Angkot Jemputan

Angkot Jemputan
Bagian 364 : Kemala 13


__ADS_3

“Assalamualaikum ....” Alka menyapa seseorang yang entah siapa, kawanan hanya ikut saja, sedang ibuny Kemala telah pulang ke rumahnya, mereka sepakat untuk menerima amanah ibunya Kemala yang tidak ingin bertemu anaknya karena luka masa lalu itu. Masa di mana kehamilannya adalah masa-masa kelam.


“Kak, apakah nenek itu akan datang?”


“Tentu saja, hal yang kita lupakan adalah hal yang paling dekat, jawabannya sudah di depan mata.”


Jembatan itu terasa jadi lebih gelap dari biasa, lalu muncul kabut yang datangnya entah darimana karena ini masih malam, belum juga dini hari, di mana waktu kabut biasanya muncul.


Maka Alka mengerti, bahwa yang dia panggil telah datang.


“Saba Alkamah dengan kawanannya, memanggilku?” Ada seorang nenek tua yang berpakaian lusuh dan memegang tongkat, persis seperti yang dideskripsikan oleh ibunya Kemala.


“Assalamualaikum Nek ... Nenek Dewi Sundarwani.”


Nenek itu tersenyum dan mengubah bentuknya, menjadi wanita yang sangat amat cantik, persis seperti yang dilihat oleh Rajima pertama kali di hutan dulu itu.


“Kau sudah mengenaliku? Lama sekali kau sadar aku di sini menunggu.”


“Jadi, apa yang salah Dewi? Bukankah Rajima muridmu? Penerusmu?”


“Manusia itu diberi kekuasaan, semakin tinggi, semakin lupa daratan, lupa kalau dulu mereka hanya manusia rendahan, menjadi merasa memiliki dunia, maka tusuk konde itu kujadikan jaminan.


Pada dasarnya Rajima adalah manusia yang berubah menjadi jin, maka sifat kemanusiaan yang serakah tetap dia miliki. Aku sudah memberikannya banyak waktu untuk mundur, tapi dia terus saja maju, aku tidak peduli jika saja dia merusak manusia, jika manusianya ingin, tapi dia memaksa kehendaknya, pekerjaannya mudah, tanpa perlu berbuat apapun, tubuh yang dia rasuki, akan menjadi sulit bertemu pasangan, karena kutukan raja, mungkin di dunia ini, hanya dia yang menerima kutukan dengan senang hati, tapi aku tidak sangka bahwa dia memang berniat membuat sebanyak mungkin wanita untuk hancur dalam kesendirian.”


“ Tapi Dewi, bukankah kau dulu yang mengubahnya?”

__ADS_1


“Aku mengubahnya untuk menjadi jin, bukan iblis. Aku ingin dia hidup panjang umur, lalu hidup sesuai yang dia inginkan sebagai hadiah, bermanfaat untuk banyak orang, bukan menimbulkan kerusakan.


Aku melakukan perjanjian dengan ratu dulu hanya karena wilayah, aku ingin membangun wilayah kerajaan di sana, di kerajaan itu, setelahnya aku dan rakyatku hidup dengan tenang.


Tapi Rajima menolak hidup bersamaku, dia ingin berkelana, awalnya aku pikir dia akan menjadi jin yang baik dan menolong yang membutuhkan, bukan menjadi iblis seperti ini.”


“Tapi, kenapa kau menyarankan ibunya Kemala untuk melakukan ritual kotor? Bukankah itu sama saja dengan kelakuan Rajima, hanya kebalikan saja, tapi sama kotornya.”


“Karena aku ingin menghukum Rajima, satu-satunya cara ya hanya ritual kotor itu, aku tidak punya cara lain.”


“Kau yakin tidak ada cara lain?” Alka bertanya lagi sementara yang lain hanya menyimak saja.


“Tidak ada.”


“Lalu bagaimana dengan ini? kau berbohong soal tusuk konde itu kan? kau tadi bilang tusuk konde itu adalah jaminan, artinya kau tahu bahwa tusuk konde itu bukannya menguatkan Rajima, tapi melemahkannya, prinsipnya adalah seperti matematika, minus dikali minus sama dengan plus bukan?”


“Perkalian adalah ketika bilangan diperbanyak, tidak berlaku untuk jenis bilangan minus, karena ketika dipertemukan dengan kembarannya, yaitu bilangan minus juga, maka hasilnya bukan menambah minus tapi malah mengurangi, atau di refleksikan dengan plus. Artinya, tusuk konde yang terpapar kutukan raja, bertemu dengan Rajima yang jiwanya telah dikutuk raja, secara logika ketika ibunya Kemala mandi, harusnya Rajima semakin kuat, karena efek kutukan saling bersinggungan, yaitu Rajima dan tusuk konde yang dia sembunyikan itu, tapi tidak terjadi pada Rajima, justru Rajima menjadi lemah berserta kutukannya ikut lemah juga, sehingga ibunya Kemala akhirnya bisa melakukan perbuatan keji itu bersama temannya, untuk melepas kutukan Raja yang menempel pada jiwa Rajima.


Maka, tusuk konde dan Rajima memiliki prinsip minus dikali minus sama dengan plus. Begitu bukan?”


“Mungkin.” Dewi tidak juga memberikan jawaban.


“Maka cara kami untuk mengeluarkan Rajima dari tubuh Kemala adalah menemukan tusuk konde itu?” Alka bertanya.


“Entahlah.”

__ADS_1


“Kau bersembunyi dari Rajima, kan? di desa sebrang itu, yang semua orang tidak boleh minum kopi, karena aroma kopi membuat jin lain dapat saling mendeteksi, iya kan? kemana kerajaanmu?”


“Kau terlalu usil pada kehidupan orang lain.”


“Apakah kau dijajah oleh jin lain?”Alka tertawa.


“Tidak ada yang bisa mengalahkanku.”


“Maka Rajima yang membuatmu terpuruk bukan? Apa yang dia lakukan?”


“Menurutmu?”


“Baiklah, ini analisaku. Ketika Rajima memutuskan untuk mengubur tusuk konde itu, kau tahu dia menguburnya di mana, makanya kau pegang tusuk konde itu sebagai jaminan, jika kelak dia macam-macam, kau punya penangkalnya.


Lalu kau dan Rajima berpisah, Rajima menjadi serakah dan mengumpulkan bala tentara wanita yang dia jadikan tidak memiliki pasangan, jiwa meraka akhirnya mati dalam keadaan suci, ruh-ruh yang mati dalam keadaan suci, menjadi bala tentara yang sangat kuat bukan?


Dia menyerang kerajaanmu kan? kalian berkelahi karena kau mulai tidak suka dia terlalu berkuasa, sedang dia tidak suka kekuasaannya dia kendalikan bukan?


Kau sekarang sedang mencari cara menghentikannya kan? musuh dari musuhku adalah temanku Dewi, bagaimana jika kita buat perjanjian?”


Alka mengulurkan tangan, Dewi itu suka dengan gagasan ini.


“Baiklah, tapi prinsip minus dikali minus jadi plus itu, bukan gagasan yang benar-benar terjadi, aku akna menerima perjanjian ini, jika saja kau bisa menjawab, apa yang membuat tusuk konde itu melemahkan Rajima. Jika jawaban itu tepat, maka aku akan menerima perjanjian itu.”


“Jadi bukan minus kali minus jadi plus?” Alka sedih, karena asumsunya ternyat salah.

__ADS_1


“Bisa jadi, tapi apa yang membuat tusuk konde itu minus, mampu melemahkan kutukannya? Itu yang harus kau jawab, jika saja kau bisa mendapatkan jawabannya, maka aku akan beritahu ritual yang paling ampuh, untuk mengeluarkan Rajima dari tubuh Kemala, tapi ritual ini hanya bisa dilakukan satu kali, makanya takkan kuberikan pada siapapun kecuali dalam keadaan spesial.”


__ADS_2