Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membunuh Xiong Zai


__ADS_3

Lagi-lagi leher Xiong Zai terpotong dan bilah pedang Bai An tetap melesat ke arah bukit yang kini sedikit demi sedikit mengikis bukit tersebut.


Kepala dan tubuh Xiong Zai kembali utuh, pandangan Xiong Zai melirik ke arah bukit tempat ia menyembunyikan jantung serta inti darahnya.


Awalnya Xiong Zai berniat mempermainkan mereka semua lebih dulu, lalu menyiksanya. Tapi setelah melihat kekuatan senjata Bai An yang mengerikan, kini ia berniat untuk melarikan diri.


Bahkan saking paniknya, ia tidak berpikir jernih saat ini, dengan cepat Xiong Zai melesat saat melihat bilah pedang Bai An kini hampir menembus danau yang telah ia perkuat oleh formasi.


Bom..!!


Mata Xiong Zai melotot saat melihat bukit kecil tersebut tiba-tiba meledak serta sebuah hujan darah tiba-tiba menyemprot dari bukit.


Hujan darah itu tak lain inti darah yang telah lama ia kumpulkan. “Sialan, aku akan membalas kalian semua nanti,” teriak Xiong Zai sambil tetap berusaha melesat ke jantungnya yang kini berdetak lebih cepat.


Xiong Zai juga mengalami sedikit sakit saat menyadari jantungnya kini tergores oleh tanah.


Wuss..!!


Semua keluarga Bai An yang terkuat langsung muncul, kini mereka telah menggabungkan kekuatan mereka untuk mencoba menghancurkan Xiong Zai.


Mereka tidak sadar jika bagaimanapun mereka menyerang Xiong Zai maka tubuhnya akan utuh kembali selagi jantungnya masih berdetak.


Bertepatan dengan itu Bai An langsung memejamkan matanya.


Blush..!!


Mata Bai An langsung bewarna putih polos. Tangan Bai An yang menggenggam erat senjata Roh Asura langsung bergumam.


“Teknik Asura Tingkat 5.”


“Pedang Asura.”


Bai An langsung mengayunkan tangannya.


Wuss..!!


Bilah sosok bayangan melesat ke arah jantung Xiong Zai.


Sosok tersebut adalah Roh Senjata Asura, bahkan Bai An tidak menyadarinya dan hanya mengira itu serangan energi saja.


Jlep..!!


Sosok Roh Sentaja Asura melewati Xiong Zai lalu menusuk jantung Xiong Zai.

__ADS_1


Bukan menusuk, tepatnya menyerap inti dari darah milik Ras Vampire.


Sret..!!


Bom..!!


Bertepatan dengan meledaknya Xiong Zai akibat serangan gabungan Duan Du, Tu Long dan yang lainnya. Jantung Xiong Zai juga ikut meledak.


...


Sebuah senyum tipis Sosok Roh Asura perlihatkan, sebelum memudar, Roh tersebut melirik ke arah kumpulan keluarga Bai An. Entah siapa yang Roh Senjata Asura lirik, yang pasti senyumnya membuat orang yang di lirik langsung menghilang.


Sementara Duan Du, Tu Long, mereka kini tersenyum lebar setelah berhasil membunuh Xiong Zai.


Tapi tak lama mereka langsung memasang wajah serius saat sadar jika kekuatan mereka belum cukup melawan musuh kuat yang belum keluar.


Bai An kini terlihat tersenyum tipis. “Hmm..!! Biarkan mereka bangga atas keberhasilan mereka,” gumam Bai An.


Setelah itu pandangan Bai An mengarah ke semua keluarganya. Saat ini ia masih merasa janggal, karena menurutnya masih ada satu sosok yang bersembunyi di balik wajah keluarganya.


“Hmm..!! Aku yakin masih ada satu lagi, tapi kini akan menjadi sulit, karena ia pasti akan jauh lebih berhati-hati,” gumam Bai An dalam hati.


***


Satu hari setelah pertarungan melawan Xiong Zai.


“Aku dapat meyakini jika Saudara Xiong Zai saat masih di dunia Fana adalah asli, tapi setelah mati dan tiba-tiba muncul di alam yang lebih tinggi, itulah sosok orang yang kita lihat ini.” Ucap Long Yuan tidak mau mengalah.


“Jadi maksudmu Xiong Zai itu ada dua? Tidak-tidak, mereka pasti sama.” Ucap Cen Tian langsung menggelengkan kepalanya.


Duan Du, Mu Xia'er, Hei Long, Pixiu dan Lang Zai juga ikut berdebat. Karena mereka semua dulu pernah bersama dan cukup mengenal Xiong Zai.


Bai An yang mendengar perdebatan mereka kini memijit keningnya.


“Bisakah kalian diam, orang yang kalian bicarakan sudah mati. Jadi kenapa harus membahas orang mati.” Ucap Bai An sedikit dingin.


“Mereka lebih dulu membahas Xiong Zai bukan aku, aku hanya ikut meluruskan saja.” Ucap Mu Xia'er membela diri sambil melangkah ke samping suaminya.


Tak lama kini terdengar lagi semua keluarga Bai An yang membicarakan Xiong Zai saling menuduh dan tak mau di salahkan oleh Bai An.


“Cukup, kalian ini sudah tua, bahkan ada yang telah memiliki putra, masih saja seperti anak kecil.”


Semuanya langsung diam saat Bai An memarahi mereka. Tidak ada yang berani menimpali Bai An saat ia sedang bicara.

__ADS_1


Setelah cukup puas jika mereka semua diam. Bai An bangkit dari tempat duduknya.


Pandangan Bai An mengarah ke pasukan Tu Long serta Pasukan Pembantai yang kini di latih oleh 3 sosok Jendralnya yaitu Jendral Asura. Sama seperti lambang A yang ada di punggung dan dada mereka masing-masing.


Wuss..!!


Bai An langsung mengeluarkan sebuah jubah bertulis A. Jubah tersebut bewarna hitam dengan sisi bewarna merah. Sementara huruf A bewarna merah kehitaman.


“Gunakan ini,” ucap Bai An melempar dua jubah kepada Tu Long dan Bai An.


Tu Long dan Bai An langsung tersenyum bersemangat saat ini. Karena di percaya oleh Bai An menjadi pendamping terkuat mereka.


Semua keluarga Bai An yang belum mengetahui itu langsung bertanya.


Tak lama setelah mendapat informasi tentang Jubah ini, mereka langsung iri kepada Duan Du.


“Hei, An'er bukankah ini tidak adil, dia masih lemah, bahkan Gou Long jauh lebih kuat, tapi kenapa kau memberikan jubah ini kepada Bocah nakal ini? Aku tidak terima, terlebih ia pasti akan membuat masalah,” ucap Cen Tian dengan senyum nakal.


“Heng,, bilang saja kau iri, dan untuk kekuatan kau bisa mencobanya,” tak mau kalah, Duan Du langsung memprovokasi kakaknya.


Saat Cen Tian dan Duan Du ingin beradu mulut, sosok wanita dewasa menatap mereka dengan dingin.


“Eeh ibu, aku lupa jika harus mencari bahan makanan untuk makan malam kita, jadi aku permisi,” ucap Cen Tian lari tunggang langgang.


“Hehe,, aku akan mencari kayu bakarnya bu,” ucap Duan Du ingin melesat tapi terhenti.


“Ayah, kenapa menggunakan kayu bakar, bukankah di sini banyak yang bisa menggunakan elemen Api serta Hukum Api.” Ucap Duan Li dengan nada polos serta wajah bingung.


Wajah Duan Du langsung jelek, tatapan Duan Du mengarah ke Bai Han yang kini tersenyum kecil sambil sambil menggendong Duan Li kecil.


Tap..!!


Punggung Duan Du langsung di pegang oleh seseorang, saat Duan Du membalik badannya, ia hanya bisa tersenyum canggung.


Hal itu membuat gelak tawa bagi semua orang yang ada di sana.


Duan Du bukannya takut, tapi ia lebih menghormati Ling Mei, sosok yang ia anggap ibu. Senakal-nakalnya Duan Du dahulu saat di Benua Naga, ibunya selalu melindungi dan memberinya saran agar merubah sikapnya.


Walau caranya terlihat kasar, tapi semua orang yang mengenal dekat Ling Mei tahu jika Ling Mei sangat penyayang dan lembut.


Ling Mei bertindak kasar karena tahu jika sosok yang mereka anggap ibu sedang khawtir jika putra putrinya kenapa-napa atau berlebihan dalam melakukan sesuatu.


***

__ADS_1


Wuss..!!


Sementara sosok yang di lirik oleh Senjata Roh Asura kini muncul.


__ADS_2