Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Terbakar Amarah


__ADS_3

Penetua Hong, Penetua Formasi, Penetua Darah kini langsung marah saat merasa mereka di rendahkan oleh Jendral Hu Yan Di.


“Hu Yan, aku bukanlah orang yang bisa kau remehkan, walau aku akui kau kuat, tapi kau tidak berhak untuk seenaknya di depan kami.”


Blushh..!!


Aura yang di sertai energi dari ketiga Penetua ikut meletus.


Bom bom bom..!!


Gunung yang paling besar dan tinggi kini menjadi kawah, banyak orang-orang yang tidak bersalah terluka bahkan ada yang mati.


Beruntung Bai An telah menyuruh Ling Yenrou membawa Duan Du, Tu Long dan yang lainnya pergi untuk mengevakuasi orang-orang yang tidak bersalah. Bagi yang menolak, tentu saja Bai An memberitahu untuk jangan memaksa mereka yang tidak ingin mengungsi.


Sementara Duan Du dan Tu Long memasang wajah jelek terus menerus karena di paksa ikut mengungsi.


***


Jendral Hu Yan Di yang telah di penuhi oleh amarah langsung mendengus dingin.


“Lebih baik kau diam saja, aku ingin mengurus bocah itu lebih dulu, baru kita selesaikan masalah kita,” ucap Jendral Hu Yan Di dengan nada dingin.


Tanpa menunggu jawaban dari ketiga penetua, Jendral Hu Yan Di langsung melesat ke arah Bai An.


Bai An berdiri dengan santai bersama Bai Han yang kini tertidur lelap di punggungnya dan kepala Bai Han bersandar di bahu kiri Bai An.


Wuss..!!


Krak..!!


Bam..!!


Saat Jendral Hu Yan Di akan sampai dalam jarak 10 meter, sebuah perisai menghalangi Jendral Hu Yan Di hingga terdengar suara ledakan akibat tabrakan tubuh Jendral Hu Yan Di dan perisai di depannya.


Senyum Bai An langsung mengambang saat melihat wajah Jendral Hu Yan Di kini semakin jelek.


Jendral Hu Yan Di menatap tajam ke arah Bai An. “Tunggu di sini, jangan berpikir untuk melarikan diri, karena kemanapun kau akan melarikan diri, aku pasti akan mengejarmu,” ancam Jendral Hu Yan Di.


Jendral Hu Yan Di juga merasa yakin jika Bai An tidak akan mampu melarikan diri, karena saat ini Penetua Formasi sedang mengurung Bai An.


Formasi tersebut hanya mampu di harcurkan oleh seseorang yang memiliki kekuatan setidaknya berada pada tingkat Dewa Grand Master ⭐ 2 Menengah, itupun membutuhkan usaha ekstra. Walau Penetua Formasi hanya berada pada tingkat Dewa Grand Master ⭐ 1 Ahir, kekuatan dalam bidang formasinya sudah sangat terkenal di seluruh Alam Semesta Inti.


Sementara Bai An yang di ancam hanya terkekeh pelan.

__ADS_1


Jendral Hu Yan Di tidak menanggapi Bai An yang menertawainya, ia kini membalikkan badan lalu menatap 3 penetua yang kini mengarahkan aura membunuh kepada dirinya.


“Heng,, kalian tidak sabar untuk mati rupanya,” dengus Jendral Hu Yan Di dengan nada dingin.


Tubuh Jendral Hu Yan Di seketika di kelilingi oleh api, bahkan matanya sampai memancarkan api.


Dunia tempat mereka berpijak langsung terasa panas.


Penetua Hong yang melihat itu cukup terkejut, karena Jendral Hu Yan Di menyembunyikan kekuatannya sejauh ini.


“Hukum Api Setengah Dewa,” gumam Penetua Hong dengan nada serius.


Mendengar itu Penetua Pedang dan Penetua Darah langsung menyeringai kejam. Penetua Pedang yang muncul tiba-tiba ikut mengeluarkan kemampuannya.


Blush..!!


Hukum Pedang langsung Penetua Pedang perlihatkan dan itu juga Hukum Pedang yang telah mencapai Setengah Dewa.


Jarak Hukum Pedang Penetua Pedang mampu meliputi seluruh dunia ini, ia bisa memunculkan pedang di manapun hanya dengan pikirannya.


Sementara Penetua Darah kini menampilkan Hukum Kegelapan yang berlawanan dengan Hukum Api sehingga setengah dari dunia ini menjadi gelap.


Melihat Penetua Pedang dan Penetua Darah juga telah mencapai Hukum Setengah Dewa. Jendral Hu Yan Di langsung mendengus meremehkan.


Setelah itu Jendral Hu Yan Di langsung menghilang dalam pandangan mereka bertiga.


Wuss..!!


Jendral Hu Yan Di muncul di depan Penetua Hong, karena ia merasa Penetua Hong adalah musuh yang paling berbahaya menurutnya.


Saat tangan Jendral Hu Yan Di yang kini di penuhi oleh api ingin menyentuh Penetua Hong.


Sebuah Pedang muncul yang telah di kelilingi oleh kegelapan.


Wuss..!!


Bom..!!


Dengan cepat Jendral Hu Yan Di mengayunkan tangan kirinya untuk menghancurkan serangan gabungan Penetua Pedang dan Penetua Darah.


Tapi tidak berhenti sampai disana saja, ribuan pedang kembali muncul lalu menerjang ke arah Jendral Hu Yan Di.


Jendral Hu Yan Di yang melihat itu langsung mengeluarkan hawa panas yang sangat dahsyat hingga melelehkan pedang yang di selimuti oleh kegelapan, bukan hanya itu saja, dunia tempat mereka saat ini ikut meleleh.

__ADS_1


Awalnya dunia ini meleleh sedikit demi sedikit karena Hukum Api yang Jendral Hu Yan Di keluarkan pertama kali, tapi saat ini dunia tersebut perlahan-lahan mendekati ambang kehancuran.


Beberapa ahli yang ada di dunia ini hanya bisa menonton sambil menggertakkan gigi mereka menahan amarah.


Kekuatan Penguasa dunia ini hanya Berada pada Dewa Master ⭐ 4 Puncak dan para ahlinya hanya mampu sampai Dewa Master ⭐ 4 Ahir.


Walau begitu, Penguasa Alam Semesta Inti masih belum keluar untuk menghentikan mereka, itu karena dunia ini bukan dunia inti yang ia kelola dengan penuh perhatian, karena dunia ini hanya memiliki urutan ke 11 dari 10 dunia inti yang ia kelola.


Terlebih banyak para ahli meyakini jika 10 Para Penguasa Dunia di Alam Semesta Inti ke 6 ini di sogok agar tidak ikut campur.


Kekuatan 10 Penguasa Dunia Inti di Alam Semesta Inti ke 6 telah sampai Dewa Grand Master juga, jika mereka semua keluar, maka dunia ini tidak akan hancur.


Bom bom bom..!!


Bom bom bom..!!


Terdengar ledakan menggema hingga terdengar ke seluruh dunia, terlebih akibat ledakan dunia ke 11 tersebut secara perlahan hancur yang kini tinggal setengah.


Jendral Hu Yan Di yang baru selesai menghancurkan semua pedang kini muncul kembali di depan Penetua Hong.


Penetua Hong terlihat santai, ia sama sekali tidak takut saat Jendral Hu Yan Di mendekatinya.


Wuss..!!


“Matilah kau bangsat,” teriak Jendral Hu Yan Di mengayunkan pedang yang terbentuk dari elemen api.


Pedang Api kini telah di selimuti oleh Hukum Api, ia yakin jika Penetua Hong akan mati sampai ke jiwanya.


Bom..!!


Crak crak..!!


Sebuah Formasi tiba-tiba menahan pedang Jendral Hu Yan Di.


Jendral Hu Yan Di langsung tersadar jika ia melupakan adanya Penetua Formasi. Tapi ia kembali mengayunkan pedangnya apinya.


Bom..!!


Crash..!!


Formasi langsung hancur di sertai tubuh Penetua Hong menjadi abu, melihat itu senyum menyeringai Jendral Hu Yan Di tampilkan.


“Hahaha,, akhirnya satu dari kalian telah ma-”

__ADS_1


Mata Jendral Hu Yan Di langsung melotot. “Tidak, ini tidak mungkin.” Teriak Jendral Hu Yan Di.


__ADS_2