
“Hemm..!! Energi itu,” gumam Bai Han sedikit waspada saat melihat kaki Qing Hu di selimuti oleh energi Cahaya.
Tapi karena sedikit penasaran lantaran ia di pukul mundur saat menggunakan Hukum Darah beberapa waktu lalu, Bai Han pun langsung menembakkan banyak darah.
Tak lama, darah-darah tersebut seketika berubah menjadi manusia boneka darah.
Bersamaan dengan itu, Bai Han mencoba membuat banyak bayangan lalu menaruhnya di setiap boneka darah yang ia ciptakan.
Qing Ha dan Qing Hu yang melihat itu memiringkan sedikit kepala mereka.
“Hemm..!! Apa dia meremehkan kita kak?” Tanya Qing Hu melirik kakaknya.
“Walau terlihat seperti serengan anak-anak karena jumlah energi di setiap boneka ini sangat sedikit, kita tetap harus berhati-hati Hu'er.” Ucap Qing Ha.
“Ingat, setetes air pun mampu melubangi batu yang padat,” sambung Qing Ha.
Qing Hu pun mengagguk lalu melesat setelah kakaknya memberikan aba-aba.
Wuss..!!
Dengan cepat Qing Ha mengayunkan kedua Daggernya yang sudah di baluti energi seperti cahaya. Qing Hu juga terlihat tak mau kalah, ia pun langsung memasang kuda-kuda lalu mengayunkan tinjunya.
Slash..!!
Wuss..!!
Bilah Dagger dan bilah tinju pun langsung melesat ke arah para boneka darah ciptaan Bai Han.
Bom bom bom..!!
Para boneka darah milik Bai Han pun langsung meleleh bersamaan dengan bayangan yang Bai Han ciptakan.
“Hemm..!! Jadi Hukum Darah dan Bayangan sejenis kejahatan dan energi mereka sejenis energi suci yang menghapus kejahatan ya,” gumam Bai Han kini mengetahui kenapa kedua Hukum milik adik dan pamannya kalah.
“Tapi jika ku buat lebih padat, maka aku yakin para boneka darah ini bisa bertahan setidaknya beberapa detik saja.” Sambung Bai Han.
Rencananya Bai Han ingin membuat boneka darah yang mirip dengannya, lalu di gunakan untuk mengelabui musuh. Bai Han juga berpikir jika itu cocok nantinya di gunakan saat ia dalam bahaya dan saat musuh lengah.
Dengan cepat Bai Han berubah menjadi Bayangan.
Wuss..!!
Bai Han seketika muncul di depan Qing Hu, karena ia merasa yang berbahaya di sini adalah Qing Hu.
Wung..!!
Kepalan tinju Bai Han seketika di selimuti oleh energi yang ada di sekelilingnya dan dengan cepat tinju Bai Han melesat ke punggung Qing Hu.
Wuss..!!
Trank..!!
Bai Han yang sudah menduga serangan dadakan Qing Ha, dengan cepat mengayunkan tangan kirinya yang sudah bergabung dengan pedang kayunya.
Bom..!!
Bersamaan dengan itu, Qing Hu yang sudah sadar ada serangan dadakan, namun terlambat merespon pun langsung terhempas.
Melihat Qing Hu menjauh akibat serangannya. Bai Han kembali berubah menjadi bayangan.
Wuss..!!
Bai Han muncul dengan kaki terayun ke arah kepala Qing Ha.
Qing Ha pun menyilang kedua Daggernya untuk bertahan lantaran sadar jika kekuatan fisik Bai Han saat ini setara dengan adiknya.
“Kena kau,” gumam Bai Han langsung mengayunkan tangan kirinya ke perut Qing Ha.
__ADS_1
Wuss..!!
“Tidak akan ku biarkan,” teriak Qing Hu melesat dengan kecepatan mengerikan.
Namun sekuat apapun Qing Hu berusaha, serangan tersembunyi Bai Han lebih dulu mengenai perut Qing Ha.
Crash..!!
Duar..!!
“Tidak,” Qing Hu langsung berteriak melihat kakaknya terlempar di sertai darah muncrat dari perut kakaknya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Kakak,” ucap Qing Hu langsung menahan tubuh kakaknya.
“Aku tidak apa-apa, ini tidak dalam dan tidak parah.” Ucap Qing Ha langsung menakan darahnya menggunakan energinya.
Bai Han yang melihat adanya celah, kini muncul di samping Qing Hu.
“Tinju Naga Penghancur,” teriak Bai Han.
Wung..!!
Bom..!!
Tangan kiri Qing Hu terlihat menahan tinju Bai Han dengan mudah, aura dari tubuh Qing Hu juga seketika meledak.
Bai Han yang melihat itu sedikit tak percaya. Karena Qing Hu dengan mudahnya menahan tinjunya.
Dret..!!
Dengan cepat Bai Han menundukkan kepalanya untuk menghindari salah satu Dagger milik Qing Ha yang akan menebas kepalanya.
Bersamaan dengan itu, Dagger satunya kini tepat muncul di depan mata Bai Han dan bergerak sendiri, layaknya memiliki kesadaran seperti Tongkat Emas milik Bai Da Xing.
Trank..!!
Di saat itu juga terlihat kini Qing Hu yang sudah mengayunkan tinjunya ke arah punggung Bai Han.
Booomm..!!
Duar..!!
Hoekk..!!
Bai Han langsung terhempas jauh sambil memuntahkan seteguk darah.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tidak ingin memberikan Bai Han kesempatan, Qing Ha muncul sambil mengayunkan Daggernya berkali-kali untuk menutupi jalan kabur Bai Han, karena ia menebak saat Bai Han terhempas tadi, Bai Han menambah kecepatan dirinya yang terhempas agar bisa menjauhi kedua musuhnya.
“Sial, dia menyadarinya,” umpat Bai Han dengan cepat menggerakkan tubuhnya ke kanan untuk menghindari bilah Dagger Qing Ha.
Crash..!!
Crash..!!
Saat Bai Han mencoba menghindar, ia menyadari ada yang salah, karena walau menghindar, tubuhnya tetap terkena sayatan.
“I..Ini,” gumam Bai Han langsung merubah matanya menjadi putih polos.
Blush..!!
__ADS_1
“Benang yang sangat tipis dan semuanya terhubung,” gumam Bai Han membelalakkan matanya.
“Sialan, bagaimana aku bisa menghindar jika semua bilah tersebut terhubung,” umpat Bai Han melirik ke arah Qing Ha yang kini tersenyum tipis.
Melihat senyum Qing Ha, bukan senyum merendahkan, melainkan itu terlihat sebuah isyarat.
Dengan cepat pun Bai Han tersadar, karena ia sama sekali tidak melihat Qing Hu saat ini dan juga tidak dapat merasakan eneginya.
“Tidak mungkin ia secepat ini menyusul, jarak kami sangatlah jauh,” gumam Bai Han langsung menggelengkan kepalanya.
“Apanya yang tidak bisa menyusul,” sapa Qing Hu dengan sebuah terjangan.
Duar..!!
Bai Han yang dengan cepat menahan tendangan Qing Hu dengan siku kanannya terdorong mundur.
Urgh..!!
“Apa ini?” Gumam Bai Han saat merasakan organ dalamnya terasa hancur setelah menahan serangan Qing Hu.
“Kini aku tak akan menyerangmu sembarangan lagi, karena jika aku menyerangmu sembarangan menggunakan energi biasa, kau pasti akan terlempar,” ucap Qing Hu muncul di samping kiri Bai Han sambil menyerang pinggang Bai Han.
Bom..!!
Urgh..!!
Hoek..!!
Bai Han yang tidak bisa merespon lantaran rasa sakit yang ia rasakan saat menahan tendangan Qing Hu pun kembali merasakan organnya di acak-acak oleh sebuah pisau.
Darah segar kini keluar dari mulut Bai Han.
“Kenapa kau lengah seperti ini,” ucap Qing Hu kembali muncul tepat di bawah Bai Han.
Tangan kanan Qing Hu langsung meluncur ke perut Bai Han.
Bruak..!!
Arghh..!!
“Heeh,, kau lemah juga,” ejek Qing Hu mengayunkan kakinya ke leher samping kiri Bai Han.
Bam..!!
Wuss..!!
Saat Bai Han terlempar sejauh 2 meter, Qing Ha langsung muncul sambil mengayunkan Daggernya ke punggung Bai Han.
Crash..!!
Argh..!!
Teriakan Bai Han seketika menggema setelah mendapatkan tebasan dari Qing Ha.
Tidak ingin memberikan Bai Han kesempatan untuk bernafas, Qing Hu kembali memukul Bai Han di dadanya.
Bruak..!!
Lalu di sambut oleh Qing Ha yang menyerang perut Bai Han dengan cara menjulurkan Dagger yang ada di tangan kanannya.
Jlep..!!
Urrgh..!!
Hoek..!!
Mata Bai Han seketika melotot saat perutnya di tusuk oleh Qing Ha. Bai Han juga langsung menyemprotkan darah melalui mulutnya.
__ADS_1
“Mati,” teriak Qing Hu muncul mengayunkan tinjunya yang di lapisi energi bewarna Hitam, pertanda ia serius ingin membunuh Bai Han.
Wuss..!!