
Dengan cepat Klon Bai Han melesat kembali atau menuju Dimensi Tanpa Nam, tempat di mana Tuannya kini berada.
***
“I..Ini, sampai detik ini aku seperti masih bermimpi,” ucap semua para wanita saat melihat wajah Bai Han yang semakin tampan dan terlihat jauh lebih Dewasa dari terahir mereka bertemu.
Bai Han yang sudah cukup lama berkumpul hanya bisa tersenyum tipis saja saat melihat semua orang yang dulu ia kenal kini berada di depannya. Terutama sosok wanita yang terlihat dulu selalu menempel kepadanya, namun kini ia terlihat malu-malu layaknya kucing kepanasan.
Asap terus mengepul di kepala Gisel saat ia terus menerus di tatap oleh Bai Han.
“Ehem,, baiklah mungkin kalian sudah di beritahu oleh paman Ling Feng tentang tujuanku datang ke sini, tapi akan ku jelaskan kembali.” Ucap Bai Han langsung berdeham sambil memasang wajah serius.
Semuanya pun langsung ikut memasang serius, karena tentu saja mereka di ceritakan oleh Ling Feng sebelum Bai Han datang.
“Tujuanku datang kesini adalah mengajak kalian ikut bersamaku ke Alam yang lebih tinggi, dan tujuan lainnya adalah agar aku tidak kehilangan anggota keluargaku lagi,” ucap Bai Han terdiam sesaat.
Tak lama Bai Han pun menjelaskan semuanya tanpa di tutupi, ia menjelaskan jika ayah, paman, dan semua orang yang mereka kenal beberapa telah mati dan Bai Han juga menjelaskan mengapa ia ingin ke Alam yang lebih tinggi, yaitu ia ingin mencari ayahnya dan yang lainnya.
Bai Han kini tidak ingin berbohong lagi, karena ia merasa berat jika berbohong kepada anggota keluarganya, terlebih lagi mereka sangat setia terhadap ayahnya.
Akan menyesakkan jika ia membohongi mereka dan juga akan sulit ia menjelaskan ke depannya jika sudah membohongi mereka dalam waktu lama.
Bai Han tentu saja tahu jika kepercayaan adalah salah satu dari inti sebuah ikatan. Jika ia dari awal berbohong, maka ia takut ikatan kepercayaan keluarga mereka bisa saja hancur.
__ADS_1
Sementara Ling Feng, Gou Han, Gou Long, Mei Yin, Anariel, Ariel, Antoni, Gisel dan Ling Sui seketika tersenyum tipis saat mendengar Bai Han langsung bercerita jujur.
“Tidak perlu merasa bersalah seperti itu Han'er,” ucap Ling Feng.
“Benar, tentu saja kami juga ikut merasakan kesedihan yang mendalam di masa lalu dan langsung menyadari jika terjadi sesuai terhadap Ling Bai, tapi kami tidak percaya begitu saja saat itu,” sambung Ariel mengangguk ringan.
“Tapi setelah menghilangnya Cen Tian dan yang lainnya tidak lama setelah hati kami yang tiba-tiba sedih, kami pun langsung merasa terpukul hingga beberapa dari kami pingsan karena sadar jika hati kami yang pada waktu itu sedih adalah karena kematian Ling Bai,” sambung Anariel.
“Dan pada saat itu, Ling Feng yang mencoba kuat langsung menutup Gerbang penghubung karena takut akan terjadi sesuatu juga di sini, sesaat setelah mendengar kematian Cen Tian dan menyadari kematian Tuan Bai An,” ucap Mei Yin terdengar sedih, tapi mencoba untuk tetap tegar.
Bai An yang mendengar mereka semua satu persatu bicara seketika merasakan kehangatan dan juga kesedihan, karena terlihat jelas jika mereka sangat menerima dirinya apa adanya. Mereka juga kini berkumpul dan memeluk Bai Han lantaran sadar jika pastinya Bai Han adalah orang yang paling terkupul lantaran kehilangan sosok ayah yang mereka cintai semua.
***
Kini Chen Long, Bai Hu, Bai Ha, Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang tengah menunggu Bai Han terlihat duduk santai sambil menikmati arak di sebuah kedai kecil.
“Aku tak menduga jika tempat ini sangatlah damai dan aku juga sangat kagum terhadap sosok Cen Tian itu, ia sangat di kagumi dan di cintai oleh rakyatnya.” Ucap Chen Long dengan nada sedikit ngelantur dan iri.
“Benar, entah bagaimana caranya dia membuat semua orang sangat menyayangi dan mempercayainya, dan yang paling aku kagumi adalah orang-orang di sini tidak ada yang saling membenci jika terjadi kesalah pahaman, mereka terlihat saling percaya satu sama lain dan saat adanya masalah besar, mereka langsung menuju patung Cen Tian untuk menyelesaikannya dengan berunding atau musyawarah,” sambung Bai Ha dengan wajah penuh kekaguman dan keirian.
Mereka iri karena menginginkan hidup damai seperti ini dan jika ada suatu masalah di antara para penduduk, mereka tidak ingin para penduduk tersebut tidak saling membunuh, memfitnah atau melakukan suatu kejahatan lainnya untuk menyelasaikan.
Tentu mereka sadar itu akan sulit jika mereka yang menjadi pemimpin atau penguasa, terlebih di tempat mereka masing-masing, yaitu Alam yang jauh lebih besar, di sana yang berkuasalah berhak melakukan tindakan apapun, termasuk membunuh. Karena seperti itu, membuat kaum bawah menjadi takut, benci, dendam dan lain sebagainya.
__ADS_1
Di tempat mereka mirip dengan Hukum Rimba seperti tempat berkumpulnya Binatang Buas yang selalu saling memburu dan membunuh satu sama lain.
“Hais, ingin rasanya aku tinggal di tempat ini lebih lama lagi,” ucap Bai Hu mengungkapkan keinginannya, sambil menghela nafas berat.
“Itu tak akan bisa, karena kita akan terus bersama di sisi saudara Bai Han untuk membantunya mencari anggota keluarganya, dan aku yakin jika kita suatu saat pastinya akan bertemu dengan Cen Tian di sana, karena Saudara Han sendiri yakin jika pamannya itu ada di Alam yang lebih tinggi,” ucap Bai Ha sambil melirik adiknya.
“Jika begitu, aku sudah tidak sabar ingin melihat Paman Cen Tian ini secara langsung, terlebih kata para penduduk, ia adalah sosok pencuri yang sangat serakah, tapi di cintai rakyatnya, ini cukup aneh menurutku,” ucap Bai Hu terlihat tidak sabar ingin pergi dan bertemu Cen Tian.
“Hemm..!! Sebenarnya orang yang harus kalian temui adalah ayahnya Bai Han, karena dialah kepala keluarganya di sini, jika kau bertemu dengannya, aku yakin kau pasti akan belajar banyak darinya,” ucap Chen Long.
“Kenapa aku bisa mengatakan kau bisa belajar banyak darinya, itu karena semua anggota keluarganya mempunyai sifat yang unik semua, ada yang gila seperti saudara Bo Wuhan sebelum kecerdasannya kembali, ada yang sangat licik sampai-sampai semua anggota keluarganya di jahili, ada gila akan bertarung, ada yang suka mencuri,l dan masih banyak lagi.”
“Dan mereka semua tentunya sangatlah sulit di atur, namun ayah Bai Han dengan hebatnya bisa mengatur mereka semua. Jadi kalian haruslah belajar darinya,” sambung Chen Long.
“Itu benar, aku juga cukup mengenal Paman Du dan paman Tu, merekalah yang paling sulit di atur dan selalu membuat kekacauan kemana pun mereka pergi, tapi saat ayah saudara Han bicara, mereka seketika berubah seolah menjadi hewan yang sangat jinak. Aku juga kagum dengan kepemimpinan Tuan An,” balas Lan Yuheng sambil membayangkan saat ia pernah bertemu dulu di masa lalu.
Saat mereka terus mengobrol, hanya Bo Wuhan saja yang terlihat diam.
Bo Wuhan terlihat hanya memandang ke arah patung Cen Tian dan tak lama, pandangannya tak sengaja melihat wajah Bai Han berdiri di kepala patung Cen Tian.
Atau bisa di katakan Klon Bai Han. “Eeh,, apakah itu Tuan muda? Tapi kenapa aku merasa itu bukan Tuan muda?”Gumam Bo Wuhan dalam hati.
Tap tap..!!
__ADS_1
Dengan cepat Bo Wuhan bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah keluar menuju ke arah patung Cen Tian.