Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 461 : Kamboja 23


__ADS_3

"Dit, cukup kopi dan gorengan yang tak pernah putus, aku kira itu cukup, karena dari kami semua tak kekurangan apapun." Behra berkata dan semua orang setuju.


"Tidak kekurangan apapun! Sebentar! Tidak kekuranagn apapun ... Kak!"


Aditia memahami maksud Alka dan yang lain sekarang, dia paham apa yang Jarni akan lakukan, sekarang dia juga tahu serta semakin yakin, Jarni bukan pengkhianat.



Pagi tiba, Alka dan yang lain berkumpul di kamar perawatan Jarni dan Ganding, semua berdiri mengelilingi Jarni kecuali Behra, dia duduk di luar lingkaran, mereka membari kekuatan pada Alka untuk bisa melihat ingatan Jarni.


“Aku akan mulai masuk ke dalam ingatan Jarni, aku akan mengulang apapun yang aku dengar darinya, Alisha akan mencatat dengan baik setiap kata yang aku ucapkan, sedang yang lain akan memantau apapun yang aku katakan dan juga memberikanku energi untuk tetap bisa melihat ingatan itu lebih lama.


“Kami siap.” Semua orang setuju pada perkataan Aditia yang sudah siap.


Alka memegang tangan Jarni, mengucapkan mantra dan menutup mata, dia mencoba masuk ke dalam ingatan Jarni, lalu jiwanya terpelanting masuk ke dalam terowongan itu.


Dia melihat dari belakang, Jarni sedang dipeluk oleh Ratu Gandarwi lalu ditarik masuk ke dalam terowongan.


Alka melihat Ganding memar pada bagian kening, bekas tumbukan batu yang dilakukan oleh Jarni, tentu bukan batu biasa yang bisa menumbuk jiwa Ganding, karena apapun yang ada di terowongan itu, bukanlah barang biasa yang bisa dilihat oleh tubuh manusia, semua barang itu digunakan Ratu Gandarwi untuk menyiksa siapapun yang dia ingin lahap dengan nikmat.


“Kita harus menyiksa mereka lagi nanti, aku suka saat semua orang bersedih melihatmu berkhianat.”


“Sudah kukatakan bukan, kalau aku memang pantas untuk menjadi pengikutimu.” Jarni tersenyum di balik punggung jin tua itu, Ganding memperhatikannya, ada raut aneh antara mereka berdua, Alka memperhatikan setiap emosi, setiap gerakan dan perkatan, lalu kembali mengulang itu semua agar yang lain bisa tahu keadaan di dalam terowongan malam tadi saat mereka hendak menyerang Gandarwi.


“Lalu katakan, apa yang aku dapatkan dari semua ini?”


“Apa yang kau inginkan?” Gandarwi bertanya, karena dia ingin tahu, apa yang sebenarnya Jarni inginkan.


“Yang kau berikan pada mereka semua.”


“Kau sudah punya apa yang mereka inginkan Jarni, mereka hanya ingin hal yang sangat standar di dunia ini, apa yang kita anggap sangat rendah, tapi mereka anggap sangat tinggi, hingga sangat ingin sekali mereka dapatkan lalu mengorbankan tubuh manusianya.”


“Apa yang kita anggap rendah, tapi mereka anggap tinggi? maksudmu … uang?” Jarni merasa sangat sepele sekali pertarungan ini.


“Lalu kau pikir, di dunia ini setiap perseteruan, pertarungan, hingga peperangan, apa tujuannya? kekuasaan? keseimbangan? atau lebih naifnya lagi seperti yang grup drama yang kalian bentuk itu, untuk menyelamatkan dunia?


Tentu bukan Jarni sayang,” Ratu Gandarwi mendekati Jarni dan berhadapan dengannya, tadinya dia sudah menjauh dan membelakanginya, lalu dia mengusap wajah Jarni yang cantik namun mistis itu dan meneruskan perkataannya, “tidak ada satu pun, di dunia ini, alasannya selain UANG!” Ratu itu berteriak lalu tertawa.


Seperti ketika tahun itu, tahun yang sangat aku sukai, dari seluruh tahun aku berkelana, pada tahun itu aku sangat ingin kembali lagi.


Tahun itu adalah ketika kalian baru saja merdeka, negeri ini baru mendeklarasikan kemerdekaan, mungkin sekitar tahun 50an, aku mendandani diriku sebaik mungkin, setiap hari, lalu berjalan ke seluruh kota, ke seluruh tempat dan menarik perhatian para pria juga wanita.


Para pria aku goda dengan tubuh dan wajahku, yang tidak bsia dibujuk dengan itu, aku bujuk dengan uang, tentu saja, lalu yang teburuk, para wanitanya, aku bujuk dengan kesetiaan yang tak akan memiliki ujung bagi para suaminya, hal yang semua orang tahu, itu mustahil, baik dilakukan hari ini, ataupun tahun itu.


Aku sangat suka tahun itu, aku bahkan menumpuk mayat mereka, satu persatu, tubuh-tubuh itu sangat indah, hingga akhirnya … ada satu orang brengsek dengan label Kharisma Jagat yang berhasil menemukanku, mengambil foto tumpukan mayat itu, lalu mereka menangkapku, sialnya, aku tidak bisa kabur!


Kau tahu kenapa?”


“Kenapa”


“Karena mantra Kharisma Jagat empat penjuru membuatku kehilangan kekuatan, aku tersegel! brengsek! seorang gadis cantik yang terkenal dengan nama KAMBOJA, harus pura-pura dibunuh di hadapan banyak orang, hanya agar semua orang yakin Kamboja telah mati.


Padahal aku lagi-lagi di sekap dalam botol kaca sialan itu, yang kalian gunakan untuk menyekapku juga, sudah aku rasakan puluhan tahun lalu.

__ADS_1


Kamboja memang mati, tapi Gandarwi takkan pernah mati, kau tahu kan, umur kami panjang! maka hilang kekuatan saat itu membuatku sangat ingin musnah, tapi sayangnya, banyak orang sepertimu, Jarni, banyak pembelot sepertimu yang … kau tahu, mereka tertarik dengan keabadian yang mampu aku berikan dan sekarang akan aku tawarkan padamu.”


Jarni terdiam, tak seperti yang dia kira, ternyata praktek ini dia lakukan sudah sangat lama. Keabadian macam apa?


“Keabadian macam apa? hidup selamanya? kau tawarkan itu pada semua orang yang ada di sini, apakah kau menawarkan hidup abadi dengan tubuh ini? kan tidak mungkin, ini tubuh manusia, jadi tidak akan mungkin tubuh manusia ini akan bertahan lama dan menjadi abadi.”


Jarni tidak mengerti seperti semua orang yang ada di markas ghaib juga, mereka masih terus mendengar penjelasan dari Alka yang dia dengar dari Gandarwi si jin tua itu.


“Kau pikir ini tubuhku? ini bukan tubuhku, ini tubuh Nita, tentu saja seorang wanita yang bodoh mengira dirinya bisa selamanya abadi, tentu saja, tubuhnya yang aku butuhkan, satu yang aku baru sadari, bahwa tubuh ini mampu bertahan begitu lama dengan semakin tingginya ilmuku, maka, tubuh ini juga semakin mampu bertahan dan melawan pada waktu.”


“Jadi maksudmu, pindah tubuh? aku pernah mendengar versi lainnya, kau kenal Dewi Sundarwani? dia mengubah Rajima menjadi seorang jin hingga bisa bertahan hidup lebih lama bukan? bahkan Rajima bertahan hidup sangat lama, ratusan tahun.” Jarni teringat kasus Kemala.


“Tapi kau juga tahu kan, kalau Sundarwani bohong, dia tidak bisa mengubah seseorang menjadi jin, dia hanya membuat seseorang lepas raga saja, lalu menjadi arwah penasaran, bukankah setiap guru selalu takut pada murid yang menjadi semakin lebih hebat dibanding yang mengajarinya? siapa yang tidak tahu kisah itu, dikalangan jin, Sundarwani adalah pecundang.”


“Jadi … kau tidak berbohong? kau benar-benar bisa membuat semua orang menjadi abadi dengan berpindah tubuh?” Jarni memastikan, yang lain menahan nafas, jika saja itu benar, akan banyak kekacauan yang bisa ditimbulkan, lalu akan menjadi maklum ketika banyak Kharisma Jagat yang membelot karena ingin mencicipi keabadian, “apakah semua punghuni di sini kau tawarkan untuk menjadi abadi?” Jarni bertany lagi.


“Tentu saja tidak, mereka tidak pantas, aku hanya menawarkan uang.”


“Lalu kenapa Sardino ingin cepat mati? ingin tubuhnya untuk cepat mati?”


“Karena imbalannya akan aku berikan setelah mati.”


“Uang?”


“Kan sudah kubilang, apalagi yang bisa membuat orang rela mati selain uang?”


“Lalu kenapa dia bilang akan bangkit kembali dari kubur?”


“Sudah waktunya tidur, aku tidak suka suara ajakan solat itu, kau dan yang lain harus tidur.”


Sementara pada pagi hari ketika Alka dan yang lain melihat ingatan Jarni juga menjadi waktu yang melelahkan.


Setelah selesai melihat ingatan Jarni, Alka jatuh, jatuh terduduk, Aditia menangkapnya sebelum benar-bener menyentuh lantai.


“Kita harus menemui semua keluarga korban dari terowongan itu, aku paham sekarang kenapa mereka menggunakan kata … ‘aku akan kembali’. Maksudnya adalah akan kembali sebagai tulang punggung keluarga tapi dalam bentuk lain, yaitu ….”


“UANG!” Semua orang berteriak mengatakannya, lagi-lagi uang.



Aditia dan Alka kali ini langsung menemui istri supir taksi yang sudah meninggal itu, mereka akan memastikannya.


“Terima kasih sudah datang.” Istri supir taksi itu terlihat senang dengan kedatangan Alka dan juga Aditia.


Tapi ada yang berbeda dengan istrinya supir taksi ini, dia terlihat lebih … apa kita menyebutnya jika seseorang terlihat lebih … mewah? glamor?


“Kami ke sini hanya sekedar kunjungan saja Bu, jika ada yang ibu butuhkan, jadi kami bisa bantu.” Masih berpura-pura sebagai penyelidik atas kecelakaan yang ada di terowongan itu, Alka dan Aditia datang, karena tidak seperti pengakuan mereka kepada Dino, sebagai petugas asuransi, tapi kepada istri supir taksi ini, mereka dari awal mengaku sebagai petugas yang menyelidiki kecelakaan tersebut.


“Masuk dulu, saya buatkan minuman ya.”


Aditia dan Alka masuk dan mereka melihat ada sofa serta beberapa furnitur baru di rumah ini.


Tak lama, si nyonya rumah keluar dengan minuman dingin berwarna dan juga aneka kue kering.

__ADS_1


“Terima kasih sekali lagi, kalian sudah mau berkunjung, tak banyak orang yang mau berkunjung setelah kematian suamiku, apalagi saudara, semua sepertinya takut kalau aku menyusahkan mereka.


Tapi kenyataannya benar kan, kalau Tuhan tak tinggal diam, Dia menjamin kami, ada saja rejeki yang datang, ada banyak santunan, ada banyak sumbangan tak terduga dan yang paling mengejutkan adalah, ada seorang perempuan datang, dia memberitahuku bahwa suamiku memiliki kekayaan rahasia, katanya suamiku sudah menabung emas batangan, perempuan itu dari koperasi yang seluruh anggotanya adalah orang-orang kurang mampu yang menabung sedikit demi sedikit, lalu dananya hanya bisa diuangkan ketika yang bersangkutan meninggal dunia.


Karena suamiku meninggal dunia, makanya tabungan emas batangannya, menjadi hak kami, awalnya aku pikir, paling hanya beberapa gram saja, mengingat bahwa pendapatan suamiku sangatlah kecil, tapi begitu wanita itu memberikan sebuah koper sedang yang ketika aku buka, semua emas batangan itu ternyata sangat banyak, kami lalu menjual semua emas itu dan mengubahnya menjadi tabungan uang di rekening, sekarang kami, maksudku, aku dan anak-anakku, sudah bisa tenang untuk masa depan kelak.


Karena, bahkan saat suamiku masih ada, kami masih kesulitan untuk membiayai anak-anak kami, walau ini agak kejam, tapi sungguh … aku bersyukur, walau suamiku telah tiada, dia tetap bisa ada untuk menafkahi kami dengan jauh lebih baik.”


“Maksud ibu, ibu berarti bersyukur suami ibu meninggal dunia dan akhirnya memiliki semua kekayaan ini?”


“Aku tidak ingin mengatakan kami bahagia setelah ia meninggal dunia, tapi yang aku ingin sampaikan adalah, kematian tidak selalu menjadi hal buruk, aku hanya sedang menerima takdir Tuhan.


Andai istrinya tahu, apa yang sebenarnya terjadi, suaminya telah menggadaikan jiwanya, untuk dapat memberikan semua emas itu.


Pun jika tahu, mungkin istrinya akan tutup mata dan dan telinga hanya agar tetap bisa hidup tenang dengan uang itu.


Kemiskinan memang membuat orang menjadi sangat takut dengan hidup, rasanya lebih baik mati jika saja hidup terus dalam kemiskinan terus menerus tanpa jalan keluar.


Karena jika saja kau pernah hidup sampai batas kelaparan dan tidak melihat jalan keluar walau hari berganti, pasti kau akan tahu, bahwa hidup tak semenarik itu.


“Eh tapi, maaf, jangan cerita pada siapapun ya, karena wanita itu mewanti-wanti saya untuk tidak menceritakan soal ini kepada siapapun, karena koperasi ini sifatnya untuk orang-orang tertentu, jadi, kalau saya cerita, nanti banyak yang tahu, bisa jadi juga celaka buat saya karena orang tahu kalau kami … kaya raya.” Wanita itu tertawa dengan sangat kencang, tawanya membuat Alka merinding, ini bahkan belum sebulan dan dia bisa tertawa dengan lebar.


Rasanya Alka ingin sekali bertanya, jika saja dia suruh memilih, suaminya hidup atau emas batangan itu, apakah dia akan memilih suaminya? tebakan Alka, pasti tidak, dia akan memilih uang.


Maka benar seperti yan Gandarwi katakan, semua masalah di dunia ini, adalah soal uang.


Terorisme, peperangan, bahkan banyak kejadian besar lainnya, bukan karena kekuasaan, tapi berujung pada uang, sungguh menakutkan lembaran dan koin itu, sungguh sangat menakutkan.


Setelah memastikan, Alka dan Aditia berkendara ke markas ghaib, mereka ingin tahu apa yang didapatkan oleh lainnya, karena Alisha dan Hartino ke tempat tukang becak yang sudah meninggal dunia, apakah sama dengan apa yang Aditia dan Alka dapatkan?


Menurut kalian bagaimana?


______________________________________________


Catatan Penulis :


Ok, udah kejawab, apa yang dimaksud dengan bangkit lagi dan ini adalah jawaban atas semua teka-teki yang aku lontarkan di part ini.


Mau tahu siapa akun yang menang, yang pernah aku bilang pada part jauh sebelum ini?


Kalau kalian tebaknya di satu part sebelum ini, itu biasa, karena sudah aku beri clue pada percakapan Jarni dan Ratu Gandarwi, tapi kalau kalian bisa jawab jauh sebelum aku kasih clue, itu luar biasa kayak akun ini ….



Lihat tanggal dia komentar ya ... dia komentar tanggal 16 Desember, yang artinya itu dia komentar pada part Kamboja 12 dan sekarang jawabannya di kamboja 23. Saat semua orang berputar-putar pada hal yang jauh, dia menjawab dengan tepat pikiranku, TULANG PUNGGUNG KELUARGA BALIK DENGAN CARA YANG LAIN, ITU TEPAT BANGET! sumpah kaget aku pas ada yang jawab pikiranku, wah aku mesti ati-ati sama kalian nih, lama-lama akan banyak yang bisa baca pikiranku.


Kalau nggak salah, akun ini juga kemarin sempat komentar lagi menegaskan bahwa memang tulang punggung akan kembali dalam cara lain, tapi aku lupa capture.


Akun di atas ini Kakak Nur Hayati, DM aku di IG ya, nanti aku kirim kamu hampers, ongkir aku yang tanggung juga, jadi kamu tinggal kasih alamat di DM IG ya.


Ini sekaligus membuktikan, bahwa aku tidak mengubah alur hanya karena ada yang menebak benar, jadi kalau kalian merasa menebak lalu tak pernah benar karena Authornya sengaja ngubah alur biar selalu menang, No! kalian salah, aku tidak mengubah alur, cuma kalian saja yang terlalu asik dan terlena saat aku putar-putar ke arah yang menjebak.


Ini hampers buat kamu yang berhasil menebak.

__ADS_1



Terima Kasih.


__ADS_2