
Waktu terus berlalu, tak terasa Bai An dan yang lainnya sudah ingin melanjutkan perjalanan ke Kota Runtuh.
***
Sementara jauh di Alam Semesta Inti ke 2, saat ini terdengar raungan kemarahan.
Bom..!!
Duar..!!
“Aku tidak mau tahu, cepat kalian cari tahu cara menumbuhkan lenganku ini, jika tidak, kalian akan menerima akibatnya,” teriak Jendral Hu Yan Di kepada para alkemis dan tabib.
Seketika semua alkemis dan tabib langsung berhamburan keluar dengan kaki bergetar hebat di setiap langkah mereka.
Setelah para alkemis dan tabib pergi, kini tatapan Hu Yan Di mengarah ke orang-orang yang berlutut di depannya.
Orang-orang tersebut terlihat ketakutan, padahal mereka adalah orang-orang yang selalu di sanjung dan di takuti, tapi kini mereka ketakutan di depan Jendral Hu Yan Di.
“Kalian semua kembali ke Alam Semesta Inti Ke 5, ke 4 dan ke 3, tunggu bocah tersebut sampai kesana, jika kalian menemukannya, beritahu kepadaku, atau jika kalian bisa menangkap atau melumpuhkannya maka aku akan memberikan kalian hadiah yang besar,” kata Hu Yan Di.
Seketika 20 orang yang berlutut langsung menghilang, rata-rata mereka adalah anggota klan Hu yang di susupkan ke setiap Alam Semesta, mereka juga kini telah menjadi Penguasa Dunia di setiap Alam Semesta, ada juga yang menguasai perdagangan seperti membangun Paviliun.
Rata-rata kekuatan mereka adalah Dewa Raja Semesta dan Dewa Master Semesta, itu adalah kekuatan untuk Penguasa Dunia dan sangat jarang di temui di Alam Semesta Inti ke 4 sampai ke 10.
Untuk Alam Semesta Inti ke 3 sampai pertama, rata-rata kekuatan seperti Dewa Raja Semesta di miliki oleh patriak klan menengah atas dan patriak klan besar tingkat rendah.
Sementara Dewa Master Semesta, di miliki oleh patriak klan besar yang berkuasa dan Sekte Kecil maupun Menengah, untuk Sekte tingkat tinggi sampai saat ini kekuatan Master Sekte mereka masih belum ada yang tahu, namun orang-orang menduga kekuatan mereka setara dengan jendral klan Penguasa Semesta.
Wuss..!!
Setelah 20 orang menghilang, kini pandangan Hu Yan Di mengarah ke 2 orang yang tersisa.
“Kalian berdua, buru bocah itu, saat ini aku meragukan mereka semua apakah bisa di andalkan walau mereka kuat, jadi aku menugaskan kalian berdua yang aku percayai,” kata Hu Yan Di di penuhi oleh dendam.
Dua orang tersebut adalah dua dari 4 komandan yang selamat dulu.
__ADS_1
Jika Tu Long dan Duan Du melihat keduanya, maka mereka beruntung dapat membunuh satu komandan klan Hu, karena kekuatan komandan klan Hu yang sebenarnya adalah rata-rata Dewa Master Semesta ⭐ 3 ke atas.
Duan Du dan Tu Long juga beruntung jika kekuatan mereka semua di tekan oleh Hukum Semesta Inti ke 9, jika tidak di tekan, mungkin mereka akan langsung mati hanya karena tekanannya saja.
“Baik Jendral,” ucap Hu Hong Meng dan Hu Bu Yao secara serempak, mereka berdua langsung menghilang dari tempat mereka.
Setelah itu Hu Yan Di juga ikut menghilang karena mendapat panggilan dari Penguasa Semesta Hu Xiao.
***
Di tempat lain, yaitu Alam Semesta Inti ke 6.
Di sebuah tempat paling berbahaya, ada sebuah gua, di dalam gua duduk pria sepuh.
“Huuff,, aku tidak membayangkan mereka melebihi monster atau iblis, mereka bahkan membantai semua yang datang dalam waktu kurang satu minggu,” gumam Xun Chu.
“Beruntungnya aku di berikan kesempatan untuk hidup, walau saat ini aku telah di buru oleh beberapa klan besar karena telah menyebar informasi palsu, tapi aku merasa tidak takut oleh mereka semua kecuali ketiga monster atau iblis itu.”
“Setelah aku kembali ke Alam Semesta Inti ke 5 dan berhasil membawa semua keluargaku untuk bersembunyi, aku harus mencari mereka lalu mengabdi, karena aku yakin mengabdi kepada mereka adalah pilihan terbaik dan bisa menjamin keselamatan keluargaku juga,” gumam Xun Chu terlihat bertekad, setalah itu ia memejamkan matanya untuk memulihkan luka-lukanya akibat perturangan melawan beberapa tetua klan besar.
***
“Kakak, aku merasa aura familiar di kota itu,” kata Duan Du perlahan turun.
Bai An mengangguk. “Benar, ini aura dari Lang Zai, aku juga tidak menduga ia disini, terlebih akan di lelang,” kata Bai An menghela nafas.
“Hehe,, aku tak menyangka nasib paman Lang Zai akan sama seperti paman Xiong Zai yang di lelang juga,” kekeh Duan Du merasa lucu.
“Hmm,, ayah, siapa itu Lang Zai?” Tanya Bai Han tersadar saat mendengar pembicaraan ayahnya dan pamannya.
“Lang Zai itu adalah pamanmu, dia adalah saudara angkatku dulu,” jawab Bai An tersenyum lembut sambil menurunkan Bai Han.
Bai Han terkejut mendengar itu. “Eeh,, jika begitu ayo kita selamatkan paman Lang Zai itu,” ajak Bai Han merasa kasihan.
“Hehe,, kau tenanglah Han'er, jika ayahmu mau, aku yakin kota ini pasti hancur olehnya saat merasakan aura paman Lang Zai mu itu,” kekeh Duan Du.
__ADS_1
“Ayahmu pasti memiliki rencana, mungkin bermain lebih dulu untuk memancing siapa saja yang terlibat dalam penangkapan Paman mu itu, ayahmu juga punya hati karena ia tak mungkin membunuh orang tak bersalah,” kata Duan Du melanjutkan sambil mengusap kepala Bai Han dengan bersemangat, entah mengapa Duan Du sangat menyangi keponakannya ini.
Mendengar itu Bai Han mengangguk-angguk patuh. “Sudah di putuskan, biarkan Han'er ikut bermain juga dengan cara memanasi orang-orang berhati gelap, siapa tahu mereka adalah salah satunya,” kata Bai Han tersenyum polos sambil menodongkan tangannya ke arah Duan Du.
Dahi Duan Du langsung berkerut karena tahu keponakannya ini sedikit mengerjainya.
Sementara Tu Long, tertawa terbahak-bahak dan Fu Jian, Wudi kini menutup mulut menahan tawa.
“Heng,, kau ini keponakan paman yang nakal,” kata Duan Du menjewer telinga Bai Han.
“Adu,, duh,, sakit paman,” kata Bai Han sedikit merajuk, padahal ia sengaja.
Duan Du hanya mendengus kecil tapi tetap memberikannya cincin penyimpanan dengan jumlah harta yang fantastis.
Bai An yang dari tadi diam mulai bicara. “Ayo kita masuk, dan kau Fu tua, kau pasti sudah paham apa maksudku.”
Fu Jian mengangguk lalu berjalan jadi depan bersama Wudi, Bai An, Bai Han dan Duan Du berada di tengah, sementara Tu Long paling belakang.
Tap tap..!!
Saat sampai gerbang Fu Jian langsung berkata. “Klan Fu dari Alam Semesta Inti ke 6.” Fu Jian menunjukkan token Paviliun dan token tetua klan Fu.
Seketika penjaga tersebut yang tak lain adalah para penjaga Cabang Paviliun Semesta langsung membuka jalan.
Setelah itu salah satu penjaga menghampiri Fu Jian.
“Tuan, apakah anda butuh petunjuk jalan, biarkan saya yang mengantar anda kemana yang anda inginkan selama di Kota Runtuh ini,” kata penjaga tersebut dengan nada sopan.
Fu Jian tidak menjawab, melainkan melirik ke arah Bai An dan Bai Han.
“Suruh tunjukkan dimana Restaurant berada, karena saat ini aku ingin mencicipi beberapa makanan,” kata Bai Han dengan nada sombong dan angkuh.
Fu Jian mengangguk hormat. “Baik Tuan muda,” kata Fu Jian.
Setelah itu Fu Jian melirik ke arah penjaga tersebut. “Bawa kami ke Restaurant terbaik di Kota ini.”
__ADS_1