Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertemuan Ayah dan Anak


__ADS_3

Mereka berdua langsung menghilang dari hutan tempat mereka beristirahat.


Tak berselang lama setelah perginya Hu Liu Chen dan Bai Han.


Muncul beberapa ahli kuat yang di duga orang asli dari dunia tersebut.


Tubuh para ahli tersebut langsung bergidik ngeri saat melihat ribuan mayat yang mati menyisakan baju, senjata, maupun cincin penyimpanan saja.


“I.. Ini, ahli kuat dari mana yang bisa melakukan hal mustahil seperti ini?” Kata salah satu dari mereka dengan suara bergetar hebat.


“Hmm..!! Kita tidak perlu tahu siapa ahli tersebut, yang penting jangan mengusiknya, karena menurutku, jika kita tidak mengusiknya maka dia juga tidak mengusik kita, dan sebaliknya jika kita mengusiknya, maka nasib kita akan seperti mereka,” tanpa menunggu respon dari ahli yang lainnya, orang tersebut melesat pergi, lalu di susul oleh ahli yang lainnya.


***


Dunia Jiwa.


Saat ini Bai An, Duan Du dan Tu Long bersiap keluar dari dunia jiwa setelah melatih beberapa prajurit pembantai pilihan.


Mereka bertiga sama sekali tidak terlalu peduli jika sekarang di Dunia Phoenix Surgawi sudah banyak ahli berkeliaran, mau perorangan atau perkelompok.


“Ayo kita keluar,” ajak Bai An.


Duan Du dan Tu Long langsung mengangguk secara bersamaan.


Mereka berdua lalu melirik ke arah belakang.


Duan Du tersenyum melihat prajurit pilihannya, mereka berjumlah 50 orang, rata-rata mereka berusia 17 sampai 25 tahun dan memiliki tingkat kekuatan setara. Yaitu Kaisar Sejati ⭐ 2 Awal.


Berbeda dengan Tu Long, Tu Long saat ini menyeringai melihat 100 anak angkatnya.


Tubuh 100 anak angkatnya, semua kekar memiliki tinggi 3 meter, padahal usia mereka rata-rata 20 sampai 30 tahun.


Di setiap tubuh anak angkat Tu Long memiliki sedikit sisik naga, itu karena Tu Long telah memberikan esensi darah murninya kepada ribuan prajurit pembantai dan hanya 100 orang saja yang memiliki kecocokan, yang mana 95 laki-laki dan 5 wanita.


Untuk kekuatan 100 anak didik Tu Long, 5 di antaranya paling kuat, yaitu Kaisar Sejati ⭐ 5 Menengah, mereka tak lain wanita, sisanya berada di Kaisar Sejati ⭐ 1 sampai ⭐ 4.


Kelima wanita ini masing-masing memimpin 19 prajurit pembantai di bawah komandonya.


Tu Long mengangguk bangga. “Hilangkan sisik kalian, nanti pada saat bertarung saja kalian boleh mengeluarkan kekuatan sejati kalian,” kata Tu Long.


“Baik ayah angkat,” teriak 100 anak angkat Tu Long.

__ADS_1


Bai An langsung melambaikan tangannya saat melihat kesiapan semua orang yang akan keluar.


Blush..!!


Lubang hitam langsung muncul.


Bai An, Duan Du, Tu Long, 25 orang yang Duan Du latih beserta 100 anak didik Tu Long langsung masuk ke lubang hitam.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Bai An, Duan Du Tu Long dan prajurit pembantai langsung muncul dimana dulu tempat mereka pertama kali masuk dunia jiwa.


Setelah keluar, Duan Du langsung memerintahkan 25 prajurit pembantai yang ia latih untuk menyebar di seluruh daratan Dunia Phoenix Surgawi.


Mereka bertugas untuk memanipulasi semua orang-orang dunia luar yang datang kesini.


“Hmm..!! Kalian semua sudah tahu tugas kalian bukan?” Tanya Duan Du menyeringai licik.


“Tahu Tuan muda,” teriak 25 prajurit pembantai khusus menipu dan mengacau.


“Baiklah, kalian boleh pergi,” kata Duan Du lalu menambahkan. “Tapi ingat, jika kalian terdesak, maka gunakan token teleportasi, jika menggunakan token teleportasi kalian tetap di kejar dan nyawa dalam bahaya, maka kalian boleh menggunakan penghubung kontrak jiwa denganku, maka aku akan kesana menyelamatkan kalian.”


Kontrak jiwa adalah segel budak khusus yang di tanam oleh Duan Du, itu juga berguna agar 25 prajurit pembantai yang ia latih tidak berkhianat, jika berencana berkhianat maka jiwa mereka akan musnah, jika jiwa musnah, sama saja dengan mati.


Hal itu juga yang Bai An lakukan dulu kepada semua saudaranya angkatnya Long Yuan, Lang Zai, Pixiu, Yu Fan dan yang lainnya.


Sementara Tu Long kini telah selesai bicara.


5 wanita yang menjadi pemimpin langsung memeluk Tu Long layaknya ayah sendiri, itu karena Tu Long sangat baik kepada mereka semua, walau Tu Long Ras Monster, mereka tahu jika Tu Long hanya memakan daging manusia yang menjadi musuh saja.


“Kami berangkat ayah angkat, yakinlah kami akan membantai semua orang-orang yang berniat memburu Tuan besar, terlebih orang-orang dunia luar,” kata salah wanita yang bernama Shu Ying.


Tu Long langsung mengusap rambut Shu Ying layaknya putri sendiri.


“Hmm..!! Ingat selalu berhati-hati jika tak mampu melawan maka kau sudah tahu apa yang kau lakukan, berangkatlah dan saat kembali, aku ingin melihat peningkatan kalian semua,” kata Tu Long.


100 anak angkat Tu Long mengangguk.


“Yakinlah, kami tidak akan mengecewakan ayah angkat, Tuan muda Duan Du dan Tuan besar Bai An,” teriak 100 anak angkat Tu Long.

__ADS_1


Setelah itu 100 anak angkat Tu Long pergu di bagi menjadi 5 kelompok.


Mereka pergi ke 5 daratan berbeda, Daratan timur, Daratan Utara, Daratan Utama, Daratan Barat dan Daratan Selatan.


Melihat mereka semua pergi, Bai An yang dari tadi diam langsung berkata.


“Apa kalian ikut, ini sudah satu bulan dengan perjanjian yang telah di katakan Hu Hong Meng.”


“Hehe,, tentu saja kami ikut kak,” kekeh Duan Du, ia sekarang layaknya lem yang selalu menempel dengan Bai An.


“Hm..!! Aku juga pastinya akan ikut, aku tak bisa berpisah dengan Tuan muda dan kau bocah licik, terlebih lagi aku penasaran dengan kejutan besar apa yang di maksud oleh orang dari klan Hu itu,” kata Tu Long mengangguk-angguk layaknya pria sepuh.


“Baiklah, ayo kita berangkat,” kata Bai An melesat ke Daratan Utama, karena menurutnya, titik peta teesebut berlokasi di Daratan Utama.


Wuss wuss wuss..!!


***


“Paman-paman tempat ini sangat sepi? Katanya kita sudah sampai, lalu dimana ayah berada? Aku sudah berkeliling tapi tidak menemukan siapapun.”


Terdengar suara anak 8 yang beberapa hari lagi mencapai 9 tahun bertanya terus menenus.


Anak itu tak lain Bai Han.


Sementara Hu Liu Chen hanya bisa berusaha bersabar melihat tingkah keponakannya ini.


“Sabar Han'er, sebentar lagi ayahmu akan datang,” kata Hu Liu Chen sambil membakar Hewan Buas.


“Sabar-sabar,, ini sudah satu, dua, tiga, hmm,, ini sudah 5 hari kita di sini,” kata Bai Han menghitung sambil memasang wajah cemberut.


Hu Liu Chen bukannya marah, malah ia tersenyum saat melihat wajah imut keponakannya tersebut.


“Eeh,, aku serius paman, kenapa paman malah senyum-senyum sendiri kayak orang gila?” Tanya Bai Han maju lalu memegang kening Hu Liu Chen sambil memiringkan kepalanya.


Hu Liu Chen seketika tertawa.


“Hahaha,, Han'er apa orang gila harus melihat suhu badan orang apakah panas atau tidak? Dari mana kau belajar seperti itu,” tanya Hu Liu Chen kini tak bisa menahan tawanya.


Tapi tak lama wajah Hu Liu Chen menjadi serius.


“Han'er masuklah lebih dulu, nanti saat paman suruh keluar, maka disaat itu pertanyaanmu yang selama ini akan terjawab,” kata Hu Liu Chen.

__ADS_1


Bai Han terdiam beberapa saat lalu mengangguk, ia lalu berjalan ke arah gubuk kecil yang di buat Hu Liu Chen.


__ADS_2