Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Dua Hari Sebelum Pertarungan Tingkat Tinggi


__ADS_3

“Perasaan gelisah ini sudah aku rasakan tahun lalu, Istriku, kakak ipar dan ibu juga sudah fokus meningkatkan kekuatannya di tempat Xie'er. Tapi yang aku takutkan mengapa kakak belum kembali?” Ucap Duan Du kini sedikit gelisah.


Duan Du tentu gelisah, ia takut terjadi apa-apa dengan Bai An dan keluarganya yang ada di Dimensi Alam Sihir.


“Apa aku harus kesana untuk mengecek kondisi mereka?” Ucap Tu Long melirik ke arah Duan Du, ia pun merasakan hal yang sama dengan Duan Du.


Sudah selama ini mereka belum kembali, mereka pun di gempur pertanyaan oleh para wanita. Tapi mereka hanya menjawab sedang melatih anak-anak.


“Huuf jika mereka telah selesai berkultivasi, maka akulah yang paling menderita, terlebih mereka pasti akan sadar jika Kakak tidak berada di Alam Semesta Inti ini,” ucap Duan Du memasang wajah jelek.


Tu Long juga ikut memasang wajah serius, karena beberapa bulan lalu sebelum mereka berkultivasi, ia ikut terkena imbasnya.


“Jika begitu hanya satu jalan keluarnya,” ucap Tu Long dan Duan Du bersamaan.


Mereka pun langsung menghilang.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tak lama mereka muncul di pintu masuk Dimensi Alam Sihir.


“Siapa yang pergi?” Tanya Tu Long mengarah ke pintu masuk.


“Kau saja paman, aku akan menjaga Dimensi kita jika terjadi masalah, karena tak lama lagi bahaya tersebut akan semakin mendekat. Walau aku tak tahu pasti. Aku merasa bahaya itu datang dari Dimensi yang memiliki kekuatan jauh di atas kita.” Ucap Duan Du mengubah wajahnya dengan serius.


“Hemm..!! Jika begitu tunggu aku, jangan sampai mati sebelum aku kembali,” ejek Tu Long terkekeh kecil. “Satu lagi, tekan mereka semua untuk terus meningkatkan kekuatannya, ini juga untuk kebaikan mereka semua,” sambung Tu Long.


Duan Du mengangguk santai, tangan mereka berdua langsung membentuk segel.


Wungg..!!


Cahaya putih langsung muncul dari pintu masuk.


Tu Long langsung menepuk pundak Duan Du sebelum masuk.


Wuss..!!


Jlep..!!


“Hemm..!! Semoga kalian cepat datang, mungkin aku tak bisa menahan mereka bersama semua keluarga kita,” gumam Duan Du langsung menghilang.

__ADS_1


Wuss..!!


Duan Du langsung muncul di depan istrinya, terlihat juga seorang gadis berumur 4 tahun sedang bermain dengan Jia Li Ling.


“Ayah-ayah kemana saja kau,” suara imut dan sedikit melengking langsung menyapa Duan Du.


“Ling'er sangat merindukan ayah, kata ibu, ayah sedang mencari Li Gege, apa Li Gege sudah bersama dengan ayah? Lalu dimana Li Gege,” ucap Duan Ling kini mencari kesana kemari dengan langkah terlunta-lunta, itu karena ia masih belum terbiasa berjalan dengan normal.


Dengan cepat Duan Du menangkap Duan Ling. “Urgh,, putri kecil ayah, kakak saat ini sedang meningkatkan kekuatannya, nanti setelah ia selesai, ayah janji Ling'er akan puas bermain dengan Li Gege,”ucap Duan Du.


Duan Ling langsung tersenyum lebar. “Hore, Ling'er akan bermain dengan Li Gege, ayah harus janji ya.” Ucap Ling'er menunjukkan jari kelingkingnya.


Duan Du mengerutkan keningnya, pandangannya mengarah ke istrinya yang sedang membuat adonan makanan.


“Jangan mengajari putri kita yang tidak-tidak Lin'er,” ucap Duan Du melalui telepati.


Jia Li Ling hanya tersenyum kecil, pandangannya mengarah ke Duan Du. “Hemm..!! Dari pada kau selalu berbohong,” ejek Jia Li Ling.


Wajah Duan Du berkedut-kedut. Tapi tak lama ia langsung menghela nafas.


“Aku akan membawa Ling'er bermain dulu, panggil aku jika makan malam sudah siap,” ucap Duan Du langsung berjalan ke taman mini yang Duan Du buat untuk putri kecilnya.


Tap tap...!!


Dret..!!


Dret..!!


Sebuah cahaya tiba-tiba muncul di tengah hutan yang tandus.


Wuss..!!


“Hemm..!! Di sini panas sekali, aku merasa ada lautan api yang tidak bisa padam tidak jauh dari sini sehingga membuat sebagian hutan menjadi tandus.” Gumam sosok bertudung.


Saat sosok tersebut mencoba untuk melihat area sekitar dengan energinya, ia langsung tersadar jika ada yang salah.


“Tunggu dulu, tempat ini tidak mengandung Energi, melainkan sesuatu yang belum pernah aku rasakan di Alam Semesta Inti maupun Alam Semesta lainnya.” Gumam sosok bertudung yang tak lain Tu Long.


“Kata Du'er ini Dimensi Alam Sihir, artinya orang-orang di sini menggunakan sihir. Jika begitu, aku paham mengapa mereka semua dan Tuan muda lama di sini, mungkin mereka mempelajari Energi asing ini sehingga membutuhkan waktu yang lama, itu asumsi pertamaku, dan asumsi keduaku,” gumam Tu Long merenung.


“Jika tidak salah mereka pasti ingin menguasai tempat ini sebagai bala bantuan. Yang artinya Tuan muda lebih awal mengetahuinya dari kami berdua jika ada bahaya mengancam.” Sambung Tu Long.

__ADS_1


“Tapi pertama-tama aku merasa familiar dengan Energi ini, ini mirip dengan tenaga dalam,” gumam Tu Long tersenyum lebar, ia saat jauh lebih pintar dari sebelum ia berkultivasi dulu.


Semakin ia kuat, maka semakin cerdas Tu Long. Walau begitu, di saat bodoh-bodohnya, maka bodohnya gak ada yang menyamai.


Wuss..!!


Tu Long langsung pergi menuju tempat yang benar-benar aman menurutnya.


Sret..!!


Saat Tu Long melesat, ia melihat sebuah lengan melesat di depan matanya menuju ke selatan. Karena penasaran, Tu Long langsung mengikuti tangan tersebut, ia merasakan aura dari tangan tersebut tidak lebih lemah darinya. Artinya kekuatan orang yang mempunyai tangan itu setidaknya Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 Puncak, itulah yang Tu Long pikirkan.


Wuss..!!


...


Sementara di sebuah lembah, saat ini Bai An yang duduk bersama para saudari dan Ratu Elf langsung mengerutkan tangannya.


Ia tentu dapat merasakan sesuatu seperti makhluk hidup dari segel yang ia tanam di tangan Hendric.


“Apa itu kau Tu Long,” gumam Bai An dalam hati, tak lama ia tersenyum tipis.


“Hemm..!! Ada baiknya jika ia yang melawan orang itu, aku yakin Tu Long dapat mencium bau tubuh Cen Tian dan Lang Zai dari tubuh Hendric, entah apa yang terjadi jika Tu Long mengetahui itu.” Bai An seketika menyunggingkan senyum menyeramkan.


Semua orang yang melihat senyum Bai An seketika merinding.


“Ada apa Ling Bai? Apa kau merencanakan sesuatu yang kami tidak tahu?” Tanya Anariel dengan tatapan curiga.


“Hemm..!! Kalian akan tahu nanti, dan yang paling penting saat ini, bagaimana dengan tawaranku Ratu Elf Diane?” Ucap Bai An langsung memandang Ratu Elf tersebut.


Sang Ratu terdiam cukup lama, ia tentu bimbang saat ini.


“Aku butuh waktu setidaknya satu hari.” Jawab Ratu Diane mengangkat kepalanya.


“Baiklah, jika begitu kalian boleh kembali,” ucap Bai An langsung menghilang.


Karena penasaran, Anariel, Sintia, Ariel, Antoni langsung ikut mengejar Bai An. Bahkan Ratu Elf Diane pun ikut pergi diam-diam mengejar Bai An.


**


Sementara di kejauhan, sosok manusia dengan tubuh tanpa lengan yang tengah melesat tiba-tiba terdiam.

__ADS_1


“Siapa itu? Aku sama sekali tidak merasakan Mana di dalam tubuhnya, tapi ia bisa terbang dan bahkan mengikuti kecepatan tanganku dengan mudah?” Gumam Leluhur tekuat Ras Manusia Hendric.


“Hem..!! Siapapun kau, aku akan membunuhmu dalam sekali gerakan, akan bahaya jika orang ini merencanakan rencanaku, bisa-bisa orang itu menemukanku.” Gumam Leluhur Hendric dengan kilat mata niat membunuh.


__ADS_2