Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Sosok Roh Asura dan Terungkap


__ADS_3

Duan Du hanya bisa tersenyum sambil mengusap rambut putrinya hingga Duan Sha tertidur pulas akibat kelelahan menangis.


Sementara di luar, para pengikut putri Duan Du hanya bisa membisu dan saling menatap.


Pikiran mereka semua langsung ke masa lalu saat Duan Sha atau orang yang mereka anggap ibu pernah bercerita jika ia sedang menunggu ayahnya dan berjanji tidak akan mau menikah jika ayahnya belum kembali.


“A..Apakah orang tampan ini ayah dari ibu? Ta..Tapi kenapa bisa?” Bisik Mi tidak percaya.


“Hemm..!! Dari usianya yang jauh berbeda dengan ibu, mana mungkin pemuda tampan ini orang tua dari Ibu,” sambung wanita yang terlihat seperti berusia 30 tahunan, tapi usia aslinya sangatlah tua.


Waktu berlalu, Duan Du dengan sabar menunggu putri kecilnya bangun.


Saat bangun Duan Sha yang terkenal dingin dan pendiam kini berbanding terbalik setelah bertemu ayahnya. Ia kini sangat manja dan cerewet.


Duan Du hanya bisa bersabar menghadapi sifat putri kecilnya, ia sadar jika putrinya pasti sulit menjalani hidup tanpa ibu dan dirinya.


Terlihat Duan Du juga menceritakan sebagian apa yang terjadi dan mengapa ia lama kembali, Duan Du juga menceritakan jika ia mempunyai adik kecil bernama Duan Li.


Mendengar itu Duan Sha langsung bersemangat dan ingin bertemu adiknya. Ia dari dulu memimpikan sosok saudara dan keluarga. Duan Sha pun tak melarang ayahnya untuk menikah lagi. Karena sadar seseorang yang kuat pasti memiliki lebih dari satu istri.


“Ayo kita temui paman mu, dia adalah kakakku,” ajak Duan Du langsung berjalan keluar.


Duan Sha yang tinggal langsung menerjang punggung ayahnya. Dengan manja ia tertidur di pundak kanan ayahnya saat di gendong.


Tap tap..!!


Saat keluar Duan Sha langsung memberitahu putri-putri angkatnya untuk menjaga tempat ini selama ia pergi.


***


Wuss..!!


Saat Bai An melihat dua orang yang datang.


“Hmmm..!! Apakah sudah?” Tanya Bai An santai.


“Sudah kak, aku menitipnya kepada putriku,” jawab Duan Du santai.


“Lalu dimana kau akan menyerapnya?”


Duan Du terdiam saat mendengar pertanyaan kakaknya.


“Aku tahu dimana tempat yang sepi,” celetuk Duan Sha bangun, saat Duan Sha melihat Bai An, ia sedikit tidak percaya.


“Bu..Bukankah anda Sang Asura,” ucap Duan Sha sedikit tergagap saking terkejutnya.


Pandangan Duan Sha melirik ayahnya, ia tahu ayahnya kuat. Tapi ia tak tahu jika ayahnya mengenal mantan terkuat Dimensi Pusat ini.


Pikiran Duan Sha kini mengingat nama-nama orang terdekat Bai An yang mati saat perang besar di masa lalu.


Duan Sha mengetahui ini dari buku-buku kuno yang tak sengaja ia temukan. Buku yang ia temukan sengaja di sembunyikan oleh seseorang agar tentang Sang Asura dan para saudaranya tidak di ingat lagi oleh para kultivator masa depan.

__ADS_1


Saat Duan Sha menebak siapa julukan ayahnya, ia seketika bersemangat.


“Berarti saat ibu memberikan ini kepada Sha'er dulu sewaktu Sha'er sudah beranjak dewasa, ayah sudah mati?” Tanya Duan Sha.


Duan Du mengangguk ringan. “Nanti saja di bahas, mana barang yang ibumu titipkan?” Ucap Duan Du kini tahu jika waktunya tak lama.


Duan Sha hanya bisa cemberut, dengan kesal ia memberikan sebuah bola kecil.


Di dalam bola tersebut ada sebuah Bayangan sosok Duan Du di masa lalu.


Duan Du yang melihat itu langsung tersenyum. “Baiklah ayo tunjukkan dimana tempatnya Sha'er,” ajak Duan Du.


Duan Sha hanya mengangguk diam, ia sebenarnya ingin protes, tapi malu akan sosok Bai An.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tempat yang di tunjukkan oleh Duan Sha terlihat sangat tenang.


“Tempat ini.” Gumam Duan Du dan Bai An serempak serta saling melirik satu sama lain.


“Reruntuhan klan Ling,” ucap Duan Du dan Bai An serempak.


“Ayo ikuti aku,” ajak Bai An, walau banyak yang berubah, tentu Bai An sangat mengenal tempat ini. Karena di sini ia mati di masa lalu bersama Duan Du.


Wuss wuss..!!


Duar..!!


Hanya dengan sekali lambaian tangan, Bai An menghancurkan tembok yang terlihat masih kokoh.


Tap tap..!!


Terlihat aula yang sedikit kotor namun masih bagus tanpa adanya kerusakan.


“Hahaha aku terasa bernostalgia,” teriak Duan Du sambil tertawa girang.


“Sha'er kau berkultivasilah di sana, ayah juga akan menyerap inti Bayangan ayah,” ucap Duan Du tanpa basa basi.


Mereka berdua pun langsung pergi.


Sementara Bai An yang sudah tidak berada di sana, kini ia melangkahkan kakinya ke sebuah pintu lorong.


Cklek..!!


Wuss..!!


Seketika hembusan angin menerpa wajah Bai An.


Saat Bai An ingin melangkah, seketika ruangan tersebut bergetar.

__ADS_1


Dret dret..!!


Bom..!!


Ledakan kecil terdengar, pandangan Bai An mengarah ke sebuah senjata yang kini melesat ke arahnya.


Jlep..!!


Dengan santai Bai An memegang senjata yang ia sempat sembunyikan di masa lalu.


“Bagian dari pedang Asura,” gumam Bai An lalu mengeluarkan pedang yang selama ini ia gunakan.


Dret dret..!!


Kedua pedang tersebut bergetar saat Bai An memegangnya.


Tak lama kedua pedang tersebut melayang dengan sendirinya.


Wuss..!!


Tanpa Bai An ketahui Bayangan Senjata Roh Asura juga ikut keluar. Hal itu membuat Bai An membelalakkan matanya.


“Selamat nak karena telah menggabungkan Senjata Asura, senjata Dewa terkuat sepanjang sejarah sampai-sampai banyak mengorbankan nyawa akibat di perebutkan,” ucap Sosok Roh yang terlihat tua.


“Siapa kau?” Tanya Bai An sedikit waspada.


“Kau akan tahu setelah keluar dari Dimensi Pusat ini,” jawab Roh tersebut santai.


Mendengar itu, Bai An yang sudah menebak adanya Dimensi Pusat lain hanya terdiam.


“Hmm..!! Tujuan akhirmu sebenarnya bukan di sini saja, aku tahu kau sudah lelah dan ingin hidup normal. Tapi ketahuilah jika kau akan selalu di incar karena senjata ini selamanya. Kau juga tidak akan bisa terlepas karena kau telah bergabung denganku.” Ucap Roh tersebut sedikit menyeringai.


Bai An langsung memicingkan matanya sambil memiringkan kepalanya.


“Apa maksudmu?” Tanya Bai An dengan nada dingin.


“Kau adalah keturunan dari orang yang menciptakan senjata ini sekaligus orang yang menggunakannya. Orang itu adalah Tuanku sendiri dan ia telah mengikat dirinya denganku dimasa lalu, walau mati pun aku tetap akan muncul di kehidupan selanjutnya saat ia bereinkarnasi.”


“Tapi ia melepaskanku dengan membuat keturunan dan saat ini kaulah keturunanya.” Ucap Roh Asura terdiam sesaat.


Melihat Bai An diam dan paham, Roh Asura melanjutkan. “Jika kau ingin terpisah dariku maka kau harus rela jika keturunanmu yang paling murni akan aku tempati.”


Bai An terdiam sesaat. “Aku butuh waktu, terlebih aku masih ingin mencerna kata-katamu, karena setahuku, gurukulah yang memberikan senjata ini.” Ucap Bai An sedikit ragu.


Mendengar itu Roh Asura seketika tertawa terbahak-bahak lalu menembakkan secuil energi ke kepala Bai An tanpa bisa ia hindari.


Wuss..!!


Bai An yang melihat ingatan seseorang di kepalanya langsung terdiam sambil duduk untuk mencerna ingatan tersebut.


Cukup lama Bai An mencernanya hingga tanpa terasa tubuh Bai An bergetar hebat di sertai auranya menyebar sesaat.

__ADS_1


“Jadi begitu, aku ibarat hanyalah pion untuk membangkitkan mu dan cangkang kosong untuk membangunkan Raja Vampire.” Gumam Bai An dengan nada dingin.


__ADS_2