Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Pertanyaan Duan Du dan Jawaban Xi Bersaudara


__ADS_3

“Dasar sialan,” teriak Duan Du melotot ke arah Bo Wuhan sambil memegangi wajahnya yang nyeri.


Bo Wuhan pun langsung mengangkat kedua bahunya dan dengan polos berkata. “Aku hanya membantu menyadarkanmu saudara Duan. Apakah ini mimpi atau nyata.”


Wajah Duan Du sedikit memerah, tapi dengan cepat ia menahan diri.


Tap tap..!!


“Luan'er, Juan'er, apakah ini benar-benar kalian?” Tanya Duan Du penasaran karena masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Terlebih entah mengapa jika kedua muridnya yang dulu masih kecil kini jauh lebih tua dari dirinya.


Bruk..!!


Xi Luan dan Xi Juan langsung berlutut.


“Luan'er memberi salam kepada guru.”


“Juan'er memberi salam kepada guru.”


Keduanya langsung serempak memberikan penghormatan kepada guru mereka satu-satunya.


“Hah,, sampai detik ini Guru masih tidak percaya, apakah kalian ini benar-benar Xi bersaudara atau sosok yang menyamar menjadi muridku?” Tanya Duan Du langsung waspada sambil mengeluarkan pedang kayu hitam.


Duan Du waspada lantaran ia merasakan ada sebuah perisia tiba-tiba muncul di tempat mereka berempat berada.


Dan ia sampai saat ini belum mengetahui ada di tingkat berapa keduanya.


Tentu Duan Du dapat menyadari tingkat kultivasi seseorang yang jauh di atasnya. Namun batasnya sampai Dewa Surgawi ⭐ 6 Puncak dan untuk ke atasnya ia tidak mampu merasakannya.


Duan Du juga berpikir tidak mungkin kedua muridnya berada di sini. Apalagi berpikir jika muridnya jauh lebih kuat dari dirinya sendiri.


“Jadi cepat jawab siapa kalian sebenarnya?” Tanya Duan Du langsung mengambil sikap kuda-kuda siap bertarung.


Bo Wuhan yang melihat itu pun langsung mengencangkan kedua kakinya sambil menjulurkan kapaknya. Ia juga melirik area sekitar yang saat ini orang-orang di dekatnya tidak menyadari keberadaan mereka berempat.


Wuss..!!


Xi Luan dan Xi Juan pun langsung membuka tudung mereka dengan mengeluarkan senyum khas mereka masing-masing.


“Heeh,, apa karena Guru semakin tua maka ia jadi semakin bodoh,” ucap Xi Juan tersenyum lebar.

__ADS_1


Mendengar itu, tangan Duan Du secara spontan langsung terayun.


Plak..!!


“Aduh,, sakit Guru,” ucap Xi Juan mengerucutkan bibirnya.


Duan Du seketika tersenyum lebar, ia pun langsung mengendurkan kewaspadaannya lalu memeluk keduanya dengan suka cita.


Bruk..!!


“Jujur sampai saat ini Guru masih tidak percaya dengan apa yang Guru lihat. Bagaimana mungkin kalian ada di sini dan usia kalian pun-” Duan Du langsung menghentikan ucapannya.


“Aah,, nanti saja kita bahas, dimana kucing nakal itu?” Tanya Duan Du kini melihat ke arah sekelilingnya.


“Yang Tan berada di Dimensi Alam Kegelapan, tapi Juan'er sudah menghubunginya beberapa detik yang lalu dan sebentar lagi ia akan sampai.” Jawab Xi Juan melepaskan pelukan dari gurunya bersamaan dengan Xi Luan juga.


Sementara Bo Wuhan hanya bisa menggaruk kepala tidak mengerti. Tadi Duan Du sangat waspada, kini mereka langsung akrap.


Bukan hanya itu yang membuat dirinya semakin bingung, ia selalu mendengar Duan Du selalu berkata apakah ini mimpi. Jadi Bo Wuhan sangat ingin membuat Duan Du sadar saat ini jika ini bukanlah mimpi.


....


Saat Duan Du akan duduk, sebuah sobekan dari dinding prisai yang ada di sekitar mereka muncul.


Wuss..!!


Bruk..!!


“Guru Besar,” sapa Yang Tan kini dalam wujud manusia berusia 30 tahunan.


“Yang Tan memberi hormat kepada Guru Besar.” Ucap Yang Tan langsung berlutut.


Mata Duan Du sedikit melotot, tapi tak lama ia tersenyum saat merasakan aura dari Yang Tan yang tidak pernah berubah.


“Ho,, kucing kecil, aura mu sama sekali tidak berubah, yang berubah mungkin kini kekuatanmu jauh lebih kuat dariku, karena aku tidak bisa merasakannya.” Ucap Duan Du berjalan ke arah Yang Tan lalu membangkitkannya.


“Ayo kita duduk, dan kau juga kesini, jangan jadi orang idiot,” ucap Duan Du melirik ke arah Bo Wuhan.


Bo Wuhan seketika tersadar sambil mendengus ringan.


Tap tap..!!

__ADS_1


Saat Duan Du akan duduk, Bo Wuhan lebih dulu duduk tanpa sopan santun.


Hal tersebut membuat Xi bersaudara dan Yang Tan menatap tajam ke arah Bo Wuhan.


Glek..!!


Tanpa sadar Bo Wuhan kembali bangkit sambil mengalihkan pandangan ke arah lain.


Duan Du yang sengaja mejahili Bo Wuhan hanya bisa terkekeh dalam hatinya.


Bruk..!!


Dengan santai Duan Du duduk lalu di susul oleh Xi Bersaudara, Yang Tan dan terahir Bo Wuhan.


Keheningan seketika tercipta selama satu menit.


“Hemm..!! Jadi guru langsung saja ke intinya, jelaskan secara singkat saja. Bagaimana kalian bisa di sini dan bagaimana kekuatan kalian bisa sekuat ini, karena guru tidak bisa merasakannya kekuatan kalian, itu artinya kalian jauh lebih kuat dari yang guru kira?” Tanya Duan Du dengan nada serius menatap ketiganya.


Xi Juan langsung mengangkat tangannya. “Biarkan Juan'er yang menjawab.” Ucap Xi Juan tersenyum.


“Perbedaan waktu, itulah jawaban dari semua pertanyaan guru tadi, karena perbedaan waktu, kami bisa kesini jauh lebih cepat dan menunggu Guru bersama Leluhur.” Ucap Xi Juan.


“Singkatnya, kami bertemu dengan sosok sahabat dari Leluhur Asura saat berada di Daratan Immortal tempat Guru mengirim kami, dialah yang berperan besar dengan perkembangan kami ini hingga mengirim kami kesini untuk menunggu kedatangan Leluhur, Guru dan yang lainnya serta membantu melawan musuh yang ingin mengincar Leluhur.” Sambung Xi Juan dengan mengubah raut wajahnya menjadi serius.


Duan Du terdiam selama beberapa menit, tak lama ia mengangkat wajahnya lalu mengangguk.


“Baiklah Guru kini sedikit paham, jadi lupakan saja masalah ini sementara waktu, karena yang Guru ingin mengetahui lebih banyaknya saat bersama kakak dan yang lainnya.” Ucap Duan Du.


“Dan saat ini, guru ingin mengetahui ada di tingkat berapa kalian saat ini?” Tanya Duan Du tersenyum tipis.


Melihat senyum Gurunya, Xi Juan ikut tersenyum. “Heeh,, guru ingin memanfaatkan kekuatan Juan'er ya, jika mengetahui kekuatan Juan'er,” ejek Xi Juan.


“Hehe,, tidak sia-sia aku memberikanmu buku yang secara pribadi ku tulis, kini kau jauh lebih cerdik dan peka dari guru sendiri.” Kekeh Duan Du tentu menyadari dan mengakuinya jika muridnya ini sangat cerdas dan cerdik.


“Saat ini Juan'er yang terkuat, dan Luan'er kedua terkuat, untuk yang ketiga terkuat ia tidak berada di sini, sementara Yang Tan ia terkuat ke Enam.” Ucap Xi Luan dengan nada tenang.


“Hemm..!! Jumlah kami ada 25 dan Kekuatan Yang Tan ada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal, sementara kakak di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 7 Ahir, dan Juan'er di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 8 Awal. Untuk yang ketiga sampai kelima terkuat, tingkat kultivasi mereka setara, hanya kekuatan dan pengalaman bertarung mereka yang membedakan tingkatannya, mereka berada di Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah.” Sambung Xi Juan menjelaskan, lalu kembali melanjutkan.


“Sisanya yang ke 7 sampai 10 berada di tingkat kultivasi sama dengan Yang Tan, yaitu Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal. Untuk urutan ke 11 sampai 20 mereka di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 6 Puncak dan urutan 21 sampai 25 ada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 6 Puncak ke bawah.”


Mata Duan Du dan Bo Wuhan hanya melotot sambil membuka mulut mereka lebar-lebar tak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini.

__ADS_1


__ADS_2