
Tanpa menunggu balasan, Tu Long langsung menarik Duan Du layaknya karung besar.
Dret..!!
Wuss..!!
***
Jauh di dunia kecil Dimensi Tanpa Nama, Gu Sheng yang berkultivasi sambil menjaga Tuan mudanya seketika membuka matanya.
Tatapan mata Gu Sheng kini melotot, bahkan saking takutnya, mata Gu Sheng terlihat hampir keluar. Tubuhnya tak henti-hentinya bergetar hebat saat melihat Bai An yang tiba-tiba di tusuk oleh Pedang Asura Blood.
...
Di tempat Bai An yang sedang menyerap energi dari sisa-sisa Domain kini merasakan seluruh energinya yang selama ini ia kumpulkan tiba-tiba menghilang saat di serap oleh Asura Blood.
Tapi terlihat Bai An sama sekali tidak membuka matanya.
Kini tubuh Bai An tiba-tiba mulai menyusut layaknya orang tua. Bukan hanya itu saja, secara perlahan tubuh Bai An juga mulai terkikis.
“Tu..Tuan muda,” teriak Gu Sheng langsung menerjang ke arah Bai An.
Wuss..!!
Duar..!!
Uhuk..!!
Tubuh Gu Sheng langsung terlempar oleh penghalang yang tidak bisa ia lihat. Gu Sheng tak mau menyerah begitu saja dengan gigih ia kembali melesat ke tempat Bai An.
Duar duar duar..!!
Duar duar duar..!!
Entah sudah puluhan bahkan ratusan kali Gu Sheng mencoba, ia tetap tidak bisa mendekati Bai An. Terlihat tubuh Gu Sheng juga di ambang batas akibat serangan balik penghalang yang tidak bisa ia rasakan atau ia lihat.
Baru kali ini Gu Sheng melihat hal seperti ini, sekuat apapun penghalang yang di ciptakan oleh Master terkuat di Dimensi Alam Dewa, ia mampu merasakannya. Tapi saat ini Gu Sheng di buat seolah seperti anak-anak yang baru menapaki jalan Kultivator.
“Tu...Tuan muda,” ucap Gu Sheng dengan nada lirih, tak lama setelah berucap, Gu Sheng langsung terjatuh pingsan.
__ADS_1
Wuss..!!
Namun sebelum Gu Sheng terjatuh, energi tak kasat mata langsung menyelimuti tubuhnya hingga ia mengapung.
...
Jiwa Bai An yang saat ini bertemu dengan Roh Asura Blood saling memandang satu sama lain.
“Apa kau yakin dengan keinginanmu ini?” Tanya suara berat dan mengandung tekanan yang luar biasa.
“Lakukanlah, kau kan sudah menyerap semua energiku hingga kini aku sanagat rapuh, hanya dengan lambaian angin, aku pasti akan mati saat ini.” Ucap Bai An dengan nada tegas dan mata penuh tekad.
“Huuf,, aku bisa mengembalikan energimu yang aku serap, pikirkan lah kembali, membuat energimu atau membentuk ulang energimu menjadi energi Asura seperti Tuanku sangatlah sulit dengan setingkat dirimu yang sekarang. Bahkan dulu Tuanku harus mencapai Dewa Surgawi ⭐ 7 Awal ia bisa membuat Energinya menjadi Energi Asura.” Ucap Asura Blood.
Energi Asura adalah energi Awal dan energi yang di ciptakan oleh manusia untuk melawan tekanan Hukum Semesta.
Bai An ingin melakukan ini karena ia tentu tak ingin di kekang oleh Hukum Semesta yang tidak bisa di pecahkan oleh semua orang termasuk Tuan dari Asura Blood, jadi Tuan dari Asura Blood hanya bisa menciptakan Energinya sendiri agar bisa hidup leluasa tanpa kekangan.
Dan menurut Asura Blood, Bai An juga tahu jika bukan Energi Asura saja Energi Awal, melainkan ada 9 lagi energi Awal yang di ciptakan oleh seorang Kultivator, namun sampai saat ini Bai An belum mengetahuinya, karena Asura Blood berkata belum saatnya Bai An mengetahui terlalu banyak, terlebih lagi ini untuk keamanannya dan keluarganya.
...
Roh Asura Blood yang melihat Bai An tetap keras kepala hanya bisa mengangguk pasrah, karena saat ini Bai An adalah Tuannya yang baru, ia mau tak mau melakukan perintah Tuannya.
Saat ini jiwa Bai An di bawa ke tempat dimana Roh Asura Blood bersemayam, yaitu Pedang Asura.
“Ya lakukanlah, apapun resikonya aku akan menanggung konsekuensinya,” ucap Bai An.
“Jika begitu tetaplah untuk bertahan, ini jauh menyakitkan dari yang kau maupun aku bayangkan,” ucap Roh Asura Blood langsung menembakkan energi aneh ke jiwa Bai An.
Wuss..!!
Jiwa Bai An seketika lenyap, tak lama Jiwa Bai An kembali ke tubuh aslinya.
Urgh..!!
Saat kembali ke tubuh aslinya, Bai An merasa lemas dan tidak bisa bergerak, ia juga merasakan nyeri di seluruh tubuhnya.
Pandangan mata Bai An mengarah ke perutnya, ia melihat Pedang Asura bersarang tepat di perutnya dan mengarah ke Dantiannya.
__ADS_1
“Ayo lakukan,” ucap Bai An berusaha menggerakkan bibirnya.
Dret...!!
Dret..!!
Tubuh Bai An seketika berguncang hebat. Bai An langsung menggertakkan giginya menahan rasa sakit saat sebuah energi kini mulai mengisi dantiannya.
Argh..!!
Argh..!!
Argh..!!
Saking menyakitkan membentuk ulang energi, Bai An tak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Bai An merasakan setiap inchi tubuhnya di cabut lalu di pasang kembali, bukan hanya itu saja, yang paling menyakitkan adalah ia merasa Dantiannya di sayat-sayat oleh ratusan juta pedang.
Argh..!!
Teriakan Bai An terus menerus menggema hingga tanpa terasa hampir dua bulan terlewati.
...
Dari jauh Gu Sheng yang telah tersadar kini hanya bisa mencengkram erat tangannya karena tidak bisa melakukan apa-apa, ia kini merasa seperti seorang pecundang. Ia adalah yang terkuat, tapi ia tidak bisa membantu Tuan mudanya, malah ia kini hanya bisa menonton dari kejauhan.
“Tu..Tuan muda,” ucap Gu Sheng dengan nada suara tertekan.
“Aku yakin kakak tidak akan melakukan hal yang sia-sia atau membahayakan nyawanya, aku juga yakin jika kakak melakukan ini karena telah memikirkan konsekuensinya. Jadi cobalah untuk menenangkan dirimu,” ucap Duan Du dengan penuh wibawa, kini berdiri di samping Gu Sheng.
Tu Long yang ikut berdiri sejajar hanya mengangguk sambil mengepalkan erat tangannya. “Sialan, aku juga ingin jadi semakin kuat,” ucap Tu Long dengan nada penuh tekad.
“Hem..!! Tapi apa yang sebenarnya ayah lakukan? Sampai saat ini aku belum bisa menebaknya?” Tanya Bai Han kini melirik ke arah Duan Du, Gu Sheng, Tu Long dan Ye'er.
Mereka semua langsung menggelengkan kepala, mereka juga sampai saat ini belum bisa menebak apa yang Bai An lakukan.
Tapi satu hal yang mereka tahu, ini untuk menuju kuat secara instan. Itulah yang ada di benak mereka. Walau menuju kekuatan instan, resikonya juga yang paling berbahaya, bahkan kematian sudah bisa di ujung mata jika menginginkan kekuatan instan.
Di antara semua keluarga Bai An, hanya Bo Wuhan saja yang diam saat ini. Terlihat jika tubuh Bo Wuhan tak henti-hentinya bergetar ketakutan saat melihat ke arah Tuannya.
“Fusi, ini adalah Fusi yang menggabungkan sesuatu energi yang di serap lalu di ubah menjadi energi yang di namakan energi Awal, Energi Awal dalam sejarah buku kuno adalah energi yang tidak bisa di kekang oleh Hukum Semesta, dan bisa di katakan Energi Awal melawan kehendak, Semesta, hukum, dab takdir,” teriak Bo Wuhan mundur lalu duduk melayang sambil menaruh kepala di atas lututnya.
__ADS_1
Tangan Bo Wuhan juga memegangi belakang kepalanya dan menyembunyikan wajahnya dengan penuh teror.
Sementara Duan Du, Tu Long, Bai Chu Ye, Bai Han dan Gu Sheng kini melototkan mata mereka ke arah Bo Wuhan.