
“I..Iblis kau pasti iblis,” teriak Huang Bei menunjuk-nunjuk Bai An.
Huang Bei juga perlahan mundur saat Bai An terus melangkah ke arahnya.
“Iblis? Aku iblis,” ucap Bai An dengan nada datar.
“Tentu kau bisa memanggilku sesuka hatimu, karena kau juga toh akan mati,” dengus Bai An.
Bom..!!
Tubuh Huang Bei langsung meledak.
Bom bom..!!
Para Tetua dan pengawal Huang Shen yang mencoba melarikan diri juga langsung mati dengan kepala meledak.
Kini langkah Bai An berhenti tepat di depan Huang Shen yang kini merangkak.
Huang Shen kini ketakutan setengah mati, bahkan ia sampai mengompol saking takutnya.
“A..Apa yang ingin kau lakukan?” Teriak Huang Shen memberanikan diri ke arah Bai An.
Bai An mengerutkan keningnya.
“Kau tanya apa yang aku lakukan?” Tanya Bai An kembali.
“Hehe,, tentu saja membuat kau sadar akan posisimu, hmm aku juga akan membuat kau menderita tentunya,” kekeh Bai An kini memperlihatkan wajahnya.
Betapa terkejutnya Huang Shen saat melihat wajah Bai An.
Ia kini tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali, karena ia tentu mengenal sosok Bai An yang terkenal di seluruh Alam Semesta.
Huang Shen langsung mengingat ucapan Jiu Long beberapa saat lalu, ia kini mulai menyesal telah mengganggu orang yang tidak seharusnya ia usik.
Huang Shen yakin akan mati, karena ia tahu Bai An tidak takut sama Paviliun Phoenix Perak.
Sama Penguasa Semesta Inti saja ia tidak takut, apalagi kepada Paviliun Phoenix Perak yang 2 tingkat di bawah Pengausa Semesta Inti.
Bai An saat ini ingin memasukkan Huang Shen ke dunia jiwa untuk menyiksanya.
Tapi sebuah teriakan lucu terdengar.
Waa waa..!!
Bai Xia Xie kini menggerak-gerakkan tangannya naik turun, ia kini tersenyum melihat kearahnya seolah telah memberikan rencana untuk menyiksa Huang Shen.
Dan entah karena hubungan darah atau hubungan Energi Jiwa, Bai An seolah mengerti ucapan putri kecilnya ini.
__ADS_1
Seketika Bai An tersenyum menyeringai, wajahnya kini terlihat menyeramkan bagi Huang Shen, bahkan bagi Jiu Long dan istrinya.
Dengan cepat Bai An memutar otaknya untuk melihat ingatan pengetahuan yang di berikan Ling Dong.
Saat melihat jika ada cara untuk menghilangkan ingatan orang.
Bai An langsung memegang kepala Huang Shen tanpa bisa melawan atau menghindari tangan Bai An.
Arrgghh..!!
Seketika Huang Shen berteriak kesakitan selama beberapa detik.
Melihat Huang Shen kini pingsan, Bai An dengan cepat membuat segel kutukan, kutukan jika Huang Shen membayangkan hal mesum, maka jiwanya akan menderita yang tidak bisa di obati.
Tangan Bai An hanya menembakkan sinar Energi Jiwanya tepat ke seluruh tubuh Huang Shen.
Setelah itu Bai An kini melirik ke arah istri dan muridnya dengan senyum puas.
Bai An tersenyum karena kini mendapat cara menyiksa orang dan ini juga berkat putri kecilnya.
Waa waa..!!
Bai Xia Xie juga terlihat tertawa lucu, tak lupa ia juga melirik ke arah kakaknya dengan bangga karena ia telah melakukan sesuatu yang luar biasa.
Bai Chu Ye hanya diam saja dengan wajah datarnya, walau begitu, Bai An tahu jika putra kecilnya ini sedang kesal.
Sementara Mu Xia'er dan Chu Jia hanya bisa tersenyum masam dengan tubuh sedikit merinding saat melihat senyum suami dan putrinya.
“An Gege,, jangan ajar Xie'er melakukan hal yang seperti tadi,” ucap Mu Xia'er kini memasang wajah cemberut.
Mu Xia'er tentu takut putrinya akan mengikuti jejak ayahnya yang suka membunuh dengan kejam.
Mu Xia'er ingin putrinya lemah lembut, karena ia selalu memimpikan putrinya seperti itu.
Walau Mu Xia'er tahu itu hanya angan-angan, karena saat ini ia sudah melihat kelakuan putrinya yang nakal selama berada di dunia jiwa. Tapi Mu Xia'er selalu berjuang agar putrinya memiliki kelakuan layaknya wanita pada umumnya.
Bai An yang mendengar itu langsung mengangguk.
“Tentu saja Xie'er ayah tidak akan seperti itu, benar kan?” Ucap Bai An sambil mencium pipi putrinya.
Waa waa..!!
Seolah mengerti ucapan ayahnya, dengan bangga Xie'er berteriak.
Mu Xia'er yang mendengar itu mengira jika putrinya akan patuh karena ucapan ayahnya tadi langsung tersenyum bahagia.
Dengan cepat ia mengulurkan tangannya untuk meminta putrinya ke pelukannya.
__ADS_1
Bai An tentu memberikan Xie'er. Bai An juga memberikan Ye'er ke Chu Jia.
Setelah itu Bai An melirik ke arah Jiu Long.
“Hmm..!! Cukup lama tidak bertemu, kau kini telah meningkat cukup banyak,” ucap Bai An mengangguk ringan.
Jiu Long langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Hehe,, ini juga berkat bimbingan guru dan sumberdaya pemberian guru Duan,” jawab Jiu Long tertawa kecil.
Setelah menjawab ucapan gurunya, Jiu Long melirik ke arah Huang Shen, ia kini penasaran apa yang gurunya telah lakukan kepada Tuan muda Paviliun Phoenix Perak ini.
“Guru jika Jiu'er boleh tahu, apa yang telah guru lakukan kepada dia dan kenapa guru tidak membunuhnya saja langsung?” Tanya Jiu Long penasaran.
Mendengar pertanyaan Jiu Long, Mu Xia'er dan Chu Jia ikut mengangguk, karena rasa ingin tahu mereka sama dengan Jiu Long.
Niat mereka ingin bertanya seperti Jiu Long, tapi saat ini niat bertanya mereka telah di sampaikan oleh Jiu Long.
“Hmm..!! Aku hanya menghapus ingatanny tentang pertemuan kita hari ini dan memanipulasi sedikit ingatannya, aku juga hanya memasang sedikit segel kutukan kecil untuk bermain-main,” jawab Bai An tersenyum kecil.
Mendengar itu, secara serempak ketiganya bergumam. “Segel kutukan kecil apanya, aku yakin jika orang ini akan menderita sehingga lebih memilih untuk mati.”
Walau tidak bisa membaca pikiran mereka, Bai An tentu dapat menebak pikiran istri dan muridnya ini.
“Hmm..!! Sebentar lagi akan ada orang dari Paviliun Phoenix Perak datang, jadi kita lebih baik pergi ke rumah makan untuk istirahat sejenak, kita juga harus menghindari orang-orang ini karena aku ingin melihat kepanikan mereka saat mendengar teriakan anak ini nanti,” ucap Bai An menyadarkan istri dan muridnya.
Istri dan muridnya langsung mengangguk, lalu mereka langsung pergi dengan Jiu Long memimpin jalan menuju rumah makan yang menurutnya enak dan cocok untuk menonton pertunjukan.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama setelah kepergian Bai An dan yang lainnya, kini muncul beberapa orang dengan aura yang cukup kuat.
Jumlah mereka ada 8 dan yang paling kuat kini menatap ke arah Huang Shen.
“Hmm..!! Tidak ada luka, dan energinya masih penuh, tapi kenapa anak ini pingsan di tengah jalan,” ucap pria terlihat berumur 40 tahunan.
“Ini aneh, mengapa bisa seorang Dewa Immortal bisa pingsan,” gumam pria terlihat berumur 40 tahun atau Huang Xan.
Setelah melihat Huang Shen, tatapannya kini mengarah ke segala arah, ia juga melihat tidak bekas pertarungan maupun tidak mencium bau darah.
“Tetua Agung, Tuan muda Shen mungkin saja mabuk sehingga ia pingsan,” ucap pria paruh baya langsung mengeluarkan pendapatnya.
Pria paruh baya ini bernama Huang Dan, ia menjabat sebagai Tetua inti ke 2 dan seorang penjilat sejati.
Huang Dan juga telah melihat semua yang ada di tempat ini, namun tidak ada kejadian aneh.
__ADS_1