Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Berita Pernikahan Hu Qia


__ADS_3

“Tuan muda,, aku akan mencari informasi ke sana, kau tunggu saja di rumah makan, nanti aku akan menyusul.”


Hu Hong Meng langsung pergi setelah mendapat anggukan dari Bai An.


Melihat Hu Hong Meng telah pergi, Bai An dan Ling Yenrou kini pergi ke sebuah rumah makan yang mereka lihat tepat di depan mata mereka.


Tap tap..!!


Saat akan masuk, terlihat dua pelayan langsung menyambut Bai An dan Ling Yenrou.


“Selamat datang di kedai kecil kami Tuan-tuan,” sapa salah satu wanita sekitar berusia 30 tahunan.


Ling Yenrou langsung maju. “Pilihkan tempat yang nyaman dan strategis.”


Pelayan yang satu langsung berkata. “Mari tuan-tuan, kami kebetulan punya ruangan pribadi yang cocok dengan permintaan tuan,” ucap pelayan yang terlihat seumuran dengan Bai An.


Sementara pelayan yang terlihat berumur 30 langsung bertanya. “Kami mempunyai banyak menu? Menu apa saja yang tuan-tuan pilih.”


Dengan anggun pelayan tersebut menyuguhkan buku menu.


Tapi Ling Yenrou langsung menolaknya sembari berkata. “Bawakan makanan terenak kalian, untuk minuman, kami membawa sendiri. Jadi tidak usah di siapkan.”


Pelayan tersebut langsung tersenyum cerah, dengan cepat ia pergi menyiapkan pesanan Bai An dan Ling Yenrou.


Sementara pelayan yang lebih muda membawa Bai An dan Ling Yenrou ke ruangan pribadi yang di maksud.


***


“Hmm..!! Apakah aku perlu mencari Hu Hong Meng, Penguasa?” Tanya Ling Yenrou.


Ling Yenrou bertanya begitu karena dari mulai makan sampai makanan yang telah di hidangkan habis, Hu Hong Meng masih belum kesini mencari mereka.


“Tidak perlu, karena ia saat ini sedang menemui seseorang,” ucap Bai An dengan santai, ia kini terlihat sedang meneguk arak.


“Aku juga lupa memberitahu mu jika ia pergi bukan hanya mencari informasi saja, tapi menemui adik iparku.” Sambung Bai An.


Ling Yenrou hanya mengangguk, kemudian terdiam.


Sementara Bai An kini sedang berkomunikasi dengan Bai Tan perihal Hu Liu Chen yang menghubunginya beberapa saat lalu, jika ia berada di Alam Semesta Inti ke 6, tepatnya ia berada di Dunia Awan juga.


Hu Liu Chen berkata, ia di sini untuk menyelidiki sesuatu, ia juga berkata Bai An pasti akan tertarik dengan apa yang Hu Liu Chen selidiki.


Tapi Hu Liu Chen belum memberitahu Bai An, karena ia ingin Bai An sendiri yang akan mengetahuinya saat melihat apa yang dengan matanya sendiri.


“Bagaimana? Apa kau tahu apa yang sedang Liu Chen selidiki?” Tanya Bai An melalui telepati.

__ADS_1


“Tentu, bocah itu saat ini sedang menyiksa salah satu anggota klan Ho yang datang kesini ingin menemui Ho Zhen.”


Bai An menyinggungkan senyumnya saat mendengar jawaban Bai Tan.


“Hmm..!! Pantas saja ia bilang aku pasti akan tertarik, ternyata ini masalah klan Ho era kuno,” gumam Bai An.


***


Sementara di lokasi yang terlihat tentram, tepatnya di sebuah ruangan kosong.


Saat ini Hu Liu Chen memandang ke arah pemuda terlihat berusia 20 tahun.


Tatapan Hu Liu Chen terlihat jijik saat menatap pemuda di depannya ini.


Sementara pemuda tersebut menatap ganas ke arah Hu Liu Chen.


“Kau akan menyesal karena telah menangkapku,” ucap Pemuda dari klan Ho dengan nada dingin di sertai ancaman.


Hu Liu Chen langsung menyinggungkan senyum tipis.


“Aku tak tahu apa yang telah klan Ho janjikan ke ayah ku agar ia mau menikahkan kakak ku dengan Calon Patriark klan Ho era kuno.” Ucap Hu Liu Chen dengan nada dingin.


“Tapi satu hal yang perlu kau tahu, kau dan seluruh anggota klan Ho akan menyesal karena telah mengusik istri orang.” Sambung Hu Liu Chen.


Mendengar ancaman tersebut. Bukannya takut, pemuda tersebut malah tertawa terbahak-bahak.


Hahaha..!!


“Apakah yang kau maksud adalah sampah yang saat ini sedang tenar?” Tanya Pemuda tersebut di sertai tawa sinis.


“Apa yang bisa sampah itu lakukan, Klan Ho adalah klan terkuat di seluruh Alam Semesta, jika Klan Ho bergerak, maka semua Penguasa Alam Semesta inti pasti akan ketakutan,” ucap pemuda tersebut dengan sombong dan angkuh.


“Oohh ya? Aku baru tahu jika klan Ho Era Kuno itu adalah yang terkuat.”


Sebuah suara tiba-tiba terdengar menggema.


“Hehehe..!! Bukannya klan Ho Era kuno bersama klan Fang itu adalah klan pengecut, jika mereka yang terkuat, kenapa sampai saat ini mereka tidak bergerak secara terbuka, malah bergerak secara sembunyi-sembunyi layaknya tikus yang takut di mangsa.” Kekeh sebuah suara.


Wuss..!! Crash..!!


Aggrrhh..!!


Teriakan pemuda dari klan Ho seketika menggema saat tangannya terputus.


Bertepatan dengan itu, Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng muncul.

__ADS_1


Tatapan mata Bai An terlihat tidak tertarik saat melihat pemuda di depannya ini.


“Jika kau ingin sombong, maka buktikan. Jangan hanya ucapan saja,” ucap Bai An lalu menggerakkan tangannya ke kepala pemuda tersebut.


Seketika pemuda tersebut berteriak kesakitan.


Terdengar ia berteriak minta ampun saat Bai An menyiksa sambil menyerap energinya secara perlahan.


Terlihat pemuda tersebut kini kurus kering, matanya di penuhi oleh teror Bai An yang siap kapan saja akan membunuhnya.


Keangkuhan pemuda tersebut hilang seketika, dan saat di tanya ia diam saja. Ia takut jika salah ucap, maka Bai An akan membunuhnya.


1 jam telah berlalu.


Setelah puas menyiksa dan membuat pemuda tersebut buka suara.


Kini Bai An, Ling Yenrou, Hu Liu Chen dan Hu Hong Meng duduk santai.


“Hmm..!! Kakak ipar, aku tak menduga jika kau mengetahui perihal dua klan era kuno juga,” ucap Hu Liu Chen.


Bai An yang paham maksud ucapan Hu Liu Chen langsung menjelaskan dari mana ia tahu.


Beberapa tentu Bai An tutupi dan ia memberitahu apa yang telah Hu Liu Chen ketahui.


Hu Liu Chen kini mengangguk setelah mendengar penjelasan dari Bai An.


Setelah itu Hu Liu Chen langsung memasang wajah serius saat mengingat jika kakaknya Hu Qia akan di nikahkan secara paksa.


Melihat wajah Hu Liu Chen. Bai An juga ikut memasang wajah serius.


“Ada sesuatu yang penting ingin aku beritahu, tapi aku ingin kau mencoba untuk meredam amarahmu kakak ipar.”


Bai An langsung terdiam sambil memasang ekspresi rumit saat mendengar ucapan Hu Liu Chen.


“Baiklah, aku akan mencoba untuk menahan amarah. Dan aku sedikit tahu inti ceritamu ini, jika kau bilang aku harus menahan amarah. Maka ini masalah keluargaku bukan?” Ucap Bai An memandang ke arah Hu Liu Chen.


Hu Liu Chen mengangguk.


“Kau sangat cerdas dapat menebaknya kakak ipar, terlebih aku yakin kau pasti tahu siapa orangnya.”


“Tapi setidaknya aku beritahu kau keseluruhannya.” Ucap Hu Liu Chen.


Melihat Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng kini diam.


“Kakak Hu Qia akan di nikahkan secara paksa oleh ayah, ia akan menikahi calon patriak dari klan Ho Era Kuno,” ucap Hu Liu Chen dengan nada menahan amarah.

__ADS_1


Tangan Hu Liu Chen terkepal erat saat ia menceritakan hal tersebut kepada Bai An.


Sementara Bai An yang sudah mengetahui dari awal kini terdiam.


__ADS_2