Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kebahagiaan Kelompok Bai Han


__ADS_3

Sementara Antoni yang melihat ini kini layaknya orang asing, ia hanya melihat kiri kanan berulang kali layaknya nyamuk yang linglung.


Lalu Ratu Diane hanya bisa menahan amarah setiap waktu karena di abaikan dari tadi.


“Hemm..!! Apa yang membuatmu kemari Ratu Elf?” Tanya Bai An kini memandang ke arah Ratu Diane.


Wajah Sintia, Ariel dan Antoni terkejut mendengar pertanyaan Bai An.


“Apakah?” Ucap Ariel kini dengan tubuh bergetar hebat.


“Benar, ia adalah Ratu mu yang dulu di kabarkan menghilang,” ucap Bai An memandang ke arah Ariel.


Ariel dan Antoni langsung melihat ke arah Ratu Diane dengan wajah campur aduk, kesalnya di sana, amarahnya di sana, rasa ibanya pun di sana.


Bruk..!!


“Ingin rasanya aku membunuhmu Yang mulia, karena kau menghilang membuat semua Ras Elf kalangan bawah dan yang setia kepadamu menderita,” ucap Ariel menahan emosinya.


“Aku tak tahu harus mengatakan apa lagi karena terlalu banyak yang ingin aku tanyakan kepadamu Yang Mulia, tapi hanya satu yang ingin aku pertanyakan.” Ucap Bai An dengan nada serius.


“Mengapa kau baru muncul sekarang? Dan apa tujuanmu mendatangi Kakak Ling Bai?” Tatapan mata Antoni kini mengarah ke Ratu Elf Diane.


Ratu Elf Diane yang mendengar keluh kesah rakyatnya kini hanya bisa terdiam sambil mengigit bibirnya, tangannya terkepal erat saat ini.


“Pertanyaan pertamamu mungkin akan terjawab nanti, lalu untuk pertanyaan keduamu juga akan terjawab dengan sendirinya,” ucap Ratu Diane kini menatap Bai An.


Ratu Elf Diane tentu tidak tahu nama maupun siapa Bai An, ia hanya pernah bertemu sekali dan itupun ia bertarung menjadi musuh di masa lalu.


Dan saat ini Ratu Diane yang telah melihat masa depan hanya ingin meminta bantuan, sehingga ia ingin membuat perjanjian, karena ia tahu tidak ada yang gratis.


Ariel dan Antoni hanya diam sambil menatap ke arah Bai An.


“Hemm..!! Baiklah katakan tujuanmu kesini. Apa kau ingin mengajak ku bekerjasama? Atau sedang memperingatiku karena ingin menguasai Dimensi ini?” Ucap Bai An mulai membuka suara.


Sintia, Ariel, Antoni hanya diam, saat ini mereka telah berdiri di samping Bai An ikut menatap ke arah Ratu Diane. Mereka juga telah bersiap segala kemungkinan. Jika Ratu Diane memperingati mereka, maka mereka tidak akan segan-segan langsung menyerang Ratu Diane.


“Hemm..!! Apa begini caramu menyambut seorang-”


“Cukup basa basimu,” potong Sintia dengan tatapan mengerikan.


Ratu Diane hanya bisa tersenyum kecut, ia memandang ke arah Bai An yang hanya bisa diam. Padahal ia merasa Bai An adalah pemimpinnya di sini.


Dret..!!


Tak lama muncul celah dan tak lama keluar sosok yang Bai An dan adik-adiknya kenal.


Tap tap..!!


“Rupanya orang yang aku cari-cari datang dengan sendirinya,” ucap Anariel membuka tudungnya.

__ADS_1


“Ra..Ratu Ancient Blood Demon Anariel,” ucap Ratu Elf terkejut luar biasa.


Ia tentu mengenal Anariel yang dulunya masih sangat kecil saat ia di angkat menjadi Ratu baru.


Bukan hanya Ratu Diane yang terkejut, semua saudari Anariel juga ikut terkejut, ia kini baru tahu jika saudarinya seorang Ratu.


Yang mereka tahu di masa lalu Anariel di bawa oleh Ling Bai dengan kondisi kritis dan masih berumur 15 tahunan.


Saat Ariel dan Sintia ingin mengatakan sesuatu. Anariel tersenyum kecil. “Aku tetap saudari kalian, jangan mempertanyakan statusku itu.” Ucap Anariel dengan suara lembut.


Mereka berdua hanya bisa mengangguk patuh, lalu kini pandangan mereka semua mengarah ke Bai An.


“Bagaimana Ling Bai, orang yang kau cari sudah datang kesini. Apa kita akan mulai berunding?” Tanya Anariel memiringkan kepalanya.


“Hemm..!! Rencanaku gagal karena kedatanganmu,” dengus Bai An melalui telepati.


Anariel hanya tersenyum kecil dengan wajah tanpa merasa bersalah.


“Hemm..!! Baiklah aku tak tahu nama mu, yang aku tahu kau adalah seorang Ratu, jadi mari kita membicarakan sesuatu yang menguntungkan kedua belah pihak,” ajak Bai An dengan nada santai.


Mereka pun terdiam sesaat lalu pergi menuju lembah.


***


Dret..!!


Dret..!!


Sosok Elf langsung menghancurkan sebuah lubang besar di selimuti oleh lautan api.


“Sialan kenapa siapa yang melakukan hal ini,” teriak seseorang yang terlihat berantakan.


Ia adalah Panah Suci yang berhasil selamat dari ledakan Nuklir.


Tatapan Panah Suci juga mengarah ke Leluhur Elf berbadan kekar dengan penuh kebencian, jika bukan karena ia menyuruh bawahannya menyerang benda asing itu, ini tak akan pernah terjadi.


Walau sedang terluka, Leluhur Panah Suci langsung menarik busur panah yang muncul di tangannya.


Wungg..!!


Anak panah yang mengerikan langsung melesat ke arah Leluhur Elf yang terlihat sekarat dan berusaha bangkit.


Jlep..!!


Bom..!!


Tanpa mengetahui siapa yang membunuhnya, Leluhur Elf berbadan kekar mati dengan tubuh hancur.


Setelah membunuh rekannya, pandangannya mengarah ke dua leluhur Elf yang masih selamat. Ia juga terlihat mencari leluhur Elf berjubah hitam, namun tidak menemukannya bersama semua bawahannya.

__ADS_1


“Aku tak menduga ia juga punya Artefak yang berharga dan telah mempersiapkan ini sebelum menuju kesini,” gumam Leluhur Panah Suci.


Leluhur Panah Suci kini terbang ke atas, ia langsung mengerahkan semua kekuatannya.


Blush..!!


Cahaya putih bercampur biru langsung melesat dalam bentuk anak panah. Leluhur Panah Suci tidak mengenakan busur panahnya, melainkan ia mengenakan Jiwa Panah yang telah sempurna.


Dari itu juga namanya di kenal Panah Suci karena telah mengembangkan Jiwa Panah yang tidak ada Elf bisa melakukannya.


Duar...!!


Tepat ke arah lautan api, ada sebuah kubah hancur kini meledak kembali.


“Selesai, aku yakin para leluhur manusia telah mati sepenuhnya, namun dua dari mereka berhasil melarikan diri sebelum terkurung,” gumam Leluhur Panah Suci langsung membawa semua bawahan dan dua leluhur yang kini sekarat.


Wuss wuss..!!


***


Wung..!!


Dret..!!


Sebuah celah muncul dan terlihat Empat pemuda kini keluar dengan senyum lebar.


“Hahaha aku yakin mereka akan sekarat dan aku yakin saat ini kita pasti akan di takuti oleh kedua Ras itu,” teriak Jiu Long tertawa terbahak-bahak.


“Hem hem..!! Ini yang namanya Maha Karya luar biasa,” sambung Pixiu tersenyum lepas.


“Jika ada yang begini jangan lupa ajak aku.” Bai Yu Long berkata dengan nada semangat.


Sementara Bai Han hanya diam sambil menatap ke arah lautan api yang terasa panasanya hingga ke tempat mereka.


“Itulah yang kau dapat jika menyakiti keluargaku dan ini baru permulaan, karena aku menyimpan yang lebih dahsyat dari ini,” gumam Bai Han dengan nada dingin.


“Ayo kita kembali, mereka pasti mengkhawatirkan kita,” ajak Bai Han.


Jiu Long, Pixiu dan Bai Yu Long pun langsung mengangguk setuju.


Mereka pun langsung melesat menuju keluarga mereka telah menunggu.


Wuss Wuss..!!


***


“Si sialan itu, kenapa ia tidak mengajakku jika mereka pergi untuk menghancurkan musuh,” ucap Long Yuan dengan nada kesal.


Tentu ia tahu karena ledakan seperti itu pasti di hasilkan oleh benda asing yang di bawa oleh Bai Han, Bai Chu Ye dan Bai Xia Xie.

__ADS_1


“Sudah-sudah jangan kesal begitu, mungkin ada maksud tertentu sehingga kakak membawa sedikit orang.” Ucap Bai Chu Ye langsung menenangkan.


__ADS_2