Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertarungan Bai An dan Hu Liu Chen


__ADS_3

Bai Han terdiam beberapa saat lalu mengangguk, ia lalu berjalan ke arah gubuk kecil yang di buat Hu Liu Chen.


Melihat Bai Han masuk, Hu Liu Chen melirik ke arah barat.


“Bagaimana?” Tanya Hu Liu Chen dengan nada serius.


“Orang-orang yang ku kirim di seluruh daratan untuk mendeteksi keberadaannya kini jika salah satu dari mereka bilang jika dia tiba-tiba muncul di Daratan Timur, saat ini dia menuju kesini,” kata sebuah suara.


Tapi saat memberitahukan hal tersebut kepada Hu Liu Chen, suara tersebut ada sedikit keraguan dan kebingungan.


Hu Liu Chen yang dapat melihat itu walau orang tersebut bersembunyi langsung bertanya. “Ada apa lagi?”


“Eh,, itu, saat orang-orang ku merasakan kemunculannya di Daratan Timur, dia tidak muncul sendiri, melainkan cukup banyak, kurang lebih 100.” Jawab sebuah suara, lalu ia menambahkan.


“Tapi yang aku bingungkan, bagaimana dia tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba muncul lagi?”


Hu Liu Chen tersenyum.


“Tentu saja kau bingung, hanya orang-orang tertentu dan punya kelebihan di dukung Semesta yang bisa melakukan hal tersebut,” kata Hu Liu Chen.


Hu Liu Chen tentu tahu hal tersebut, karena kakaknya juga bisa melakukan itu, ia pun juga bisa, namun ia hanya bisa membuat dunia kecil layaknya cincin penyimpanan, tidak seperti kakaknya yang sanggup membuat layaknya sebuah dunia.


“Hmm..!! Kau bisa bersembunyi, jangan sampai dirasakan oleh orang-orang klan Hu, walau itu bawahan kepercayaanku sekalipun, karena bisa saja mereka berkhianat dan memberitahu ayah, hanya kau saja yang saat ini dapat aku percayakan,” kata Hu Liu Chen dengan nada serius.


“Baik Tuan muda,” jawab sebuah suara lalu banyangannya tiba-tiba lenyap.


Hu Liu Chen lalu menggerakkan tangannya untuk membuat perisai.


Setelah dirasa cukup aman, Hu Liu Chen lalu melesat ke arah Timur meninggalkan Bai Han seorang diri.


***


Di tempat Bai An.


Bai An, Duan Du dan Tu Long saat ini melesat dengan kecepatan tinggi Duan Du.


Beberapa saat kemudian Bai An tiba-tiba menjadi serius.


“Berhenti,” teriak Bai An.


Duan Du dan Tu Long langsung berhenti, mereka tidak pernah melihat Bai An berteriak, walau begitu mereka berdua tidak bertanya, malah memasang sikap waspada seperti yang di lakukan Bai An saat ini.


Bai An saat ini mengeluarkan pedangnya saat merasakan sedikit jejak aura, walau begitu Bai An yakin jika orang tersebut sangat kuat, mungkin lebih setara atau lebih kuat darinya.


“Keluarlah, aku tahu kau bersembunyi,” kata Bai An dengan nada dingin.


Tak lama muncul pemuda tampan, rambutnya langsung berkibar saat muncul tidak jauh di depan Bai An.

__ADS_1


“Klan Hu,” gumam Bai An, Duan Du dan Tu Long secara serempak memasang sikap siap menyerang.


Pemuda yang tak lain Hu Liu Chen tersenyum kecil saat melihat ketiganya.


Pandangan Hu Liu Chen mengarah ke Bai An dengan tatapan tajam.


“Apa kau ingin main keroyokan atau menjadi layaknya laki-laki sejati,” kata Hu Liu Chen tersenyum kecil.


Bai An tahu jika kata-katanya adalah sebuah tantangan duel, sementara Duan Du dan Tu Long mendengus.


“Heng,, laki-laki sejati? Kau bilang laki-laki sejati, jangan jadi seorang kultivator jika benar kau ingin menjadi laki-laki sejati, karena setiap orang yang menempuh jalan kultivasi, tidak ada jalan benar maupun salah, semuanya sama,” dengus Duan Du, lalu menambahkan.


“Pulang saja kau, tidur dengan nyenyak lalu bermimpi,” ejek Duan Du.


Hu Liu Chen yang mendengar itu terkekeh kecil.


“Sangat layak di sebut sebagai pengacau, mulutmu sangat licin untuk memprovokasi orang, namun sayang, itu tidak berlaku bagiku.”


Setelah membalas ucapan Duan Du, Hu Liu Chen kini menatap ke arah Bai An.


Bai An yang merasa tertantang langsung melirik ke arah Duan Du dan Tu Long.


“Kalian berdua diam dulu di sini, aku ingin mencoba kekuatan baruku ini, ini sangat cocok untuk menguatkan pondasiku juga, terlebih ia adalah lawan terkuat yang aku temui setelah meningkatkan kekuatanku,” kata Bai An.


Bai An juga dapat merasakan jika pemuda dari klan Hu ini tidak mempunyai niat jahat, ia murni ingin bertarung.


Duan Du dan Tu Long menjadi cemberut, karena mereka juga ingin bertarung, walau mereka tidak ragu jika Bai An bertarung seorang diri, karena mereka berdua selalu percaya 100% kepada Bai An.


Tapi mereka harus kecewa saat melihat wajah serius Bai An.


“Baiklah,” kata Duan Du dan Tu Long langsung mundur.


Setelah itu Bai An dan Hu Liu Chen kini saling menatap.


Seakan mengerti, mereka berdua mengangguk, lalu melesat ke langit secara bersamaan.


Wuss..!!


Bai An dan Hu Liu Chen muncul di luar angkasa, saat Bai An melihat dunia tempatnya tadi, dunia tersebut sangatlah kecil. Itu membuat Bai An cukup terpana, karena ini pertama kali baginya terbang hingga keluar dari dunia.


“Apakah kau sudah puas melihat-lihat?”


Sebuah suara seketika menyadarkan Bai An. Bai An lalu melirik ke arah Hu Liu Chen.


“Tentu, jadi ayo kita mulai,” kata Bai An langsung menyerang lebih dulu.


Wuss..!!

__ADS_1


Bai An muncul di depan Hu Liu Chen, tangan Bai An yang memegang pedang langsung terayun dengan santai.


Hu Liu Chen yang melihat itu sama sekali tidak menghindar, ia tiba-tiba memejamkan matanya.


Secara tiba-tiba Bai An menarik pedangnya.


Wuss..!!


Bai An mundur 5 langkah, ia dapat merasakan bahaya tadi.


“Apa itu? Kenapa aku merasa nyawaku akan melayang jika pedangku mengenai tubuhnya?” Gumam Bai An dalam hati.


“Hukum Terbalik, itu adalah hukum paling langka dan tidak masuk akal, namanya juga cukup aneh, namun Hukum tersebut akan paling berbahaya jika seseorang tidak mengetahuinya, apalagi jika orang tersebut tidak mengetahui cara melawan menangani Hukum Terbalik,” kata Bai Tan berseru di kepala Bai An.


Bai An yang mendengar itu ingin bertanya, namun sebuah tinju api muncul di depan wajahnya.


Dengan cepat Bai An menghindar lalu mengayunkan pedangnya ke arah bahu Hu Liu Chen.


“Jangan serang atau sentuh dia,” teriak Bai Tan.


Bai An langsung mundur sejauh mungkin, namun Hu Liu Chen tetap mengejar dan menyerangnya.


“Jika kau menyerang atau menyentuhnya, maka seranganmu akan mengenai dirimu sendirimu sendiri, itulah mengapa Hukum Terbalik sangat mengerikan dan langka.” Kata Bai Tan.


Bai An yang mendengar itu langsung bertanya. “Jika tetap seperti ini maka aku pasti akan kalah, apakah kau ada solusi?”


Saat Bai Tan ingin menjawab, sebuah api besar datang mengarah ke Bai An.


Karena fokusnya terbagi, Bai An jadi tidak sadar jika Hu Liu Chen menciptakan api yang sangat besar.


“Sialan,” gumam Bai An, ia langsung menebas bola api tersebut.


“Tebasan Asura tingkat 3,” gumam Bai An.


Crash..!!


Api tersebut terbelah, dan bilasan tebasan Bai An masih melesat, ia langsung mengarah ke Hu Liu Chen.


Bai An yang melihat itu langsung melesat dengan kecepatan penuh.


“Tebasan Asura tingkat 2,” gumam Bai An.


Wuss..!!


Piar..!!


Bilasan energi pedang Bai An langsung berbenturan hingga hancur.

__ADS_1


“Kau terlalu banyak melamun, sehingga tidak fokus jika musuhmu ada di belakang.”


Saat Bai An membalikkan badan, sebuah pukulan keras langsung mengenai dadanya.


__ADS_2