Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Menuju Dimensi Alam Sihir dan Bertemu Beberapa Anggota Keluarga


__ADS_3

Saat Bai Han mendarat, ia melihat banyak sekali orang berkumpul yang berasal dari berbagai tempat, mereka semua terlihat memberi penghormatan sambil mengarah ke sebuah patung yang tak lain patung pamannya Cen Tian.


“Eeh,, apa yang terjadi di sini?” Tanya Bai Han melirik ke arah salah satu pria paruh baya yang terlihat seperti berusia 50 tahunan.


Mendengar pertanyaan bodoh dari seorang anak muda, pria paruh baya tersebut pun mengerutkan keningnya.


Bukan hanya dia saja, melainkan orang-orang yang ikut mendengar pertanyaan Bai Han.


“Apakah kau baru saja keluar dari hutan nak?” Tanya pria paruh baya tersebut sambil melihat penampilan Bai Han dari atas sampai bawah.


“Di lihat dari caramu berpakaian, mungkin saja kau anak orang kaya yang selalu di kurung, tapi itu juga tidak mungkin jika kau tidak mengetahui sosok Penguasa kita.” Sambung pria paruh baya tersebut.


“Benar, karena Penguasa kita sangatlah terkenal di masa kepemimpinannya. Yahh,, walau ia terkenal rakus akan harta. Penguasa kita tidak lah pelit dalam berbagai, ia juga sangat perhatian kepada semua rakyatnya.” Sambung salah satu pemuda yang terlihat berusia 30 tahunan.


“Tapi sayangnya. Penguasa kita secara tiba-tiba menghilang entah kemana, bahkan semua anggota keluarganya pun ikut menghilang seolah-olah di telan alam.” Ucap seorang wanita tua secara tiba-tiba muncul sambil memasang wajah sedih.


“Hem..!! Jadi untuk mengenang semua jasa Penguasa, kami semua membangun Patung Beliau, agar ia tetap di kenang oleh generasi-generasi mendatang.” Sambung wanita tua tersebut.


“Aku jadi teringat jika dulu Beliau sempat membangun patungnya, namun hancur akibat sebuah pertarungan, ia pada saat itu sangat marah dan bukannya marah karena patungnya hancur, melainkan karena patung tersebut di buat menggunakan sebagian hartanya, ia jadi lebih menyanyangkan sebagian hartanya itu dari pada patungnya,” ucap pria paruh baya langsung mengingat pada masa-masa Penguasa Cen Tian menjadi penguasa mereka.


Semua orang yang ada di sekeliling Bai Han terus bercerita tentang Penguasa Cen Tian dengan penuh rasa bangga.


Sementara Bai Han yang mendengar itu hanya terdiam, dan dalam hatinya ia menebak ada sebuah kejanggalan, kejanggalan tentang ayahnya, adik, dan pamannya tidak ikut di ceritakan.


Bukan hanya Bai Han, Bo Wuhan pun ikut merasakan kejanggalan tersebut.


“Hemm..!! Apa ada seseorang yang menghapus ingatan semua orang yang ada di sini?” Gumam Bai Han kini berpikir. Tapi tak lama ia pun menggelengkan kepalanya.


“Itu tak mungkin, aku yakin tidak ada yang mampu menghapus ingatan semua orang yang ada di seluruh Dimensi Tanpa Nama ini,” sambung Bai Han.


“Kalian semua tunggu di sini, aku akan mengecek sesuatu terlebih dahulu,” tanpa menunggu balasan dari anggota kelompoknya. Bai Han pun melesat ke suatu tempat.


Wuss..!!


Dret..!!


Bai Han pun langsung muncul ke sebuah gerbang penhubung Benua Inti dengan Dimensi Alam Sihir.


“Semoga saja tebakanku benar,” gumam Bai Han dalam hati.


Wuss..!!


Dengan cepat Bai Han memasuki gerbang penghubung.


Dret..!!


Setelah muncul, pandangan Bai Han seketika mengarah ke timur.

__ADS_1


“Huuff,, semoga mereka semua ada di sini, jika tidak semua, aku hanya berharap ada seseorang yang ku kenal masih hidup, agar aku bisa bertanya kepadanya,” gumam Bai Han.


Wuss..!!


Bai Han pun langsung menyelimuti tubuhnya dengan Mana yang ada di sekitarnya.


...


Sementara di sebuah Guild, kini terlihat beberapa sosok sedang berkumpul.


“Sudah ratusan tahun semenjak menghilangnya Cen Tian dan semua orang yang kita kenal yang tinggal di Benua Inti ikut menghilang. Kita semua berpikir jika Cen Tian dan yang lainnya di serang oleh sosok kuat, sehingga kita langsung menutup gerbang penghubung ke Benua Inti, karena takut ada musuh yang diam-diam masuk lalu menyerang kita.” Ucap sosok yang Bai Han kenal.


“Mungkin pada saat itu kita terlalu takut, sehingga langsung menutup gerbang penghubung, tapi kini aku berencana untuk membukanya lagi. Apakah di antara kalian ada yang tidak setuju? Jika ada maka ungkaplah, jangan takut untuk mengeluarkan pendapat kalian,” sambung Ling Feng.


Pandangan Ling Feng pun mengarah ke Ling Sui, Mei Yin, Gou Long, Gou Han, Anariel, Ariel, Antoni, dan Gisel, hanya mereka lah keluarga Bai An yang masih hidup hingga saat ini dan bersembunyi di Dimensi Alam Sihir.


Wung..!!


Wajah Ling Feng dan yang lainnya seketika menjadi serius saat mereka merasakan ada seseorang yang menerobos secara paksa gerbang penghubung.


“Aku, Gou Han dan Gou Long akan melihat siapa itu, sementara sisanya berjaga-jaga untuk siap mengamankan para penduduk,” ucap Ling Feng langsung bangkit.


Gou Han, Gou Long, dan yang lainnya pun langsung mengangguk lalu menyebar dengan cepat.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


“Hemm..!! Ada tiga orang yang menuju ke arahku dan sepertinya aku mengenal mereka bertiga,” gumam Bai Han langsung menghela nafas lega.


Bai Han pun langsung berhenti, tapi terlihat ia berubah menjadi bayangan.


Dret..!!


“Aku merasakan jejaknya tadi di sini, tapi kini jejaknya sudah menghilang,” ucap Gou Long.


Wajah Ling Feng dan Gou Han pun seketika menjadi waspada, mereka juga langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


“Hati-hati, ia mungkin seorang penyusup dan langsung bersembunyi setelah kita mengetahui keberadaan mereka,” ucap Gou Long sambil melirik Ling Feng dan Gou Han.


Bai Han yang melihat ketiganya langsung membentuk pertahanan tanpa celah, seketika tersenyum tipis.


“Walau kekuatan mereka tertahan karena kurangnya sumberdaya dan energi di tempat ini tipis, mereka terlihat tetap melatih tubuh mereka.” Gumam Bai Han.


Jari-jari Bai Han pun langsung bergerak, tak lama 3 sosok manusia energi yang kini mengenakan jubah muncul di samping Bai Han.

__ADS_1


“Serang mereka, tapi jangan gunakan energi kalian,” ucap Bai Han.


Ketiga manusia energi langsung menghilang setelah mendapat perintah dari Tuan mereka.


Wuss..!!


“I..Ini, apakah kita salah menebak?” Ucap Ling Feng saat melihat ada tiga sosok berjubah muncul di depan mereka.


Wung..!!


Salah satu dari sosok berjubah langsung mengayunkan tinjunya dan di arahkan ke Gou Long.


Gou Long pun dengan cepat mengayunkan tombaknya.


Wuss..!!


Bom..!!


Duar..!!


“Ayah,” teriak Gou Han langsung ingin membantu Gou Long.


Tapi sebelum Gou Han melesat, salah satu sosok berjubah muncul di depan Gou Han sambil mengayunkan telapak tangannya.


Wung..!!


Bom..!!


“Urgh,, sangat berat,” gumam Gou Han yang terlihat mencoba menahan telapak tangan sosok berjubah di depannya.


Saat ini Gou Han merasakan kedua tangannya seakan mau hancur akibat bentrokan fisik.


Ling Feng yang melihat kejadian yang di depannya begitu cepat hanya bisa membelalakkan matanya.


Wuss..!!


Dengan cepat Ling Feng memasang kuda-kuda sambil memejamkan matanya.


“Kiri,” gumam Ling Feng langsung mengayunkan pedangnya.


Slash..!!


Bilah pedang pun langsung melesat ke arah yang ia yakini musuhnya.


Tapi, harapan Ling Feng sirna saat melihat sosok berjubah atau musuhnya muncul di depan sambil mengayunkan telapak tangannya.


Bom..!!

__ADS_1


Tubuh Ling Feng pun langsung terlempar ke arah Gou Long dan Gou Han terlempar sebelumnya.


“Urgh..!! Apakah mereka yang telah membunuh anggota keluarga kita yang ada di Benua Inti?” Ucap Gou Long kini bangkit dengan tubuh sedikit membungkuk.


__ADS_2