Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 336 : Bangga 14


__ADS_3

“Hartino sudah dapatkan apa yang aku minta tadi sama kamu?” Alka bertanya saat mereka semua sudah di markas.


Hartino memberikan berkas yang sudah di print permintaan Alka, dia mengirim pesan singkat pada Hartino saat mereka di jalan tadi.


“Itu apa Alka?” Aditia bertanya.


“Ini adalah artikel tentang tiga puluh anak yang meninggal tiba-tiba, maaf aku ralat, 29 anak. Bagus kemungkinan masih selamat, selain karena pagar yang bapak buat di kamar perawatan itu, tapi juga karena ... Bagus memang masih tidak sepenuhnya menuruti ajakan dukun itu.


Kau ingat, dengan perkataan Ibu Erika, bahwa anak-anak itu kalau membuat kesepakatan bersama, mereka akan tepati dan semua anak sama, dalam wujud apapun, mereka itu loyal pada orang yang mereka percaya.


Saat ini 29 anak itu loyal dan percaya dukun itu, sedang ... Bagus masih diantaranya. Kemungkinan Bapak tahu hal ini makanya dia memagari kamar itu, karena dia yakin, hanya butuh waktu agar bapak bisa membawa pulang Bagus, sayang Bagus tidak beruntung, Bapak jatuh sakit sebelum menjemputnya, hingga dia harus menunggu selama beberapa tahun.


Yang aku salut, Bagus masih bertahan untuk mempercayai orang tuanya, dia tidak menyerahkan kepercayaan sepenuhnya pada dukun bedebah itu. Bagus bertahan untuk tetap berada di dua alam. Karena itu, jiwanya masih ditahan oleh dukun, karena jiwa Bagus yang tubuhnya belum meninggal, itu tidak mampu ‘bekerja’ secara maksimal. Makanya saat ini kemungkinan Bagus disiksa oleh dukun itu dan juga dihasur, kita harus bergerak cepat.


Aku meminta Hartino menghubungkan rumah para korban dukun itu, aku meminta dia membuat polanya dari alamat-alamat korban itu, kalau dugaanku benar, aku tahu dalangnya siapa.”


“Aku sudah menghubungkan pola dari peta yang kau minta Kak, pola itu aku buat di atas peta alamat para korban, ini lihat di layar, kalian semua harus lihat ini.” Hartino bersemangat sekali, dia memproyeksikan dokumennya dengan proyektor sehingga semua orang bisa melihat apa yang didapatkannya berdasarkan perintah Alka.


“Itu apa? berbentuk lonjong?” Aditia bertanya.


“Salah, lihat ini,” Alka mengambil alih presentasi, dia lalu mengambar bulatan dengan warna hitam di garis penghubung alamat korban itu, “sekarang terlihat bentuk apa ini?” Alka bertanya.


“Mata! Satu mata ....” Semua merinding melihatnya karena mengerti maksud dan tujuan Alka sekarang.


“Dajjal?”


“Terlalu jauh Ganding, dia belum muncul, belum sejelas itu maksudku, tapi kemungkinan ... para penyembahnya.”

__ADS_1


“Hah? ada kak?” Hartino bertanya.


“Ada, aku pernang mendengarnya, tapi dulu sekali, ketika dulu Bapak sedang tidak berkunjung, aku sering berkeliling di hutan, bertemu dengan banyak sahabat jin, mereka pernah bercerita tentang ini.


Ada sebuah perkumpulan, mereka menamakan diri ... sebentar aku ingat-ingat dulu ... Barhiyah. Perkumpulan ini memuja Dajjal, mereka menunggu kehadiran Dajjal turun temurun, mengingat saat itu aku masih remaja ketika mendengar berita tentang perkumpulan itu.”


“Perkumpulan itu sampai sekarang masih ada?” Ganding bertanya.


“Dulu sekali sempat dibubarkan, tapi katanya, banyak para elit politik negeri ini adalah anggotanya, jadi tidak benar-benar dibubarkan, hanya bersembuyi dari peredaran saja, yang menakutkan adalah ....”


“Apa kak?” Ganding bertanya lagi.


“Mereka sudah mengikat janji dengan jin yang sangat kafir berumur ribuan tahun, kita tak bicara soal tumbal tapi kita bicara soal ... persembahan rombongan.”


“Kak!” Jarni mendekati Alka, dia takut mendengar kata itu, terlalu mengerikan untuk dianggap nyata.


Makanya piramida itu dibuat seperti labirin, banyak jalan dan sekat yang sangat menjebak, untuk menghalau para  istri dan para dayang yang memberontak, sehingga ketika mereka berusaha kabur, mereka akan tersesat dan tetap berada di piramida itu bersama mayat Rajanya.” Alisha kali ini yang buka suara.


“Ya, itu namanya persembahan rombongan, sebenarnya ... itu bukan untuk menemani Raja, kami para jin menertawai itu, karena sebenarnya, persembahan rombongan itu untuk jin yang mengabdi pada Dajjal yang belum datang, mereka berlomba-lomba untuk hidup dengan umur yang panjang dan kuat. Makanya ketika rombongan itu masuk kuburan Raja atau piramida, persembahan rombongan itu akan diambil energinya oleh jin pengabdi kisah Dajjal itu, satu persatu, mereka akan sakit lalu meninggal dengan naas, tapi tetap saja sampai sekarang, kita tidak pernah tahu media yang dipakai untuk membunuh orang dengan seketika seperti itu, menunggu waktu hingga jiwanya lepas dan akhirnya menjadi pengabdi sama seperti jin yang merenggut jiwa dari tubuhnya itu.


Persis seperti yang kita dengar dari ibunya Bagus, kalau Bagus ketakutan setelah dia meminum kopi susu itu, dia bilang melihat anak mengerikan.


Kemungkinan anak itu adalah jin yang mengabdi pada dukun yang merupakan salah satu anggota perkumpulan pengabdi Dajjal itu. Dia membuat Bagus ketakutan, mengambi energinya, lalu setelah itu jiwanya.


Pada kasus Bagus, jin itu gagal, karena Bagus masih hidup, dia koma tidak meninggal dunia seperti yang diharapkan.” Alka menambahkan penjelasan dari Alisha.


“Jadi kemungkinan perkumpulan pengabdi Dajjal ini ada di beberapa negara, mereka bekerja dengan sangat terkoodinasi. Mereka mengumpulkan uang dengan menjadikan para elit politik negera ini sebagai anggota, membangun bala tentara ghaib, yaitu anak-anak kecil yang mereka jadikan pasukan silent killer atau santet dengan mengambil energi.

__ADS_1


Pantas perebutan kekuasaan di negeri ini sangat panas, ada banyak orang yang tiba-tiba meninggal, bisa dari kalangan politik itu sendiri maupun pengusaha yang menjadi sumber dana para elit politik itu.


Bisa jadi ... perkumpulan ini mengendalikan ... dunia!” Alka merinding.


“Kak, kita nggak perlu lah membubarkan mereka, kita nggak mampu, itu juga mungkin sedang Ayi usahakan untuk diperangi, gimana kalau fokus kita adalah dukun bedebah itu, kita habisi dia saja, cukup, sisanya, jangan terlalu ikut campur, kita tak mampu.” Ganding terlihat ketakutan, semua orang juga, muruh dihadapan mereka sangat besar dan mengerikan.


“Aku tahu, aku juga tidak ingin membahayakan kita semua, tapi aku hanya ingin menunjukkan pada kalian, bahwa kemungkinan kita sudah menemukan jawabannya, kembali lagi ke lingkaran hitam yang aku buat di dalam pola yang terhubung dari alamat korban yang Hartino buatkan. Maka, kemungkinan alamat dukun itu ada di sekitaran lingkaran hitam yang aku buat ini.


Mata satu, maka lingkaran yang aku buat adalah pupilnya, di lingkaran pupil inilah kemungkinan dukun itu tinggal. Aku yakin karena ... dia perlu untuk menunjukkan pada perkumpulannya, identitasnya sendiri, maka dari itu dia membentuk pola mata satu sebagai identitas mereka.”


“Nice Kak! Ayo kita ke alamt yang kau lingkari dengan warna hitam itu. Aku tidak sabar ingin menghajarnya.” Ganding bersemangat lagi.


“Nding, tapi kita harus hati-hati dan tetap waspada, ingat ... dia bersama 30 anak  yang dijadikan bala tentara, kita tetap akan terkena efeknya jika menyakiti anak-anak kecil itu, sedang musuh kita menjadikan ruh anak itu sebagai bala tentaranya.”


“Lah, trus gimana ini? menghadapi satu anak aja kita kalah.” Maksud Ganding adalah Ani yang membuat mereka jadi patung ketika itu dan pulang dengan tangan kosong.


“Aku punya jalan keluar, tapi berat, apa kalian bisa melakukannya?” Alka bertanya.


“Bisa, apa caranya.”


“Har, bagikan dokumen yagn aku minta darimu tadi sebagai detail dari seluruh alamat-alamat ini. Kalau mereka bisa membuat bala tentara, aku juga akan membuat bala tentara, sudah saatnya membuat mereka membayar kesalahan dan menebusnya dengan benar.” Ucap Alka penuh arti.


...


Sementara jauh di tempat lain.


Bagus menangis, dia hampir kehilangan harapan dijemput oleh orang tuanya, hal ini menyebabkan tubuhnya kritis, semua Dokter dipanggil karena pada monitor jantung Bagus sempat terhenti beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2