
Tubuh Bai Chu Ye langsung sedikit membungkuk, kaki kananya ia majukan ke depan bersamaan dengan pedangnya terhunus ke depan.
“Kalian semua bersiaplah, jangan sisakan satupun dari mereka, dan jangan terlalu naif dengan mengampuni sampah seperti mereka,” ucap Bai Chu Ye langsung mengayunkan pedangnya ke arah Leluhur Panah Suci.
Blush..!!
Sebuah bilah pedang bewarna merah langsung melesat ke arah Leluhur Panah Suci.
Leluhur Panah Suci langsung tersenyum sinis, bocah ketahuilah tempatmu,” dengus Leluhur Panah Suci dengan pandangan jijik.
Dengan santai Leluhur Panah Suci menarik busur panahnya.
Wuss..!!
Duar..!!
Seketika dua bilah mana langsung bentrok menyebabkan daya ledak yang cukup besar.
Semua pihak musuh yang dekat dengan bentrokan tersebut langsung mengibaskan tangan mereka untuk menghilangkan asap yang ada di depan mereka.
Namun baru saja para Leluhur, Panglima dan Jendral kedua Ras menghilangkan asap, sebuah serangan muncul di depan mereka.
Crash..!!
Duar..!!
Argh..!!
Teriakan demi teriakan seketika menggema di tempat tersebut.
Bai Chu Ye yang melihat rencananya berhasil langsung tersenyum tipis.
Sementara Leluhur Panah Suci yang baru sadar jika dirinya terpancing kini tak bisa menahan diri lagi untuk tidak meraung.
“Sialan kalian berlima, jangan sebut aku Leluhur Panah Suci jika tidak membunuh kalian semua dengan panahku,” teriak Leluhur Panah Suci kini menarik busur panahnya.
Saat Leluhur Panah Suci menarik busur panahnya, aura di sekeliling Leluhur Panah Suci berubah menjadi berat.
Warna dari anak panah yang Leluhur Panah Suci tarik juga mulai berubah, dari yang bewarna biru kini menjadi putih keemasan.
“Pure Sacred Arrow.”
“Dark Destroyer.” Teriak Leluhur Panah Suci.
Wuss..!!
Anak panah dengan kekuatan tak main-main langsung melesat ke arah Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye juga tak mau kalah.
“Immortal Blood Technique.”
“Boundless Blood Body.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
Jlep..!!
Duar..!!
Tubuh Bai Chu Ye langsung hancur setelah di tembus oleh anak panah milik Leluhur Panah Suci.
__ADS_1
“Haha mati juga kau sampah,” teriak para leluhur dari kedua Ras kini tertawa terbahak-bahak.
“Dasar lemah, hanya dengan satu teknikku saja kau sudah langsung mati,” ucap Leluhur Panah Suci dengan nada sombong dan jijik.
Sementara keempat yang kini sedang membantai para Panglima, Jendral serta pasukan kedua Ras langsung mundur setelah melihat tubuh Bai Chu Ye berubah jadi kabut darah.
Namun Leluhur Tombak Cahaya merasa ada yang tidak beres, ia telah bertarung cukup lama dengan Bai Chu Ye dan ia tahu jika Bai Chu Ye tidak akan mudah mati.
“Hemm..!! Jangan mundur, kembali serang mereka yang terlemah dulu, jangan buat Tuan Ye menunggu terlalu lama, ia butuh bantuan kita nanti saat melawan para Leluhur yang kekuatannya pada rangking SSS+.” Ucap Leluhur Tombak Cahaya kembali melesat ke arah para Jendral yang terlihat ikut tertawa saat melihat kematian Bai Chu Ye.
Wuss..!!
“Jangan senang dulu sampah menjijikkan, Tuan Ye tidak akan semudah itu mati,” dengus Leluhur Tombak Cahaya mengayunkan tombaknya.
Blush..!!
Sebuah cahaya langsung bersinar terang.
Crash..!!
Argh..!!
Seketika puluhan Jendral serta pasukan dari kedua Ras mati dengan tubuh terpotong dua pada bagian pinggang.
“Sial, cepat hentikan mereka berempat, jangan biarkan ia membunuh orang-orang kita terlalu banyak,” teriak salah satu Leluhur Ras Elf memberitahu rekannya yang lain.
Bom bom bom..!!
Tak lama keempat yang berpihak kepada Bai Chu Ye langsung di kepung oleh kedua Ras serta beberapa Leluhur.
Dret..!!
Jder jder..!!
Brusshh..!!
Bukan hanya perubah di awan saja, kini muncul petir dan badai bewarna merah gelap secara bersamaan.
“Fenomena apa ini?” Ucap salah satu Leluhur Tertua yang berada di sebelah Leluhur Panah Suci. Tanpa terasa tubuhnya sedikit bergidik melihat semuanya bewarna merah.
Deg deg..!!
Deg deg..!!
Deg Deg..!!
Seketika sebuah suara detak jantung menggema di tempat mereka bertarung hingga terpaksa mereka semua menghentikan pertarungan.
Suara detak jantung tersebut tidak ternyata tidak terdengar di area situ saja. Malah suara detak jantung tersebut kini terdengar ke seluruh pelosok Dimensi Alam Sihir.
...
Bai An, Leluhur Hendric bersama Leluhur Pedang Api yang ia seret langsung berhenti.
“A..Apa yang sebenarnya terjadi? £ku baru mendengar suara detak jantung ini menyebar ke seluruh Dimensi ini?” Ucap Leluhur Hendric kini merasa sedikit ketakutan, karena cukup banyak hal aneh yang ia temui semenjak kedatangan kedua Bai An atau pertemua keduanya di Dimensi Alam Sihir.
Kini pandangan Leluhur Hendric mengarah ke kiri, ia melihat Bai An tersenyum tipis.
“Ayo cepat kesana,” ajak Bai An langsung merobek ruang.
__ADS_1
Wuss..!!
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama Bai An dan Leluhur Hendric muncul tidak jauh dari titik pertempuran kedua.
Pandangan keduanya langsung mengarah ke sosok darah yang kini perlahan membentuk jantung.
“I..Ini bukankah ini Keturunan Ras klan Darah, ia memiliki Darah kuno Abadi yang telah lama musnah di Dimensi Alam Dewa.” Ucap Leluhur Hendric terkejut luar biasa.
Tentu dalam sekali pandang, ia langsung tahu jika orang yang di depannya memiliki Darah Kuno Abadi yang konon tidak bisa mati atau musnah.
Tapi tetap saja, kematian itu tidak akan bisa di hindari, walau orang berkata mereka abadi, mereka pada akhirnya tetap mati.
Buktinya Ras yang Leluhur Hendric ucapkan, Ras Klan Darah dikatakan tidak bisa mati, tapi pada akhirnya mereka musnah, walau tidak ada yang mengetahui bagaimana cara mereka mati atau siapa yang membunuh mereka. Orang-orang zaman dulu hanya bisa menemukan tempat reruntuhan klan mereka saja dan tidak menemukan jejak dari mayat mereka.
...
Kembali ke Bai Chu Ye.
Perlahan tapi pasti, kini tubuh Bai Chu Ye mulai terbentuk lagi.
Sementara Leluhur Panah Suci yang kini mencoba membunuh Bai Chu Ye di tahan oleh keempat yang memihak ke Bai Chu Ye.
“Sialan kalian, jangan halangi aku,” teriak Leluhur Panah Suci kini di penuhi oleh amarah melesatkan ratusan anak panahnya.
Tak mau kalah, para musuh juga ikut menyerang keempat pihak Bai Chu Ye.
Bom bom bom..!!
Urgh..!!
“Aku sudah tidak sanggup menahan serangan gabungan mereka guru,” ucap Leluhur Elf berjubah hitam kini menyemburkan darah terus menerus dari mulutnya.
“Bertahanlah Lou'er, tinggal sedikit lagi kita semua pasti akan aman.” Ucap Leluhur Tombak Cahaya dengan penuh keyakitan.
“Benar, beejuanglah anak muda,” teriak Leluhur Berjubah Hitam dengan lambang Naga.
“Hahahaha lihat mereka telah menjadi gila dengan mencoba saling menyemangati,” teriak salah satu Leluhur Ras Manusia tertawa terbahak-bahak sambil mengayunkan pedangnya ke arah pemuda yang di panggil Lou'er.
Crash..!!
Argh..!!
Dada Lou'er seketika menyemprotkan banyak darah saat terkena tebasan musuh.
“Lou'er,” teriak Leluhur Tombak Cahaya mencoba membantu muridnya.
Saat Leluhur Tombak Cahaya lengah, sebuah anak panah muncul tepat di depan dirinya.
Jlep..!!
Argh..!!
Leluhur Tombak Cahaya langsung terpental mundur, kini sebuah anak panah menancap tepat di dadanya.
Uhuk uhuk.
__ADS_1
“Rupanya hanya sampai sini saja batasanku, maafkan aku Lou'er karena tidak bisa membantu dan maafkan aku Tuan Ye karena tidak bisa melindungimu.” Gumam Leluhur Tombak Cahaya langsung batuk darah.