
Saat akan mengaktifkan formasi untuk membunuh keduanya. Tangan Duan Du terhenti saat merasakan aura yang familiar.
“Eeh Han'er dan satu lagi aura dari segel yang di pasang kakak.” Gumam Duan Du tersenyum bahagia.
“Kau tunggu di sini dulu Wuhan, aku akan menjemput keponakanku,” ucap Duan Du langsung berubah menjadi bayangan.
Bo Wuhan langsung mengangguk dan tetap fokus dengan penyerapan energi milik Penetua pertama.
...
Sementara Bai Han dan Hu Song yang terus melalui reruntuhan kota kini berusaha mencari-cari petunjuk dimana lokasi Duan Du berada.
Wuss wuss..!!
Wung..!!
Saat keduanya melesat, keduanya langsung berhenti saat sebuah asap hitam muncul di depan mereka.
Hu Song yang lebih kuat dari Bai Han langsung maju menjadi perisai.
“Awas Tuan muda, aku merasakan bahaya,” ucap Hu Song megeluarkan pedang kembarnya.
Hu Song langsung mengambil langkah kuda-kuda dan menjulurkan kedua pedangnya ke arah depan.
Tapi tak lama tubuhnya langsung membeku dan tidak bisa di gerakkan sama sekali.
“I..Ini kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 4 Puncak,” gumam Hu Song. “Tidak-tidak, ini jauh lebih kuat, aku pernah merasakan tekanan Dewa Surgawi ⭐ 4 Puncak dari Patriark Klan ku, ini pasti Dewa Surgawi ⭐ 5 ke atas,” gumam Hu Song kini hanya berkeringat dingin.
Tap tap..!!
Sementara Bai Han yang mengetahui asap hitam tersebut langsung melangkah santai.
“Hem..!! Paman, berhentilah menakutinya, dan juga kenapa paman sembunyi seperti anak kecil,” ucap Bai Han.
Wuss..!!
“Hehe,, paman mu ini hanya ingin melihat tekadnya, dan tekadnya lumayan juga,” ucap Duan Du langsung muncul sambil melirik ke arah Hu Song dengan senyum santai.
Namun Hu Song seolah melihat Iblis yang sesungguhnya dari senyum Duan Du, dan tanpa sadar ia mundur.
“Hais,, sudah Han'er bilang, berhentilah menakutinya, dan juga ia adalah pilihan Ayah, apa kakak ingin Ayah menghukum kakak karena menakuti keluarga baru kita.” Ucap Bai Han menghela nafas.
Mendengar itu, Duan Du langsung bersiul-siul tak jelas.
“Oh ya, dimana kakak sekarang? Apa yang lainnya telah berkumpul?” Tanya Duan Du langsung mengalihkan pertanyaan.
__ADS_1
“Hemm..!! Kata Hu Song, dulu ayah berada di kota kecil dekat dengan kota kematian, mungkin saat ini ayah berada di kota kematian sedang melatih salah satu dari anggota keluarga kita yang bernama Luo Sha.” Jawab Bai Han.
“Jika pertanyaan lebih, paman tanya saja kepadanya,” sambung Bai Han sambil melirik Hu Song yang hanya diam tanpa berani mengeluarkan suara maupun melakukan pergerakan.
“Ooh,, kota itu, paman dengar jika Kota itu adalah satu-satunya Kota bebas tanpa adanya penguasa wilayah dan juga paman mendengar jika ada penjaga kota yang memiliki kekuatan setara dengan Master Sekte Besar di sana, sehingga Kota itu tetap utuh.” Ucap Duan Du mengangguk di sertai tersenyum licik.
“Hem..!! Hu Song bilang jika ada pertarungan yang terlalu berlebihan, maka penjaga kota akan langsung turun tangan. Tapi Han'er bingung, mengapa orang sekuat itu mau menjadi penjaga Kota, dan juga ia hanya di bayar dengan Binatang Buas yang telah di buat menjadi daging bakar dan beberapa makanan lainnya.” Balas Bai Han bingung.
“Hehe,, itu artinya orang ini sama anehnya dengan paman mu Tu Long dan Bo Wuhan,” kekeh Duan Du tanpa merasa heran jika seorang setingkat Master di bayar oleh makanan.
Dret..!!
Bam bam..!!
Mendengar suara ledakan dari bawah tanah, Duan Du langsung melambaikan tangannya.
Tubuh Bai Han dan Hu Song langsung tertutupi kabut, tak lama mereka bertiga menghilang.
Duar..!!
Bersamaan dengan itu ledakan mengerikan terdengar hingga membuat guncangan hebat.
...
Di tempat Bo Wuhan, ia kini bertelanjang karena pakaian yang ia kenakan telah hangus akibat terobosannya.
Pandangan Bo Wuhan mengarah ke mayat penetua pertama. “Hemm..!! Akan jadi masalah jika dia tidak di hapus sepenuhnya,” gumam Bo Wuhan melambaikan tangannya.
Tap..!!
“Apa yang kau lakukan dasar bodoh, dia ini masih sangat berguna,” dengus Duan Du dengan nada kesal.
Bo Wuhan hanya diam di sertai tubuh berkeringat dingin.
“Hais,, di marahi bukannya menjawab, ia malah diam dan ketakutan. Rupanya aku harus meminta kakak membuat kecerdasannya menjadi 50% agar ia bisa di ajak bicara nanntinya,” gumam Duan Du.
Tak lama pandangan Duan Du mengarah ke Penetua pertama dan ketiga. “Hehe,, rencana selanjutnya. Tunggu kejutan dariku Sekte Sisik Naga. Dan datanglah membawa kematian kalian sendiri ke tempat kami,” kekeh Duan Du tersenyum mengeriakan.
Bai Han, Hu Song yang melihat Duan Du tersenyum-senyum mengerikan sendiri kini sedikit penasaran.
“Paman, mau kau apakan mereka berdua?” Tanya Bai Han.
“Hehe,, paman akan memancing Sekte Sisik Naga mendatangi kita ke Kota Kematian.” Kekeh Duan Du tak henti-hentinya tersenyum menyeramkan.
Bai Han yang kembali melihat itu kini mau tak mau menjadi sedikit jijik.
__ADS_1
“Ya ya,, cepat lakukanlah, kita akan pergi ke tempat ayah, namun kita akan melalui wilayah barat lebih dulu, siapa tahu paman Tu Long ada di wilayah itu, jadi cepatlah selesaikan masalah paman,” ucap Bai Han datar.
Duan Du mengangguk santai.
“Hemm..!! Wuhan, kekuatanmu kini telah setara denganku, itu luar biasa bukan,” ucap Duan Du tersenyum dengan maha karyanya yang menciptakan teknik terlarang dan kini terpaksa ia gunakan walau kakaknya telah melarang karena efeknya yang membuat jiwa pengguna akan di kuasai oleh iblis jiwa kuno.
Melihat Bo Wuhan hanya diam. Duan Du tidak mempermasalahkannya. “Bawa Han'er dan dia keluar dari sini lebih dulu, aku akan membuat kejutan bagi Master Sekte Sisik Naga nanti saat mereka datang.” Perintah Duan Du.
Bo Wuhan pun langsung menarik Bai Han dan Hu Song.
Wung..!!
Melihat mereka telah menghilang. Duan Du langsung membawa mayat kedua penetua keluar dari bawah tanah juga.
Wung....!!
Dret dret..!!
Bom..!!
Duan Du yang muncul langsung membuat kawah, setelah itu ia menciptakan dua pilar dan setiap pilar telah di gantung mayat penetua Sekte Sisik Naga yang telah mengering.
Tak lupa juga Duan Du menulis pesan yang sangat besar di tanah.
“Hehe,, dengan ini mereka pasti akan mencari kami.” Gumam Duan Du.
Dret..!!
Duan Du pun langsung melesat ke arah luar reruntuhan kota untuk menemui Bai Han dan yang lainnya.
***
Wuss wuss...!!
Sementara Bai Chu Ye dan Rubah Kematian yang terus melesat dengan kecepatan santai tiba-tiba berhenti.
Tap tap..!!
“Hemm..!! Ada apa?” Tanya Bai Chu Ye datar.
“I..Ini, aku merasakan Kota yang aku jaga kacau Tu..Tuan, aku harus lebih cepat, jika tidak maka makanan- eeh maksudku maka kota itu akan hancur.” Ucap Rubah Kematian menutup mulutnya lalu melanjutkan.
Alis Bai Chu Ye berkerut mendengar itu, karena ia cukup heran dengan otak Rubah ini yang selalu di isi oleh otak makanan.
“Hais,, baiklah, tapi jangan mencoba untuk kabur, jika tidak-”
__ADS_1
Sebelum Bai Chu Ye menyelesaikan ucapannya. Rubah Kematian mengangguk patuh.