Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Mengadu Domba Bai Yu We dan Bai Yun Qe


__ADS_3

Tanpa basa basi, lima dari tetua klan Bai melesat ke segala arah setelah mendengar ucapan Duan Du.


Wuss..!!


Wuss..!!


Sementara tetua yang terkuat di kelompok mereka tadi, kini terdiam dengan pandangan curiga ke arah Duan Du.


Duan Du menaikkan sebelah alisnya di sertai senyum tipis. “Kau tahu sebuah penyesalan seseorang itu pasti akan datang belakangan, di saat itu mereka teringat masa lalu sambil berandai-andai.”


Mendengar itu, tetua tersebut bingung akan ucapan Duan Du, ia seolah membicarakan seseorang. Tapi ia tidak paham siapa yang di maksud.


Beberapa detik setelah Duan Du melanjutkan ucapannya, ia langsung tersadar di sertai tubuh bergetar hebat.


“Dan saat jiwamu akan di siksa selamanya barulah kau paham maksud dari ucapanku,” dengus Duan Du yang tiba-tiba muncul tepat di belakang tetua klan Bai tersebut.


Jlep..!!


Arghhh..!!


Teriakan dari tetua klan Bai seketika menggema ke segala arah.


Tangan Duan Du terlihat menembus tubuh tetua tersebut, walau begitu tubuh tetua tersebut sama sekali tidak mengeluarkan darah.


Sreet..!!


Saat Duan Du kembali menarik tangannya, sebuah cahaya redup berbentuk tubuh manusia langsung keluar.


Duan Du yang melihat jiwa tetua klan Bai kini berada di tangannya menyeringai kejam.


“Hehe,, apakah kau ingin melihat semua rekanmu,” kekeh Duan Du langsung menarik jiwa tetua klan Bai dan mengarah ke kelima tetua yang kini masih melesat melarikan diri.


Wuss..!!


Wuss..!!


Bom..!!


Bom..!!


Tak lama tubuh kelimanya langsung meledak dan kini hanya menyisakan jiwa mereka saja.


Terlihat sebuah pisau kecil melesat kesana kemari menyayat-nyayat jiwa kelima tetua klan Bai.


Pisau kecil tersebut tak lain Bai So yang berubah bentuk. Bai So saat ini terlihat bersemangat saat menyiksa kelima jiwa tetua di depannya ini.


Tanpa ragu juga ia menghisap setengah jiwa kelimanya agar masa hidup mereka jauh berkurang.


...


Melihat itu, jiwa tetua klan Bai yang ada di tangan Duan Du sudah tidak tahu mau berkata apa. Saat ini ia yakin akan tersiksa seperti mereka dan ia yakin siksaan yang ia lihat ini masih belum seberapa.


Saat ini jiwa tetua tersebut mulai merenung, ia membenarkan apa yang di ucapkan oleh Duan Du beberapa saat tadi, tapi apa boleh buat, penyesalan tidak ada gunanya datang belakangan.

__ADS_1


Mau mati juga tidak akan bisa, karena saat ini ia sudah tidak bisa melakukan apapun.


***


Oorrgg..!!


Terdengar sendawa dari mulut Tu Long yang masih dalam wujud Ras Half Giant Dragon, ia saat ini memegangi perutnya yang sudah mengembung.


Tepat di atas pundak kiri Tu Long berdiri Bai Han dan Bai Chu Ye.


“Paman Tu, lebih baik kau dalam wujud seperti ini saja setiap saat, jika begini kan kami tidak perlu repot-repot menggunakan energi kami untuk terbang,” ucap Bai Han menaikkan alisnya berkali-kali.


Tapi ucapan Bai Han tidak di respon oleh Tu Long. Karena saat ini tatapan Tu Long tak mengarah ke tubuh kosong tetua yang jiwanya di keluarkan oleh Duan Du.


Wungg..!!


Tu Long seketika muncul sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


Wungg..!!


Namun sayang sekali, Tu Long hanya memakan angin saja.


“Heng,, dasar bocah kurang ajar, cepat berikan makanan itu kepadaku,” dengus Tu Long memasang wajah kesal di sertai malu karena di tertawai oleh Bai Han.


Duan Du yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya di sertai senyum mengejek.


“Heh,, bayar dulu, tidak ada hal yang gratis tahu,” ejek Duan Du.


Tu Long semakin kesal saat sadar jika Duan Du mengejainya.


Tak lama Tu Long berubah ke wujud manusianya.


Wung..!!


***


Wuss..!!


Crash..!!


Argh..!!


“Sialan, kenapa kau malah mundur,” raung Bai Yu We menatap Bai Yun Qe dengan dingin.


Bai Yu We marah karena saat Bai An mengayunkan pedangnya ke arah Bai Yun Qe, Bai Yun Qe langsung mundur hingga bilasan tebasan Bai An mengarah ke Bai Yu We yang ada di belakangnya.


Bai Yun Qe yang di marahi kini mulai mengerutkan keningnya, dari tadi ia selalu saja di marahi oleh patriaknya. Tapi Bai Yun Qe diam saja.


Tapi saat ini, ini sudah sekian kalinya ia dimarahi, terlebih saat pertarungan berlangsung.


Beruntung ia tahu jika Bai An sedang mempermainkannya. Walau begitu ia tidak marah kepada Bai An.


“Sialan kau kakak, tentu saja aku mundur, jika tidak mundur aku pasti akan terluka,” balas Bai Yun Qe kini meneriaki kakaknya.

__ADS_1


Bai Yu We yang mendengar itu memasang wajah ganas, baru kali ini ia di balas ucapannya dengan teriakan.


“Dasar sialan, tentu saja kau jangan menghindar agar aku tidak terkena serangannya,” kini Bai Yu We melototi adiknya ini.


“Heng,, dasar bodoh. Kau yang terluka kenapa marah-marah kepadaku, marahi saja dia yang menyerang atau pikirkan saja otak bodohmu yang tidak bisa berpikir untuk menghindar,” dengus Bai Yun Qe.


Sialan..!!


Blush..!!


Bai Yu We langsung melesat ke arah adik tirinya ini, dengan ganas Bai Yu We mengayunkan pedangnya.


Bai Yun Qe yang melihat kakanya menyerang kini tak mau kalah, ia langsung membakar seluruh darahnya hingga hampir menyisakan tulang saja. Ini adalah kekuatan tersembunyi Bai Yun Qe.


Bai Yun Qe mempelajari teknik terlarang ini awalnya ingin ia gunakan saat pada masa kristis atau saat menghadapai Bai An nanti, tapi karena terbawa amarah, saat ini ia langsung menggunakan teknik tersebut.


Bom bom bom bom..!!


Tingkat kultivasi Bai Yun Qe seketika meroket, bahkan jauh melebihi Bai Yu We.


Bai Yun Qe awalnya memiliki tingkat kultivasi Dewa Penguasa Master ⭐ 1 Menengah kini telah mencapai Dewa Penguasa Master ⭐ 5 Ahir.


Sementara untuk Bai Yu We, ia memiliki tingkat kultivasi Dewa Penguasa Master ⭐ 3 Ahir.


...


Mata Bai Yu We melotot saat melihat tingkat kultivasi adiknya kini meroket. Dengan segera Bai Yu We menghentikan langkahnya.


Namun Bai Yun Qe menyeringai kejam ke arah kakaknya.


Wuss..!!


“Mana kesombonganmu itu Yu We,” ejek Bai Yun Qe.


Tangan Bai Yun Qe yang telah berubah menjadi sisik menjijikkan kini terayun dengan cepat ke arah dada Bai Yu We.


Bai Yu We hanya bisa melotot ke arah Bai Yun Qe sambil menyilang kedua tangannya untuk menahan serangan Bai Yun Qe.


Bom..!!


Tubuh Bai Yu We langsung melesat seperti meteor jatuh.


Sementara Bai An kini menyunggingkan senyum licik karena rencananya untuk mengadu domba keduanya berjalan lancar.


Dengan santai Bai An duduk sambil mengeluarkan segentong arak.


Hamparan ruang tempat Bai An berada kini layaknya sebuah restaurant baginya. Dengan elegan ia menuangkan gentong arak tersebut ke gelas yang ia pegang menggunakan tangan kiri.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Hoho kakak kau kejam juga membuat mereka bisa terpengaruh olehmu sehingga membuat mereka kini bertarung satu sama lain.” Ucap Duan Du yang baru saja muncul.

__ADS_1


Melihat Duan Du sambil tangan Duan Du memberikan 6 jiwa ke arahnya. Bai An langsung mengibaskan tangannya.


Wuss..!!


__ADS_2