
[Kenapa?] Aditia menjawab panggilan dari telpeon genggamnya, kawanan sedang makan malam di suatu kafe, biarpun mereka anak-anak yang sangat sibuk menangani kasus, tapi mereka terkadang juga menikmati waktu seperti anak muda lain, berpacaran bersama kekasih di kafe ternama, saat ini mereka sedang di kafet puncak. Bukan tempat yang terkenal, karena pasti jadi keributan di sana, karena kafe terkenal banyak sekali ‘mereka’, bisa jadi peliharaan dari pemilik kafe, bisa jadi bawaan pelanggan bahkan malah penghuni tanah itu sebelum kafe dibangun.
Kedatangan kawanan seperti tantangan yang membuat mereka resah dan gelisah. Makanya emreka lebih suka tempat yang tidak terlalu ramai dan penunggunya hanya penghuni tanah lama, karena usia penghuni itu mirip dengan para khodam dan Karuhun milik kawanan, maka biasanya seperti reuni kawan lama saja.
Jadi suasananya lebih tenang dan tentram, acara malam minggu jadi lebih syahdu dan romantis.
[Kau yakin ini karena hal ghaib?] Begitu mendengar suara Aditia mulai khawatir, kawanan yang tadinya sedang berbincang santai dan tak acuh pada obrolan Aditia entah dengan siapa disebrang sana, mereka jadi diam dan fokus mendengar apa yang Aditia hendak katakan.
[Ya, ini hal ghaib, karena tidak mungkin itu terjadi dalam waktu singkat, kau harus ke sini, karean ini taruhannya nyawa, mereka baru menikah satu minggu, lalu sudah di sini selama 3 minggu, padahal rencana mereka di Bali hanya 1 minggu saja, tapi mereka tunda kepulangan karena tidak bisa pulang,] jawab dari sebrang sana.
[Apa asumsimu?] Aditia bertanya lagi.
[Genderuwo mungkin, aku tidak bisa memikirkan yang lain, tapi aku tidak bisa merasakannya, padahal aku di lokasi.]
[Gandaruwa!] Aditia mengoreksi, karena Kharisma Jagat tidak boleh salah memberitahu nama makhluk, salah nama salah penanganan.
[Iyaaaa, itu maksudku.]
[Gandaruwa itu difitnah, kau tidak tahu, kau tidak membaca kitab!]
[Tapi kitab kan bisa saja salah, kami mempercayai bahwa Gandaruwa bisa saja menjadi bengis, Dit.]
[Kalau begitu, kau tanganilah sesuai keyakinan kalian.] Aditia kesal karena masih saja ada Kharisma Jagat yang salah menilah tentang makhluk, padahal kitab sudah disebar, banyak hal yang salah tersebar di kalangan masyarakat, tidak masalah kalau yang berkata bukan Kharisma Jagat atau manusia awam, tapi kalau Kharisma Jagat yang salah sangka, maka itu adalah suatu kelalaian yang harus dibenarkan.
[Dit! Ayolah, ini kan penduduk wilayah penanganan kawanan, mereka pendatang di Bali, jadi kau harus membantu.]
[Hei! aku bahkan menangani masalah di luar kota, jauh dari area kerja kawanan, tapi kau tahu kan, kalau kawanan tidak suka diintervensi! Sedang aku tahu, Kharisma Jagat Bali itu sulit untuk berdiskusi, kalian punya peraturan sendiri, aku tidak mau ribut, nanti di sangka kami sok tahu dan dan akhirnya terjadi keributan, ayahku juga dulu wanti-wanti, Bali adalah salah satu daerah yang tidak akan ditangani oleh ayahku, karena kalian punya peraturan sendiri walau ada Kharisma Jagat di Bali, tapi kalian ikut paraturan di sana. Tidak ada kitab yang disusun ayahku menceritakan tentang pengalamannya menangani makhluk di Bali.
Jadi, aku mungkin akan menolaknya.] Aditia pada kesimpulan, kawanan terlihat semakin penasaran, karena haram bagi seorang Kharisma Jagat menolak kasus.
[Dit, aku sudah kirim video dan foto, kau buka file penyimpanan virtual ya, aku sudah memberikan link approval untuk bisa lihat pada Hartino, kalian harus lihat dulu, kalau memang kalian kira ini tidak sepadan untuk ditangani, kau baru tolak. Tapi kalau kau berubah pikiran, aku akan persiapkan kedatangan kalian ke sini, aku akan pastikan bahwa kami akan memberikan ruang yang luas untuk kalian, termasuk perjanjian kedatangan, aku tahu bahwa menembus Bali tanpa perjanjian dengan ‘mereka’ memang sulit. Karena kota kami adalah kota dengan magis yang sangat tinggi.
Tapi aku akan pastikan bahwa kalian akan disambut dengan baik. Karena sudah 2 minggu lebih, kami kesulitan memecahkan ini, aku merasakan energi Kharisam Jagat yang kuat di sini sebelumnya, makanya aku langsung menelponmu, energinya jauh melampauiku, aku tidak bisa memecahkan kasus ini Dit, aku ralat! Kami tidak bisa memecahkan kasus ini. Kami butuh bantuan kalian.]
__ADS_1
[Yaudah, kawanan akan lihat filenya, tapi kalau kami tetap menolak, artinya kalian tidak akan memaksa dan bahkan melapor pada Ayi, kan?]
[Aku janji takkan melapor, tapi aku yakin, kalian pasti terima kasus ini, karena ini sesuatu yang berbeda, kalian harus segera ke sini, sebelum semua terlambat.] Kharisma Jagat bernama Jajat itu berkata dan menutup teleponnya setelah menyampaikan semua hal yang perlu dia katakan.
Jajat adalah salah satu Kharisma Jagat yang sangat hebat, walau kelasnya dua tingkat di bawah Aditia, tapi dia sangat berbakat.
Ibunya dari Bali, ayahnya Kharisma Jagat Pasundan, mereka memutuskan tinggal di Bali dan mengabdi bersama para tetua adat dan budaya di sana.
Walau aliran mereka berbeda, tapi makhluk ghaib tetaplah makhluk ghaib dan penanganan Jajat dan keluarganya dalam hal ghaib jadi terasimilasi dengan adat dan budaya Bali, jadinya agak bergeser dari kebiasaan Kharisma Jagat sesungguhnya.
Hal ini tidak salah atau menyimpang, tapi terkadang jadi masalah kalau Aditia harus ikut menangani masalah di sana. Akan banyak perbedaan penanganan, misal cara pengusiran, cara penangkapan bahkan cara pemulangan, semuanya bisa jadi keributan yang tersulut secara terus menerus.
“Dit, ada apa?” Ganding bertanya tanpa membiarkan Aditia berpikir dulu, benar-benar sedetik setelah Aditia menutup telepon dengan logo apel digigit itu.
“Bali Nding, nggak lah, terlalu berat.”
“Tapi kan katanya ada file yang dikirim, Dit. Suruh Har liat dulu deh.” Alka membujuk.
“Aku agak malas ke sana, kalian kan tahu, peraturan kedatangan kita saja akan amat sangat rumit. Sama-sama di negara Indonesia, tapi kalau kita yang datang, ritual akan menggila. Bahkan lebih rumit dibanding mengurus Pasport dan visa negara lain. Kita akan kelelahan bahkan hanya pada ritualnya saja.”
Aditia mengalah, mereka semua masuk ke mobil jeep mewah yang mereka bawa, karena ke PUncak tujuannya berlibur saja, mereka tidak membawa angkot, hanya 1 mobil jeep yang dikendarai sendiri, mereka akhirnya bersama-sama masuk ke jeep bagian belakang.
Hartino membuka laptopnya dan mengambil file dari penyimpanan virtual. Kharisma Jagat memiliki server sendiri yang diciptakan oleh Hartino dan beberapa Kharisma Jagat lain yang memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang tekhnologi.
Mereka menciptakan server dengan kapasitas sangat besar yang bisa diakses seluruh Kharisma Jagat di dunia ini, fungsinya adalah agar semua Kharisma Jagat memiliki tempat virtual untuk saling bertukar data dengan file ukuran besar.
Cara mengakses datanya hanya tinggal membagi link approval pada target yang diizinkan untuk membuka file rahasia itu.
Maka ketika Jajat mengirim file kejadian di Bali, hanya Hartino yang dapat membukanya, karena link approval dikirim padanya, jadi tidak semua Kharisma Jagat bisa lihat.
Projek server ini memang dibangun setelah Kawanan bertemu Aditia dan memutuskan menyelesaikan kasus bersama.
Hartino tidak punya wewenang membangun server itu sebelumnya karena dia bukan Kharisma Jagat, tapi ketika akhirnya Aditia setuju mereka bergabung, maka kawanan dianggap satu kesatuan oleh seluruh organisasi Kharisma Jagat di dunia, Aditia mewakili seluruh kemampuan kawanan.
__ADS_1
Kawanan diakui sebagai bangsawannya Kharisma Jagat, karena nilai mereka sangat tinggi dalam menyelesaikan kasus, bahkan para senior tunduk pada mereka, kecuali daerah tertentu, seperti Bali, Aceh dan Jogja, mereka daerah yang sulit tersentuh oleh Kharisma Jagat.
Banyak ritual dan perjanjian yang harus dilakukan saat ada kasus yang meminta pertolongan kawanan, karena daerah itu memiliki adat dan budaya sendiri yang harus dihormati.
“Aku mulai buka file video pertama ya, Dit.” Hartino sudah mendownload file yang diperlukan, kecepatan download mereka memang luar biasa, karena mereka tidak memakai jaringan provider setempat, tapi memakai jaringan satelit milik sendiri.
VIDEO PERTAMA ....
Ada seorang wanita yang ditidurkan di sebuah kasur besar, ruangan kamar itu sungguh mewah, ada seorang ustad yang didatangkan, video ini rupanya dari kerabat si wanita itu, karena yang mengambil gambar adalah seorang pria yang memanggil wanita itu dengan sebutan kakak.
“Kak! Sadar Kak!” Yang mengambil video itu berkata dengan menangis.
Sementara ada seorang lelaki yang kemungkinan suami dari wanita yang terbaring itu, suaminya hanya duduk di smaping istrinya, memegang istrinya dengan erat sambil menangis.
Sementar sang istri terus tertawa, dia tertawa sembari berkata dengan lantang.
“Mana suamiku! Mana suamiku!” Wanita itu berkata dengan suara lantang yang parau.
“Kak, itu suamimu di sampingmu!” Suara orang yang mengambil video.
“Mana suamiku!” Wanita itu terus berteriak memanggil suaminya, padahal katanya suaminya ada di sampingnya.
“Gea, ini aku suamimu, aku mohon Gea, lihat aku.” Anto suaminya berkata dengan sedih, dia tidak malu menangis di sana.
“Bukan! kau itu bukan suamiku!” Gea berteriak di samping suaminya, meludahi suaminya dan berusaha melepas ikatan tangan dan kakinya, suaminya terus memegang tubuh istri dengan sangat erat.
Ustad terus melantunkan ayat-ayat Al Quran, tapi tetap saja Gea berteriak tanpa terpengaruh dengan apa yang diucapkana oleh sang Ustad.
Bukan Al Qurannya yang tidak mempan, tapi pembacanya yang ilmunya kurang cukup.
Jadi kitab suci kami bukanlah cara yang salah, tapi orang yang membacanya yang salah.
Sepanjang Video sang istri yang diikat itu terus mencari suaminya, wajahnya pucat menghitam, tubuhnya terlihat kurus, katanya ini seminggu setelah mereka di Bali.
__ADS_1
Ustad terdengar berhenti melantunkan ayat suci AL Quran, dia terdiam sesaat, lalu muntah darah, ustad itu ambruk dan tidak kuat lagi, dia terus batuk memuntahkan darah.
Dia kalah.