
Satu minggu berlalu, lima sekawan dan Rania tidak pernah meninggalkan Alisha sendirian, terlebih Hartino, dia menemani Alisha sepanjang hari, tak bergeming sedetikpun, dia bahkan kesulitan untuk makan, tubuhnya terlihat kurus dalam hitungan hari, dia juga sangat berantakan. Alisha belum bangun juga, Dokter bilang otaknya masih berfungsi, tapi mengalami kerusakan, tapi anehnya tidak ditemukan memar pada kepala, karena kerusakan otak hanya bisa ada jika terjadi tumbukan benda tumpul atau tajam pada kepala.
Dokter masih mencari apa penyebab dari kerusakan otak yang dialami Alisha, walau setelah seminggu masih belum diketemukan juga.
“Rania, kau yakin tidak melewatkan apapun? Ini sudah seminggu, aku takut kalau ….” Hartino bertanya pada suatu siang, dia masih saja kesulitan makan dan terpaksa makan jika sudah tak bertenaga sama sekali, dia hanya makan agar masih bisa bangun dan menemani kekasihnya.
“Tidak ada yang aku lewatkan, semua sudah kita lakukan, seharusnya jin tua itu keluar, karena dia benci tubuh yang sudah dikotori lelaki.”
“Lalu kenapa dia tidak juga keluar dan masih saja menyekap jiwa Alisha di dalam tubuhnya sendiri?” Hartino bertanya lagi, sedang lima sekawan hanya diam saja, karena mereka tak punya jawaban.
“Hartino, apa kau mencintai nonaku dengan sepenuh hati? apakah kau akan menerima keadaannya, apapun yang terjadi?” Rania tiba-tiba bertanya.
“Memang apalagi yang menjadi kekurangannya yang tidak bisa kuterima? Apalagi yang mungkin bisa menjadi kurang dari Rania!” Hartino bertanya.
“Kau tahu kalau kita semua lahir dari rahim seorang ibu?”
“Ya.”
“Maka kehidupan datang dari rahim seorang wanita, hal ini menggangguku selama seminggu ini, kemungkinan Esash masih di dalam tubuh Alisha karena dia mengharapkan keturunan dari Alisha, dia mengincar anak kalian.”
“Rania, ayolah, apalagi ini, apa maksudmu? anak itu saja belum ada!”
“Saat ini anak itu belum ada, tapi mungkin kelak ada. Maka kita harus memupuskan harapa Esash.”
“Rania!” Aditia berteriak, karena tahu maksudnya.
“Dit, jangan potong Rania, aku tidak mengerti.” Hartino berkata dengan putus asa. Ganding memegang tangan Jarni, perih hatinya karena dia juga mengerti maksudnya.
“Kita harus, mengeluarkan rahim Alisha, kita benar-benar akan membuat tubuh Alisha menjadi tubuh yang sangat dibenci Esash. Tubuh tidak suci dan tidak mampu menumbuhkan kehidupan yang kelak bisa dia tumpangi.”
Hartino jatuh terduduk, lemas dan rasanya mual, dia lari ke kamar mandi dan muntah dengan parah. Ini adalah ketika seseorang terkejut dan ketakutan dalam tingkat yang sangat tinggi, maka dia akan bereaksi seperti ini.
“Aku tahu ini berat, Alisha masih sangat muda dan mungkin Hartino tidak akan mampu bertahan dengan wanita tanpa rahim.”
“Aku tidak perduli walau Alisha tanpa rahim! Tapi jika dia bangun, sadar akan dirinya yang ….” Hartino keluar dalam keadaan pucat.
“Ini cara terakhirku, kau bisa memilih, kau suaminya. Kita diam saja tanpa melakukan apapun dan menunggu, walau aku tahu, itu tak ada gunanya, karena semakin lama dia bangun, maka kerusakan di otaknya akan semakin parah dan bisa saja jadi mati otak, ketika itu bahkan seluruh organ tubuhnya tidak bisa berfungsi lagi. Atau kita ambil resiko, kita keluarkan rahim dari tubuh Alisha, lalu kemungkinan dia ditinggalkan Esash akan tinggi.” Rania berkata dengan tegas.
“Rania, kalau istrinya kenapa-kenapa karena semua saranmu ini, aku akan menghabisimu dengan sangat brutal. Tapi aku tidak punya siapapun yang dipercaya saat ini selain dirimu, karena aku tahu kau banyak hutang budi pada Alisha, maka aku akan melakukan apapun yang menurutmu baik untuk Alisha.”
“Kalau begitu, kita akan persiapkan semua, karena mengeluarkan rahim orang tanpa alasan kesehatan akan menjadi kegiatan ilegal, apakah kalian punya kenalan yang bisa membantu melakukannya secara ilegal, kita tak bisa melakukannya dengan cara yang tidak melanggar hukum.”
“Bisa, kita bisa minta bantuan Dokter Adi.”
__ADS_1
“Har, pikirkan dulu cara lain, kita harus cari cara lain, anak dalam rumah tangga itu penting, kau juga harus memikirkan apa yang menjadi keinginan Alisha.” Aditia Mengingatkan.
“Anak dalam rumah tangga penting Dit, aku tahu! Tapi rumah tangga jika bukan dengan Alisha, maka aku takkan pernah memiliki rumah tangga itu sendiri.” Hartino menolak saran dari siapapun karena dia percaya Rania tahu yang terbaik.
Rania dan Alka lalu bersiap menemui Dokter Adi, sementara Hartino menjaga Alisha, dia tak ingin kemanapun saat ini, dia hanya ingin ada di sisi istrinya.
Alka dan Rania menggunakan mobil mewah milik Alka.
Rania yang menyetir.
“Rania, kau memotong informasinya bukan?” Alka tiba-tiba bertanya.
Rania menatap Alka dengan terkejut, bagaimana Alka tahu.
“Bagaimana kau tahu.”
“Sebagian diriku adalah jin, walau kami dari Negara yang berbeda, tapi pemikiran kami semua hampir sama, mana mungkin kami mau keluar dari tubuh kopong tanpa ….”
“Biar kita berdua saja yang tahu.”
“Kau yakin Rania?”
“Aku tidak pernah ragu jika itu tentang nonaku.”
“Alka, janji padaku, bahwa jika kelak nonaku bangun, maka kau harus ikut menjaganya, kita akan tetap menjaganya, jika saja akhirnya Hartino tidak menepati janjinya dan pergi meninggalkan nonaku, maka kau harus ikut menjaganya, karena tanpa rahim bagi wanita adalah sesuatu yang berat.”
“Aku tidak bicara tentang Alisha, aku bicara tentang resikonya.”
“Kita semua tahu resikonya, karena tanpa nonaku di dunia ini, aku pun takkan bisa hidup. Maka apapun resikonya, kita harus melakukan itu.”
“Kenapa kita harus melalui hal berat ini!” Alka kesal, karena dia merasa Alisha telah menjadi bagian keluarga.
…
Dokter Adi meminta bantuan temannya yang seorang spesialis, karena mengeluarkan rahim bukan perkara mudah, haruslah seorang ahli bedah dan juga dokter kandungan subspesialis onkologi. Karena untuk urusan reproduksi, tidak bisa sembarang Dokter yang boleh mengurusinya.
Kenalan Dokter Adi ini pernah ditolong saat kesulitan soal suaminya yang dipelet rekan kerjanya, Dokter Adi yang mengusir jin pengasihan dari tubuh suaminya, sehingga suaminya menjadi lelaki yang setia kembali.
Maka ketika dimintai tolong mengeluarkan rahim Alisha, Dokter ini setuju walau awalnya keberatan, tapi mereka menceritakan semuanya dengan jujur, apa yang terjadi pada Alisha dan kenapa mereka perlu melakukan itu.
Hal ini dilakukan secara ilegal tentunya, karena kalau sampai publik tahu, semua orang akan masuk penjara, terlebih hal ini dilakukan kepada pasien yang sedang koma, walau dengan persetujuan suaminya.
Operasi pengeluaran rahim akan dilakukan dalam tiga hari ke depan, Alka dan Jarni bekerja keras setiap malam, mengulang mantra agar Esash tidak tiba-tiba keluar, karena waktu lemah Esash hanya dua hari setelah Alisha koma. Saat waktu lemah itulah, Jarni dan Alka membangun dinding ghaib yang sangat kokoh agar Esash tidak berulah. Karena dia bisa saja keluar dari tubuh Alisha, tanpa meninggalkannya, hanya untuk membuat keributan.
__ADS_1
Tapi selama ini Esash tidak keluar, Rania menduga, kalau Esash sedang ragu, dia takut jika keluar, maka dia akan kehilangan tubuh Alisha, walau dia telah benci tubuh Alisha yang tidak suci lagi, tapi dia masih berharap pada rahim Alisha.
Makanya dia hanya berdiam menahan jiwa Alisha di dalam tubuhnya sendiri menyebabkan Alisha koma.
Waktu Alisha untuk dioperasi telah datang, mereka sudah mempersiapkan semuanya, termasuk ruang operasi yang terpaksa didapatkan dengan cara gendam.
Alisha dibawa ke ruang operasi, Hartino akan mendampingi Alisha sampai ke meja operasi termasuk lima sekawan dan Rania.
Di dalam meja operasi, tidak hanya ada peralatan operasi tapi juga altar yang begitu penuh dengan alat klenik, Rania yang menyiapkannya, karena ketika Esash keluar, maka mereka harus menanganinya agar tak berulah.
Begitu rahim dikeluarkan, maka mereka harus bersiap.
Alisha sudah dibaringkan di meja operasi, semua bersiap, semua orang telrihat gugup, karena sebenarnya yang ingin mereka musnahkan adalah Esash, bukan rahim Alisha, tapi ini pekerjaan berat.
Dokter Adi dan temannya sudah bersiap untuk memulai operasi, setelah berdoa dengan khusuk, Alisha mulai di operasi.
Dimulai dengan membuka perut Alisha secara Horizontal, cara yang biasa Dokter lakukan untuk melakukan prosedur caesar. Dokter itu mulai membuka lapis demi lapis yang menutupi rahim melalui perut yang sudah dia buka sebelumnya.
Rahim sudah terlihat, ukuran rahim wanita memang tidak terlalu besar saat belum ada janin, hanya seukuran kepalan tangan orang dewasa saja.
Begitu terlihat rahimnya, Dokter itu perlahan mulai melakukan prosedur untuk mengeluarkan rahim dan menjadikannya tidak bisa digunakan lagi.
Butuh waktu sebanyak lima jam hingga akhirnya rahim itu dikeluarkan, semua orang sedih melihatnya, Hartino terlihat tegar, dia tidak terganggu dengan itu, karena baginya, Alisha jauh lebih penting dari apapun di dunia ini.
Yang dia takutkan justru adalah, karenanya, Alisha harus kehilangan banyak hal, termasuk hidup normal dan sekarang rahimnya, itu yang membuat Hartino terguncang.
Operasi selesai, lalu tiba-tiba ruang operasi telah menjadi sangat dingin, Dokter Adi lalu mengeluarkan rekan Dokternya dari ruangan itu, karena tahu aka nada pertarungan hebat di sana.
Semua orang bersiap di ruang operasi, Rania bersiap, dia bersiap untuk keluarnya Esash.
Udara semakin dingin, bau bunga khas Kamerun menyeruak. Kepulan asap hitam mengelilingi tubuh Alisha.
Perlahan kepulan asap itu berubah menjadi sosok nenek-nenek tua yang menakutkan. Dia terlihat marah karena tubuh incarannya sudah dirusak sedemikian rupa.
Saat hendak menyerang siapa saja yang ada di sana, Rania tiba-tiba bersujud dihadapan Esash, si jin nenek tua.
Lalu Rania berkata, "Gunakan tubuhku, aku suci dan rahimku sehat, aku ingin kau mengambil alih tubuhku." Ucap Rania dengan lantang, wajahnya terlihat licik.
"Rania!" Hartino marah karena Rania ternyata mengincar Esash selama ini, apa jangan-jangan semua rencana yang Rania katakan bohong saja, dia hanya ingin menjebak Esash keluar dan memiliki Esash sebagai khodamnya.
"Miliki tubuhku, aku suci dan memiliki rahim yang sehat." Rania berkata sekali lagi dengan wajah menohon, dia terlihat benar-benar menginginkan tubuhnya dirasuki Esash, karena begitu tubuh itu dirasuki Esash, maka dia akan jauh lebih tinggi ilmunya, setelah itu dia baru akan membuat perjanjian tukar jiwa yang tertangguh baru dengan Esash, seperti dulu Alisha melakukannya.
Semua orang menatap Rania dengan tatapan jijik karena manusia ini terlihat serakah setelah ditolong oleh Alisha selama ini.
__ADS_1
Esash terlihat bingung dan dia akhirnya ....