Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tu Long Mendapat Anak Angkat


__ADS_3

“Heng,, inilah yang paling aku benci, seorang pengecut,” dengus Tu Long dengan nada dingin.


Tu Long langsung muncul di depan Monster Naga yang masih muda itu.


Bom..!!


Tubuh Monster Naga langsung terlempar hingga menabrak dinding tanah.


Hoek..!!


Darah langsung keluar dari mulut Monster Naga, ia terlihat mengenaskan, bajunya kini hancur dan terlihat tubuhnya di penuhi sisik merah, namun saat ini sisik-sisik tersebut berjatuhan karena pukulan Tu Long.


Tu Long yang melihat itu kembali bergerak, ia muncul di belakang Monster Singa laki-laki.


“Sialan,” umpat Monster Singa, saat ia merasakan bahaya.


Bom..!!


Tinju Tu Long sudah lebih dulu mengenai pundak Monster Singa hingga tubuhnya terhempas ke tanah dan menyebabkan kawah kecil.


Tu Long kembali muncul di atas Monster Singa wanita.


Bom..!!


Bom..!!


Ketiga monster tersebut menjadi bulan-bulanan Tu Long yang kesal.


Tu Long kesal karena ras mereka yang di anggap Monster terkutuk akan di rendahkan, lebih-lebih mereka bertiga terlihat putus asa saat pertama kali Tu Long melihatnya.


“Heng,, lemah pengecut, dimana harga diri kalian,” dengus Tu Long langsung mengeluarkan auranya.


Blush..!!


Tekanan Dewa Immortal ⭐ 1 Ahir langsung mengguncang ruang bawah tanah, bukan hanya ruang bawah tanah saja, melainkan kota tempat Tu Long berdiri saat ini berguncang hebat.


“Cukup,” kata Bai An langsung menepuk pundak Tu Long.


Tu Long langsung menarik auranya lagi hingga tekanan mengerikan yang ketiga Monster rasakan langsung hilang.


Tatapan ketiga Monster tersebut terkejut bercampur ngeri.


“Ka.. Kau Monster Terkutuk jenis Naga,” kata Monster Singa laki-laki.


“Diam, jika kau bicara lagi, yakinlah aku akan menyiksamu, dan jangan pernah rendahkan diri kalian lagi,” kata Tu Long lalu menambahkan.


“Apalagi menjadi pengecut, aku benci seorang pengecut yang pasrah akan kematian, mana semangat kalian sebagai Monster,” dengus Tu Long..

__ADS_1


Bai An dan Duan Du hanya menggelengkan kepalanya saja kini mendengar Tu Long marah-marah kepada ras,nya.


Tu Long juga berteriak marah menceritakan jika mereka bukan Ras Monster Terkutuk, melainkan Ras Monster Penguasa yang memimpin semua Ras Monster, tapi karena ada Monster yang iri, maka Ras seperti Tu Long di fitnah atau di hancurkan oleh seseorang dan di buang.


Tu Long tentu mengetahui ini dari Bai An dan Bai An mengetahui ini dari Ling Dong.


1 jam telah berlalu.


Saat ini ketiga Monster malu saat mereka bertiga sudah pasrah akan kematian, lebih-lebih mereka selalu bersembunyi karena menjadi incaran banyak orang.


“Karena kalian tidak memiliki nama, maka Tuan mudaku akan memberikan kalian nama, jadi berbanggalah telah di berikan nama oleh Calon Penguasa Alam Semesta Inti ke 9 ini,” kata Tu Long dengan bangga memperkenalkan Bai An.


Wajah Bai An berkedut-kedut saat di perkenalkan seperti itu, tak lama ia menghela nafas panjang.


“Karena kau Monster Naga, maka namamu saat ini Bai Yu Long, dan kalian berdua adalah kakak beradik maka nama kalian Bai Gi Pixiu untuk yang wanita dan Bai Ji Pixiu untuk laki-laki,” kata Bai An.


“Terimakasih Tuan besar,” kata Yu Long, Gi Pixiu dan Ji Pixiu menunduk hormat.


“Sudah-sudah, tidak perlu terlalu hormat begitu, dan karena saat ini kalian akan menjadi anak angkat Tu Long, maka kalian akan di latih olehnya,” kata Bai An melirik ke arah Tu Long.


Tu Long mengangguk, ia kini melihat ketiganya sambil berkata dengan nada tegas. “Mulai saat ini kalian akan di berikan bimbingan latihan dasar oleh saudara Tu We, nanti setelah latihan dasar telah selesai, maka aku sendiri yang akan melatih kalian.”


“Jadi persiapkan diri kalian saat aku yang melatih, aku juga tidak pandang dia wanita atau laki-laki,” kata Tu Long tersenyum tipis.


Glek..!!


“Baik Ayah,” teriak ketiganya sudah sepakat memanggil Tu Long ayah.


Mendengar itu, Tu Long langsung bangga karena mempunyai putra juga, walau hanya anak angkat, tapi itu tidak terlalu memalukan sama sekali.


Bai An dan Duan Du hanya diam saja, setelah itu Bai An melambaikan tangannya. “Kalian masuklah, nanti kalian akan di sambut oleh Tu We di dalam,” kata Bai An.


Ketiganya mengangguk patuh, mereka langsung melesat masuk.


Wuss..!!


Melihat ketiganya masuk, Bai An kembali berkata. “Ayo kita ke atas, Fu tua sudah mrnungggu dari tadi dan ini juga sudah sore.”


Tanpa menunggu jawaban dari keduanya, Bai An langsung bergerak untuk ke atas, lalu di susul Tu Long dan Duan Du.


Wuss wuss wuss..!!


Tap tap..!!


***


Saat ini, di Kota Runtuh.

__ADS_1


Seorang wanita muda membuka matanya saat merasakan aura Dewa Immortal ⭐ 1 Ahir.


“Hmm..!! Di kota Terbengkalai ada tamu juga rupanya, tapi kenapa dia tidak langsung kesini?” Gumam Wanita tersebut.


Tak lama ia menyinggungkan senyum manis. “Tidak peduli siapa orang-orang yang datang kesini, tapi tugasku adalah memancing orang ini,” gumam Wanita tersebut memegang selembaran.


Terlihat disana ada tiga selembaran dengan tiga wajah, wajah tersebut tak lain adalah Bai An, Duan Du dan Tu Long.


“Semoga saja mereka datang, karena mereka adalah satu-satunya harapanku,” gumam wanita tersebut kembali memejamkan matanya.


Jika Bai An ada di sini, maka ia akan terkejut saat merasakan aura wanita tersebut.


Karena aura wanita tersebut sangatlah kuat.


***


Masih tetap di Kota Runtuh.


Beberapa ahli kuat dari berbagai klan besar di Alam Semesta yang lebih tinggi ikut membuka matanya.


“Hmm..!! Ada juga orang yang sengaja menyombongkan auranya yang hanya Dewa Immortal ⭐ 1 Ahir, jika dia di kota ini, aku sudah mencincang mereka,” gumam orang berbadan kekar rambut merah kecoklatan.


“Hmm,, apa orang ini tidak sadar jika memancing beberapa ahli yang merasa tersinggung,” gumam pria sepuh menggelengkan kepalanya.


Bukan hanya mereka, saja, masih banyak juga ahli bergumam merutuki kebodohan Tu Long yang melepaskan auranya, termasuk salah satu Raja Monster Kekacauan.


“Hehe,, ada Monster Terkutuk, aku harus memperbudaknya,” gumam Monster ular berbadan manusia.


***


“Ayah,, setelah makan kita akan kemana?” Tanya Bai Han sambil makan dengan rakus.


“Huuff,, Han'er, jangan bicara sambil makan, telan dulu makanan yang ada di dalam mulutmu baru bicara,” kata Bai An dengan nada tegas.


Bai Han yang mendengar itu cekikikan. “Hehe,, maafkan Han'er ayah,” ucap Bai Han dengan nada polos.


“Sudah-sudah,, lebih baik kamu selesaikan makanmu,” kata Bai An sambil melirik ke arah Duan Du dan Tu Long. “Ini gara-gara kalian yang selalu bicara tidak jelas sehingga Han'er mengikuti tingkah kalian, awas jika kalian ulang, maka aku akan memberikan hukuman kepada kalian,” dengus Bai An.


Duan Du dan Tu Long hanya tersenyum kecut karena mereka yang tidak salah apa-apa malah di salahkan, setelah itu mereka menatap ke arah Fu Jian dan Wudi yang kini menutup mulut karena menahan tawa.


“Apa kalian tertawa, apa kalian mau aku cincang,” kata Duan Du melalui telepati.


Glek..!!


Keduanya langsung menunduk diam.


Waktu terus berlalu, tak terasa Bai An dan yang lainnya sudah ingin melanjutkan perjalanan ke Kota Runtuh.

__ADS_1


__ADS_2