
Semua kandidat Ratu disingkirkan, tidak diterima kerajaan, seharusnya mereka bisa saja menjadi selir, tapi Abiyasa telah berjanji pada Sarika, tidak ada perempuan lain di kerajaannya yang akan menemani malamnya, tidak akan ada kata berbagi suami dan tidak akan pernah ada selir yang bisa membuat Abiyasa berpaling.
Pernikahan diatur, butuh waktu beberapa lama untuk persiapannya, karena pernikahan Raja adalah waktu yang paling sakral.
Sementara Sarika telah tinggal di pendopo Raja sejak sakit, Raja adalah peraturan, maka tak mengapa jika wanitanya berada di kamarnya, walau mereka tetap menjaga kesakralan hubungan, tidak tidur bersama, walau tidur di tempat yang sama.
Malam tiba, Sarika tidak bisa tidur, dia terus saja khawatir dengan Raja, karena dia mencium bau busuk setiap kali berada di pendopo ini.
Malam ini dia mencoba memejamkan mata agar bisa tidur, Raja tidur di kasurnya, sementara Sarika tidur di kasur lain dalam satu rungan yang sama.
Tiba-tiba lolongan anjing terdengar, suara jangkrik dan semua binatang malam, hening. Sangat hening.
Ayi bangun dengan cepat, begitu dia berdiri, Ayi langsung berlari ke arah Raja dan menangkis bola api yang hendak menghampiri tubuhnya yang sedang tertidur. Tangan Ayi terbakar, Raja menyadari itu juga langsung terbangun. Dia sangat murka melihat tangan Ayi terbakar, dia memegang tangan itu dengan sedih.
“Nanti dulu, kita harus bersiap, sepertinya mereka akan menyerang malam ini.”Ayi mengeluarkan senjatanya, tentu saja selendang, Karembo. Sementara Raja langsung mengambil pedang yang selalu ditaruh di dekatnya.
Ayi dan Raja keluar bersamaan, mereka melihat begitu banyak sosok mengerikan berdiri di depan kamar mereka.
Ayi dan Raja bersiap, mereka bertarung dengan semua ruh jahat yang dikirim. Walau tangan Ayi masih terasa sakit, tapi dia terus bertarung dengan menyabet karembonya ke segala arah, efek sabetan itu membuat makhluk tak kasat mata langsung gosong dan akhirnya musnah.
Raja dan Ayi saling membelakangi karena musuh mereka begitu banyak, Abah Wangsa dan Panglima Erlangga keluar, mereka membantai habis semua makhluk itu, walau terus saja bersantai.
Aditia masih jadi penonton, walau dia melihat semua kejadiannya secara patah-patah tidak berdasarkan waktu sebenarnya di kerajaan pada masa itu, dia hanya menyaksikan semuanya sepotong-potong.
Saat sedang bertarung, Raja merasa ada angin yang sangat kencang mendatanginya, angin itu tiba-tiba menggulung Raja dan membawanya pergi ke dunia lain, Ayi tidak menyadarinya bahwa kekasihnya di bawa ke dunia lain.
Raja terjatuh pada zona ghaib, gelap dan pengap.
Raja bangkit dari jatuhnya dan mencoba mencari jalan keluar.
Seorang wanita berjalan menyeret kakinya, dia terlihat cantik walau tubuhnya terlihat sangat tua.
Ratu Amanasih berdiri di hadapan Raja, Raja hendak menyerangnya dengan pedang, tapi dia tidak bisa menggerakkan tangannya sama sekali, bahkan seluruh tubuhnya lumpuh, persis seperti ketika Ayi Mahogra Seira di sekap oleh nenek-nenek di rumah sakit, mereka terjebak di zona ghaib yang jin dengan tingkat ilmu tinggi ciptakan.
“Kau sangat tampan, sayang kau manusia.” Ratu Amanasih, mendekati Abiyasa dan memegang wajahnya, Abiyasa tidak sudi, tapi dia tetap tidak bisa mengelak karena tubuhnya kaku.
“Kau berada di duniaku, kau tidak akan bisa apa-apa kecuali Karuhunmu bisa menemukan tempatku dan mendobrak pintu masuknya, tapi tentu saja, tempat yang aku ciptakan ini bukan tempat yang bisa ditemukan dengan mudah.
“Kau mau apa!” Raja bertanya, dia masih bisa bicara walau tubuhnya kaku.
“Kau tahu, aku mungkin tidak bisa berbuat apa-apa soal ibu tirimu, dia sudah kau asingkan dan sekarang telah menjadi wanita gila.
Maka aku menawarkan perjanjian baru untukmu.”
“Kau lupa, kalau aku punya Karuhun?”
“Tidak, kau bisa punya Karuhun lebih dari satu, lagi pula, dia mantan suamiku, kami bisa saja kembali rujuk.”
“Apakah kau mau beriman kepada Tuhan dan tidak meminta tumbal?”
“Kalau itu aku tidak bisa janji. Karena setelah mengadakan perjanjian denganku, artinya kau harus mengikuti apapun yang aku inginkan.”
__ADS_1
“Aku atau kau yang akan menjadi tuan?” Raja bertanya.
“Masalahnya, kalau kau menolak pun, kau tidak akan selamat dari sini.”
“Hei jin perempuan tua, kau tidak tahu siapa calon istriku?”
“Ayi Mahogra? Dia hanya wanita belia, tidak akan mungkin bisa melawan jin ratusan tahun sepertiku.” Ratu Amanasih terlihat sangat sombong.
“Kau berarti tak mengenalnya ....” Begitu Abiyasa selesai berbicara, tiba-tiba selendang milik Ayi menyabet tubuh Amanasih, Ratu itu kaget dan kesakitan, Abah Wangsa ikut bersama Ayi dan Panglima menghadapi pasukan ruh jahat di luar zona ghaib.
“Ba-bagaimana kau bisa masuk ke sini? bagaimana kau tahu tempat ini?” Amanasih terkejut.
“Kau tidak kenal aku? Aku Sarika, Ayi Mahogra, Ratunya Kharisma Jagat yang berdiri di dua dunia, aku bisa melacak zona ghaib yang kau ciptakan dalam hitungan detik dan merobek zona itu jika aku mau. Aku telah dipersiapkan dari lahir untuk menjadi ratu dari Kharisma Jagat yang merupakan tuan dari Karuhun. Maka kau pun harus tunduk!” Ayi Mahogra terdengar sangat marah saat mengatakannya.
Pada masa selanjutnya, Seira setelah dibuka mata batinnya, juga bisa bebas mendeteksi zona ghaib yang dibuat jin-jin jahat untuk mencelakai manusia atau kalangannya juga. Seira tidak sehebat Sarika karena Seira telah di tutup mata batinnya sejak kecil, sehingga tidak punya kesempatan untuk dilatih, begitu mata batinnya terbuka, Seira berlatih dengan sendirinya, secara alami menjadi Ayi Mahogra.
Berbeda dengan Sarika, kelahirannya telah tercatat di kitab Kharisma Jagat, kitab itu memprediksi kelahiran seorang wanita yang akan menyatukan seluruh Kharisma Jagat, tidak akan ada satupun Kharisma Jagat yang bisa menumbangkannya, karena kemampuan Sarika yang begitu tinggi.
Orang tua Sarika adalah sepasang Kharisma Jagat, ketika hamil Sarika, orang tuanya sudah tahu, bahwa takdir anaknya adalah menjadi pemimpin mereka semua. Makanya Sarika sejak lahir sudah dilatih, hingga kemampuannya di umur yang masih belia, tapi sudah sangat tinggi.
“Aku tidak punya tuan, tapi aku melakukan perjanjian, aku tidak mengabdi pada satu keluarga, tapi aku memilih budakku.” Amanasih bangun, dia tadi terjatuh saat terkena sabetan Karembo.
“Kalau begitu kau perlu diajari untuk tunduk pada satu tuan dalam satu keluarga.”
“Kau bocah ingusan, berani sekali kau ....”
Ayi menyabet lagi Karembonya, Amanasih berlari, dunia ghaib yang dia ciptakan bahkan tak mampu membuatnya menghilang, karena Ayi mengunci semua pintu agar Amanasih tidak bisa keluat. Ayi mengendalikan zona ghaib ini.
“Karuhun Kejam, berhenti kau!” Ayi terlihat kesal karena Amanasih masih saja berlari.
Ayi melihat Abiyasa telah lepas dari ikatan Ratu Amanasih, mereka hendak keluar, tapi saat mereka keluar tiba-tiba Ratu Amanasih berkata ....
“Wangsa, apa kabar? Perjanjian kita masih berlaku?” Abiyasa dan Ayi terkejut, apa maksudnya Amanasih berkata seperti itu.
Wangsa diam, dia tidak punya pembelaan, makanya dia diam.
“Wangsa, kenapa kau diam, bukankah kita punya perjanjian? Kalau kau akan memastikan Selir Diah naik takhta dan membuat Ratu Dahlia mati dalam keadaan didustakan olehmu?” Amanasih menjadi-jadi.
“Apa maksudnya, Bah?” Abiyasa penasaran, karena menyangkut ibunya.
Wangsa diam saja,Ratu Amanasih masih terus mengoceh ....
“Karuhun yang kau banggakan ini, yang kalian amat percaya ini, telah melakukan perjanjian denganku, bahwa Diah akan menjadi Ratu, dia melakukan itu karena tahu kalau Diah tidak akan punya keturunan dan posisimu akan aman sebagai Putra Mahkita, makanya dia setuju, walau akhirnya harus menjadi pengkhianat tuannya, Ratu Dahlia.”
“Apa maksudmu Abah pengkhianat!” Abiyasa semakin penasaran.
“Abiyasa! Jangan dengarkan wanita ini! cepat bawa dia ke luar dari zona ghaib!” Ayi terlihat memaksa.
“Kau tahu kan Sarika!” Abiyasa semakin menyelidik, Sarika diam, dia tidak bisa mengelak, karena salah satu kemampuannya adalah melihat masa depan dan masa lalu.
“Abiyasa ....”
__ADS_1
“Ayi, biarkan dia mendengar apa yang perlu dia ketahui, aku telah mempersiapkan kalau ini terjadi.” Wangsa pasrah.
“Lanjutkan.” Abiyasa meminta Amanasih bercerita.
“Karena perjanjian aku dan Wangsa, makanya Negeri ini porak-poranda, terjadi banyak kemiskinan, bencana alam dan kerajaan yang berantakan karena semua bala itu, berasal dari Diah, Ratu jahat yang Wangsa setujui sebagai orang yang tepat mendampingi Raja, ketika Ratu Dahlia sekarat!
Dia tidak perduli dengan Negeri ini, karena yang dia pedulikan adalah tuannya saja, kau, sang Putra Mahkota. Bukankah itu sangat egois, ibumu meninggal tanpa tahu, telah dikhinati oleh Karuhunnya sendiri, satu-satunya makhluk yang paling dia percaya di dunia ini, selain dirinya sendiri.
Dia tidak tahu kalau Wangsa mengorbankan Negeri ini dan banyak orang hanya untuk seorang Pangeran. Kau tahu bukan, akibat kemiskinan dan bencana alam itu, berapa banyak orang tidak bersalah mati.
Wangsa memang seorang pengkhinat, setidaknya aku jujur, menyatakan keinginanku, kau mau memiliki Karuhun pengkhianat seperti itu, dia bahkan membuat ibumu terbodohi dalam kematiannya.”
Ratu Amanasih meniupkan perpecahan pada Raja Abiyasa, Ayi tahu, kalau ini terjadi, Wangsa takkan selamat dari Abiyasa.
Ayi menarik Abiyasa, sementara Abah menangkap Amanasih, dia kan ditahan terlebih dahulu, Karembo mampu menahan tubuh tak kasat matanya agar tidak bisa mengeluarkan ilmunya.
Ayi membawa Abiyasa ke taman belakang kerajaan, tempat biasa dulu mereka bergurau, saat Sarika belum dinobatkan menjadi istri Raja.
Aditia mengikuti Sarika dan Abiyasa, dia ingin tahu apa yang bisa membuat Abiyasa luluh.
“Kau tahu kan kalau Abah telah mengkhianati ibuku?” Abiyasa terlihat marah.
“Abiyasa wahai calon suamiku, bukankah ....
“Kau tahu kan!” Abiyasa membentak Ayi.
“Abiyasa sayangku, dengar ....”
“Aku bertanya padamu! KAU TAHU KAN!!!” Abiyasa semakin meninggikan suaranya dan memegan pundak Sarika dengan kasar.
“Wahai pemuda Kharisma Jagat, tunduk kau padaku, Ratumu, menunduklah pada Ratumu!” Seketika Abiyasa jatuh bersujud, Ayi terpaksa harus menggunakan kekuasannya sebagai Ratu Kharisma Jagat untuk menenangkan calon suaminya.
Ayi lalu duduk di hadapan Abiyasa yang masih bersujud.
“Maafkan aku terpaksa berbuat seperti ini, kau harus mendengar penjelasanku.
Pertama, kau benar aku tahu, ketika memegang tubuhmu untuk pertama kalianya, aku melihat masa lalumu, dari masa lalumu, aku melihat masa lalu ibumu.
Aku melihat saat Wangsa akhirnya setuju untuk melakukan perjanjian ....”
“Dia benar-benar pengkhianat!” Raja kembali marah, wajahnya telah terlihat lagi.
“Abiyasa!” Ayi memeluk calon suaminya, “Kalau dia tidak menerima perjanjian itu, kau sudah lama mati, karena ibumu adalah klan tertinggi Kharisma Jagat yang ingin ditumbangkan oleh semua Kharimas Jagat di negeri ini.
Dia bertarung sendirian, hanya dengan Karuhunnya, Abah melindungimu!”
“Dan mengorbankan Negeri ini, kau tahu Ayi, setiap aku mengunjungi rakyatku yang kelaparan, rakyatku yang terkena bencana alam, aku sangat sakit, sakit melihat betapa susahnya Negeri ini, aku tidak pernah tahu, bala itu muncul karena aku, aku yang menyebabkan mereka sakit dan mati! itu yang kau tak tahu!” Abiyasa kali ini menangis, mengingat betapa rakyatnya sangat amat menderita.
“Abiyasa, kau bukan penyebabnya, Ratu Diahlah penyebab bala itu, karena jika Ratu Diah mendampingi Raja, maka Raja menjadi seseorang yang fasik, Raja yang fasik akan membuat Negeri kacau balau, semesta menghukum Negeri itu karena pemimpun yang tidak bisa mengemban tanggung jawab.
Ayahku tidak bisa memimpin Negeri ini dengan baik, karena dia memiliki pasangan yang fasik seperti Ratu Diah! Aku akan menghukmnya!” Abiyasa ingin Ayi mengerti.
__ADS_1
“Kalau begitu kau juga akan menghukumku? Karena aku menutupi itu darimu?” Ayi bertanya.
“Bagaimana mungkin aku menghukummu, sedang kau Ayi Mahogra dan terlebih lagi kau calon Ratuku, perasaanku padamu tidak berubah sedikitpun, tapi jika menyangkut Karuhunku, itu wewenangku, aku yang akan menghukumnya.”