
Bai An dan yang lainnya hanya cuek saja karena tidak mempunyai masalah untuk saat ini.
Tap tap..!!
Setelah berjalan selama 5 menit, Bing Lou, Bai An dan yang lainnya berhenti tepat di depan Penginapan bertulis Naga Air.
“Hmm,, apa ini tempatnya?” Tanya Duan Du melirik ke arah penginapan.
Bing Lou hanya mengangguk santai.
“Ayo kita masuk,” ajak Bing Lou sambil melirik ke arah Bai An dan yang lainnya.
Bai An hanya mengangguk santai, sementara yang lainnya langsung melangkahkan kakinya.
Saat akan masuk.
Terlihat dua penjaga penginapa Naga Air keluar.
“Apakah kalian ingin menginap, makan, atau hanya singgah?” Tanya penjaga yang terlihat seumuran dengan Duan Du. Nada suaranya terdengar arogan.
Duan Du langsung langsung tersenyum tipis, ia maju lalu ingin menanggapi penjaga muda tersebut.
Srekk..!!
Tapi saat ia ingin bicara, mulutnya langsung di bekap oleh Lang Zai.
“Sebaiknya kau diam dulu bocah nakal,” bisik Lang Zai.
Duan Du yang mendengar itu seketika cemberut. “Tidak asik,” dengus Duan Du, lalu ia mengalihkan pandangan ke arah Bing Lou yang ingin menanggapi penjaga tersebut.
Tap tap..!!
Dengan santai Bing Lou menghampiri penjaga tersebut.
“Hmm..!! Dimana penjaga yang biasanya berjaga di sini?” Tanya Bing Lou dengan nada dingin.
Penjaga yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Tapi tak lama mereka seketika tersenyum meremehkan.
“Hahaha,, apa kau temannya penjaga lama, dia adalah seorang penjahat, beraryi kau juga seorang penjahat,” kekeh penjaga yang lebih tua sambil melirik ke arah penjaga yang seumuran Duan Du.
Mereka berdua saling melirik, dengan senyum licik mereka memikirkan sesuatu.
“Hehe,, serahkan hartamu lalu-”
Crash..!!
Kepala penjaga tua yang bicara langsung melayang terbang sejauh 5 meter dan menyisakan tubuhnya masih berdiri yang kini menyemprotkan darah terus menerus dari lehernya.
__ADS_1
Penjaga muda yang melihat kejadian cepat tersebut kini membeku.
Saat ia ingin mengatakan sesuatu, ia langsung memiliki pandangan gelap.
Bruk..!!
Tubuh penjaga muda tersebut terjatuh dengan mata melotot seolah tidak terima kematiannya.
Bing Lou yang baru saja membunuh kedua penjaga tersebut langsung mengalirkan kesadarannya.
Setelah melihat jika para bawahannya tidak ada di sini, ia mencengkram erat tangannya.
Bing Lou mencoba menahan amarahnya, terlebih ia melihat orang yang menempati ruangan yang biasa tempat ia istirahat kini di tempati oleh putra Pemimpin Kota Air Tawar.
Duan Du yang ikut melangkah kini mengerutkan keningnya saat melihat jika ruangan paling atas ada seorang sedang melakukan olah raga ranjang.
“Sungguh menjijikkan,” gumam Duan Du dengan kesal.
“Apanya yang menjijikan, bukankah itu hal normal?” Tanya Tu Long dengan wajah bingung, ia juga melihat itu saat mengedarkan kesadarannya.
Setelah bertanya Tu Long kini menatap ke arah Duan Du yang menahan kekesalannya lagi. “Hmm..!! Apa jangan-jangan kau bukan pria ya? Atau kau tidak normal sehingga sampai saat ini kau tidak punya anak.” Tuduh Tu Long dengan nada curiga.
Melihat kebodohan Tu Long yang kini berlebihan, semua orang seketika tertawa.
Terlihat semua orang kini tak bisa menahan tawa, apalagi saat Tu Long menuduh Duan Du.
Jika itu orang lain, mungkin Duan Du sudah mencincangnya hidup-hidup hingga tidak menyisakan jasad.
“Heng,, orang yang memiliki otak dongol memang sulit di ajak keluar bersama, apalagi melihat hal yang belum pernah di lihat, ia pasti terlihat layaknya orang yang baru keluar dari dalam tanah melongo sana sini,” ejek Duan Du.
Tu Long yang di tertawakan saat bertanya hanya diam saja dan mengabaikan tawa mereka, karena itu hal yang biasa menurutnya. Karena setiap ia bertanya, ia selalu di tertawakan.
Tapi setiap mendengar nada ejekan Duan Du, entah mengapa ia selalu saja terpancing.
Wajah Tu Long kini sangat jelek. Saat ia ingin membalas ucapan Duan Du.
Sebuah teriakan terdengar lantang.
“Siapa...Siapa yang berani tertawa dengan keras di penginapan milik ku?” Teriak seorang pemuda.
Pemuda tersebut melangkah turun dari lantai 5 ke lantai satu.
Terlihat jika pemuda tersebut hanya mengenakan celana pendek, wajahnya sangat arogan saat melihat wajah Tu Long, Fu Jian, Bing Lou, dan Lang Zai.
Untuk Bai An, Ling Yenrou, Duan Du dan Hu Hong Meng, mereka menutupi identitas mereka menggunakan energi mereka.
“Apa kalian ingin mencari mati hah?” Teriak pemuda tersebut, saat teriak mulutnya menyemburkan ludah.
__ADS_1
“Berani sekali kalian datang dengan tertawa tanpa izinku,” lagi-lagi pria muda dengan perut buncit itu berteriak tidak jelas.
Sementara di belakang pemuda tersebut, kini sudah banyak anak buahnya berkumpul siap menerima tugas.
“Kenapa kalian diam hah?” Teriak pemuda yang bernama Ba Wang.
Ba Wang kini melihat ke arah Tu Long dengan tatapan tidak suka dan jijik.
“Kau,, potong tang-”
Argghh..!!
Tangan Ba Wang langsung terputus oleh angin yang melewati tangannya.
“Kau terlalu banyak bacot bocah, terlebih lagi suaramu itu membuat telingaku semakin jengkel,” dengus Tu Long.
Ba Wang tidak mendengar ocehan Tu Long, ia kini hanya meringis kesakitan.
“Kenapa? Kenapa kalian diam saja, cepat tangkap para penjahat ini, terutama dia,” teriak Ba Wang sambil meringis kesakitan.
Ba Wang yang memerintahkan para bawahannya sama sekali tidak melirik ke belakang, itu karena ia terlalu fokus kepada rasa sakit yang tak pernah ia alami ini.
“Siapa yang kau perintahkan bocah? Apa mayat-mayat itu yang kau coba perintahkan?” Tanya Tu Long dengan wajah menyeringai kejam.
Mendengar itu. Ba Wang langsung melirik ke arah belakang dengan cepat. Saat melihat para bawahan ayahnya mati tanpa mayat utuh dan tidak adanya perlawanan. Ba Wang langsung berkeringat dingin.
“A.. Apa yang kau lakukan kepada para bawahanku, cepat kembalikan mereka,” teriak Ba Wang dengan nada perintah bercampur ketakutan.
Tu Long yang dari awal marah karena Duan Du langsung melampiaskan amarahnya ke Ba Wang.
“Hehe,, kau tenang saja kau akan bertemu mereka,” kekeh Tu Long maju ke tempat Ba Wang terduduk.
Bai An dan yang lainnya hanya diam saja, karena mereka tidak perlu turun tangan melawan orang-orang seperti Ba Wang.
Tak lama suara teriakan ampun terdengar saat Tu Long tengah menyiksa Ba Wang.
Satu persatu tubuh Ba Wang di cabut oleh Tu Long lalu di makan dengan lahap.
15 menit kemudian, setelah puas. Tu Long kini mengeluarkan araknya.
Duan Du yang melihat itu langsung maju. Seolah tidak pernah saling ejek. Duan Du dan Tu Long minum bersama dengan wajah bahagia.
Ling Yenrou yang melihat itu langsung ikut minum bersama Lang Zai dan Fu Jian.
Bing Lou dan Hu Hong Meng yang belum pernah merasakan arak buatan Duan Du hanya diam saja.
Bai An hanya menghela nafas. “Semoga saja kedua orang ini tidak ikut kecanduan” Gumam Bai An dalam hati.
__ADS_1