
“Saya sama sekali tidak keberatan, dan jika ada masalah yang tidak bisa Yang Mulia hadapi, beritahu saya atau langsung di keluarkan.”
Ling Wenli berkata dengan nada tegas sambil menunduk tanda memberi hormat.
Bai An langsung membuka Dunia Jiwanya, dengan cepat Ling Wenli masuk ke dalam dunia jiwa.
Setelah itu Bai An berjalan keluar.
Tap tap..!!
Saat sudah keluar, Bai An melihat jika Duan Du dan Tu Long asik minum arak.
“Huuff,, untung saja Han'er tidur, jika dia melihat mereka minum? Entah apa yang terjadi,” gumam Bai An sambil terus melangkahkan kakinya.
“Hmm,, dimana Fu tua?” Tanya Bai An saat ia tiba, Bai An mengedarkan kesadarannya tapi tidak menemukan dimana Fu Jian, sehingga ia langsung bertanya.
“Eeh,, kak, kau sudah keluar,” kata Duan Du terkejut karena ia terlalu asik menikmati minumannya sehingga terkejut.
Namun bukan terkejut dengan suara Bai An, melainkan ia takut di ceramahi oleh keponakannya.
Saat Duan Du melirik ke arah Bai Han, barulah Duan Du mengelus dadanya.
“Hmm..!! Fu tua aku suruh pergi mengambil Kapal Langit milik klannya yang ia taruh di lokasi yang cukup jauh dari sini,” jawab Duan Du kembali santai.
Bai An langsung ikut duduk, lalu Tu Long memberikan gelas berisi arak.
Dengan santai Bai An mengambilnya lalu menyeruputnya perlahan-lahan untuk menikmati arak buatan adiknya.
1 jam telah berlalu.
Wungg..!!
Angin kencang berhembus dari atas tempat Bai An dan yang lain duduk.
Bai An tentu tahu apa yang menyebabkan angin kencang tiba-tiba, itu karena ada sebuah Kapal Langit di atas kepala mereka.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Tuan besar, Kapal Langit telah siap, tapi aku masih kekurangan Batu Kristal Energi,” kata Fu Jian agak canggung sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Bai An melirik Fu Jian lalu melirik ke arah Duan Du.
Duan Du langsung melemparkan cincin penyimpanan ke arah Fu Jian.
“Gunakan untuk bahan bakar, jangan gunakan untuk mengisi energimu,” kata Duan Du.
Fu Jian mengangguk patuh.
“Jadi kapan kita berangkat? Aku sudah tidak sabar melihat apa yang ada Dunia terkuat pertama maupun kedua di Alam Semesta ke 9 ini,” kata Tu Long langsung bangun.
Bai An masih duduk, ia melirik ke arah putranya yang masih tidur di pangkuannya.
“Hmm..!! Berapa lama kita akan sampai jika memakai Kapal mu Fu tua?” Tanya Bai An sambil mengelus rambut putranya.
“Kurang lebih 3 hari Tuan besar,” jawab Fu Jian.
Bai An mengangguk santai. “Baiklah, ayo kita berangkat,” ajak Bai An langsung bangun.
Dengan cepat Fu Jian, Bai An, Duan Du dan Tu Long melesat ke Kapal Langit.
Tap tap..!!
Kapal-kapal tersebut adalah hasil jarahan Duan Du saat mengumpulkan semua cincin penyimpanan musuh yang mereka bunuh.
Tap tap..!!
Fu Jian langsung membawa Bai An dan yang lainnya ke ruangan yang cukup mewah, ia juga menunjuk tempat kamar jika ingin istirahat.
Setelah itu Fu Jian pergi ke induk Kapal Langit untuk mengoperasikan kapal.
Wungg..!!
Terdengar bunyi Kapal Langit saat di hidupkan, perlahan tapi pasti Kapal Langit terbang semakin tinggi, setelah itu Kapal Langit melesat layaknya roket.
“Kak,, kapal Langit ini terlihat kekurangan sesuatu, jika kita menambah beberapa matrial lagi, aku yakin kecepatannya akan semakin mengerikan,” kata Duan Du menunjukkan denah Kapal Langit klan Fu kepada Bai An.
Di denah tersebut di jelaskan secara rinci bahan-bahan pembuatannya dan cara mengoperasikannya.
Fu Jian memberikan ini kepada Duan Du karena ia yang meminta apa saja bahan dan cara untuk membuat Kapal Langit.
Duan Du sangat tertarik dengan Kapal Langit sehingga terobsesi ingin membuatnya atau setidaknya mengubah atau merakit ulang Kapal Langit yang sudah ada.
__ADS_1
Bai An yang melihat itu dengan teliti masih belum menemukan titik temu jika ingin merombak ulang atau menambah apa yang kurang.
“Dari mana kau tahu jika Kapal Langit milik Fu tua kekurangan Matrial?” Tanya Bai An sedikit bingung. “Dari penglihatanku, Kapal ini cukup baik untuk di operasikan.” Tambah Bai An.
Duan Du langsung tersenyum tipis. “Tentu saja di bagian formasinya, dan intinya,” kata Duan Du menunjuk bagian tempat penaruhan Batu Kristal Energi.
Bai An yang melihat itu secara teliti, lalu membawa jika bahan-bahan matrial tempat penampungan Batu Kristal hanya bisa menampung paling banyak 1 juta Batu Kristal Berlian, itu karena Formasinya hanya terbatas sampai disana saja.
“Hmm..!! Mata mu cukup tajam juga, matrial yang kurang untuk menambah kekuatan Formasi dan menambah daya tampung Batu Kristal Energi adalah Batu Giok Hitam, itu adalah batu khusus untuk membuat Formasi bagian pertahanan, di satu sisi bisa juga membuat tambahan Formasi untuk daya tahan tampungan energi.” Kata Bai An terdiam, tak lama ia tersenyum tipis.
“Bahkan itu mampu menampung Batu Kristal Berlian Emas yang memiliki kapasitas Energi yang jauh lebih banyak.” Kata Bai An memberi penjelasan.
Duan Du yang mendengar itu langsung mengangguk-angguk.
“Hmm,, hmm,, aku tahu kau yang terbaik kak, tapi dimana kita menemukan Batu Giok Hitam, terlebih dari buku yang ku baca beberapa saat lalu, Batu Giok Hitam yang beredar kebanyakan menampung formasi Api, Angin, Es, Kegelapan, Tanah, Petir.” Kata Duan Du.
“Benar,, Batu Giok Hitam yang menampung Formasi sangatlah sulit di temui, tapi suatu saat kita pasti akan menemukannya, tidak mungkin Batu Giok Hitam Formasi tidak muncul,” ucap Bai An sambil berjalan ke arah kamar yang ada di depan matanya.
Duan Du hanya bisa menghela nafas, ia lalu melirik ke arah Tu Long yang kini mabuk berat.
“Hei,, gila, minum saja kerjaanmu,” dengus Duan Du tersenyum licik.
Tu Long hanya melirik sekilas ke arah Duan Du, terdengar suara dengusan dari Tu Long.
Duan Du tidak menyerah untuk menganggu Tu Long, dengan santai ia mendekati Tu Long.
Tu Long yang tahu niat Duan Du langsung mengambil botol araknya lalu berdiri, saat akan melangkah, Tu Long langsung terhenti.
“Hehe,, bagaimana jika kita bertaruh paman Tu, kita bertaruh arak dan saat ini aku mempunyai arak terbaru dan terbaik buatanku,” kekeh Duan Du sambil mengeluarkan kendi arak.
Tu Long langsung mencium aroma yang sangat menyegarkan dari arak baru buatan Duan Du.
Tu Long sebenarnya tidak ingin terpancing akal-akalan Duan Du yang licik, tapi jiwa araknya langsung mengalahkan egonya yang ingin pergi.
“Heng,, apa maumu?” Dengus Tu Long pura-pura marah.
Duan Du langsung tersenyum tipis.
“Kita bertaruh ke dunia mana yang akan kita tuju dan Daratan mana tempat kita mendarat, siapa yang menebak keduanya dengan benar, maka ia yang akan jadi pemenang,” jawab Duan Du menaikkan alisnya secara bergantian.
“Heng,, aku tak akan tertipu olehmu, aku tahu kau pasti sudah tahu tujuan kita dari Fu tua dan Tuan muda,” dengus Tu Long.
__ADS_1