
Kekuatan Rubah kecil di depannya ini sangatlah mengerikan, bahkan Bai Chu Ye yakin jika bertarung, ia tidak akan mampu selamat dalam hitungan detik.
Karena Rubah kecil ini berada di tahap Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir yang memiliki kekuatan setara para Master Sekte Besar.
Entah bagaimana cara Bai Chu Ye menundukkannya sehingga satu dari dua Rubah Kematian langsung patuh.
Flasback..!!
Wung..!!
Duar..!!
Terlihat Bai Chu Ye muncul dari langit dan terjatuh di salah satu desa yang jauh dari kota-kota kecil.
Dua hari telah berlalu, saat Bai Chu Ye tersadar, terlihat ia masih terbaring di tempatnya.
Saat Bai Chu Ye membuka mata, ia melihat banyak anak-anak dan orang-orang tua menatapnya.
“Dewa, dia benar-benar Dewa, lihatlah dia masih hudup setelah terjatuh dari langit,” teriak salah satu orang tua menangis bahagia.
Mendengar itu, Bai Chu Ye sedikit heran, tapi keherannya langsung terjawab saat salah satu anak mendekatinya.
“Dewa, apakah Dewa datang kesini memberikan kami makan?” Tanya anak kecil tersebut.
Melihat tubuh anak laki-laki tersebut yang sangat kurus, Bai Chu Ye merasa tersentuh, ia juga tersadar jika semua orang yang ada di sekelilingnya hanya kultivator tingkat rendah atau berada di tahap puncak Fana.
Bisa juga di katakan mereka manusia biasa jika di Dimensi Alam Dewa.
“Benar, siapa nama mu adik kecil?” Tanya Bai Chu Ye langsung tersenyum hangat.
Terlihat jarang-jarang Bai Chu Ye mengeluarkan senyum seperti ini, bahkan saat bersama keluarganya sekalipun.
“Namaku adalah Lu Tang Shan,” ucap anak laki-laki itu langsung tersenyum lebar di sertai menyentuh hidungnya dengan gayanya sendiri.
Mendengar itu, Bai Chu Ye tersenyum tipis, pandangan Bai Chu Ye langsung teralih ke banyaknya para penduduk desa bergelombolan kini mendatanginya.
Wajah semua penduduk desa terlihat selalu mengeluarkan senyum. Namun Bai Chu Ye sadar jika mereka semua tertekan akibat tidak adanya makanan, tubuh mereka semua sangatlah kurus dan hanya menyisakan tulang dan kulit kering.
Tanpa basa basi Bai Chu Ye melihat isi dalam cincin penyimpanannya. Dan beruntungnya ia saat melihat ada beberapa daging Binatang Buas di cincin penyimpanan pemberian salah satu anggota keluarganya sebelum ia berangkat kesini.
Blush..!!
Melihat daging yang sangat banyak muncul di depan mereka. Semua penduduk desa seketika berteriak.
__ADS_1
“Terimakasih Dewa.”
Mereka semua langsung ingin bersujud, namun Bai Chu Ye langsung menekan tubuh mereka semua agar tidak menjatuhkan lutut mereka di tanah.
“Kalian semua tidak perlu bersujud, aku bukanlah Dewa, melainkan manusia biasa seperti kalian, hanya saja aku lebih kuat dari kalian sehingga bisa melakukan yang tidak bisa kalian lakukan. Itulah kelebihannya.” Ucap Bai Chu Ye langsung menjelaskan dengan jujur.
Tapi semua penduduk tetap saja menyebut Bai Chu Ye Dewa walau telah menjelaskan dan Bai Chu Ye tidak mau ambil pusing, ia hanya mengangguk saja.
Malam harinya.
Semua penduduk Desa langsung mengadakan jamuan pesta, mereka semua membakar daging pemberian Bai Chu Ye dengan senyum bahagia tanpa beban.
“Dewa, apakah aku bisa kuat seperti Dewa?” Tanya Lu Tang Shan yang selalu menempel di dekat Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye mengangguk. “Tentu saja, tapi apa tujuanmu ingin menjadi kuat Shan'er?” Jawab Bai Chu Ye dan kembali bertanya.
“Hem..!! Aku ingin melindungi semua penduduk desa dari Binatang yang selalu mendatangi Desa kami.” Jawab Lu Tang Shan dengan wajah penuh semangat dan tekad.
Mendengar itu, Bai Chu Ye tersenyum lalu menepuk-nepuk punggung Lu Tang Shan di sertai mengalirkan energinya agar titik meridian Lu Tang Shan terbuka sebagian.
Bai Chu Ye menyadari jika semua penduduk desa tidak bisa meningkatkan kekuatan mereka lagi lantaran pengetahuan mereka kurang, terlebih desa ini sangatlah jauh dari desa maupun kota.
***
Bai Chu Ye pun ikut melakukan pemburuan di sertai diam-diam ke kota-kota kecil terdekat untuk mencari informasi dari keluarganya.
Wuss wuss..!!
Deg deg..!!
Deg deg..!!
Saat Bai Chu Ye kembali ke desa dan akan sampai, tiba-tiba saja jantungnya berdetak lebih cepat dan ia merasakan krisis hidup.
Wung..!!
Sebuah celah seketika muncul tidak jauh dari gerbang desa.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Saat melihat anak kecil muncul dengan ekor rubah di belakangnya. Bai Chu Ye tiba-tiba merasakan garis darahnya bergejolak bahagia.
__ADS_1
Wung..!!
Wung..!!
Garis darah Bai Chu Ye seakan ingin keluar lalu melesat ke arah anak kecil yang memiliki ekor Rubah.
Sementara anak kecil yang mencium bau daging yang sangat lezat kini melirik ke arah desa di saat ia muncul.
Tapi saat ia akan mendatangi desa, tubuhnya langsung membeku. Instingnya menyuruhnya harus di tunduk.
Tap tap..!!
“Siapa kau? Apa tujuanmu datang ke desa kecil ini?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada dingin.
Glek..!!
Anak kecil ekor Rubah tersebut merasa garis darahnya kini di tekan sedemikian rupa, ia ingin sekali melarikan diri namun tidak bisa melakukan apa yang ia kehendaki.
“A..Aku hanya melihat-lihat Tuan, jika begitu aku akan pergi.” Jawab anak kecil ekor Rubah tanpa berani melihat wajah Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye yang melihat gelagat anak kecil ini terlihat ketakutan terhadap dirinya langsung mengerti jika Garis darahlah yang menyebabkan itu. Ia juga merasakan memiliki darah yang terhubung, namun darah anak kecil ini tidak murni.
“Hemm..!! Melihat tingkat kultivasimu yang sangat mengerikan, apa benar kau hanya ingin melihat-lihat?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada datar.
Buk..!!
Bai Chu Ye memberanikan diri menepuk punggung anak kecil tersebut dan benar perkiraannya jika anak kecil ini takut lantaran garis darah miliknya mampu menekan garis darah tidak murni milik anak ini.
Dan pada saat itu juga, terbesit di pikiran Bai Chu Ye untuk memanfaatkan anak ini sebagai petunjuk arah setelah masalah penduduk desa aman ia tinggalkan.
Flasback End...
***
Rubah Kematian kini terlihat gelisah, ia sangat ingin mengatakan sesuatu, namun tidak berani. Walau tingkat kultivasinya jauh lebih tinggi, namun karena suatu hal, ia tidak bisa menyerang Bai Chu Ye bagaimanapun usahanya.
“Tu..Tuan, apakah aku boleh pergi sebentar, aku hanya ingin melihat Kota yang aku jaga, aku takut kedua anak-anak itu tidak mampu menjaga kota itu.” Ucap Rubah Kematian memberanikan diri.
“Hemm..!! Kau seorang Penguasa Kota?” Tanya Bai Chu Ye mengerutkan keningnya.
Rubah Kematian menggelengkan kepalanya. “Aku penjaga Kota, Kota yang aku jaga bernama Kota Kematian, itu terletak di tengah-tengah seluruh wilayah dan tidak di kuasai oleh wilayah manapun.” Ucap Rubah kematian dengan jujur.
“Hemm..!! Jika begitu ayo kita kesana, tapi sebelum itu, apakah kau sudah mendapatkan apa yang aku perintahkan?” Tanya Bai Chu Ye kini tersenyum datar.
__ADS_1
Rubah kematian mengangguk patuh di sertai berkeringat dingin saat melihat senyum datar Bai Chu Ye.