Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 460 : Kamboja 22


__ADS_3

Alka melihat Jarni berlari masuk ke dalma terowongan dengan sangat cepat, dari kejauhan, samar Alka meliha seorang wanita berdiri di jalan masuk terowongan, dia Ratu Gandarwi, dia terlihat komat-kamit dan menghentakkan kakinya ke tanah, rupanya dia yang membuat bumi bergetar dengan kekuatannya.


Begitu Jarni sudah di dekat Ratu Gandarwi, Ratu memeluk tubuh Jarni, pamer pada Alka bahwa dia sudah membuat seorang kepercayaan kawanan membelot, Jarni seperti sapi dicucuk hidungnya, mengikuti saja, setelah dipeluk oleh Ratu Gandarwi seperti anaknya, Jarni dibawa masuk ke dalam terowongan, Alka berteriak dengan sangat kalut, “JARNIIII!!!” Alka bahkan menangis, Aditia dengan susah payah mendekati Alka dan memeluknya, Aditia tahu, betapa sakitnya apa yang Alka rasakan.


Mereka semua kembali ke markas, Behra melihat wajah semua orang kecewa dan sedih.


"Ada apa!" Behra mengambil Alka yang terluhat lemah di antara semua, dia memeluk Alka layaknya seorang adik.


"Jarni benar-benar berkhianat."


"Har, jangan menabur garam di dalam luka, sudah cukup. Kak, minta tolong temani Alka, dia terguncang tadi."


"Ya, Dit. Aku akan menemaninya di kamar."


Lalu mereka berkumpul di ruang tamu.


"Apa benar Jarni memang membelot?" Bohra bertanya, walau kenal tapi tak akrab, hingga belum bisa mengidentifikasi.


"Aku tidak yakin, Jarni adalah orang terakhir yang aku pikir akan membelot jika kami semua dihadapkan hal sulit. Dia orang paling loyal di antara semua orang di kawanan ini.


Apalagi Alka, baginya bahkan Alka jauh lebih berharga dibanding ibunya sendiri."


"Lalu kenapa dia begitu?" Bohra masih bertanya.


"Kita harus membaca teka-teki darinya. Alka harusnya menceritakan semua hal yang dia kihat dalam ingatan Jarni malam kemarin. Baru kita bisa analisis.


Tunggu besok Alka baikan, baru kita akan mulai lagi mencari cara."


"Aku tidak pernah melihat kakakku nangis seperti itu, aku benar-benar sedih melihatnya." Hartino kecewa dengan Jarni, tapi setuju dengan apa yang Aditia katakan.


Sementara itu Alka sedang ditenangkan oleh Behra.

__ADS_1


"Dia bukan orang seperti itu, bahkan nyawa dia berikan untuk kami, dia orang yang sangat lurus." Alka menangis di pelukan Behra.


"Jarni menyerang kalian?"


"Tidak, dia mengabaikan kami saat diserang dan berlari kepada perempuan itu. Harusnya dia berlari ke kami."


"Ganding masih di dalam kan, Alka."


"Tapi wajahnya tidak menunjukkan rasa bersalah atau belas kasihan, dia seharusnya memberiku kode jika ini rencananya."


"Aku jadi teringat saat Ayi cerita, dulu dia bahkan berkhianat pada Malik, pergi pada Pram. Tapi Malik akhirnya sadar, ada yang salah dengan Ayi, dia yakin Ayi menyembunyikan sesuatu.


Selama 2 tahun penuh Malik mencari Ayi dimanapun dia berada, untuk memastikan bahwa Ayi baik-baik saja. Bukan untuk mendapatkan cintanya. Dari sanalah Malik memiliki gelar si paling setia dan tulus.


Setelah 2 tahun mencari, Malik akhirnya mendaatkan jawaban, kalau Ayi baik-baik saja dan benar bersama Pram, bahagia.


kau mungkin juga tahu, kalau Ayi berbohong, setelah Malik akhirnya tahu Ayi berbohong, dia melihat sekujur tubuh Ayi babak belur karena apa?"


Saat itu, pasangan yang tak menikah dengan jodoh adat akan diserang, seperti dulu Aditia bahkan diburu untuk dihabisi."


"Kau benar, maka menurutmu, apakah mungkin ...."


"Jarni sengaja, dia!"


"Ya, dia melakukan itu." Behra setuju. Alka lalu berlari ke ruang tamu untuk memberikan mereka semua asumsi yang dia bicarakan dengan Behra.


“Ka-kalian harus dengar ini, jadi Kak Malik dan Ayi, mereka pernah tidak saling bersama karena Ayi mengkhinati Kak Malik, mereka berpisah dua tahun lalu akhirnya Kak Malik tahu kalau Ayi bohong, lalu ... lalu ....”


“Untuk apa kau menceritakan lagi hal yang kami semua tahu Alka?” Dokter Adi menginterupsi, karena semua orang tahu kisah itu kecuali Alisha, tapi bisa saja nanti diceritakan ulang.


“Oh ya, kalian tahu itu dengan jelas, apalagi Dokter Adi, jadi begini Dok, tadi Kak Behra berkata padaku, mungkin saja Jarni melakukan langkah yang sama, dia sengaja menjauhkan kita, bukan hanya karena Ganding masih di dalamnya, ada hal lebih besar yang ingin dia perjuangkan lebih dulu, makanya dia akhirnya tetap bersama Ratu Gandarwi, karena tujuannya belum tercapai, sama persis seperti ketika Ayi tidak bicara jujur pada Kak Malik ketika dia mendatanginya pertama kali, lalu akhirnya Kak Pram yang membeberkan semua, makanya Kak Malik akhirnya tahu apa yang Ayi perjuangkan.

__ADS_1


Maka mungkin saja saat ini Jarni juga mengejar hal yang sama, makanya dia tidak bisa kembali pada kita, karena dia belum berhasil untuk mencapai tujuannya, makanya sekarang kita hanya harus tenang menunggu dia mencapai apa yang dia inginkan.


Tunggu Jarni memberikan sinyal, karena mungkin dia melakukan bujukan untuk merayu Ratu itu setiap malam, hingga kita menangkap sinyalnya, dia tahu aku mungkin akan melakukan penglihatan masa lalu melalui tubuhnya.”


“Ya, kami juga sedang membicarakan itu Alka, Aditia bilang menunggu keadaanmu tenang, dia ingin agar kau mencaritakan apa yang kau lihat malam itu, agar kita bisa membaca pergarakannya kelak. Kalau dipikir-pikir, kita beruntung karena Jarni ada di dalam sana, dengan keberadaanya dia di sana, mungkin saja, mungkin saja dia bi membantu kita melihat lebih jelas dan mengambil langkah yang tepat, bukan?” Aditia berkata dengan semangat.


“Malam itu, aku melihat Jarni akhirnya setuju untuk melakukan perjanjian dengan Ratu Gandarwi. Dia bilang dia ingin tahu tawaran Ratu Gandarwi untuknya.


Dia bilang dia ingin seperti ruh yagn ada di sini, semua terlihat tetap tenang walau tahu akan segera musnah setelah ruhnya dilahap oleh Ratu Gandarwi, dia bilang dia lelah disiksa.


Jarni bahkan mau jika tubuhnya akan mati dengan cepat lalu hidup di dalam Ratu Gandarwi, dia lalu membuktikan niatnya dengan menyiksa Ganding di sana. Ganding jatuh karena dihantam batu ghaib di dimensi yang Ratu ciptakan pada terowongan itu.”


“Aku paham sekarang! Kita tidak bisa melakukan mantra 4 penjuru Kharisma Jagat untuk menghiloangkan kemampuannya! Jarni sengaja menggagalkan, karena dia tahu dengan jelas kalau mantra itu takkan berguna jika kita lakukan, dia sedang membuka jalan untuk kita!” Dokter Adi yang memiliki kejeniusan yang sama dengan Ganding paham arah yang Jarni coba buka untuk kawanan.


“Ya, aku pikir begitu Di, beruntung kita kemarin belum sempat melakukan mantra itu, gadis kecil itu dididik dengan tepat!” Alisha juga tahu.


“Aku tidak paham.” Hartino dan Aditia seperti biasa, selalu jadi yang terakhir paham.


“Kalau begitu, kita tunggu malam ini, karena Alka baru bisa membaca ingatannya besok pagi, setelah itu, kita baru tahu, kapan waktu tepat untuk membaca mantranya.” Bohra kembali bersemangat, karena dia tahu, tidak selamanya pembelot adalah pembelot, bisa jadi kita saja yang salah membaca langkahnya, padahal maksudnya tetap untuk melindungi semua orang.


“Berati kita akan menunggu dulu sekarang, apakah Kak Behra, Kak Bohra, Dokter, Jajat, dan Ami tidak keberatan menunggu?” Aditia bertanya.


“Kami suka sekali berpetualang Dit, tenang saja, sudah lama sekali kami tidak menghadapi dunia luar, sejak AKJ ada, kami sibuk mengurus anak-anak didik, kami merasa kembali lagi ke kehidupan sebelumnya yang penuh tantangan, terima kasih karena membuat kami merasa hidup lagi.” Bohra jujur kalau AKJ itu terkadang membosankan, padahal mereka belum tahu, AKJ akan diguncang prahara kelak, jika saja Karuhun dilanjutkan.


"Baiklah kalau begitu, kalian sungguh sangat membantu, aku tidak tahu lagi harus membalas kalian dengan apa?"


"Dit, cukup kopi dan gorengan yang tak pernah putus, aku kira itu cukup, karena dari kami semua tak kekurangan apapun." Behra berkata dan semua ornag setuju.


"Tidak kekurangan apapyn! Sebentar! Tidak kekuranagn apapun ... Kak!"


Aditia memahami makaud Alka dna yang lain sekarang, dia paham apa yang Jarni akan lakukan, sekarang dia juga tahu dna semakin yakin, Jarni bukan pengkhianat.

__ADS_1


__ADS_2