
Melihat ia tidak bisa menyentuh garis-garis tersebut. Ling Feng kini tidak memikirkannya. Ia langsung duduk bersila untuk memulihkan diri.
...
Sementara Bai An yang telah melihat Dong Jin telah menjadi idiot dan berbicara sendiri.
“Hem..!! Dasar pecundang,” ucap Bai An.
“Ah ya,, aku adalah pecundang,” teriak Dong Jin langsung berteriak sambil bernyanyi menyebut dirinya pecundang.
Mendengar itu, Bai An langsung pergi menuju benteng yang kini sebagian telah hancur.
Wuss..!!
Bertepatan dengan sampainya Bai An, semua keluarga Bai An muncul.
“Bagaimana? Apa ada dari mereka yang terluka?” Tanya Ling Mei langsung bertanya dengan nada khawatir.
Mendengar itu, Bai An sedikit cemberut. Bukan tanpa alasan, ia merasa kenapa ibunya tidak bertanya kondisinya lebih dulu.
“Hem..!! Kau terlihat masih sehat tanpa lecet sedikitpun, jadi sudah tidak perlu di khawatirkan,” ucap Ling Mei acuh saat melihat raut wajah putranya.
Bai An hanya bisa tersenyum kecut melihat perubahan ibunya.
“Mereka semua tidak apa-apa, hanya beberapa dari mereka yang kehabisan energi dan saat ini sedang memulihkan diri,” jawab Bai An santai.
Mendengar itu, Ling Mei bersama para wanita merasa lega, kecuali Jia Li Ling.
“Kau tenang saja Ling'er, suamimu pasti akan kembali, ia hanya butuh ketenangan saja,” ucap Bai An langsung menepuk rambut adik iparnya.
Jia Li Ling hanya mengangguk sedih. Sementara Duan Li hanya diam saja sambil memasang wajah bingung.
“Bocah ini,” gumam Bai An dalam hati.
Waktu terus berlalu.
...
Di tempat Bai Han, Bai Chu Ye dan Cen Tian. Mereka bertiga saat ini sedang bersama Duan Du.
Ketidak hadiran ketiganya ini dalam pertarungan sebelumnya karena Tu Long menyuruh mereka untuk mengunjungi Duan Du di kediaman milik putrinya Duan Sha.
“Woah,, paman aku tak menduga kau semesum-”
Emm emm..!!
Mulut Bai Han seketika di sumpal oleh Duan Du.
“Jangan membuat masalah bocah,” bisik Duan Du. “Awas jika kau mengadu yang tidak-tidak kepada ibu, istri dan kakak ipar,” ancam Duan Du sedikit cemberut.
__ADS_1
Hehe..!!
Cen Tian yang mendengar itu seketika terkekeh kecil. Duan Du langsung melirik ke arah kakaknya.
“Sialan, kenapa mereka harus kesini sih, aku kan niatnya hanya ingin pura-pura kesal saja agar bisa bersama putriku lebih lama berduaan, agar ia juga tidak terlalu tertekan atau kesepian,” gumam Duan Du mengutuk kakaknya Bai An karena telah mengirim pengacau kesini.
“Hei bocah, apa di sini ada yang masih segel permanen?” Tanya Cen Tian menaikkan alisnya berkali kali.
Wajah Duan Du semakin jelek dan merasa ada yang tidak beres dengan pertanyaan kakaknya Cen Tian.
“Heng,, jangan berpikir yang macam-macam kakak, mereka semua masih belum di jamah oleh laki-laki, mereka begini hanya pura-pura saja, jika ada laki-laki yang bertindak berlebihan maka semua bawahan putriku akan langsung menendang mereka keluar,” dengus Duan Du melirik ke arah lain dengan pandangan kesal.
“Ayolah bocah, aku dapat merasakan beberapa dari mereka tidak perawan lagi.” Bujuk Cen Tian.
“Iya ya, mereka ini kebanyakan perempuan yang suaminya telah meninggal atau korban pemerkosaan lalu di bantu oleh putriku, jadi berhentilah membuat masalah,” dengus Duan Du.
Melihat adiknya selalu berkilah. Cen Tian pun langsung bangun.
“Mau kemana kau kak?” Duan Du langsung menghadang kakaknya.
“Hehe tentu saja mencarikanmu beberapa kakak ipar,” kekeh Cen Tian kini pikirannya jika memiliki banyak istri seperti adiknya Bai An, membayangkan semua istrinya berlari telanjanh bulat.
Pletak..!!
“Hilangkan otak mesum mu itu,” dengus Lang Zai tiba-tiba muncul dari balik pintu bersama Pixiu dan Long Yuan.
Urgghh..!!
“Heng,, kau ini tidak bisa membiarkan aku menikmati khayalanku terlebih dahulu,” dengus Cen Tian melototi Lang Zai.
Saat keduanya ingin ribut, terdengar beberapa langkah kaki menuju tempat mereka.
Tap tap..!!
Cklek..!!
“Ayah, paman semua, makanan telah siap,” ucap Duan Sha tersenyum bahagia.
Tingkah Duan Sha layaknya gadis remaja dan tidak ada yang merasa keberatan dengan tingkahnya.
Di belakang Duan Sha, banyak wanita dewasa dengan gaun indah layaknya pelayan tingkat profesional.
“Woah,, apa mereka akan ikut menyuapi kita makan?” Tanya Cen Tian dengan mata bercahaya.
Pandangan Cen Tian mengarah ke beberapa wanita yang memiliki opai besar.
Wuss..!!
Bulu kuduk Cen Tian seketika berdiri, perasaan ini seolah ia rasakan dari ibu dan istri Bai An.
__ADS_1
Saat Cen Tian melirik siapa yang menatapnya.
Glek..!!
“Tadi dia sangat lembut, tapi kenapa dia sama seperti wanita buas yang ada di benteng?” Gumam Cen Tian dalam hati saat melihat tatapan mengerikan dari Duan Sha.
“Paman, aku tidak mempermasalahkan jika kau menyukai mereka atau bahkan menikahi mereka, tapi hilangkan wajah mesum dan niat main-mainmu terhadap semua putriku, aku tidak akan sudi,” ucap Duan Sha dengan nada dingin.
“Hehe, siapa yang mesum Sha'er,” kilah Cen Tian sambil melirik semua keluarganya yang kini menatapnya jijik.
...
“Sudah-sudah abaikan saja kakak Tian, ia memang liar, lebih baik kita mulai acara makannya,” ucap Duan Du sambil melirik Cen Tian dengan senyum mengejek.
Heng..!!
Hanya itu yang Cen Tian balas, setelah itu mereka pun makan.
Saat makan, tidak sedikit juga yang menyukai sifat Cen Tian yang periang dan menyebabkan tawa.
Bai Han pun menjadi pendukung untuk menyebabkan mereka tertawa bahagia.
Satu jam telah berlalu.
“Hehe,, rupanya aku akan betah berada di sini,” ucap Cen Tian langsung mengutarakan niatnya.
“Hemm..!! Kau harus meminta izin ibu dulu, jika ia mengizinkan maka putriku tentu memperbolehkan,” ucap Duan Du tersenyum tipis.
Cen Tian seketika menggelengkan kepalanya. “Lebih baik aku tidak menikah sampai tua jika kau menyuruhku meminta izin,” balas Cen Tian merinding.
Hal tersebut membuat semua orang kembali tertawa melihat kelakuan Cen Tian.
...
“Bagaimana? Apa kabar terbaru dari ayah?” Tanya Bai Chu Ye membuka suara.
Semua orang langsung melirik ke arah Duan Du.
“Kakak telah membunuh mereka semua bersama yang lainnya. Tapi beberapa dari mereka telah di buat gila oleh kakak termasuk Ling Qin dan Dong Jin,” jawab Duan Du setelah menerima kabar dari Tu Long.
“Lalu tugas kita di sini apa? Sepengetahuanku, Paman Tu mengirim kita kesini untuk menjalani sesuatu bukan?” Tanya Bai Han kini penasaran.
Gara-gara ucapan serta hasutan Tu Long mereka rela tidak ikut bertarung dan langsung menuju kesini. Tapi mereka tidak sadar jika itu hanya akal-akalan Bai An saja.
Duan Du pun telah di beritahu jika Bai An sengaja membuat perseteruan antara dirinya dan para wanita. Setelah mengetahui itu, tentu Duan Du yang awalnya kecewa langsung menghilangkannya karena ini rencana kakaknya.
“Hem..!! Kalian lebih baik meningkatkan semua kekuatan kekuatan kalian, karena ini adalah rencana jangka panjang,” ucap Duan Du memasang wajah serius.
Saat salah satu dari mereka ingin bertanya. Duan Du mengangkat tangannya.
__ADS_1
“Kalian akan tahu saat kekuatan kalian telah meningkat, jadi lakukan saja perintah dariku.” Ucap Duan Du melirik semua keluarganya.