Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 409 : Bulan Madu 7


__ADS_3

Ada sebuah pintu yang sangat besar.  Pintu itu terbuat dari pohon jati yang sangat tebal, ada ukiran tulisan yang tidak kawanan mengerti, seluruh Balian berkumpul di depan pintu itu, dengan duduk bersila, membakar dupa dan menaruh sesajian di depan pintu besar itu.


Aditia dan kawanan masih berdiri menghadap pintu itu, mereka masih dalam keadaan basah karena berendam di kolam tirta suci, seluruh tubuh telah menjelma menjadi aroma Balian, kawanan tidak dapat mencium energi satu sama lain lagi, Karuhun dan Khodam tidak diizinkan masuk, sedang Alka adalah sasaran yang paling dikhawatirkan akan segera diketahui jati dirinya karena dia dan tubuh jinnya menyatu, dia akan menjadi sosok yang unik di mata para makhluk itu.


“Dit, ingat ini baik-baik ya, apapun yang terjadi di dalam, diam dan tetap fokus pada tujuan kita.”Alka berkata dengan menatap wajahnya Aditia.


Aditia takjub karena Alka ternyata mengerti tentang ketakutannya.


“Aku takut kalau ....”


“Apapun yang mereka lakukan padaku, percayalah, aku takkan membiarkan mereka menyentuhku, tidak seujung kuku pun.”


Aditia menatap ke arah Alka dan tersenyum.


“Aku akan menjaga semua yang kau sukai, termasuk diriku sendiri, karena aku sudah berjanji pada bapak akan menjagamu dengan seluruh hidupku. Makanya aku akan menjaga diriku sebaik mungkin, kau harus percaya padaku ya, Dit.” Alka berkata dengan hati-hati.


“Aku tidak janji kalau saja ada salah satu dari mereka menyentuhmu, kau tahu itu kan, Alka, kita tidak berada dalam fase basa-basi di mana maksudku kau tidak akan mengerti, bukan?”


“Aku paham, aku akan menjaga diriku dengan baik, hati, jiwa dan tubuhku, milikmu.” Alka mengatakan dengan tegas bertepatan ketika mereka akan masuk ke dalam pintu besar itu, pintu yang sangat tinggi, hingga setiap manusia yang berada di depan pintu itu akan terlihat sangat kecil.


Aditia mendengar itu sungguh sangat bahagia, dia memiliki keberanian yang tiba-tiba datang, karena sejak sampai di sini, gusarnya hanya tentang bagaimana Alka akan selamat dari para makhluk itu.


Pintu besar itu di buka, pintu yang memiliki dua daun pintu itu dibuka oleh masing-masing 3 orang pada daun pintu sebelah kanan dan daun pintu sebelah kiri.


Setelah terbuka, dalam dari balik pintu itu terlihat ruangan yang sangat gelap, para Balian membaca mantra, kawanan di antar untuk masuk ke dalam. Setelah kaki-kaki kawanan itu masuk, pintu ditutup kembali, kawanan kecuali Alisha masuk ke dalam pintu itu.


Kawanan terbiasa dengan dunia ghaib, tapi dunia ghaib milik Bali tidak pernah mereka datangi, maka ada sensasi berbeda di sini, itu membuat Kawanan lumayan merasa merinding.


Aditia memimpin jalan, mereka jalan berdekatan,  tidak memberikan jeda untuk satu sama lain, Alka sengaja diapit di tengah-tengah, hanya untuk memastikan bahwa energi jinnya tidak terdeteksi.

__ADS_1


Saat mereka berjalan, tiba-tiba ruangan yang kosong dan gelap itu menjadi penuh sesak. Suasana ruangan juga menjadi abu-abu, udara terasa pengap, tidak gelap tapi remang-remang, ada asap aneh yang terasa baunya dihidung, sepertinya dupa.


Semakin masuk ke dalam, semakin banyaklah makhluk itu memenuhi ruangan, entah apa yang mereka lakukan di sini, mungkin memang markasnya Balian dengan para peliharaannya.


Sosok pertama yang mendekati mereka adalah, sosok yang mirip dengan manusia, dari ukuran tubuh dan wajah, hanya satu yang berbeda dari wajahnya, yaitu tak ada lekukan diantara hidung dan mulut, orang-orang Bali menyebutnya Tonya, biasanya Tonya menghuni sungai atau pohon-pohon besar, khasnya Tonya adalah, mereka hidup berkelompok.


Tonya itu berjalan mendekati kawanan, mereka melihat kawanan, tapi mereka terlihat bingung, mengendus dan mencoba untuk meraba, Aditia dan yang lain semakin berdekatan menjaga Alka agar tidak tersentuh.


Satu Tonya memegang wajah Aditia, wajah Ganding, sedang Tonya yang lain memegang bahu Jarni, Ganding menatap dengan kesal, Jarni hanya datar saja, tak ada rasa takut ataupun jijik, dia terlihat sangat santai dengan ini.


Tonya lalu mencium lebih ke dalam lingkaran kawanan lagi, sepertinya dia menyadari ada energi lain dalam kerumunan orang-orang asing yang masuk ke alam mereka ini.


Kawanan terus berjalan walau Tonya masih berusaha mengendus dan hendak meraih Alka.


Tapi di satu titik, Tonya berhenti dan tidak mengejar lagi. Kawanan lolos dalam kumpulan Tonya.


Aditia dan kawanan kaget, karena setelah Tonya tidak mengikuti mereka lagi, tiba-tiba ada begitu banyak batok kelapa yang menggelinding di hadapan mereka, batok kelapa itu terlihat aneh.


Ganding menatap Aditia, karena dia melihat ini bukan batok kelapa, tapi ini ... Kemangmang.


Makhluk ini memang hanya memiliki kepala saja, sudah kepala saja, itupun tak utuh, karena kepalanya bolong pada bagian atas.


Kemangmang yang tadinya diam, tiba-tiba ‘mereka’ saling berbisik dan tertawa bersamaan, membuat kawanan merasa panik karena tiba-tiba berisik, kawanan masih tidak diizinkan untuk berkata, mereka hanya perlu jalan kaki saja dan tidak melawan sama sekali.


Kemangmang tidak dapat menyentuh mereka, tapi bukan berarti tidak mampu mengganggu, suaram mereka semakin lama semakin bising dan membuat sakit kuping kawanan, bahkan akhirnay kuping mereka berdarah. Kemangmang ini memang makhluk yang terkenal pengganggu bagi petani, mereka membuat hasil pertanian gagal untuk panen, gangguan mereka biasanya dikarenakan pesanan orang lain, pesanan dari musuh seorang Petani yang hendak mereka jatuhkan usahanya.


Makanya suara mereka mampu mengganggu apapun yang ada disekitarnya, seluruh makhluk hidup menjadi mati jika ada di dekat mereka, sedang kawanan sudah dilindungi dengan cara mandi di klam Tirta itu, sehingga tidak akan menyebabkan efek fatal saat mendengar suara Kemangmang.


Kawanan terus melanjutkan perjalanannya, masih saling berdekatan tanpa jeda, Alka berada di tengah-tengah kawanan diapit oleh 4 orang itu.

__ADS_1


Suara Kemangmang perlahan menghilang, wujud mereka juga sudah mulai berkurang hingga akhirnya hilang sama sekali.


Mereka berhenti sejenak karena lelah, berjalan saja diam dan khawatir itu ternyata lelahnya lebih terasa, menahan dengan sabar setiap serangan itu sungguh butuh kesabaran yang tinggi.


Setelah sudah siap, mereka jalan lagi, berjalan perlahan, ada sesosok yang mondar-mandir, total mungkin ada 3 sampai 5 makhluk yang berjalan bolak-balik itu.


Melihat kawanan mereka jadi tertarik, mendekati mereka secara bersamaan dengan sekejap, detik lalu mereka berada cukup jauh, sedang detik selanjutnya tiba-tiba para makhluk itu sudah ada di hadapan Aditia, Hartino dan Ganding, sedang sisanya ada di atas kepala mereka.


Energi Alka jelas terasa, makanya makhluk ini mengintai dari atas.


Nama makhluk ini adalah Celuluk, mereka juga biasa disebut leak gundul. Wujud mereka cukup mengerikan, dengan rambut tebal dan botak pada bagian depan. Mereka memiliki payudara yang besar, taring yang tajam hingga menyumbul ke luar dan mata membelalak.


Bau yang busuk cukup mengganggu saat mereka mendekat. Aditia melihat ke arah atas, celuluk itu mulai mencoba untuk meraih tubuh Alka, karena mereka sangat penasaran dengan energi yang terasa sangat tipis, energi itu terasa di bagian tengah kawanan, walau kawanan terlihat secara jelas, tapi energi mereka tidak dapat ditangkap oleh celuluk tapi pada bagian tengah, salah satu Celuluk mulai merasa sadar dengan energi tipis itu berada.


Aditia memberi kode pada Ganding, Ganding mengerti dia mundur, menggantikan posisi Alka, sedang Alka mundur menggantikan posisi Hartino, sedang Jarni bergerak ke samping menggantikan posisi Ganding. Itu membuat celuluk yang hampir saja menyentuh rambut Alka gagal, dia malah menyentuh kepala Ganding. Energi itu seketika hilang, celuluk yang sadar dengan energi tipis yang hilang merasa bingung, karena energi itu hilang.


Dengan posisi seperti ini, kawanan mengerti, bahwa pemimpin dari celuluk ini adalah dia yang berada di atas tadi.


Sementar celuluk itu mencoba untuk mencari lagi energinya, Alka terus mengganti posisi, sambil kawanan terus berjalan maju, mereka melakukan semuanya seperti merubah posisi dalam sebuah terian, sangat lembut dan indah.


Celuluk terus saja mencari energi itu tak berhenti juga mengincar Alka yang terus merubah posisi, hingga akhirnya celuluk terdiam pada satu lokasi, mereka baru sadar hampir saja melewati batas kekuasaan.


Celuluk itu buru-buru berhenti mengejar kawanan dan berlari ke arah belakang kawanan.


Sudah selesai berurusan dengan celuluk.


Sedang kawanan benar-benar sudah kehabisan energi, mereka kedingnan, karena dunia ghaib memang dingin sekali, apalagi mereka masuk dalam keadaan basah kuyup.


Mereka memutuskan untuk berhenti cukup lama, karena sangat lelah, tadi mereka merubah-rubah posisi agar energi Alka yang tipis tidak terdeteksi.

__ADS_1


Masih tanpa suara, mereka saling mendekat dan diam, hanya terdengar suara nafas yang berat dari seluruh kawanan. Mereka kelelahan padahal yang terakhir adalah yang paling menakutkan dan mengerikan.


Dapatkan kalian menebaknya, apakah makhluk di depan sana yang sangat menakutkan itu?


__ADS_2