
Dua bola energi yang sangat besar langsung tercipta akibat gabungan kedua Penguasa Alam Semesta Inti.
Wuuss..!!
Bom bom bom!!
Bom bom bom!!
Bola energi bewarna keunguan langsung menabrak Kapak Energi sehingga menciptakan ledakan yang mengerikan.
Bahkan serpihan energi akibat ledakan kini menyebar hingga ke Dunia yang bersebelahan dengan Dunia Emas.
Kini banyak para penduduk para lari kocar kacir menyelamatkan diri, bahkan para kultivator lemah ikut berlarian.
Walau begitu, mereka yang lemah hanya bisa menelan kepahitan saat sebuah serpihan energi mendarat.
Bomm..!!
Bom..!
Ledakan dan guncangan kembali terdengar ke seluruh Daratan Dunia Emas.
Untuk para Patriark klan besar maupun kultivator yang cukup kuat, mereka terlihat bekerjasama untuk menghancurkan serpihan-serpihan yang mengarah ke tempat mereka berada.
Tidak hanya itu saja, bahkan para penguasa Dunia juga ikut turun tangan untuk menghancurkan sisa-sisa serpihan dari hasil ledakan.
***
Satu bulan setelah kejadian yang mengguncang Dunia Emas dan dunia di sekitarnya.
Juga berita kejadian yang menimpa Alam Semesta Inti ke dua telah menyebar ke seluruh Alam Semesta.
Hal tersebut membuat semua orang yang mendengar berita itu kini was-was dan merasa di landa teror oleh iblis.
Entah dari mana berita tersebut menyebar, walau telah di tutupi oleh Penguasa Alam Semesta, tetap saja berita tersebut menyebar luas.
***
Kini di sebuah tempat yang indah, tepatnya Dunia Kecil.
Saat ini banyak orang-orang kuat duduk berjejer dalam diam.
“Hmm..!! Patriark Fang, bagaimana menurutmu? Siapa kiranya yang telah membawa Iblis tersebut masuk ke Alam Semesta ini?” Tanya seorang pria berperawakan tinggi berotot.
Patriark Fang langsung menggeleng. “Aku tidak tahu Patriark Ho,” jawab Patriak Fang terdiam sesaat.
“Jika di lihat, aku mengira ia berjenis Iblis yang jauh lebih kuat dari Iblis yang kita ajak bekerjasama untuk memusnahkan Klan Chu,” sambung Patriark Fang mengutarakan pendapatnya.
Mendengar itu, seketika Patriark Ho dan para tetua membelalakkan matanya.
“Jangan bercanda Patriark Fang, kau tahu jika Iblis yang kita ajak bekerjasama sangatlah kuat, dan juga aku tidak yakin ada yang lebih kuat dari mereka,” sanggah Patriark Ho.
__ADS_1
“Hmm,, kau mungkin tidak percaya ucapanku, aku bahkan melihat kekuatannya sendiri, walau ia berada di tingkat Dewa Suci Semesta ⭐ 2 Ahir, aku merasa ia jauh lebih kuat dariku yang telah mencapai Dewa Suci Semesta ⭐ 3 Menengah.”
“Bahkan aku rasa jika ia tidak dalam kondisi panik saat aku melihatnya, mungkin ia bisa menghancurkan Dunia kecil ini,” ucap patriark Fang meyakini ucapannya sendiri.
Patriark Ho yang mendengar dan menatap Patriark Fang sama sekali tidak berbohong kini menghela nafas.
“Aku rasa kita harus meminta bantuan Leluhur kita, tapi sampai saat ini kita tidak boleh mengganggu mereka,” ucap Patriark Ho.
“Terlebih penerusku juga akan menikahi putri Penguasa Hu Xiao tahun depan, jika iblis ini muncul lagi, aku terpaksa menunda pernikahan Penerusku,” sambung Patriark Ho.
***
Bai An tersenyum tipis.
“Perlu pengorbanan agar Han'er bisa membuat ibunya yakin jika keluarga yang paling berharga,” gumam Bai An dalam hati.
Tidak ada yang bisa melihat Bai An jika ia saat ini sedang duduk sambil menikmati araknya tepat berada di tengah-tengah mereka.
Tentu alasan Bai An membiarkan orang-orang di Dunia Emas mati bukan tanpa alasan, dan alasannya adalah agar membuat kedua Klan Era kuno ini takut sehingga menunda pernikahan putra Patriark klan Ho.
Bai An tidak langsung membunuhnya beserta kedua klan era kuno ini karena ingin menyelidiki lebih jauh mengapa Klan Chu di musnahkan.
Bai An juga ingin menyelidiki para Pendiri Dimensi ini, ia merasa kekuatan para pendiri dimensi ini jauh dari perkiraannya.
Seperti yang Bai An ketahui dari Bai So, jika Para pendiri dimensi ini atau klan Bai dulunya pernah tinggal dan menjadi penguasa di Dimensi Pusat.
Note.
Penjelasan agar bisa di pahami..!!
Untuk Dimensi Pusat, jumlah alam semesta di sana sangat lah banyak, jika di hitung, bisa melebihi miliaran, untuk dunia sudah tidak bisa di hitung.
***
Saat ini Bai An terlihat ingin pergi, karena urusannya di sini untuk sementara telah selesai.
Saat Bai An akan merobek ruang di depannya, Bai So dan Bai Tan muncul.
“Hati-hati, ada dua leluhur klan Bai saat ini sedang mengawasi tempat ini, jika kau membuka ruang, maka kau akan ketahuan,” ucap Bai Tan dengan nada serius.
Bai An mengerutkan keningnya.
“Mengapa aku tidak bisa merasakan dimana keberadaan mereka sebelumnya?” Gumam Bai An.
“Itu karena salah satu dari mereka ahli ilusi dan telah menguasai Hukum Ilusi hingga hampir mencapai puncak,” jawab Bai Tan sambil melirik Bai So yang terlihat malas.
“Hmm..!! Pantas saja, tapi saat melihat Leluhur Bai Long waktu itu, aku hanya melihat ia hanya berada di Dewa Suci Semesta ⭐ 5 Puncak. Apakah itu benar tingkat kekuatannya yang sebenarnya? Tanya Bai An melirik Bai So dan Bai Tan.
Bai Tan mengangguk. “Dia yang terlemah, walau begitu, jika ia bertarung serius, kekuatannya menyamai Dewa Penguasa ⭐ 2 Awal.”
Bai An kini memungut-mungut.
__ADS_1
“Hmm,, Apakah kalian tahu ada di tingkat apa yang terkuat dari mereka dan berapa sebenarnya jumlah mereka?” Tanya Bai An kini telah memikirkan sebuah rencana.
Tapi Bai An hanya bisa kecewa saat kedua Inti Energinya hanya diam.
***
Beberapa saat kemudian.
Setelah dua leluhur klan Bai tidak menemukan kejanggalan, mereka pergi.
Barulah setelah itu Bai An ikut pergi.
Saat ini tujuan Bai An adalah Dunia Jun Long, dimana tempat Klan Jia berada.
Bai An kesana karena ia ingat janjinya dulu dengan Jia Li Ling. Terlebih ada yang ingin ia selidiki juga di Dunia Jun Long.
Dunia Jun Long masih berada di alam semesta Inti ke 2.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Dalam Waktu 3 hari, Bai An kini melihat dunia yang ia tuju ada di depan mata.
“Sebelum masuk, aku ingin melihat putra dan putriku lebih dulu,” gumam Bai An dalam hati.
***
Bertepatan dengan itu, saat ini di dunia jiwa.
Terlihat dua bayi mungil berumur kurang lebih 2 bulan sedang saling menatap.
Satu menatap dengan senyum bahagia, satu lagi menatap datar.
Yang tersenyum tak lain Xie'er dan yang memasang wajah datar dengan sedikit dingin adalah Ye'er.
Mu Xia'er dan Chu Jia yang kini melihat putra putri mereka hanya bisa menghela nafas.
“Ayolah Xie'er, berhentilah mengganggu adikmu,” bujuk Mu Xia'er.
“Ye'er berhentilah memasang wajah seperti itu,” bujuk Chu Jia.
Kedua ibu muda ini terlihat kewalahan membujuk kedua putra putri mereka, semenjak ayahnya pergi.
Kelakuan mereka melebihi imajinasi mereka berdua, bahkan mereka kini lebih mengurus Bai Han dari pada kedua putra putri mereka yang sangat nakal.
Walau berumur 2 bulan, mereka sudah bisa berdiri dan berjalan.
Bahkan tak sering keduanya pergi diam-diam mengganggu pelatihan para Prajurit Pembantai.
Entah sifat siapa yang mereka ikuti, tapi yang pasti, hanya satu tebakan kedua ibu muda ini.
__ADS_1
Bai An, Duan Du dan Tu Long, sifat kedua putra putri mereka mendarah daging dari Bai An, Duan Du dan terahir Tu Long.
Saat kedua ibu muda ini melamun, mereka kini tidak sadar jika Xie'er dan Ye'er sudah tidak ada di tempatnya.