Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 560 : Mulyana 66


__ADS_3

“Astaga! Kau yang mengerjai ayah mertua dan suamimu!” Mulyana baru sadar, ternyata Wulan bukan hanya menebak, tapi dia benar-benar bisa melihat ruh Wulan, karena dia menunjuk Wulan di dalam botol dengan tepat, bukan asal tunjuk, arah matanya sangat tepat posisi. Hanya orang yang dibuka mata batinnya yang bisa lihat Wulan dan biasanya kebutuhan membuka mata batin hanya jika menghadapi masalah ghaib, berlaku untuk orang biasa tanpa kemampuan dari Tuhan untuk bisa sensitif pada dunia ghaib.


Maka jika istrinya Yoga bisa melihat Wulan, kemungkinan dia bersekutu dengan dukun. Itulah kenapa Mulana baru sadar, kalau Badrun dan Yoga dikerjai oleh istrinya Yoga sendiri!


“Rupanya kau tidak sepintar yang aku kira ....” Istrinya Yoga tertawa dengan terbahak-bahak.


“Aku tidak pernah curiga satu kali pun padamu, karena aku benar-benar berpikir kau adalah korban!” Mulyana sangatlah kesal.


“Itu masalahnya wahai anak muda! Badrun mendapatkan apa yang dia inginkan, Wulan mati! Yoga walau tak mendapatkan Wulan, tapi dia tetap hidup dengan sehat dan tenang, tak ingat bahwa dia telah mengelabui istrinya, menipu mertuanya untuk mendapatkan uang itu, agar bisa membangkitkan wanita sundal yang dia cintai!


Enak sekali hidup mereka, sedang aku! aku hancur, aku sudah mengemis pada ayahku agar bisa mendapatkan uang YANG KATANYA! Katanya untuk membangun bisnisnya, melancarkan tandernya dan kelak dia bilang, akan melibatkanku dalam usahanya.


Keinginanku hanya sederhana, aku ingin suamiku! Suamiku yang brengsek ini, setelah tahu dia berselingkuh dari orang yang aku minta untuk mengikuti suamiku, aku masih mencoba memaafkannya, karena aku juga bukan orang yang lurus, tapi! Dia menipuku, dia meminta uang padaku untuk membangkitkan wanita brengsek itu lagi! Badrun dan Yoga bisa saja mendapatkan apa yang mereka inginkan, lalu aku! bagaimana dengan aku! aku adalah korban dan tentu saja begitu tahu tentang semua ini, aku tidak boleh lemah, cinta tak ada lagi untukku di sana, maka aku mau dia ikut menderita, Wulan mati, Badrun Mati dan Yoga juga harus mati!” Istrinya Yoga berteriak, dia melihat Yoga tunduk dengan keadaan setengah telanjang, karena sedang dikendalikan oleh istrinya.


“Berlarilah sampai kau mati!” Itu yang dikatakan oleh istrinya dan membuat Yoga langsung berlari sambil berteriak, panas berkali-kali dan akhirnya melucuti pakaiannya persis seperti Badrun.

__ADS_1


“Saat ini yang aku butuhkan hanya botol ini.” Istri Yoga menunjuk botol yang sudah Mulyana berikan padanya, karena dia diancam dengan pistol dan tak ingin mati konyol, pada serangan pertama yang ibu Badrun lakukan Mulyana masih beruntung karena selamat, sedang untuk kedua kalinya, siapa yang bisa jamin dia akan selamat!


“Apa yang kau lakukan pada Badrun dan Yoga? Apa kau menyantet mereka?” Mulyana masih bertanya.


“Kau benar-benar kurang cerdas ternyata, kau pikir siapa lagi yang bisa membuat semua ruh yang terbakar itu bisa dikendalikan?”


“Ayahnya Wulan?”


“Ah bodoh sekali kau! Ayahnya Wulan itu sudah kabur, dia takkan pernah kembali ke kota ini lagi, orangku memastikan dia sudah pergi ke pelosok karena ketakutan, dia takkan bisa melawanku lagi, karena Aki Hagir sudah membuatnya sangat lemah tanpa orang-orangnya.


Apa kau ingat, malam ketika tubuhmu terpental? Hagir yang melakukannya, dia melempar energi pada Wulan ketika kau menyentuhnya dan melihat semua ruh itu menyembah Wulan, dia tidak sedang menyembah Wulan, tapi mereka sedang ditundukkan oleh Hagir, termasuk Wulan, ruh itu dibangunkan duluan hanya untuk memastikan bahwa Hagir mampu menciptakan mantra yang membangkitkan mereka dan ternyata Hagir berhasil membangkitkan Wulan lalu melalui energi Wulan, mereka dipanggil dengan minyak kasturi dan juga mantra buatan Hagir, maka ketika kau mental itu adalah kali kedua kami melakukannya, untuk menghabisi Yoga! Karena percobaan pertama, kami melakukannya pada Badrun.


Kau pikir siapa lagi yang mampu membuat mereka mati dengan santet selain orang terdekat, aku menaruh banyak media santet pada tubuh mertua busukku dan juga suamiku itu, hanya agar mereka menjadi sasaran yang tepat, bagaikan busur yang menancap pada targetnya, seperti itulah mereka aku santet.


Aku memasukkan begitu banyak ruh terbakar itu pada tubuh Badrun, hingga Badrun merasakan apa yang ruh itu rasakan, kepanasan dan terbakar, makanya dia membuka bajunya, lalu aku juga mengulang melakukan itu pada Yoga, memasukkan banyak ruh yang kami bangkitkan melalui energi Wulan dan minyak kasturinya, memasukkan kembali ruh terbakar itu sebanyak mungkin pada tubuh Yoga, agar dia menjadi seperti ayahnya, lalu terakhir, meraka berdua akan aku jadikan tersangka pembunuh Wulan, aku ingin nama mereka menjadi buruk, dikenang sebagai orang busuk.”

__ADS_1


“Jadi selama ini jika Wulan hilang karena ditarik dari jauh seperti yang aku curigakan adalah, Hagir dan kau yang menariknya!” Mulyana baru sadar akan hal ini, dia berpikir terlalu jauh soal sosok Wulan, dia masih menyangka Wulanlah peran utama kejahatan ini sejak dia berubah menjadi iblis, tapi ternyata iblisnya adalah manusia, perempuan lagi! seorang istri yang sakit hatinya, dia bahkan tak peduli, sudah membuat nama dari ayah anaknya tercemar, bukankah itu akan membuat mereka malu, tapi mungkin istrinya Yoga sudah bersiap, dia mungkin ingin hal lain dari suaminya, seperti warisan, makanya dia perlu membunuh suaminya dan menjelek-jelakkan nama suaminya dengan menuduh dialah pembunuh Wulan, dengan begitu semua keluarga akan iba pada istri Yoga dan membiarkannya mendapatkan semua yang dia inginkan, termasuk apa yang dimiliki oleh mertuanya sendiri.


“Ya, tentu saja, aku dan Hagir yang melakukannya dari jauh! Sudahlah, kau tak perlu banyak bicara, aku hanya ingin kau dan Dirga mati juga, terkubur di tanah lapang ini dan akhirnya bisa bungkam untuk selamanya.” Istrinya Yoga bersiap untuk menembak, tapi aneh, saat hendak menarik pelatuknya, istri Yoga tidak bisa menggerakkan tangan, seperti ada yang memegang tangannya dan menahan kepalanya hingga tak bisa menoleh ke belakang, tempat di mana sesuatu yang menahan tangan dan kepalanya berada.


“Lepas!” Istrinya Yoga berteriak.


“Sudah cukup.” Abah Wangsa berkata dengan pendek dan menidurkan istrinya Yoga, sementara botol yang menahan Wulan jatuh dan anak buah yang memegang senjata api itu akhirnya menembak ke segala arah karena bingung, istrinya Yoga terlihat aneh, seperti berusaha melepas pada sesuatu tapi tak ada apa-apa, itu yang dilihat oleh orang kepercayaan istrinya Yoga.


Setelah istrinya Yoga pingsan, abah buru-buru untuk memegang orang suruhan istrinya Yoga untuk berhenti menembak, Mulyana dan Dirga sudah tiarap. Mereka melindungi diri, sementara Abah Wangsa kembali membuat lelaki suruhan itu pingsan seperti tuannya.


Abah lalu mengatakan bahwa ini sudah aman, dia akan memindahkan istri Yoga dan juga orang suruhannya ke rumah Yoga, mereka akan diciduk cepat atau lambat, tapi menolong Yoga dan Wulan adalah prioritas.


Mulyana lalu mengejar Yoga dan memakaikannya baju, sementara Yoga masih memberontak, Mulyana terus membaca doa dan mengusap wajahnya terus menerus hingga tangannya terasa lelah, Yoga lalu pingsan dan akhirnya Mulyana serta Dirga sepakat untuk membawa Yoga ke rumahnya Yoga terlebih dahulu, mengumpulkan mereka semua pada satu tempat dan mungkin akan menelpon Polisi pada akhirnya, tapi sekarang, ada banyak hal yang harus Mulyana korek dari istrinya Yoga, seperti mungkin dia tahu di mana ayahnya Wulan berada, karena tetap saja, Wulan harus dipulangkan dan jika ayahnya ikhlas, mungkin Wulan bisa segera pulang pada Tuhannya.


Dan yang pasti, mereka semua akan dapat balasannya. Jangan kau pikir wanita yang diam saja dia tak mampu membalas, sekali membalas, maka musnahlah rumah tangga itu dan banyak hal lain yang mesti dikorbankan, hanya untuk membalas rasa sakit yang Yoga lakukan pada istrinya setelah ditipu dan diselingkuhi, maka seorang istri mampu membunuh ayah mertua dan suaminya tentu dengan senjata santet.

__ADS_1


Sungguh malang takdir mereka.


__ADS_2