Gelap sekali.” Kemala mengeluh.


“Ayo ke sini.” Aditia menggenggam tangan Kemala, Kemala terlihat sumringah karenanya.


Aditia membawanya ke suatu tempat yang sangat lapang, walau tidak terlihat, tapi tempat itu terasa sangat lapang karena mereka berjalan tanpa terhenti oleh rumput ataupun pohon, seperti lapangan yang cukup besar.


Lampu yang sangat terang tiba-tiba menerangi mereka, lampu tembak yang Hatino sudah siapkan menyinari mereka, total ada 5 lampu tembak yang disebar di beberapa tempat dan menyinari mereka.


Dari kejauhan terlihat sebuah gua yang terbentuk dari bebetuan itu.


“Ini di mana Dit? Dan kenapa banyak sekali orang di sini, teman-temanmu sedang apa? bukankah katanya aku akan suka tempat ini, kupikir kita ....”


Aditia mundur, kawanan kecuali Alisha telah berdiri mengelilingi Kemala, tanpa di sadarinya dia sudah berdiri di suatu lingkaran yang digaris dengan bisa ghaib milik ular mini Jarni.


Kemala hendak lari tapi entah kenapa dia tidak bisa bergerak, saat dia melihat kakinya, kakinya telah terikat, tapi tidak ada tali di sana, yang jelas yang dirasakan oleh Kemala adalah, kakinya tidak bisa bergerak sama sekali.


“Kemala diam, percaya pada kami, setelah ini kau akan menjadi bebas dari kutukan itu dan bisa menikah dengan lelaki yang kau cintai dan juga mencintaimu. Yang pasti ... bukan aku.”


Aditia dan yang lain terdiam, mereka semua berdiri dengan kuda-kuda, sedang Alka mulai membacakan mantra, pada setiap kata yang keluar darinya, maka beberapa bagian tubuh Kemala lemas, dari kaki, tangan hingga seluruh tubuhnya lemah dan jatuh terduduk, karena mantra itu telah mencapai akhir, Alka selesai mengucapkan mantranya.


“Wahai anak cucu adam yang telah tersesat, kembalilah pada Sang Penciptamu dalam kesempurnaan.” Aditia dan yang lain berteriak bersamaan, Alisha berada di luar lingkaran, dia memastikan tidak ada gangguan dari manapun.

__ADS_1


“Adit, tolong aku, ini sakit sekali.” Kemala memohon.


“Kau jangan bersandiwara Rajima, aku takkan tertipu!” Aditia berteriak.


Alka mengulang mantranya dengan berbisik tanpa semua orang tahu isinya, lalu Rajima terus merasa lemah, hingga akhirnya Kemala benar-benar pingsan dan Rajima ditarik keluar dari tubuh Kemala.


“Alisha berlari dan membuka kain yang menutupi sesuatu, kain itu itu berwarna hitam hingga membuatnya tersarukan dan tidak terlihat, setelah kain itu dibuka, maka terlihatlah tubuh yang membatu itu, patung perawan sunti, patung itu bercahaya begitu dibuka dan menarik Rajima untuk masuk ke dalamnya, begitu Rajima tertarik masuk ke patung itu, Patung itu menjadi gelap kembali.


Alka buru-buru mendekati patung itu dan membaca mantra pengikat.


Mantra itu membuat patung menjadi tempat peristirahatan terakhir Rajima.


Rencana B yang sudah Dewi Sundarwani utarakan sebelumnya, ketika dia bilang, jika terlalu sulit memulangkan Rajima, maka dia punya rencana B, yang mungkin harus dilakuakn oleh kawanan, walau ini agak meleceng, tapi ini bisa menyelamtkan anak cucu Adam untuk tidak terasuki lagi oleh seorang Rajima, manusia gila yang ingin sekali menjadi jin dan hidup abadi, seolah dunia digenggamannya.


Kawanan terjatuh lelah, Alka pingsan.


Aditia memapah Alka, sementara Kemala bangun.


“Dit ....” Kemala memanggil calon suaminya, yang hanya dalam khayalan dia.


Aditia mendudukkan Alka dan meminta Alisha serta Jarni untuk menjaganya dulu.


Ssementara Aditia mendekati Kemal.


“Kau sudah bebas dari Rajima, kau akan mampu menikahi siapapun saat ini, hiduplah dengan tenang dan bahagia.” Aditia berjongkok untuk bicara, karena Kemala masih terduduk, dia terlihat tidak secantik sebelumnya. Karena khodamnya sudah tidak ada lagi.


“Dit, aku ingin ... menjadi istrimu, bukankah kau telah berjanji menikahiku?”


“Aku berbohong hanya untuk memastikan Rajima keluar dari tubuhmu.”


“Bukankah lelaki itu dipegang omongannya?”


“Hanya untuk wanita yang dia cintai.”


“Lalu apakah aku hanya wanita tak berguna bagimu?”


“Bagiku, kau, Jarni dan Alisha sama seperti Hartino dan Ganding, manusia yang aku kenal, tidak ada perasaan apapun.”


“Apa aku harus mati dulu supaya kau tahu bagaimana inginnya aku bersamamu? Apakah Alka bisa melakukan itu untukmu?”


“Alka? Melakukan itu untukku? kau menawarkan satu kematian untukku, tapi Alka bahkan hampir mati berkali-kali untuk membuatku bahagia, dari aku lahir, hingga sekarang, tidak ada satupun perempuan yang akan mampu menandingi pengorbanannya untukku.


Soal mati, itu urusan Tuhan, tapi jika kau ingin mati sekarang, itu bukan urusanku!” Aditia berkata dengan sangat dingin, dia menjadi berbeda ri yang sebelumnnya, kenapa bisa begini?


“Aku bawa dia ke angkot, dia pasti sangat lelah.” Aditia menggendong Alka dan membawanya ke angkot.


Sementara Alisha dan Jarni mendekati Kemala yang tidak secantik dulu.


“Kau kenapa? kecewa karena Aditia tidak sebaik itu padamu? Dia tidak berubah, dia memang begitu, kau pikir dia baik padaku? padahal aku wanita, tapi dia sering berkata kasar padaku, persis perlakuanny pada Hartino dan Ganding, hatinya hanya mengenal satu wanita, itu Saba Alkamah.


Baginya, kau itu hanya kasus yang harus diselesaikan. Sudah selesai, dia akan kembali pada sifat aslinya, baginya kau bukan perempuan, kau hanya manusia yang butuh pertolongan.” Alisha mengejeknya dan Jarni menarik Kemala agar bangun, mereka berdua akan mengantarnya pulang, Kemala mellihat dari jauh, betapa perlakuan Aditia begitu istimewa pada Saba Alkamah.


Wanita yang dihina seluruh dunia, dicintai begitu hebat oleh lelaki itu, hingga mampu memberikan dunianya, sungguh lelaki yang luar biasa.


Kemala sedih, dia hanya ditipu. Seperti kalian aku tipu ....


____________________________________


Catatan Penulis :


Jangan lupa Add :


Tiktok : Muka Kanvas


IG : Muka Kanvas


Noveltoon :  Muka Kanvas.

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2