Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 347 : Zerata


__ADS_3

“Kau tidak takut pada Ratu Kharisma Jagat itu?” Zerata bertanya pada Alka adiknya.


“Takut, katanya dia bahkan sudah menghimpun kekuatan dengan para raja jin, yang kutakutkan adalah ... kehilangan keluargaku lagi.” Alka jujur pada kakaknya, saat ini mereka sedang berlatih, Alka kembali mencari-cari alasan agar kawanan tidak tahu kalau dia telah membelot, walau kawanan tidak benar-benar kenal Ayi Mahogra, tapi seharusnya mereka berada di sisinya sebagai bagian dari kubu Mulyana.


“Kita pasti bisa mengalahkannya, dia hanya seorang perempuan, manusia biasa juga.”


“Tapi dia Ayi Mahogra, bahkan dia itu pemimpinnya Bapak.”


“Bapak?”


“Iya ...,” Alka hanya menjawab singkat tanpa menjelaskan, “Ayi Mahogra katanya punya kekuatan yang sangat besar, dia bahkan mengalahkan jin-jin hutan, dia juga sudah memiliki kubu orang-orang yang menutup dari dunia di atas gunung itu, dia bukan wanita sembarangan, Aa.”


“Aku senang kau bisa memanggilku begitu, aku benar-benar merasa memiliki adik yang manis.”


“Tapi aku tidak manis.”


“Kau itu manis, hanya sok dewasa saja, maklum kita memang dididik begitu keras. Malam ini tidur di sini ya, kita bisa bangun pagi untuk berlatih bersama.” Zerata memohon.


“Tidak bisa sepertinya.”


“Yasudah aku takkan memaksa.” Zerata akhirnya melepas adikya untuk pulang ke gua itu, walau sedikit kesal karena dia ingin bersama adiknya yang sangat dia rindukan, sebab tahu tentang dirinya tapi baru sekarang punya kesempatan bertemu dengannya.


Alka berjalan menyusuri hutan setelah komplek tetua itu dia tinggalkan, kelak komplek ini akan menjadi milik Ayi dan dijadikan Akademi Kharisma Jagat.


Saat Alka melewati hutan, dia berjalan dengan tenang, dia tidak membawa kendaraan, pertama karena dia tidak punya, kedua karena tidak perlu, sebagai perwujudan setengah jin dan manusia, dia bisa pergi ke tempat yang dia mau dengan berjalan kaki, kekuatan kakinya lebih besar dibanding kekuatan kaki manusia biasa.


Dia berjalan terus hingga dari kejauhan dia mendengat seseorang sedang saling berbisik, sepertinya mereka tidak menyadari kehadiran Alka.


“Harus malam ini juga.” Samar itu menjadi semakin jelas. Alka merasa ada yang tidak beres, makanya dia bersembunyi.


“Lelaki itu mempersembahkan anak perempuannya, katanya dia yang terkuat diantara dua anaknya.”


“Siapa namanya?” Seorang yang lain bertanya, Alka melihat ada lima sosok di sana, mereka memakai pakaian yang aneh, seperti pasukan kerajaan dan Alka merasakan energi yang begitu kuat dari lima sosok itu, energi yang cukup kelam dan dingin.


Tapi kenapa lima sosok itu menyebut namanya? Anak perempuan? Anak laki-laki? Alka merasa ada yang tidak beres, dia mencoba untuk mengkalkulasi lagi apakah mungkin dia melawan lima sosok ini, tapi sebenarnya itu agak menakutkan karena, mereka melayang, sama seperti wujud Alka ketika menjadi jin, jadi kemungkinan mereka ini bangsa jin, entah sudah hidup berapa lama dan siapa.


Alka mundur bersiap berlari, tidak mau melawan musuh yang jelas lebih kuat, tapi sayang, salah satu sosok itu melihatnya, sosok itu sadar kalau sedang di perhatikan oleh seseorang.

__ADS_1


Alka yang sadar tertangkap, dia berlari dengan sangat kencang, dia berlari kembali ke komplek peruamahan milik para tetua, dia yakin kalau sampai sana, ayahnya pasti akan melindungi dia, bukankah mereka sudah menjadi keluarga yang utuh lagi?


Alka hampir sampai, tapi aneh, kenapa komplek ini gelap sekali, tapi semua lampu menyala, karena gelap ini, Alka kesulitan untuk melihat arah yang tepat, tapi dia berhasul juga akhirnya, sampai di depan komplek itu, dia mencoba membuka gerbang yagn sebelumnya terbuka lebar, tapi entah kenapa sekarang tergembok.


Alka mencoba membukanya tapi tidak bisa, sudah digembok dari dalam. Tidak ada pilihan lain, Alka akhirnya merubah wujud menjadi jin, saat sudah berubah, dia akhirnya bisa melayang dan menembus gerbang itu, dia masuk ke areal komplek tetua itu, saat melihat kebelakang, ternyata sosok-sosok itu masih mengejarnya, Alka semakin cepat melajukan tubuhnya yang melayang itu, dari kejauhan Alka melihat Darhayusamang, dia melihat lelaki itu ada di ujung jalan.


Alka senang karena dia tahu, ayahnya pasti menolong dia, karena ayahnya ada di sana, Alka semakin dengan dengan ayahnya, begitu sudah berhadapan dengan ayahnya, Alka buru-buru berlindung di balik tubuh Darhayusamang, persis seperti anak perempuan yang ketakutan dikejar musuh dan senang akhirnya melihat ayahnya di sana dan berharap bisa ditolong.


“Serahkan anak itu.” Salah satu sosok itu, yang akhirnya wajahnya bisa dilihat Alka, dia menjadi ngeri melihatnya, ternyata mereka benar jin, karena jin itu memiliki wajah yang sangat aneh, mulutnya seperti anjing, telinganya seperti gajah, tangannya menyerupai babi. Sungguh perpaduan yang apik.


“Tolong Alka ayah, mereka hendak menangkapku, aku tidak berbuat salah, aku hanya inign pulang tadi lalu mereka tiba-tiba mengejarku, mungkin mereka sosok suruhan Ayi Mahogra, musuh kita.” Alka merengek, di titik ini, dia merasa sangat terlindungi, dibalik punggung ayahnya.


“Sudah waktunya?” Darhayusamang bertanya pada sosok-sosok itu, Alka menatap ayahnya dengan bingung.


“Sudah waktunya.”


Saat salah satu sosok itu berkata demikian, Alka melihat ibu dan kakaknya keluar dari dalam rumah.


“Ada apa, Yah?” Zerata bertanya.


“Sudah waktunya.” Darhayusamang berkata seperti itu, Zerata terdiam, menatap Alka dengan lekat dan airmatanya luruh.


“Sudah waktunya kau ikut mereka.”


“Untuk apa!” Alka bertanya lagi.


“Kau harus mengabdi pada mereka, mereka sudah menunggumu selama ini, kau harus melayani mereka.”


“Mereka siapa? aku tidak bisa, aku harus kembali ke kawanan dan tidak boleh meninggalkan mereka, jadi aku tidak bisa mengabdi pada mereka! siapapun yang kau maksud!” Alka berteriak histeris dan dia mulai mundur, bersiap kabur lagi.


Tapi dalam hitungan detik, lima sosok itu melesat ke arah tubuh Alka, mereka mulai menarik tangan Alka, yang membuat Alka tidak bisa ke mana-mana.


“Ibu ... tolong aku, Aa Zerata! Tolong, aku mau dibawa ke mana!” Alka menangis sejadinya, ini kali kedua dan terakhir keluarganya lagi-lagi mengkhiantinya.


Darhayusamang menahan salah satu sosok itu, Alka terlihat lega karena ayahnya menahan sosok itu, Alka tahu, tidak mungkin ayahnya sekejam itu, dia mungkin lupa kalau dulu ayahnya bahkan hendak menghabisinya.


“Mana yang mustika yang kau janjikan!”

__ADS_1


Lemas Alka mendengar ayahnya sama sekali tidak peduli padanya! Dia menanyakan upah yang mungkin dijanjikan jika memberi Alka sebagai korban.


“Ayah! Kau tega! Kenapa!” Alka berteriak histeris.


“Raja kami akan periksa, kalau memang benar anak ini mampu menciptakan air abadi untuk peperangan kita nanti, kami akan memberikan mustika yang di buat dari darah Kharisma Jagat, kami akan memberikannya padamu, tapi biarkan kami memeriksanya dulu, apakah anak ini benar-benar sepadan?” Sosok yang ditahan Darhayusamang itu berkata, Darhayusamang terlihat sumringah mendengar itu, Alka benar-benar tidak percaya pada apa yang dia lihat, semuanya terdiam, termasuk Zerata yang waktu sebelumnya bahkan mengatakan bahwa dia ingin bersama adiknya selamanya.


“Ibu, Aa! Aku mohon, tolong aku!” Alka memohon untuk terakhir kalinya.


Mereka semua masih diam, Zerata hanya menangis dan tidak berbuat apapun.


“Kalian keluarga biadab! Kalian bejat!” Alka berteriak dan dalam hitungan detik, dia hilang bersama lima sosok itu.


Setelah dia hilang, Zerata mendekati ayahnya.


“Tidak bisakah kau menjaga adikku?”


“Adik? Sejak kapan bangsa kita peduli hal seperti itu?” Darhayusamang bertanya.


“Aku bukan bangsamu, begitu juga dengan Alka.”


“Oh ya aku lupa kalau kalian sudah ternodai karena lahir dari rahim seorang manusia hina.” Darhayusaman memang tidak tidak pernah menganggap anak setengah manusianya sebagai anak, dia hanya ingin mengambil keuntungan dari mereka.


“Kalau Alka akhirnay mati bagaimana? dia bisa menjadi pasukan Mudha Praya!”


“Dia lebih berguna bersama raja itu, bukan dengan kita, toh pasukan kita lebih banyak dari Ratu lemah itu, jadi kita tak mungkin kalah, sedang mustika dari darah Kharisma Jagat, aku perlu memiliki itu, mustika itu bisa membuat pemiliknya melewati kematian berkali-kali.”


“Apa hanya itu harga kami di matamu, wahai ayah?” Zerata menangis lagi, dia memang lebih cengeng dan lemah.


“Ya, tentu saja, itu lebih baik masih ada manfaatnya, karena kalau tidak ada manfaat, tidak akan kalian aku panggil, kau berharap keluarga bahagia? Kita bukan manusia hina yang memantapkan hidup hanya untuk kebahagiaan, kita jin yang harus mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi orang-orang soleh yang sok bijak melawan kita, mengerti kau!” Darhayusamang terlihat sangat kejam, dia masuk kamar lagi, ibunya Alka hanya mengikuti tanpa ekspresi, dia memang tidak memiliki perasaan sedikitpun pada anak perempuannya, baginya hidup adalah uang dan kekuasaan.


Sementara itu di tempat lain, Alka ketakutan, karena dia melihat seseorang yang sangat amat besar, dia seperti raksasa, tidak, lebih kecil dari raksasa, tapi lebih besar dari manusia, Alka melihatnya harus mendongat, Raja Jin Barunan, dia adalah raja jin dari sebuah kerajaan yang ada di bawah tanah, raja jin ini memiliki taring yang keluar dari mulutnya, taring itu berada di bagian gigi bawah, taring yang menonjol keluar dan melengkung ke atas.


Pada tangan raja itu, dia melihat gelang yang besar, gelang itu terbuat dari ... tengkorak para bayi, sedang pada kalungnya, Alka melihat bandul dari tengkorak manusia dewasa. Rambutnya sangat panjang hingga menyentuh lantai dan ujungnya tidak terlihat karena saking panjangnya, dari semau komposisi yang mengerikan itu, wajahnyalah yang terburuk, matanya bulan keluar dari kelopak jidadnya sangat menonjol jingga sama tinggi dengan hidung, sedang pipinya tirus masuk begitu dalam.


Raja jin ini bertelanjang dada dan menutupi bagian perut ke bawah dengan kain jarik berwarna hitam dengan tulisan emas, tulisannya huruf yang tidak Alka mengerti, rambutnya sangat panjang hingga menjuntai ke lantai, sedang ujungnya tidak terlihat sama sekali.


“Jadi ini perempuan dengan kemampuan menciptakan air abadi?” Raja jin itu membungkuk untuk melihat wajah Alka, saat wajah jin itu mendekat, bau bangkai tercium.

__ADS_1


“Lepaskan aku, aku mohon.” Alka menangis ketakutan.


__ADS_2