
Ruh itu harus masuk ke dalam tubuhnya sambil menahan panas seperti api yang berkobar, dia kesakitan sementara semua dukun terus membaca mantra agar tubuh itu tidak menolak ruh Wulan dan Wulan bisa berhasil masuk tubuhnya
Jika saja ruh itu bisa masuk, maka tak ada yang menghalangi tubuh itu untuk bisa bangkit lagi. Apakah itu akan terjadi?
Perlahan ruh itu mulai berhasil masuk ke tubuhnya, semua orang merasa sangat bahagia, karena sebentar lagi mereka akan berhasil dan mencatat sejarah sebagai praktisi ghaib yang paling hebat dan tinggi ilmunya, semua orang terus fokus pada masuknya ruh itu sampai … sampai hal mengerikan itu terjadi.
Pintu masuk dari gedung yang dibuat mendadak itu didobrak, tidak seperti Drabya yang menyapa kasar lalu menjadi lembut, kali ini orang yang mendobrak rupanya tak sendirian, tapi mereka banyak sekali, ada dua orang yang memimpin mereka, membawa sebuah kayu yang di ujungnya berkobar api.
“Bakar semua orang, kecuali anakku!” Lelaki itu berkata dengan sangat kencang, dia meminta semua orang yang ikut dengannya membakar semua orang, rupanya tidak hanya dua orang di depan yang membawa obor, tapi ada banyak orang lain yang membawa obor juga.
Drabya melihat dua orang itu, salah satunya dia kenal, Hagir musuh bebuyutannya ternyata salah satu orang yang mendobrak pintu itu masuk, sedang yang satunya dia tak kenal, dua orang yang memimpin massa itu adalah, Hagir dan Badrun, sedang massa yang mereka bawa adalah, murid dari Hagir.
Tidak siap dengan serangan mendadak ini, semua dukun yang sedang fokus pada ruh Wulan, akhirnya tidak mampu sigap saat disiram dengan minyak tanah oleh gerobolan murid Aki Hagir, mereka semua dibakar dengan waktu yang sangat cepat, semua orang berlarian saat api membakar tubuh para dukun itu
Yang selamat tidak terbakar, harus bertarung dengan murid Hagir yang jelas membawa senjata tajam juga, mulai dari golok, celurit dan keris, mereka semua menyerang tanpa ampun, tak memberi kesempatan untuk para dukun itu untuk mengeluarkan jin agar bisa membantu mereka.
Drabya dengan cekatan mengeluarkan semua jin yang dia miliki, dia menyerang Hagir yang jelas berusaha mendekatinya, para jin milik Drabya menghalau Hagir dengan pertarungan, membaut Hagir harus melawan jin-jin itu dibantu jin miliknya, Drabya lolos dan berhasil keluar dan langsung mengendarai mobilnya, tancap gas tanpa rasa bersalah, tak menolong satu orang pun yang terjebak di sana.
Sementara ruh Wulan yang masih berusaha masuk ke dalam tubuhnya, tak bisa menyelesaikan ritual, sedang Yoga yang berdiri di bagian kepala Wulan sudah pingsan karena dipukul ayahnya di bagian kepala dan para bodyguard bawaan ayahnya langsung menariknya keluar dari tempat itu, sedang ayahnya Wulan kabur saat penyerangan itu terjadi, dia mampu kabur karena berada di barisan paling dalam saat semua orang dibakar, dia kabur karena tahu akan kalah, dia ingin menolong mereka, tapi jika dia lakukan itu, maka dia akan jadi bagian dari para korban, maka dengan langkah berat, ayahnya Wulan langsung kabur saat semua orang sibuk saling serang.
Semuar orang sudah tumbang, mayat bergelimpangan, tercium daging gosong di tempat itu. Sungguh menyengat baunya.
__ADS_1
“Tinggal tubuh perempuan ini, Ki. Bagaimana?” Badrun bertanya.
“Bakar tubuhnya agar taka da kemungkinan ritual ini dilakukan.” Hagir berkata.
“Lalu bagaimana dengan sumpah darah yang anakku lakukan, dia akan ikut mati karena ritual ini gagal.”
“Ritual ini tidak gagal, karena sumpah darah dilakukan dengan perjanjian jika ritual gagal semua orang akan mati, karena itu pertukarannya, tapi ritual ini tidak gagal, ritual ini hanya tidak selesai, maka sumpah darah tidak berlaku.”
“Maka tidak masalah jika aku bakar tubuhnya?” Badrun memastikan lagi.
“Tidak akan masalah, bakar cepat! Jangan sampai arwahnya masuk, karena aku tidak melihat keberadaan arwah itu.” Hagie memerintahkan Badrun, dia lalu menuang minyak tanah yang tersisa di jerigen, membakar mayat itu, sekali lagi membunuh Wulan, yang pertama tak sengaja, yang kedua jelas tujuannya untuk benar-benar menghabisi Wulan.
Setelah tubuhnya terbakar sempurna, lalu Aki Hagir memerintahkan semua muridnya membawa mayat-mayat gosong itu ke mobil truk tertutup, mereka akan membuang seluruh mayatnya ke suatu tempat.
“Aku akan kubur mayat itu di sebuah jalan yang angker, orang-orang tidak suka jalan itu kaerna banyak rumor tentang setan di tempat itu, padahal rumor itu tak benar, beberapa orang sengaja membuat jalan itu terkesan angker agar tanahnya tidak laku, kita akan manfaatkan tempat itu untuk mengubur mereka semua.”
“Baiklah, aku akan ikut.” Badrun dan Hagir duduk di bagian depan truk itu bersama supir, satu truk tertutup itu mampu menampung banyak mayat, tak lama kemudian mereka sampai, truk melewati persimpangan.
“Kau yakin aman mengubur mereka di sini? Ini persimpangan loh, pasti banyak orang yang akan lewat, bagaimana jika kelak tempat ini jadi ramai?”
“Jangan lakukan kesalahan seperti yang dilakukan oleh muridku, mengubur dengan dangkal hingga wangi wanita itu tercium oleh ayahnya, kita kubur dengan sangat dalam, kalaupun akhirnya tanahnya turun lalu mayatnya terkuak, pasti tak akan ada yang mengenali karena mereka sudah tulang belulang, dimakan waktu.”
__ADS_1
“Kau yakin?”
“Kau pikir kalau bukan karena keyakinanku menyerang tempatmu, apa kita akan menang telak begini? Aku sudah memperhitungkan semuanya, mereka sibuk dengan membangkitkan tubuh wanita itu, semua kekuatan mereka dikerahkan di sana, sedang kalau mereka siap, aku pasti sudah kalah bahkan oleh beberapa orang dari mereka saja, kita melawan mereka disaat yang sangat amat tepat makanya kita bisa menang, itu semua karena keyakinanku, aku sudah menghitungnya dengan sangat cermat.
Kalau bukan karena kua tahu Drabya brengsek itu sudah bersekutu dengan mereka, aku pasti takkan mau membantmu, tapi aku pasti dihabisi jika tak melawan sekarang, saat ini, di waktu yang paling tepat, Drabya tahu, kalau jin besar milikku sulit dia kalahkan, makanya dia cari sekutu, ditambah anakmu pasti memberikan banyak uang pada ketua mereka untuk membantu membangkitkan wanita itu, Drabya suka uang, dia menjadi serakah semenjak tahu, mampu menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan para dukun, dia menarik upeti pada setiap upah yang diterima dukun, centengnya sangat banyak, berupa jin yang kuat, mengawasi dukun-dukun yang menjadi sapi perah baginya. Aku heran, dia itu katanya Kharisma Jagat, tapi kenapa bisa dia melakukan hal hina seperti itu, kalau aku, jelas, aku dukun, aku memang hitam, sedang dia itu terkenal dari suku yang sangat bersih dan putih.”
“Namanya juga manusia, sudah melihat uang, ya serakah, kau saja suka uang kan? selain karena ingin mengalahkan Drabya, kau juga suka dengan bayaran dariku kan?”
“Tentu saja, aku hanya suka mendayung sekali tapi mampu melampaui dua sampai tiga pulau.” Hagir mengelak, mereka lalu sampai di suatu tempat di sana, tempat di mana mereka kan kuburkan para mayat gosong itu, mayat dengan sumpah darah.
Butuh waktu beberapa jam untuk mengubur mayat-mayat gosong itu, mereka memang membawa beberapa orang murid Hagir juga untuk membantu, tapi tetap saja, menggali dengan sangat dalam, lalu menaruh dua tiga tubuh gosong di satu lubang bukanlah pekerjaan mudah.
Setelah selesai, mereka lalu sepakat untuk pisah jalan, Hagir juga sudah mendapatkan uang yang dijanjikan, sementara Badrun pulang bersama truk yang dia bawa dari tempat pelatihan itu.
Setelah jalan itu sepi tak ada lagi lalu lalang, terdengar suara rintihan-rintihan yang sangat mengerikan, rintihan kepanasan, kesakitan dan bau gosong bercampur bau minyak kasturi, tempat itu menjadi neraka bagi para mayat yang dikubur di sana.
Apakah kalian ingat, persimpangan di mana wanita itu disembah oleh banyak ruh? Apakah kalian ingat, bahkan Mulyana mental ketika mendekati persimpangan di mana wanita itu sedang disembah banyak makhluk?
Ingat persimpangan di mana Mulyana mengikuti wanita itu? Sudahkah kalian mampu melihat benang merahnya?
Lalu pertanyaan terakhirnya adalah, kenapa Badrun menjadi gila sebelum kematiannya? Bukankah dia berlari tanpa busana di lapangan pelatihan itu hingga akhirnya meninggal dunia? Hal yang kelak juga sama Yoga alami sebelum akhirnya dia dikunci di kamarnya untuk menghindari tindakan gila sepeti ayahnya.
__ADS_1
Menurut kalian, Badrun dan Yoga terkena azab Tuhan atau masih ada tangan jahat yang mengerjai mereka?
Next part ya.