
Semua ahli dan para leluhur ketiga Ras yang menyaksikan itu langsung menjauh karena mereka sadar jika ini adalah pertarungan yang sesungguhnya.
Dret..!!
Dret..!!
Tu Long dan Leluhur Hendric kini sama-sama menyeringai kejam.
Tapi tak lama wajah Tu Long menjadi gelap saat mencium bau tubuh orang yang ia kenal saat Leluhur Hendric mengeluarkan pedang yang di gunakan untuk menyerang Lang Zai dan Cen Tian.
Leluhur Hendric mengerutkan keningnya, tapi tak lama tubuhnya sedikit bergetar saat merasakan tekanan yang mengerikan di sertai tubuh Tu Long mulai berubah menjadi wujud Half Giant Dragon.
Leluhur Hendric sadar jika monster di depannya marah saat ia mengeluarkan senjata andalannya.
Tapi Leluhur Hendric salah mengira apa yang Tu Long pikirkan. Ia mengira jika Tu Long menginginkan senjata yang ia gunakan saat ini sehingga ia langsung mendengus dingin.
“Kau menginginkan senjata ini, langkahi dulu mayatku,” ucap Leluhur Hendric dengan nada menyeramkan.
“Heng,, aku akan membuatmu mengerti betapa mengerikannya kami jika kau menganggu salah satu dari kami,” ucap Tu Long.
Wung..!!
Dret dret..!!
Tubuh Tu Long kembali berubah menjadi sosok yang lebih kecil dari sosok Ras Half Giant Dragon. Atau bisa di katakan ia dalam mode berserk tingkat tertinggi.
Wung..!!
Tak lama duri-duri yang ada di seluruh tubuh Tu Long mulai membuka mulutnya tanda ia ingin menyerap seluruh tubuh musuh di depannya.
Sementara di depan Tu Long kini Leluhur Hendric juga tak mau kalah, area di sekelilingnya kini di lapisi tiga elemen yang berbeda-beda.
Dari elemen Api, Angin dan terahir petir, semua elemen ini terlihat saling membantu sama lain. Api untuk melahap apa saja dan Angin untuk membantu membesarkan area yang di lahap dan terahir petir untuk menyelesaikan target.
Wung..!!
Tu Long dan Leluhur Hendric langsung bergerak secara bersamaan.
Tu Long langsung mengayunkan lengan kirinya dengan di penuhi oleh amarah.
“Great Destroyer.”
“True Slaughter Dragon.”
Sebuah Naga dalam bentuk energi bewarna hitam keemasan seketiga muncul setelah ia mengayunkan tangan kirinya.
Goar..!!
Bom bom bom bom...!!
Teriakan dari Naga energi langsung membuat ledakan serta guncangan mengerikan.
Sementara di saat bersamaan Leluhur Hendric juga langsung mengayunkan pedangnya.
“Combined Triple Element.”
__ADS_1
“Slash of Eternity.”
Blush..!!
Sebuah prajurit kolosal muncul dengan tiga warna berbeda, dengan sebuah pedang prajurit kolosal tersebut mengayunkan pedangnya ke arah sosok Naga Hitam keemasan.
Bom..!!
Duar..!!
Saat bentrok, seolah memiliki nyawa, dengan ganas Naga Hitam keemasan mengigit pedang prajurit kosolan lalu ekornya langsung mengarah ke kepala prajurit kosolan.
Leluhur Hendric langsung memuntahkan seteguk darah. Tak mau kalah, ia langsung berteriak keras sambil mengerahkan seluruh Mana yang ia punya.
Argh..!!
Bom..!!
Saat ekor Naga Hitam Keemasan mengarah ke kepala prajurit kolosal, sebuah tameng muncul di tangan kiri prajurit kolosal dan langsung menghentikan ekor Naga.
Hup hup hup..!!
Terlihat Leluhur Hendric kini berkeringat deras saat menahan sosok Naga di depannya ini.
Sementara Tu Long terlihat sedikit menunduk akibat dampak teknik terkuat miliknya kini ia gunakan.
Tapi itu tidak menyurutkan niat Tu Long untuk membunuh orang yang telah menyakiti keluarganya.
Roarr...!!
Dret..!!
Tak lama Naga hitam keemasan seketika bercahaya terang.
Wungg..!!
Deg deg..!!
Deg deg..!!
Sebuah bunyi dengungan terdengar, bunyi itu seperti suara detak jantung.
Setelah cahaya hitam menghilang, terlihat saat ini Naga yang tadinya bewarna hitam keemasan kini berubah menjadi Emas bercaya.
Di setiap tubuh Naga tersebut di lapisi oleh Armor tempur.
Goar..!!
Krak krak..!!
Duar..!!
Hanya dengan satu teriakan dari Naga Emas, tubuh Prajurit kolosal langsung hancur.
Bersamaan dengan itu, Tu Long kini mencekik leher Leluhur Hendric dengan tatapan mengerikan.
__ADS_1
“Katakan dimana kau menyerang mereka?” Ucap Tu Long dengan nada dingin.
Mata Tu Long terlihat gelap tanpa ujung di kedua matanya saat ini.
Tubuh Leluhur Hendric hanya bergetar saja saat di tanyai, ia juga tidak bisa mengucapkan sepatah kata karena lehernya saat ini di cekik.
Melihat orang di depannya hanya diam, Tu Long tampa pikir panjang langsung menyuruh semua jarum di seluruh tubuhnya untuk melahap tubuh Leluhur Hendric sedikit demi sedikit.
Argh..!!
Argh..!!
Hanya jerit teriakan pilu yang terdengar saat ini selama beberapa menit.
Keheningan seketika tercipta, tatapan Tu Long mengarah ke semua arah, ia kini melihat tempat ini telah luluh lantah.
Lalu tatapan Tu Long mengarah ke semua orang yang berasal dari dimensi ini.
Semua ahli dan Leluhur dari ketiga Ras tanpa sadar mundur dengan wajah ketakutan. Beberapa dari mereka bahkan langsung melarikan diri.
Tidak ada yang berani mendekati Tu Long saat ini, termasuk para Leluhur Ras Manusia, mereka semua sadar akan kekuatan Leluhur terkuat mereka.
“Aku akan memburumu, siapapun kau, aku tak akan pernah melepasmu,” ucap Tu Long meraung keras.
Suara Tu Long saat ini menggema hingga ke ketiga Kekaisaran.
Entah apa yang di maksud Tu Long, mereka semua tidak ada yang mengerti dan mereka hanya mengambil kesimpulan jika monster di depannya ini ingin membantai seluruh Ras Manusia.
Namun dari mereka semua, hanya tiga orang yang tahu maksud dari ucapan Tu Long. Mereka pun dapat melihatnya dengan samar-samar.
“Hem..!! Orang itu ternyata masih memiliki Artefak atau bahkan lebih tinggi dari kelas Artefak,” gumam Bai An melirik ke arah tertentu, ia samar-samar merasakan kemana Leluhur Hendric melarikan diri.
“Hemm..!! Sudah aku duga jika orang itu akan berhasil melarikan diri, ia sangat licin, bahkan Ling Bai pun tidak mampu membunuhnya,” gumam Anariel kini menatap Tu Long dengan penuh minat, saat ini ia ingin mencoba melawan sosok Naga yang hanya dalam legenda saja.
Sementara Ratu Diane sedikit tak percaya jika orang di depannya adalah Sosok Naga yang telah lama punah di Dimensinya, dan ia juga tak menduga jika sosok Naga ini bisa menang walau tahu jika musuhnya berhasil melarikan diri.
...
Dret..!!
Tu Long langsung menghilangkan sosok Naga yang terlihat agung. Sosok Naga tersebut langsung masuk ke dalam tubuh Tu Long.
Bersamaan dengan itu Tu Long kembali ke wujud manusianya.
Uhuk..!!
Tu Long seketika sedikit berlutut di atas langit. “Sial, aku tak menduga jika efeknya akan separah ini,” gumam Tu Long kini melihat sekelilingnya. Ia memikirkan ke arah mana yang akan ia tuju.
Saat Tu Long telah menentukan ke arah mana yang akan ia tuju, samar-samar ia merasakan sosok yang ia kenal kini menuju ke arahnya.
Wuss wuss..!!
“Dasar otak dongol, kenapa kau menghancurkan kota yang telah menjadi targetku, aku jadi rugi besar kali ini,” teriak Cen Tian kini memasang wajah kusut. Tapi di dalam hatinya ia saat ini terkejut bercampur bahagia.
Bukannya marah saat di ejek, Tu Long seketika tersenyum lebar. Ia saat ini merasa bahagia karena mengira Cen Tian telah mati di bunuh oleh Leluhur Hendric.
__ADS_1
“Hehe,, dasar otak harta, aku tak menduga kau masih hidup. Jika kau mati mungkin aku akan membuat kubur untukmu” Ucap Tu Long menyeringai tipis.