Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Musuh Leluhur Dewa Asura dan Misteri Tower


__ADS_3

Ling Hua melirik Bai An. “Tentu saja, aku menghukum keduanya untuk menjaga Kota Kematian karena mereka berdua dulu terlalu banyak membunuh orang.” Jawab Ling Hua mengangguk.


“Tapi dengan tidak adanya kembarannya, itu artinya salah satunya pergi bermain-bermain lagi sambil mencari makanan, tapi caranya salah, mereka berdua membunuh siapapun agar bisa menutupi kesenangan mereka dalam makan.” Dengus Ling Hua menatap ke arah Rubah Kematian yang kini telah bersembunyi di balik jubah Bai Chu Ye.


Tap tap..!!


“Maaf mencela, aku tidak mengenal anda Nona, tapi dia adalah bawahanku sekarang dan aku meyakini jika ia tidak akan sembarangan lagi dalam membunuh siapapun,” ucap Bai Chu Ye dengan nada tegas.


“Ia juga kini tanggung jawabku, jadi serahkan ia padaku.” Sambung Bai Chu Ye merasa bertanggung jawab sebagai Tuannya.


Ling Hua terdiam, tak lama ia melirik ke arah Bai An.


Bai An pun mengangguk santai. “Mungkin kau belum mengenal semua anggota keluargaku, tapi percayalah jika mereka semua memegang setiap apa yang keluar dari mulut mereka.” Ucap Bai An.


Ling Hua pun menghela nafas. “Baiklah, tapi beritahu aku kemana kembaranmu itu pergi?” Tanya Ling Hua mengarahkan pandangannya ke arah Rubah Kematian.


“Eeh itu, dia tertangkap oleh seseorang, sebelum ia tertangkap, ia sempat menghubungiku jika orang yang memburunya adalah Master Sekte Kekacauan.” Ucap Rubah Kematian mengingat-ngingat.


Ling Hua termenung saat mendengar nama Sekte tersebut. Sampai saat ini ia belum mengetahui sekte ini, ia sempat mencarinya saat nama sekte ini mulai besar beberapa ratus tahun lalu, namun karena kondisinya yang masih terluka, ia pun kembali lagi.


Sementara Bai An, Bai Han dan Bai Chu Ye seketika merasakan familiar saat mendengar kata kekacauan.


Mereka bertiga saling melirik satu sama lain.


“Apa ayah tidak merasa aneh dengan nama sekte ini?” Tanya Bai Han.


“Benar, Ye'er juga merasa akrab,” sambung Bai Chu Ye.


“Hem..!! Jangan terlalu di pikirkan, karena kita pasti akan mengetahuinya nanti,” ucap Bai An sambil melirik Ling Hua. “Ayo kita kembali, pertanyaanku yang tadi sempat terputus akan kita lanjutkan nanti,” ucap Bai An.


Ling Hua mengangguk.


Dret..!!


Bai An pun membuat celah di depannya. Tak lama mereka semua pun langsung memasuki celah.


Wuss wuss..!!


...


Satu jam setelah kepergian Bai An dan yang lainnya.


Dret..!!

__ADS_1


Muncul petir hitam dan petir merah secara bersamaan di atas langit.


Jder..!!


Tak lama setelah petir menghilang, muncul dua sosok bertopeng merah dengan jubah hitam dan jubah merah.


“Hemm..!! Mereka berdua gagal,” ucap sosok berjubah merah.


“Mereka yang lemah pantas mati, ayo kembali ke Tower, kita hubungi Tuan terlebih dahulu, jika terlalu lama di sini, orang sialan itu pasti akan mendatangi kita,” dengus sosok berjubah hitam.


Dret..!!


Mereka pun berubah menjadi petir hitam dan petir merah lalu lenyap begitu saja.


***


Wung..!!


“Aah..!! Aku tak menyangka jika orang-orang yang ada di Tower itu akan bergerak setelah aku menyuruh anggota sekte ku menghalangi tikus-tikus mereka,” ucap sosok berjubah hitam dan mengenakan tudung.


Tatapan sosok tersebut mengarah ke tempat pertarungan dan tempat Bai An berkumpul sebelumnya.


“Dan juga, aku merasakan dua Roh, satu Roh yang sangat kuat dan satu lagi Roh yang menyebabkan hancurkan hutan ini,” ucap sosok berjubah hitam.


Wung..!!


Tap tap..!!


“Ayolah kak, kakak tahu jika belum saatnya kita bertemu, dan juga Roh pedang itu sangat kuat, aku yakin jika ia pasti akan melindungi Leluhur saat kita tidak ada.” Dengan santai sosok berjubah yang menjawab membuka tudungnya.


Wuss..!!


Sosok pemuda tampan dengan rambut merah bercampur kebiru-biruan terlihat.


“Hemm..!! Semakin lama rambutmu berubah menjadi merah Juan'er,” ucap sang kakak yang bernama Xi Luan.


“Yah, Juan'er juga tidak tahu, tapi ini adik mu ini semakin tampan bukan,” ucap Juan'er menaikkan alisnya.


Tanpa menjawab. Xi Luan langsung menghilang.


Wung..!!


“Tidak adanya gunanya aku mendengar ocehanmu, lebih baik aku kembali dulu sambil menemui Guru, aku mendengar jika Guru ke Dimensi Alam Surgawi,” ucap Xi Luan sebelum benar-benar menghilang.

__ADS_1


“Hei itu curang, tunggu.” Teriak Xi Juan dengan wajah cemberut.


Wuss..!!


Tangan Master Sekte Kekacauan langsung terlambai ke arah dua tempat kejadian pertarungan.


Hal itu Master Sekte Kekacauan lakukan untuk menutupi jejak agar orang-orang yang berasal dari Tower tidak mendapatkan apapun jika kembali lagi.


***


Satu minggu berlalu.


Setelah membereskan farasit di sekte Pedang Cahaya. Bai An kini berkumpul di kediaman Ling Hua.


Terlihat Bai An dan Ling Hua duduk berhadapan, di sampingnya ada dua Roh yang tak lain Roh Asura dan Roh Tuyul.


“Jadi orang-orang yang memburu Leluhurku itu berasal dari Tower yang tidak di ketahui tempatnya ya,” ucap Bai An kini merenung.


“Hemm..!! Orang-orang yang berasal dari Tower ini tidak di ketahui muncul dari mana, mereka semua memperbudak dan memperdaya banyak penghuni Dimensi Alam Dewa ini.” Ucap Ling Hua mengepalkan erat tangannya.


“Dengan licik mereka menjanjikan ini itu, entah apa tujuan mereka, yang pasti banyak orang-orang serakah yang terpikat, lalu pergi ke dalam Tower.”


“Awalnya tidak terjadi apa-apa, namun setelah 100 tahun berlalu, semua orang-orang yang telah pergi tidak pernah kembali lagi, hal itu membuat banyak orang curiga.”


“Namun saat mereka mencoba mencari Tower itu, Tower tersebut menghilang entah kemana. Saat 100 tahun kembali berlalu, setelah orang melupakan Tower tersebut, Tower itu kembali muncul di tempat berbeda dan orang-orang yang dulu tidak kembali, mereka semua keluar membunuh menjarah dan memperbudak penghuni Dimensi Alam Dewa.”


“Tentu Dewa Asura sangat marah sehingga ia dan semua bawahannya bertarung melawan mereka.”


“Kemenangan pun Dewa Asura raih dengan mudah. Tapi-” Ucapan Ling Hua terhenti saat melihat mata Roh Asura menghitam.


“Tapi apa?” Tanya Bai An penasaran, ia juga ikut melirik ke arah Roh Asura.


“Belum saatnya kau tahu nak, aku memohon kepadamu untuk tidak mengetahui yang satu ini.” Ucap Roh Asura dengan wajah memohon.


Bai An pun terdiam. Dari ucapan Roh Asura, Bai An merasa ini mungkin berhubungan dengan keluarganya atau sahabat dan teman.


“Baiklah, kali ini aku tidak memaksa, tapi-” Ucap Bai An mengangguk sambil melirik Roh Tuyul.


“Katamu dia berasal dari Tower, apakah itu benar jika kau melarikan diri dari sana?” Tanya Bai An mengarah ke Roh Tuyul.


Glek..!!


Roh Tuyul langsung menggelengkan kepalanya. “Aku juga tidak tahu, seingatku dulu, saat aku bangun, aku sudah berada di hutan, saat itu aku bingung mau kemana dan tak sengaja bertemu bocah rubah itu, akupun masuk ke dalam senjatanya.” Jawab Roh Tuyul dengan nada jujur di sertai tubuh merinding saat Roh Asura menatapnya.

__ADS_1


“Hemm..!! Artinya masih menjadi misteri kau berasal dari mana,” ucap Bai An lalu melirik ke arah Roh Asura.


“Aku serahkan ia kepadamu agar bisa setia mengikuti Ye'er,” ucap Bai An tersenyum tipis.


__ADS_2